Claim Missing Document
Check
Articles

Mewujudkan Ayah yang Hadir, Bertanggung Jawab, Berperan dan Terlibat: Mendorong Transformasi Sosial dalam Pengasuhan Riany, Yulina Eva; Siregar, Pintauli Romangasi; Adam Sugiharto; Berlian, Rosintha Doris; Harahap, Dina Tri Septianti; Farisi, Maulana Achsan Al
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1412-1416

Abstract

Budaya patriarki dalam keluarga Indonesia masih menempatkan ayah sebagai pencari nafkah, bukan sebagai pengasuh aktif, sehingga tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dibebankan pada ibu. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan ayah dan berasosiasi dengan berbagai masalah perkembangan anak, termasuk kemandirian, disiplin, empati, serta regulasi diri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan arah kebijakan yang mendorong perubahan nilai sosial dan struktural melalui peran pemerintah pusat dan daerah, komunitas, serta dunia kerja, dengan fokus pada edukasi publik, kampanye keterlibatan ayah, redefinisi maskulinitas dalam keluarga, dan kebijakan kerja ramah keluarga. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas.
The Influence of Emotion Regulation and Social Intelligence on Empathy in Young Adults Kristina, Winda; Safarina, Asy Sifa; Unzurna, Unzurna; Riany, Yulina Eva
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p96-105

Abstract

Background: The massive digital environment challenges empathy development due to reduced face-to-face interactions and nonverbal cues. Objective: This study aims to analyze the influence of emotion regulation and social intelligence on empathy in young adults and to examine the potential mediating role of social intelligence. Method: Using a quantitative cross-sectional design, data were collected from 341 Indonesian young adults using the DERS-SF, TSIS, and IRI scales. Data analysis was performed using multiple linear regression and path analysis with bootstrapping. Result: Simultaneous test results showed that emotion regulation and social intelligence significantly influence empathy (F = 18.452, p < 0.001), although their effective contribution was 9,8%. Social intelligence (t = 6.075, p < 0.001) and emotion regulation (t = 2.351, p = 0.019) were significant predictors of empathy. Conclusion: These findings confirm that effective emotional management and socio-cognitive skills are key developmental tasks for young adults. The low R-square value (9,8%) indicates that emotion regulation and social intelligence explain a small proportion of empathy's variance, while the remaining 90.2% being attributable to other external factors. Abstrak Latar Belakang: Lingkungan digital yang masif menghadirkan tantangan bagi perkembangan empati akibat berkurangnya interaksi tatap muka dan isyarat nonverbal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi dan kecerdasan sosial terhadap empati pada usia dewasa muda serta menguji potensi peran mediasi kecerdasan sosial. Metode: Menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari 341 dewasa muda Indonesia menggunakan skala DERS-SF, TSIS, dan IRI. Hasil: Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan path analysis dengan bootstrapping. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial secara signifikan mempengaruhi empati (F = 18,452, p < 0,001), meskipun kontribusi efektif total sebesar 9,8%. Baik kecerdasan sosial (t = 6,075, p < 0,001) maupun regulasi emosi (t = 2,351, p = 0,019) merupakan prediktor empati yang signifikan. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa manajemen emosi yang efektif dan keterampilan sosio-kognitif penting untuk tugas perkembangan kunci bagi dewasa muda Indonesia. Nilai R-square yang sangat rendah (9,8%) secara eksplisit menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial hanya menjelaskan sebagian kecil varians empati, dengan sebagian besar (90,2%) disebabkan oleh faktor eksternal lainnya.
Edukasi Internet Ramah Anak dan Keluarga pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Cibanteng, Jawa Barat Rahmawati, Laeli; Farhan, Muhammad; Napitupulu, Princilya Anggraeni; Azzahra, Devita Fatimah; Anggini, Awanda Wira; Raditya, Vincentius Yolanda Angger; Tobing, Yolanda Dheva Lumban; Anastasya, Setia; Evafroditus, Yuniarta; Riany, Yulina Eva
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.119-131

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed various social activities, including family life. Due to the implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) within society, social activities have many limitations, including school activities that have been conducted through online learning. This condition leads to an increase in internet use among children. This community service activity aims to educate parents regarding strategies to guide their children in using the internet appropriately. This activity was carried out in Cibanteng Village, Ciampea District, Bogor, West Java, using a structured online socialization and discussion method among 59 parents with school-age children. Results indicated an increase in the participants' knowledge, particularly related to the benefits of the internet for children in learning. Participants' knowledge regarding appropriate strategies for assisting children in using the internet, monitoring strategies, and using the internet appropriately also increased after participating in structured socialization, which was conducted online. The results indicated the need to implement other programs on a larger scale for parents.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adam Sugiharto Adam Sugiharto, Adam Aisyah Aisyah Amri Darwis Anastasya, Setia Anggini, Awanda Wira Astana, Rizky Astuti, Anis Mardi Asyhar, Athaya Nadiya Azzahra, Devita Fatimah Berlian, Rosintha Doris Desy Nuri Fajarningtiyas, Desy Nuri Diah Krisnatuti Dodik Briawan Dwi Hastuti Ekayanthi, Ni Wayan Dian Euis Sunarti Evafroditus, Yuniarta Fadillah, Siti Sekar Ayu Fajria, Khanifa Farisi, Maulana Achsan Al Fatihanna, Mira Fauziyya Fiscarini, Santy Fitri Ayu Wahyuni Ghaniyyah, Bianca Nur Dinar Hannako, Nasuha Yazu Harahap, Dina Tri Septianti Ihsana, Ayu Ikeu Ekayanti Irmalia Noviani Irni Rahmayani Johan Istiqomah, Annisa Aulia Januar, M Fathan Haidar Kholifatul Jannah Kistiana, Sari Krisabel, Sophia Kristina, Winda Kumoro, Retno Lilik Noor Yuliati Malihah, Zahro Maretia, Indi Ayu Maulana Achsan Al Farisi Melly Latifah Miftachul Jannah, Miftachul Muhammad Farhan Muhibbullah, Ahmad Mujib, Farid Khusnul Nanda, Rafika Napitupulu, Princilya Anggraeni Naziah, Hilma Rosmy Nduru, Firlyan Anugerah Ningrum, Bhekti Setya Ningsih, Sri Rahayu Nisrina Nadhifah Nurfadillah Nurfadillah Nurfurqoni, Fuadah Ashri Pramesti, Yustia Pramudita, Aisyah Purnama, Nurjanah Putri, Jihan Apikasari Raditya, Vincentius Yolanda Angger Rahmawati, Laeli S, Zazirah Safarina, Asy Sifa Samudro, Fitroh Bagus Santoso, Daniel Krisna Sholihah, Wahyuni Ilhamis Siregar, Pintauli Romangasi Siroj, Eko Yuliarti Soebagiyo, Slamet Sri Ajrania Sri Ningsih Sri Wahyuni Sulaiman, Nur Afifah Sumirat, Fajar Tobing, Yolanda Dheva Lumban Umarat, Adlil Unzurna, Unzurna Utami, Suci Yolianda Wiratmaja, Laura Virgita Yani Yani Yulianty, Eva Fitria Yuliaty, Lilik Noor