Claim Missing Document
Check
Articles

THE INFLUENCE OF DIGITAL MEDIA USE IN PARENTING TO CHILD DEVELOPMENT UNDER 24 MONTHS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nurfurqoni, Fuadah Ashri; Hastuti, Dwi; Sunarti, Euis; Riany, Yulina Eva
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 2 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i2.2066

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu terpapar oleh kemajuan teknologi, termasuk anak. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui dampak dari kemajuan teknologi terhadap perkembangan anak di bawah usia 2 tahun. Sistematik literatur review ini mengikuti guidelines PRISMA, pengumpulan artikel selesai pada tanggal 7 Maret 2024 menggunakan database Pro-Quest, Science Direct, dan juga Google Schoolar, dengan kata kunci penggunaan media digital dan perkembangan anak 0-24 bulan. Kriteria inklusi yaitu penelitian cross sectional, melibatkan ibu atau keluarga yang memiliki anak dibawah 24 bulan, dan penggunaan digital media. Kriteria eksklusi, keluarga tidak utuh dan publikasi sebelum tahun 2020 atau setelah 2023. Studi ini melibatkan 10 riset yang terpilih. Hasil menunjukkan paparan digital media yang terlalu dini dan berlangsung lama berbahaya bagi perkembangan anak, dengan demikian perlu adanya upaya pencegahan paparan dini media digital pada anak dibawah 2 tahun, agar tidak terjadi keterlambatan perkembangan kognitif, addiksi, maupun masalah sosioemosional pada anak dikemudian hari. Implikasi dari studi ini, orang tua harus dapat menghindari paparan digital media pada anak di bawah usia 2 tahun.
Strategi Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Ningsih, Sri; Ningrum, Bhekti Setya; Januar, M Fathan Haidar; Umarat, Adlil; Riany, Yulina Eva
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1193-1197

Abstract

Lingkungan satuan pendidikan merupakan bagian penting terbentuknya generasi penerus bangsa. Namunkondisi lingkungan satuan pendidikan kini sangat mengkhawatirkan akibat tingginya kasus kekerasan yangterjadi. Merespon hal tersebut, dalam upaya perlindungan anak, pemerintah melalui Permendikbudristek No.46 Tahun 2023 mengeluarkan salah satu kebjiakan baru untuk menegaskan pentingnya pencegahan danpenanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Dengan masih seumur jagung implementasikebijakan ini menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya, sehingga dibutuhkan strategi agarimplementasi kebijakan dapat memberikan perlindungan bagi anak di lingkungan satuan pendidikan. Faktorkunci dari kebutuhan, kendala, program dan koordinasi stakeholder harus diidentifikasi untuk Menyusunstrategi agar implementasi kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu kajian ini telah mengidentifikasifaktor kunci tersebut dari pendapat regulator, praktisi dan akademisi sehingga dapat menghasilkan strategiimplementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Pengaruh Pola Asuh Afeksi dan Kualitas Emotional Bonding Ibu terhadap Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Fadillah, Siti Sekar Ayu; S, Zazirah; Yulianty, Eva Fitria; Riany, Yulina Eva
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i4.5833

Abstract

Kemampuan anak untuk mengenali dan mengelola emosi dengan baik dapat berdampak positif pada kesejahteraan mental, psikososial dan hubungan interpersonal yang sehat. Psikososial anak adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak dalam bentuk bermain, yang dilakukan oleh pengasuh utamanya,  penelitian terdahulu (Sukmawati, 2020) menyatakan ada pengaruh yang signifikan pemberian stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik kasar. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola asuh afeksi dan kualitas emotional bonding ibu terhadap perkembangan anak usia 3-4 tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan melakukan sebar angket melalui google form kepada responden. Penelitian ini melibatkan 50 responden di Kota Bogor yang dilakukan pada 08 November-14 November 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengasuhan afeksi tidak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Hal ini membuktikan bahwa pengasuhan afeksi tidak memiliki pengaruh pada kecerdasan motorik halus, kasar dan komunikasi aktif-pasif pada anak.
PENGALAMAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DALAM MENAVIGASI KEMANDIRIAN SOSIAL EKONOMI MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Ningsih, Sri Rahayu; Sholihah, Wahyuni Ilhamis; Maretia, Indi Ayu; Riany, Yulina Eva
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.47931

