Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Literasi ICT Guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui Bimbingan Teknis Bimbingan Konseling Berbasis Teknologi untuk Generasi Z Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Perdana Kusuma; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.86015

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang pesat telah mengubah berbagai sektor layanan, termasuk bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Namun, banyak guru BK SMP di Kabupaten Pangkep belum secara optimal memanfaatkan ICT dalam memberikan layanan BK kepada siswa Generasi Z. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ICT guru BK SMP se-Kabupaten Pangkep melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bertema BK berbasis teknologi untuk Generasi Z. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi alat bantu BK berbasis ICT, dan diskusi partisipatif kelompok. Sebanyak 53 guru BK dari berbagai SMP di Kabupaten Pangkep turut serta. Program mencakup peran ICT dalam BK (bibliokonseling, alat bantu layanan, dan media layanan), pemanfaatan platform digital, aplikasi konseling online, layanan berbasis media sosial, serta inovasi masa depan termasuk BK berbasis metaverse. Hasil evaluasi melalui refleksi akhir kegiatan dan kuesioner kepuasan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi ICT peserta dan kesiapan mereka untuk mengaplikasikan teknologi dalam praktik BK. Peserta juga mampu mengidentifikasi potensi dan hambatan implementasi ICT BK di sekolah masing-masing melalui diskusi kelompok yang produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa program BIMTEK yang terstruktur efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi digital guru BK.
Psikoedukasi Peningkatan Pemahaman Tujuan Hidup pada Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Mental Sentra Wirajaya di Makassar Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84693

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tujuan hidup pada penerima manfaat penyandang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar. Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh hasil need assessment melalui wawancara langsung kepada penerima manfaat penyadang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar yang menunjukkan bahwa sebagian besar belum mampu memahami tujuan hidup secara jelas dan belum memiliki perencanaan terkait masa depan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi melalui media poster dengan tema “Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi penyusunan materi psikoedukasi mengenai pengertian, pentingnya, manfaat, cara, dan proses pencapaian tujuan hidup dengan bahasa yang sederhana. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara langsung yang diawali dengan pemberian pertanyaan awal secara lisan, pembagian poster pada penerima manfaat, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Tahap evaluasi dilakukan melalui post-test dengan meminta setiap penerima manfaat menuliskan satu tujuan hidup beserta satu langkah perencanaan. Hasil kegiatan psikoedukasi menunjukkan pencapaian yang signifikan, di mana hasil post-test menunjukkan seluruh penerima manfaat telah mampu mengidentifikasi dan menuliskan satu tujuan hidup beserta langkah perencanaan. Tujuan yang dituliskan mencerminkan dimensi intrinsik dari tujuan hidup seperti keinginan untuk sembuh dan hidup sehat, serta dimensi ekstrinsik seperti keinginan sukses dan berwirausaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang sederhana dan interaktif efektif dalam membantu penyandang disabilitas mental untuk mengenali, memaknai, dan merancang tujuan hidup secara lebih terarah.
Pemanfaatan Film Pendek sebagai Media Edukasi bagi Anak Berhadapan dengan Hukum Sentra Wirajaya di Makassar Tri Sulastri; Faradillah Firdaus; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84701

Abstract

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan kelompok remaja yang memerlukan pendampingan intensif dalam proses rehabilitasi, khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai positif dan peningkatan motivasi diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif serta meningkatkan motivasi diri pada ABH di Sentra Wirajaya Makassar melalui kegiatan nonton bersama film pendek edukatif. Kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil need assessment melalui observasi dan wawancara langsung kepada para ABH yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih mengalami kurangnya motivasi dalam mengikuti kegiatan harian serta memerlukan penanaman nilai-nilai positif sebagai sumber dorongan dalam menjalani proses pembinaan. Metode yang digunakan adalah pemutaran film pendek berjudul "Jangan Menyerah" berdurasi 11 menit yang diakses melalui platform YouTube menggunakan LCD dan laptop. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan post-test sebagai instrumen pengukuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh enam peserta ABH mampu memahami dan memaknai pesan film secara positif. Pesan yang diperoleh peserta mencerminkan nilai ketangguhan, harapan, dan kesadaran akan potensi diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa film pendek edukatif merupakan media yang efektif dalam membentuk pemahaman sekaligus menggerakkan perasaan ABH, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga rehabilitasi sosial lainnya dalam mengembangkan pendekatan pembinaan yang kreatif dan interaktif.
Seminar Psikoedukasi Peran Konselor dalam Menangkal Fenomena Self-Diagnosis di Era Digital Sahril Buchori; Muh Nurhidayat Nurdin; Irdianti Irdianti; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.86088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi tentang fenomena self-diagnosis di era digital melalui seminar kesehatan mental. Seminar menggunakan metode ceramah, diskusi kasus, dan tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi self-diagnosis, faktor pendorong meningkatnya fenomena ini di era digital, dampak negatif self-diagnosis yang tidak diarahkan, serta peran strategis konselor sekolah dalam tindakan preventif, edukatif, dan kuratif. Poin penting diskusi meliputi perbedaan antara self-awareness dan self-diagnosis, bahaya self-labeling, serta langkah konkret konselor sebagai listener, assessor, educator, dan collaborator. Seminar berhasil membangun kesadaran peserta terhadap risiko self-diagnosis dan memperkuat pentingnya layanan konseling profesional sebagai langkah awal validasi, bukan sebagai pilihan terakhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi yang dipandu profesional konseling efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.