Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan potensi diri mahasiswa melalui pelatihan bahasa dan manajemen stress di FKIP Universitas Tanjungpura Amallia Putri; Eka Fajar Rahmani; Dian Miranda; Halida Halida; Elli Yanti; Yoanna Afrimonika; Nur Fajrina Hidayati; Mellisa Jupitasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.29782

Abstract

Abstrak Pengembangan potensi diri mahasiswa tidak hanya terfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga melibatkan aspek-aspek lain yang dapat mendukung kesuksesan mereka, seperti keterampilan pribadi, kesiapan karier, serta kemampuan dalam menghadapi tantangan emosional dan sosial. Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP diharapkan memiliki keterampilan berbahasa yang baik, yang berperan penting dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif, jelas, dan menarik bagi siswa di masa depan. Mahasiswa sering kali mengalami tekanan dari berbagai sumber, termasuk beban tugas akademik, persiapan ujian, dan permasalahan keuangan, yang berpotensi meningkatkan kecemasan. Selain itu, tekanan sosial, konflik interpersonal, dan adaptasi terhadap lingkungan sosial atau budaya yang baru juga menjadi sumber stress yang signifikan. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Unit Sahabat Mahasiswa (USM) FKIP Universitas Tanjungpura menyediakan layanan bimbingan gratis yang mencakup pengembangan diri, manajemen stres, dan keterampilan berbahasa. Salah satu kegiatan yang dilakukan USM adalah pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop bertajuk “Peningkatan Potensi Diri Mahasiswa Melalui Pelatihan Bahasa dan Manajemen Stres.” Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan manajemen stres mahasiswa, dengan menggunakan metode presentasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan 60 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari 20 program studi di FKIP Untan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tekanan dengan lebih baik serta mengembangkan potensi diri secara optimal. Kata kunci: potensi diri; pelatihan bahasa; manajemen stress Abstract Student development is not limited to academic achievements alone but also involves various aspects that can influence their future success, such as personal skills, career readiness, and the ability to cope with emotional and social challenges. As future educators, students of the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) are expected to have strong language skills, which play a crucial role in delivering educational content effectively, clearly, and engagingly to future students. Students often face pressures from multiple sources, including academic demands, exam preparation, and financial issues, all of which can increase anxiety. Additionally, social pressures, interpersonal conflicts, and the need to adapt to new social or cultural environments can significantly contribute to stress. If left unmanaged, these conditions may negatively impact students' mental and physical health. To assist students in addressing these challenges, the Student Support Unit (USM) of FKIP Universitas Tanjungpura provides free guidance services covering personal development, stress management, and language skills. One of USM’s main initiatives is a community engagement program in the form of a workshop titled "Enhancing Student Potential through Language Training and Stress Management." This workshop is designed to improve students’ language abilities and stress management skills using methods such as presentations, lectures, discussions, and Q&A sessions. Sixty students participated, representing 20 undergraduate study programs within FKIP. Through this activity, students are expected to better manage stress and develop their potential to the fullest. Keywords: personal potential; language training; stress management
Workshop Internasional Youth PFA in the Campus Environment (Cyber Bulliying, Academic Crisis, and Student Safety) Marwah Rusydiana; Amallia Putri; Dian Miranda; Halida; Yuline; Elli Yanti; Siti Natijatul Pu’at; Lukmanulhakim; Dias Khairina Sabila; Ariyani Ramadhani; Siska Perdina; Muhammad Saffuan Abdullah; Hishamudin Bin Salleh
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v11i1.23742

