Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR KONSELING BAGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH ARIFAH GOWA Ahmad Razak; Ahmad Yasser Mansyur; Basti Tetteng; Satriani Satriani; Nur Amalia Ramadhani; Almira Salsabila Wargadipura; Nurfadila Nurfadila
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.57027

Abstract

School is an educational institution that serves as a place for acquiring knowledge, shaping morals and character, as well as developing students' interests and talents. To fulfill these functions, every school requires a guidance counselor to assist in character formation and handle student issues within the school. However, due to limited guidance counselors, this aspect may not be fully maximized. The purpose of this activity is to equip teachers with the skills to provide counseling services to students, as it is known that the interaction between homeroom teachers and subject teachers with students is more frequent compared to guidance counselors. This workshop was attended by 14 teachers from MTs Arifah. The methods used in this workshop included lectures (material presentation), counseling practice through role play, and pre-test and post-test assessments on basic counseling techniques. Based on the conducted Basic Counseling Techniques Workshop, it was found that the participants experienced an increase in knowledge about basic counseling techniques, as evidenced by the results of the pre-test and post-test. In addition to the test results, the counseling abilities of the participants can also be observed from the observations during the role play counseling practice.
Asymmetric Intimacies: Negotiating Inter-ethnic Friendship Between Migrants and Urban Hosts in Selected Javanese Cities Fadhil Maliky Islah; Basti Tetteng; Kurniati Zainuddin; Faradillah Firdaus
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v10i3.13220

Abstract

Domestic migration in Indonesia, particularly from regions outside Java to urban centers on the island, has created complex spaces of interethnic interaction where emotio m,nal closeness does not automatically develop despite increasingly frequent social contact. This study aims to explore how intimacy is experienced and ne-gotiated in interethnic friendships between migrants from outside Java and native Javanese hosts, and to ex-amine how hosts perceive and respond to these relational dynamics in everyday interactions. This study employed an exploratory qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with ten participants, consisting of five migrants from outside Java and five native Javanese hosts. To enhance analytic rigor, dialogical cross-verification was used as an interpretive strategy to refine themes and ensure coherence across participant accounts. The findings reveal that interethnic friendships are shaped by tensions between ingroup comfort and outgroup awkwardness, as well as between social stability and demands for cultural adaptation. While hosts often display verbal hospitality and polite, formal interactions, these practices rarely translate into emotional openness, placing greater relational initiative on migrants. As a result, intimacy tends to develop asymmetrically, being spatially inclusive yet relationally selective, particular-ly when expectations of personal closeness clash with norms of formality. Collective settings such as reli-gious and community-based activities, however, offer more reciprocal engagement and reduce cultural exclu-sivity. These findings highlight the importance of social structures that support sustained cross-group interaction, contributing to theoretical understandings of asymmetric intimacy and informing efforts to foster more inclusive interethnic relationships in domestic migration contexts in Indonesia.
Membangun Resiliensi Psikologis Perantau Melalui Pemberdayaan Komunitas Daerah Berbasis Psikoedukasi Fadillah Fira Firmanilah; Perdana Kusuma; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Basti Tetteng; Andi Syahriana Asdar
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86723