Abstract

Abstract. The Family Hope Program (PKH) is a conditional social assistance program launched by the Indonesian government to support underprivileged families through cash transfers directed at improving access to education, health, and the economy. In 2020, the government allocated IDR 36.9 trillion in funds for 10 million recipient families as part of a strategy to accelerate poverty alleviation. However, in practice, some families remain recipients for years without experiencing significant improvements in their social and economic conditions. Using a phenomenological approach, this study involved six informants selected through purposive sampling based on inclusion criteria. The results show that KPM's understanding of the Family Hope Program (PKH) is generally functional, with a focus on children's educational needs. In the aspect of socio-economic independence related to irregular income, lack of access to productive businesses, increased social participation and interaction, the dynamics of social stigma, the strategic role of assistants, social solidarity, and changes in social identity and self-confidence. Socio-economic challenges, self-awareness and empathy values, the role of assistants, structural limitations of the program, as well as family and neighborhood support. Keyword: Beneficiary families, phenomenological approach, family hope program, poverty reduction, socio-economic self-sufficiency. Abstrak. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung keluarga prasejahtera melalui transfer tunai yang diarahkan pada peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pada tahun 2020, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp36,9 triliun bagi 10 juta keluarga penerima, sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Namun, dalam praktiknya, sebagian keluarga masih tetap menjadi penerima bantuan selama bertahun-tahun tanpa mengalami peningkatan signifikan dalam kondisi social dan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam proses menuju kemandirian sosial-ekonomi Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inkulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman KPM terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) umumnya bersifat fungsional, dengan fokus pada kebutuhan pendidikan anak. Pada aspek kemandirian sosial ekonomi terkait dengan penghasilan tidak tetap, minimnya akses terhadap usaha produktif, peningkatan partisipasi dan interaksi sosial, dinamika stigma sosial, peran strategis pendamping, solidaritas sosial, serta perubahan identitas sosial dan kepercayaan diri. Tantangan sosial ekonomi, kesadaran diri dan nilai empati, peran pendamping, keterbatasan struktural program, serta dukungan keluarga dan lingkungan dapat menjadi faktor pendorong dan penghambat bagi KPM untuk graduasi mandiri. Kata Kunci: Bantuan sosial, KPM, studi fenomenologi, kemandirian sosial ekonomi, Program Keluarga Harapan (PKH).
Sekolah Keluarga Berkualitas: Pencegahan Stunting di Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor dan Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Herawati, Tin; Hastuti, Dwi; Latifah, Melly; Yuliati, Lilik Noor; Sunarti, Euis; Muflikhati, Istiqlaliyah; Alfiasari, Alfiasari; Riany, Yulina Eva; Purwawangsa, Handian; Irfany, Mohammad Iqbal; Amirah, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JPMI - April 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3349

Abstract

Pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara akan berjalan optimal jika didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas. Pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas akan sangat efektif ditentukan oleh lembaga terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Pemberdayaan keluarga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki anak usia balita dan ibu hamil. Desain yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pre-post interval study yaitu sasaran yang ikut serta dianalisis perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi yaitu Kelurahan Loji, Kelurahan Balumbangjaya, dan Desa Benteng. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tujuh materi dengan tujuh kali pertemuan yang dimulai pada Bulan Oktober - November 2023. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan partisipan mengenai ketahanan keluarga, pengasuhan, manajemen keuangan, investasi nilai anak, dan fungsi keluarga. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 5,46 poin. Adanya peningkatan pengetahuan partisian menunjukkan bahwa perlu dilakukan program yang sama dengan lokasi yang berbeda agar mencapai keluarga yang tahan dan Sejahtera sehingga mendukung dalam pencegahan stunting.
Peningkatan Kapasitas Kader melalui Program Royco Nutrimenu-Edufamily: Mendukung Pencegahan Stunting di Kota Bogor Briawan, Dodik; Riany, Yulina Eva; Ekayanti, Ikeu; Herawati, Tin
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.316-324

Abstract

Indonesia still faces various challenges that hinder the development of high-quality human resources in the future, one of which is nutrition and health. Stunting is an unresolved nutritional problem. This study aimed to improve cadres’ knowledge and skills as a step toward preventing stunting. This study used a pre-post intervention design to analyze changes in cadres’ knowledge, attitudes, and skills after participating in the Royco Nutrimenu-Edufamily training program. The methods used included socialization and training on stunting, complementary feeding (MPASI), and counseling skills. The data were collected using an online questionnaire. The activity was carried out in July 2023, involving 100 cadres from 10 villages in Bogor City: Situ Gede, Bubulak, Margajaya, Balumbang Jaya, Sindang Barang, Gunung Batu, Loji, Curug, Pasir Kuda, and Semplak. The materials covered were 1) The dangers and prevention of stunting; 2) The importance of MPASI for child growth and development; 3) The Royco Nutrimenu MPASI program; and 4) Tips on becoming a counselor. After training, each cadre provided education and MPASI cooking demonstrations to mothers with children aged 6‒24 months. Each cadre educated 10 mothers, for a total of 1000 mothers. The results showed an increase in cadres’ knowledge and skills after the training. In addition, cadres were able to transfer the knowledge and skills they acquired.
Melindungi Generasi Emas: Strategi Mengatasi Dampak Paparan Pornografi pada Anak dan Remaja Sulaiman, Nur Afifah; Nanda, Rafika; Riany, Yulina Eva
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1203-1206

