Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemberdayaan Guru SD melalui Pelatihan Menulis Karya Ilmiah Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022253

Abstract

Teachers are required to write scientific papers as part of their work. Because not all teachers are proficient writers of scientific papers, this is a problem in the field of education. Most of the teachers at SDN Tambelang 1 and SDN Curahsawo 3 Probolinggo Regency still have difficulty writing scientific papers, according to a preliminary survey. As a result of these problems, teachers should be provided with training and assistance in article creation. The curriculum of the training and mentoring program is based on volunteer work in the community. The teaching team of FKIP PGSD Universitas Nahdatul Ulama Surabaya is involved in the service project. Face-to-face and online coaching and teaching activities are combined in this way. Both theoretical and practical instructions are given in the first stage; assistance on how to submit papers for publication in the following scientific publications. Teachers' understanding and scientific writing skills can benefit from this volunteer work in the community and become more refined as a result. Teachers, on the other hand, have the option of submitting papers to scientific publications as part of their duties as educators.  Abstrak: Guru wajib menulis karya ilmiah sebagai bagian dari pekerjaannya. Karena tidak semua pengajar adalah penulis karya ilmiah yang mahir, hal ini menjadi persoalan di bidang pendidikan. Sebagian besar pengajar di SDN Tambelang 1 dan SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo masih kesulitan menulis karya ilmiah, menurut survei pendahuluan. Sebagai akibat dari masalah ini, Guru harus diberikan pelatihan dan bantuan dalam pembuatan artikel. Kurikulum program pelatihan dan pendampingan didasarkan pada kerja sukarela di masyarakat. Tim Pengajar FKIP PGSD Universitas Nahdatul Ulama Surabaya terlibat dalam proyek pengabdian tersebut. Kegiatan pembinaan dan pengajaran tatap muka dan online digabungkan dengan cara ini. Baik instruksi teoretis dan praktis diberikan pada tahap pertama; bantuan tentang cara mengirimkan makalah untuk publikasi dalam publikasi ilmiah berikut. Pemahaman guru dan kemampuan menulis ilmiah dapat mengambil manfaat dari kerja sukarela ini di masyarakat dan sebagai akibatnya menjadi lebih halus. Guru, di sisi lain, memiliki pilihan sendiri untuk mengirimkan makalah ke publikasi ilmiah sebagai bagian dari tugas mereka sebagai pendidik.
Assembling Online Learning untuk Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Rulyansah, Afib; Rihlah, Jauharotur; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Pratiwi, