Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peningkatan Literasi ICT Guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui Bimbingan Teknis Bimbingan Konseling Berbasis Teknologi untuk Generasi Z Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Perdana Kusuma; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.86015

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang pesat telah mengubah berbagai sektor layanan, termasuk bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Namun, banyak guru BK SMP di Kabupaten Pangkep belum secara optimal memanfaatkan ICT dalam memberikan layanan BK kepada siswa Generasi Z. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ICT guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bertema BK berbasis teknologi untuk Generasi Z. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi alat bantu BK berbasis ICT, dan diskusi partisipatif kelompok. Sebanyak 53 guru BK dari berbagai SMP di Kabupaten Pangkep turut serta. Program mencakup peran ICT dalam BK (bibliokonseling, alat bantu layanan, dan media layanan), pemanfaatan platform digital, aplikasi konseling online, layanan berbasis media sosial, serta inovasi masa depan termasuk BK berbasis metaverse. Hasil evaluasi melalui refleksi akhir kegiatan dan kuesioner kepuasan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi ICT peserta dan kesiapan mereka untuk mengaplikasikan teknologi dalam praktik BK. Peserta juga mampu mengidentifikasi potensi dan hambatan implementasi ICT BK di sekolah masing-masing melalui diskusi kelompok yang produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa program BIMTEK yang terstruktur efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi digital guru BK.
Psikoedukasi Peningkatan Pemahaman Tujuan Hidup pada Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Mental Sentra Wirajaya di Makassar Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84693

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tujuan hidup pada penerima manfaat penyandang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar. Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh hasil need assessment melalui wawancara langsung kepada penerima manfaat penyadang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar yang menunjukkan bahwa sebagian besar belum mampu memahami tujuan hidup secara jelas dan belum memiliki perencanaan terkait masa depan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi melalui media poster dengan tema “Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi penyusunan materi psikoedukasi mengenai pengertian, pentingnya, manfaat, cara, dan proses pencapaian tujuan hidup dengan bahasa yang sederhana. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara langsung yang diawali dengan pemberian pertanyaan awal secara lisan, pembagian poster pada penerima manfaat, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Tahap evaluasi dilakukan melalui post-test dengan meminta setiap penerima manfaat menuliskan satu tujuan hidup beserta satu langkah perencanaan. Hasil kegiatan psikoedukasi menunjukkan pencapaian yang signifikan, di mana hasil post-test menunjukkan seluruh penerima manfaat telah mampu mengidentifikasi dan menuliskan satu tujuan hidup beserta langkah perencanaan. Tujuan yang dituliskan mencerminkan dimensi intrinsik dari tujuan hidup seperti keinginan untuk sembuh dan hidup sehat, serta dimensi ekstrinsik seperti keinginan sukses dan berwirausaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang sederhana dan interaktif efektif dalam membantu penyandang disabilitas mental untuk mengenali, memaknai, dan merancang tujuan hidup secara lebih terarah.
Pemanfaatan Film Pendek sebagai Media Edukasi bagi Anak Berhadapan dengan Hukum Sentra Wirajaya di Makassar Tri Sulastri; Faradillah Firdaus; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84701

Abstract

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan kelompok remaja yang memerlukan pendampingan intensif dalam proses rehabilitasi, khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai positif dan peningkatan motivasi diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif serta meningkatkan motivasi diri pada ABH di Sentra Wirajaya Makassar melalui kegiatan nonton bersama film pendek edukatif. Kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil need assessment melalui observasi dan wawancara langsung kepada para ABH yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih mengalami kurangnya motivasi dalam mengikuti kegiatan harian serta memerlukan penanaman nilai-nilai positif sebagai sumber dorongan dalam menjalani proses pembinaan. Metode yang digunakan adalah pemutaran film pendek berjudul "Jangan Menyerah" berdurasi 11 menit yang diakses melalui platform YouTube menggunakan LCD dan laptop. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan post-test sebagai instrumen pengukuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh enam peserta ABH mampu memahami dan memaknai pesan film secara positif. Pesan yang diperoleh peserta mencerminkan nilai ketangguhan, harapan, dan kesadaran akan potensi diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa film pendek edukatif merupakan media yang efektif dalam membentuk pemahaman sekaligus menggerakkan perasaan ABH, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga rehabilitasi sosial lainnya dalam mengembangkan pendekatan pembinaan yang kreatif dan interaktif.
Seminar Psikoedukasi Peran Konselor dalam Menangkal Fenomena Self-Diagnosis di Era Digital Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.86088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi tentang fenomena self-diagnosis di era digital melalui seminar kesehatan mental. Seminar menggunakan metode ceramah, diskusi kasus, dan tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi self-diagnosis, faktor pendorong meningkatnya fenomena ini di era digital, dampak negatif self-diagnosis yang tidak diarahkan, serta peran strategis konselor sekolah dalam tindakan preventif, edukatif, dan kuratif. Poin penting diskusi meliputi perbedaan antara self-awareness dan self-diagnosis, bahaya self-labeling, serta langkah konkret konselor sebagai listener, assessor, educator, dan collaborator. Seminar berhasil membangun kesadaran peserta terhadap risiko self-diagnosis dan memperkuat pentingnya layanan konseling profesional sebagai langkah awal validasi, bukan sebagai pilihan terakhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi yang dipandu profesional konseling efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.
Pengaruh Manajemen Stres Terhadap Minat Belajar Pengguna Artificial Intelligence Nurul Azmi Rauf; Putry Arisandy; Putri Ghefira Alifah Taswil; Muh. Rezky Pratama Susilo; Nurul Magfira Azz; Andhika; Nurfitriany Fakhri; Tri Sulastri
Journal of Education Psychology and Social Development Vol 1, No 1 (2025): June 2025
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/jepsi.v1i1.24