Abstract

Paparan pornografi di kalangan anak dan remaja Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan akibat akses teknologi yang semakin mudah. Kondisi ini berdampak negatif pada perkembangan psikologis, moral, dan perilaku anak, termasuk peningkatan perilaku seksual berisiko dan penurunan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral. Minimnya literasi digital, kurangnya pengawasan orang tua, dan komunikasi yang tidak efektif memperburuk situasi ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan kolaboratif yang mencakup pengawasan digital yang lebih ketat, pendidikan seksual berbasis bukti, serta pemberdayaan keluarga dan komunitas. Implementasi kebijakan yang komprehensif ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari dampak negatif pornografi, mendukung perkembangan moral yang sehat, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Perbandingan Model Pendidikan Multikultural di Berbagai Negara : Studi Literatur Pembelajaran dari Praktik Terbaik Muhibbullah, Ahmad; Astuti, Anis Mardi; Santoso, Daniel Krisna; Sumirat, Fajar; Mujib, Farid Khusnul; Nduru, Firlyan Anugerah; Samudro, Fitroh Bagus; Riany, Yulina Eva
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.996

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas perbandingan model pendidikan multikultural di berbagai negara, dengan fokus pada praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam konteks pendidikan dasar di Indonesia. Di era globalisasi, interaksi lintas budaya menjadi semakin intens, sehingga pendidikan multikultural berperan penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Studi ini mengkaji 20 jurnal internasional terpilih dari tahun 2021–2025 yang membahas implementasi pendidikan multikultural di negara seperti Amerika Serikat, Finlandia, Tiongkok, Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Indonesia. Setiap negara menunjukkan pendekatan yang berbeda, mulai dari pluralisme budaya, integrasi kebijakan sosial, hingga pelatihan guru berbasis keberagaman. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi strategi efektif, tantangan implementasi, dan keberhasilan integrasi sosial. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pendidikan multikultural sangat bergantung pada kurikulum yang inklusif, pelatihan guru, serta dukungan kebijakan nasional. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pendidikan multikultural yang kontekstual dan aplikatif di Indonesia.
Adolescent-Mother Communication, Self-Control and Internet Use as Predictors of Psychological Well-Being among Indonesian Adolescents Pramesti, Yustia; Yuliaty, Lilik Noor; Riany, Yulina Eva
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 14 No 2 June 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30817

Abstract

Previous studies have found that problematic internet use (PIU) among teenagers may lead to anxiety, fear of missing out (FOMO), and social withdrawal, all of which can negatively impact their psychological well-being. However, limited research has explored the combined role of adolescent–mother communication and self-control as protective factors in this relationship, particularly in the Indonesian adolescent population. This study aims to examine the influence of adolescent–mother communication, self-control, and PIU on the psychological well-being of adolescents. The research was conducted in South Tangerang City using a random sampling technique, involving 321 junior and senior high school students. Participants were adolescents aged 13–18 years who lived with their biological parents and reported using the internet for more than six hours per day. The instruments used included the Parent–Adolescent Communication Scale by Barnes and Olson, the Brief Self-Control Scale by Tangney, the Problematic Internet Use Scale by Boubeta et al., and the Short Version of the Psychological Well-Being Scale by Ryff. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS version 3.0. The findings revealed the following: (1) Adolescent–mother communication in the "openness" dimension had a direct, significant, negative effect on problematic internet use. (2) Communication in the "problems" dimension did not have a direct effect on PIU but had an indirect effect mediated by self-control. (3) Problematic internet use had a direct, significant, negative impact on adolescents’ psychological well-being. These results underscore the crucial role of adolescent–mother communication and self-control in mitigating the negative impact of problematic internet use on adolescent psychological well-being.
The Construction of Santri's Self-Control and Religiosity: The Role of Parents, Kiai, and Peers Maulana Achsan Al Farisi; Riany, Yulina Eva; Yuliati, Lilik Noor
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 14 No 2 June 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30851

Abstract

The dynamics of life in Islamic boarding schools (pesantren), particularly concerning self-control and religiosity, are increasingly relevant amid evolving educational and social contexts. As santri (students) navigate a blend of religious discipline and modern influences, understanding the factors that shape their character becomes essential. This study investigates the roles of parental interaction, kiai (religious leader) communication, and peer attachment in influencing santri’s self-control and religiosity. Using a quantitative approach, data were collected from diploma- to bachelor-level santri aged 18–23 through Cluster Random Sampling and Purposive Sampling techniques. A total of 24 indicators were employed across validated instruments: Adolescent-Reported Parenting Items (α = 0.85), Interpersonal Communication Motives (α = 0.92), Inventory of Parent and Peer Attachment (α = 0.81), Self-Control Scale (α = 0.85), and the Religiosity Among Muslims scale (α = 0.98). Results show that strong parental interaction significantly enhances both self-control and religiosity, highlighting the critical role of family involvement in santri character formation. Communication with kiai also positively affects religiosity, reinforcing the value of spiritual guidance. These findings offer important implications for educators, parents, and pesantren leaders in developing strategies to support santri character development amidst shifting social landscapes.