Abstract

Abstrak. Kegiatan program pengabdian pada masyarakat (PPM) untuk membangun resiliensi psikologis perantau melalui pemberdayaan komunitas daerah berbasis psikoedukasi bertujuan untuk menguatkan kompetensi personal dan kuat menghadapi tekanan beban fisik dan psikologis di perkotaan. Pencapaian tujuan tersebut diukur dengan efektivitas pelaksanaan kegiatan psikoedukasi sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa program terlaksana dengan lancar, sukes dan efektif agar tujuan selanjutnya akan dicapai dengan mudah. Metode pelaksanaan kegiatan psikoedukasi dilakukan secara interaktif, yaitu penyampaian materi, diskusi dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi berjalan lancar, sukses dan efektif terlihat dari kehadiran, keaktifan dan antusiasme peserta yang secara kualitatif menunjukkan kategori baik. Implikasi hasil pelaksanaan psikoedukasi adalah psikoedukasi menjadi sarana transfer pengetahuan kesehatan mental, serta menjadi medium transformasi kesadaran serta penguatan resiliensi individu dan kelompok dalam menghadapi dinamika kehidupan komunitas di daerah urban. Merujuk pada implikasi hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi tersebut, maka disarankan pelaksanaanya akan lebih efektif jika terlebih dahulu dilakukan penguatan kapasitas fasilitator psikoedukasi, materi psikoedukasi mengintegrasikan nilai lokal dan budaya komunitas, pelaksanaan psikoedukasi melibatkan kolaborasi multi-pihak, dan melakukana monev berkelanjutan. Kata Kunci: Resiliensi, Pemberdayaan Komunitas
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri Akademik Terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Alfian Untung; Abdul Saman; Basti Tetteng
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86197

Abstract

Abstrak. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda pengerjaan tugas secara sengaja dan berulang yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitiaan ini ingin melihat bagaimana pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri akademik terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Muslim Indonesia, khususnya Fakultas Agama Islam.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei non-eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 203 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 160 mahasiswa yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS-15) untuk mengukur prokrastinasi akademik, Academic Self Efficacy (ASE) untuk mengukur efikasi diri akademik, dan Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) untuk mengukur kecerdasan emosional. Data dianalisis menggunakan analisis regresi ganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri akademik berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan psikologi pendidikan serta menjadi dasar penyusunan intervensi untuk menurunkan prokrastinasi akademik melalui peningkatan kecerdasan emosional dan efikasi diri akademik. Kata Kunci: Prokrastinasi akademik, kecerdasan emosional, efikasi diri akademik.
Benign Envy and Prosocial Personality Among Indonesian Undergraduates: Affective and Moral Dimensions Nurfitriany Fakhri; Mufliha Chaerati; Basti Tetteng
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.202618252

Abstract

Prosocial personality is a stable disposition to help others, grounded in empathy, moral reasoning, and social responsibility. Benign envy is a constructive emotion arising from upward social comparison that motivates self-improvement through emulating admired others without hostility. Unlike malicious envy, which is directed at pulling others down, benign envy involves admiration and aspiration. The empirical association between these constructs remains underexplored, particularly in non-Western contexts. This study examined their association in Indonesian undergraduates. A total of 348 students (70.7% female; aged 18–25 years) from 21 universities in Makassar participated in this cross-sectional correlational study. Prosocial personality was assessed using an Indonesian adaptation of the Prosocial Personality Battery, and benign envy was measured with a researcher-developed scale based on Lange and Crusius (2015). Spearman’s rank-order correlation was used for analysis. Results indicated a modest but statistically significant positive association between prosocial personality and benign envy (ρ = .177, p = .001). Benign envy was positively associated with sympathetic responsiveness (ρ = .268), empathic concern (ρ = .218), and moral reasoning (ρ = .151), and negatively associated with personal distress (ρ = −.146). Applying Bonferroni correction (α = .006), no significant associations were found for perspective taking, other-orientation, or social responsibility. These preliminary findings suggest that benign envy may be associated with the affective and moral components of prosocial personality, with implications for positive psychology and character education in collectivist settings. Abstrak: Kepribadian prososial adalah kecenderungan stabil untuk membantu orang lain, yang berlandaskan empati, penalaran moral, dan tanggung jawab sosial. Iri hati yang baik adalah emosi konstruktif yang muncul dari perbandingan sosial ke atas yang memotivasi peningkatan diri melalui meniru orang lain yang dikagumi tanpa permusuhan. Tidak seperti iri hati yang jahat, yang diarahkan untuk menjatuhkan orang lain, iri hati yang baik melibatkan kekaguman dan aspirasi. Hubungan empiris antara konstruk-konstruk ini masih kurang dieksplorasi, khususnya dalam konteks non-Barat. Studi ini meneliti hubungan mereka pada mahasiswa sarjana di Indonesia. Sebanyak 348 mahasiswa (70,7% perempuan; usia 18–25 tahun) dari 21 universitas di Makassar berpartisipasi dalam studi korelasional lintas-seksional ini. Kepribadian prososial diukur menggunakan adaptasi Indonesia dari Prosocial Personality Battery, dan iri hati diukur dengan skala yang dikembangkan peneliti berdasarkan Lange dan Crusius (2015). Korelasi peringkat Spearman digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang moderat namun signifikan secara statistik antara kepribadian prososial dan rasa iri yang baik (ρ = 0,177, p = 0,001). Rasa iri yang baik berhubungan positif dengan respons simpatik (ρ = 0,268), kepedulian empatik (ρ = 0,218), dan penalaran moral (ρ = 0,151), serta berhubungan negatif dengan tekanan pribadi (ρ = −0,146). Dengan menerapkan koreksi Bonferroni (α = 0,006), tidak ditemukan hubungan yang signifikan untuk pengambilan perspektif, orientasi terhadap orang lain, atau tanggung jawab sosial. Temuan awal ini menunjukkan bahwa rasa iri yang baik mungkin berhubungan dengan komponen afektif dan moral dari kepribadian prososial, dengan implikasi bagi psikologi positif dan pendidikan karakter dalam lingkungan kolektivis.
PERAN SCHOOL WELL BEING SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH RASA SYUKUR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Fira Zalsabila; Basti Tetteng; M. Ahkam Alwi
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 21, No 1 (2025): Volume 21, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v21i1.5838