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya artificial intelligence (AI). Masalah stres yang buruk mampu membuat minat belajar menjadi menurun. Apakah hadirnya AI mampu membantu pelajar dalam meringankan beban akademik yang berujung pada manajemen stres yang baik, ataupun sebaliknya. Pertanyaan tersebut menjadi dasar dalam menjalankan penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini yaitu 120 pelajar maupun mahasiswa pengguna AI yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala manajemen stres dan skala minat belajar dengan menggunakan skala likert. Sebelum dilakukan analisis regresi sederhana, dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu, yaitu dengan uji normalitas dan juga uji linearitas. Didapatkan hasil dari kedua uji asumsi terpenuhi (p > 0,05). Hasil uji hipotesis yang didapatkan yaitu 0,00 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh manajemen stres terhadap minat belajar pengguna artificial intelligence. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan artificial intelligence pada sistem pendidikan sangat bermanfaat terlebih dalam penyelesaian tugas dan juga meningkatkan kemampuan pelajar dan mahasiswa beradaptasi terhadap teknologi baru yang mendukung pross pembelajaran.
Do You Remember The Words? Dual-Coding Method On Long-Term Memory Nurul Azmi Rauf; Putry Arisandy; Putri Ghefira Alifah Taswil; Muh Rezky Pratama Susilo; Nurul Magfira Azz; Andhika; Nurfitriany Fakhri; Tri Sulastri
Journal of Education Psychology and Social Development Vol 1, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/jepsi.v1i2.69

Abstract

Proses kognitif berlangsung secara simultan dan berperan penting dalam membentuk perilaku manusia, dengan memori sebagai komponen utama dalam pengolahan informasi. Memori memungkinkan individu menyandikan, menyimpan, dan mengambil kembali informasi yang diperoleh dari lingkungan sensorik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa metode dual coding, yang mengintegrasikan representasi verbal dan visual, berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode dual coding terhadap kemampuan memori jangka panjang pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini terdiri atas dua studi. Studi pertama melibatkan 60 siswa sekolah dasar, sedangkan studi kedua melibatkan 80 partisipan. Pada masing-masing studi, partisipan dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen menerima stimulus berupa tayangan kata benda yang disertai gambar, sementara kelompok kontrol hanya menerima stimulus berupa teks. Setiap kata benda ditampilkan selama tiga detik. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena sebagian data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana partisipan yang menerima metode dual coding mampu mengingat lebih banyak kata dibandingkan dengan partisipan yang hanya menerima stimulus verbal. Temuan ini menunjukkan bahwa metode dual coding berpengaruh positif terhadap kemampuan memori jangka panjang siswa sekolah dasar. Secara implikatif, hasil penelitian ini mendukung penggunaan integrasi teks dan gambar sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan retensi informasi dalam konteks pendidikan formal.
Analisis Relasi Antara Keyakinan Romantis Dan Gaya Kelekatan Dalam Konteks Ketidaksadaran Status Hubungan Pada Perselingkuhan Ira Nurhidayah Rahman; Nurfitriany Fakhri; Tri Sulastri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7220