Abstract

The community service activity in the form of the International Workshop on Youth PFA in the Campus Environment (Cyberbullying, Academic Crisis, and Student Safety) was designed to strengthen students’ capacity in addressing psychological crises commonly encountered in higher education settings. This program involved 150 students from four universities in Pontianak and featured international speakers from Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, and Jordan. All presented materials focused on managing academic crises, cyberbullying, student physical safety, and identity crises in the digital era through the framework of Psychological First Aid (PFA).The workshop was conducted in a hybrid format and encompassed interactive lectures, discussions, simulations, role-play activities, and hands-on PFA practice. Students gained a comprehensive understanding of emotional stabilization techniques, empathetic communication, early identification of distress indicators, and appropriate psychological referral procedures. The participants’ responses were highly positive, reflected through their strong enthusiasm, active engagement during discussions, and commitment to becoming PFA agents within their respective campus environments. This workshop not only enhanced students’ mental health literacy but also fostered collective awareness of the importance of cultivating a safe and supportive campus climate. Consequently, the activity has made a significant contribution to strengthening peer-support systems, improving student resilience, and promoting a campus culture that is attentive and responsive to psychological and safety-related issues faced by students.
Methods of Fine Motor Development in 5-6 Year Old Children at TK Tunas Cahaya Kubu Raya Dira Arthamevia Agustina; Dian Miranda; Lukmanulhakim
Journal of Early Childhood Development and Education Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Early Childhood Development and Education (May)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/junior.v1i2.215

Abstract

This research aims to describe how Tunas Cahaya Kubu Raya Kindergarten teachers help children aged five to six years develop their fine motor skills.This research method uses descriptive qualitative. The subjects of this research were the head of the kindergarten and the Group B teacher at the Tunas Cahaya Kubu Raya Kindergarten. The data collection techniques used in this research are interviews, observation and documentation. Data analysis carried out data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The technique for checking data validity is triangulation. The findings of the study demonstrate: 1. How to use resources, media, and procedures to support children's fine motor skill development while they carry out learning activities in order to ensure their success. The technique of assigning homework that helps kids improve their fine motor abilities is to provide them solo and group tasks that test their skills. Play techniques: Individual and group play activities using media and instruments like plasticine, ring cones, balls, etc. help kids improve their fine motor abilities. A learning activity carried out by teachers to develop fine motor skills in children aged 5-6 years. The suggestions in this research are that in delivering the material teachers use words that are easy for children to understand and that teachers can give tasks to children that can be done at home so that children's fine motor development can develop optimally.    
Pemanfaatan Virtual Reality dalam Menumbuhkan Pengetahuan Religius Anak Usia Dini: Analisis Bentuk Pengalaman Kognitif dan Afektif Dias Khairina Sabila; Dian Miranda; Annisa Amalia; Sopy Nuraieda
Jurnal Raudhah Vol 13, No 2 (2025): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v13i2.5048

Abstract

Pembelajaran agama di PAUD masih didominasi metode konvensional sehingga kurang menyentuh aspek emosional anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk pengalaman religius anak melalui teknologi Virtual Reality (VR). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi naratif, penelitian melibatkan 23 anak usia 4–6 tahun dan guru di salah satu TK Islam Pontianak sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara naratif, dan dokumentasi menggunakan instrumen panduan observasi serta wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahapan storying hingga restorying. Hasil penelitian menunjukkan VR sangat efektif menumbuhkan dimensi kognitif dan afektif melalui visualisasi konkret serta keterlibatan emosional anak, namun berdampak rendah pada perubahan perilaku nyata dalam jangka pendek. Disarankan integrasi VR dilakukan secara terarah dengan durasi terbatas dan didukung pembiasaan rutin untuk memaksimalkan perubahan perilaku positif.
Pemanfaatan Virtual Reality dalam Menumbuhkan Pengetahuan Religius Anak Usia Dini: Analisis Bentuk Pengalaman Kognitif dan Afektif Dias Khairina Sabila; Dian Miranda; Annisa Amalia; Sopy Nuraieda
Jurnal Raudhah Vol 13, No 2 (2025): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v13i2.5048

Abstract

Pembelajaran agama di PAUD masih didominasi metode konvensional sehingga kurang menyentuh aspek emosional anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk pengalaman religius anak melalui teknologi Virtual Reality (VR). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi naratif, penelitian melibatkan 23 anak usia 4–6 tahun dan guru di salah satu TK Islam Pontianak sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara naratif, dan dokumentasi menggunakan instrumen panduan observasi serta wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahapan storying hingga restorying. Hasil penelitian menunjukkan VR sangat efektif menumbuhkan dimensi kognitif dan afektif melalui visualisasi konkret serta keterlibatan emosional anak, namun berdampak rendah pada perubahan perilaku nyata dalam jangka pendek. Disarankan integrasi VR dilakukan secara terarah dengan durasi terbatas dan didukung pembiasaan rutin untuk memaksimalkan perubahan perilaku positif.