Abstract

This study discusses the case of school well-being (SWB) as a mediator of the influence of gratitude on students' learning motivation using a qualitative approach. This study recruited students of State High School students in Polewali Mandar Regency with a total of 380 people. The instruments used in this study are the SWB measuring tool to measure SWB, the gratitude scale to measure gratitude, and the learning motivation scale to measure learning motivation. After the data collection, the analysis was accomplished based on the SEM (Structural Equation Modelling) test to determine the relationship between variables within the context of this research, test the model fit and identify the direct and indirect effects on the model assisted by the Sobel test to see the mediating effect of school well-being variables. Data in this study has demonstrated that gratitude had a positive and significant direct effect on learning motivation with a figure of 24.7%; gratitude has significant positive and direct influence on school well-being (64.1%); School well-being identified has a positive and significant direct influence on learning motivation (17%); and school well-being was identified as a mediator for the influence of gratitude toward learning motivation indirectly with a figure of 10.9%.
Responsibility as a Mediator of the Influence of Environmental Identity and Value Orientation on Littering Behavior of Students In Makassar Basti Tetteng; Ahmad Yasser Mansyur; Nuratthahirah Ansar; Sari Samandatu; Roselina Dwi Hormansyah
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 28, No 2 (2025): Indonesian Journal of Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijes.v28i2.80915

Abstract

behavior, with ecological responsibility acting as a mediating variable. The research was conducted among public senior high school students in Makassar City. Data were collected using a set of valid and reliable Likert-based instruments, including the Environmental-Portrait Value Questionnaire (E-PVQ), the Environmental Identity (EID) Scale, the Responsibility Scale, and the Littering Prevention Behavior Scale. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM), and the final model demonstrated a good overall fit. The findings reveal several important relationships. Value orientation was found to have a positive and significant effect on environmental responsibility, indicating that students with strong pro-environmental values tend to feel more responsible for their environment. Environmental identity also positively and significantly influenced environmental responsibility. Furthermore, value orientation showed a positive and significant effect on littering behavior, suggesting that values can directly encourage responsible waste disposal. In contrast, environmental identity did not directly influence littering behavior in a significant way. However, environmental responsibility emerged as a key factor: it positively and significantly predicted littering behavior and served as a mediator in the model. Environmental responsibility successfully mediated the influence of both value orientation and environmental identity on littering behavior.Keywords: value orientation, environmental identity, responsibility, littering behavior, high school students
Konformitas Teman Sebaya dan Perilaku Merokok: Mediasi Parsial Health Belief Model Nurfadilah Irham; Basti Tetteng; Perdana Kusuma
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17762