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara keyakinan romantis dan gaya kelekatan romantis pada individu yang tanpa sadar menjadi pihak ketiga dalam perselingkuhan. Keyakinan romantis merupakan sistem kepercayaan seseorang tentang hubungan romantis ideal, sementara gaya kelekatan romantis adalah pola perilaku dan reaksi emosional dalam membangun intimasi dengan pasangan. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 79 partisipan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Seluruh partisipan memiliki pengalaman sebagai pihak ketiga yang tidak mengetahui status sebenarnya dari pasangan mereka. Analisis chi square menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara keyakinan romantis dan gaya kelekatan romantis (p = 0,902; p > 0,05). Temuan ini menyarankan bahwa intervensi yang berfokus pada modifikasi keyakinan romantis mungkin kurang efektif untuk mengubah pola kelekatan romantis pada korban perselingkuhan. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam pengembangan konseling, program edukasi hubungan sehat, dan strategi penanganan trauma relasional. Kata kunci: keyakinan romantis, gaya kelekatan romantis, perselingkuhan
The Effectiveness of Assertiveness Training to Increase Self-Confidence in Early Adult Women Experiencing Body Dissatisfaction Siti Aisyah Nuralifah Marimin; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7243

Abstract

Self-confidence experienced by early adult women adversely affects their individual interpersonal relationships. This study aims to determine the effect of assertive training in increasing self-confidence in early adult women who experience body dissatisfaction. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving 8 women aged 18-22 years with the criteria of experiencing high levels of body dissatisfaction and low levels of self-confidence. Data were collected using body dissatisfaction and self-confidence measurement scales, as well as observation to record relevant information or behaviors of participants, and an intervention in the form of assertive training conducted over six sessions within in 2-day period. The results of the analysis using the Wilcoxon Test showed a significance value of 0.012 (p < 0.05), indicating an statistically significant increase in self-confidence. The evaluation of knowledge showed a significance value of 0.014 (p < 0.05), indicating an increase in understanding among participants. Based on the study's results, it can be concluded that assertive training has a significant impact on individual self-confidence. Keywords: body dissatisfaction, self-confidence, assertive behavior, early adult women
Hubungan Dark Triad Personality dengan Perilaku Cyberbullying pada Netizen Yang Melakukan Hate speech di Media Sosial Yuyun Widia Wati; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1390

Abstract

Meningkatnya kasus Cyberbullying di media sosial, khususnya dalam bentuk hate speech, menjadi perhatian penting karena berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesehatan psikologis pengguna. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap perilaku tersebut adalah karakteristik kepribadian Dark Triad Personality yang terdiri atas Machiavellianism, Narcissism, dan Psychopathy. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dimensi Dark Triad Personality dengan perilaku Cyberbullying pada netizen berusia 18–30 tahun yang pernah melakukan hate speech di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 392 responden yang memenuhi kriteria penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Cyberbullying yang dikembangkan oleh Smith dkk dan diadaptasi oleh Audinia dkk (α = 0,903), serta The Short Dark Triad (SD3) yang dikembangkan oleh Jones dan Paulhus (2013) (α = 0,785). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi Dark Triad Personality memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku Cyberbullying, yaitu Machiavellianism (r = 0,478; p < 0,001), Narcissism (r = 0,318; p < 0,001), dan Psychopathy (r = 0,462; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi karakteristik Dark Triad Personality, semakin tinggi pula kecenderungan individu melakukan Cyberbullying di media sosial. Selain itu, Machiavellianism merupakan dimensi yang memiliki hubungan paling kuat dengan Cyberbullying. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor kepribadian dalam upaya pencegahan Cyberbullying melalui program literasi digital, pelatihan empati, dan penguatan regulasi diri pada pengguna media sosial.
Peran Sport Confidence Mempengaruhi Peak Performance Pada Atlet Basket Di Kota Makassar Muhammad Raihan; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17587

Abstract

Dalam dunia olahraga, seorang atlet perlu memiliki kemampuan fisik, teknik, dan mental yang optimal untuk mencapai peak performance. Salah satu aspek psikologis yang berperan dalam pencapaian tersebut adalah sport confidence, yaitu keyakinan atlet terhadap kemampuannya untuk menampilkan performa terbaik saat bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport confidence terhadap peak performance pada atlet basket di Kota Makassar pernah mengikuti pertandingan DBL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Partisipan berjumlah 401 atlet basket yang pernah mengikuti pertandingan DBL, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala sport confidence dan skala peak performance. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear. Hasil dari analisis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara sport confidence terhadap peak performance atlet, dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,130. Sehingga dapat di artikan sport confidence berkontribusi sebesar 13% terhadap peak performance. Semakin tinggi sport confidence seoarang atlet, maka semakin tinggi pula peak performance seorang atlet