Abstract

Perilaku merokok pada perempuan dewasa awal dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya serta persepsi terhadap risiko dan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku merokok dengan peran mediasi Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei pada 237 perempuan dewasa awal. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap perilaku merokok. Konstruk Health Belief Model, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, self-efficacy, dan cues to action, terbukti memediasi hubungan tersebut secara parsial, sedangkan persepsi hambatan tidak berperan sebagai mediator. Efek langsung konformitas teman sebaya lebih dominan dibandingkan efek mediasi Health Belief Model. Dengan demikian, Health Belief Model berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara konformitas teman sebaya dan perilaku merokok pada perempuan dewasa awal. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang risiko dan manfaat berhenti merokok, tetapi juga memperkuat self-efficacy, menyediakan cues to action yang efektif, serta memanfaatkan norma kelompok positif untuk mendorong perilaku sehat.
Co-Authors A Waizatun Choirunnisa Abdul Saman Ahmad Razak Ahmad Yasser Ahmad Yasser Mansyur Ahmad Yasser Mansyur Ahmad Yasser Mansyur Aini Latifah Syam Alfian Untung Almira Salsabila Wargadipura Alwi, Muhammmad Ahkam Amirah Aminanty Agussalim Andi Haslinda Andi Muhammad Yusran Atjo Andi Nasrawaty Hamid Andi Syahriana Asdar Astiti Tenriawaru Ahmad Aviani Rafipah Ayu Apriyani Brilian Putra Adhitama DH, Satriani Dian Novita Siswanti Dina Nuroctaviana Dita Maharani Resky Eka Sufartianinsih Jafar Eva Meizara Puspita Dewi Eva Meizarra Puspita Dewi Fadhil Maliky Islah Fadillah Fira Firmanilah Faradillah Firdaus Faradillah Firdaus Fira Zalsabila Indah Cahyani Indri Ramadhani Irnovriani Ramadhanti Putri Ashari Junda Sari Jamal Kurniati Zainuddin Masyrurah Masyrurah Maya Annisa Mursal Miftahul Jannah Muhsin Mirna Sulfitri Mufliha Chaerati Muh Nur Hidayat Nurdin Muh Wija Hadi Perdana Muhammad Akbar Muhammad Faiz Muttaqi Muhammad Faiz Muttaqi Sukri Muhammad Iqbal Ravsanjani Muhammad Nur Hidayat Nurdin Munawarah Mutiara Wulandari Mutmainnah Nabila Ikram Nabila Maulidia Nabila Putri Anwar Nabila Putri Anwar Nabilah Assakinah BP Nandhika Rezqyawan Natasyah Zhafirah Achmas Dian Nur Ramdhan Nopiati Arifin Novita Maulidya Djalal Nur Amalia Ramadhani Nur Ihsan Al Qadri Nuratthahirah Ansar Nurfadila Nurfadila Nurfadilah Irham Nurfajriyanti Rasyid Nurfitriany Fakhri Nurul Ayu Setya Ningrum Nurul Ismi Fauziah Jumadi Perdana Kusuma Perdana Kusuma Puspita Dewi Qurrata Ayuni Safruddin Ratu Salsabila Helmi Reski Indah Rukmila Reviona Eppang Rezki Amelia Jalil Ria Reski Fausia Askari Riska Indah Sari Syaheruddin Rismeianti Rismeianti Roselina Dwi Hormansyah Roselina Dwi Hormansyah Sari Saman Datu Sari Samandatu Sarkia Sinthia Tirtasari Sri Dewi Saputri Sri Wahyu Nengsih St. Alifia Musmulyadi Sulfianah Syamsu Syifa Nur Intan Tarizha Khaerunnisa Tenri Wahyulang Dari Tri Rahmah Wahdah Islamiyah Ugibojo Wanda Eka Saputri Yusyah Alreffyanny Mangarengi Zainuddin, Kurniati Zhafira Mardhatillah Maulia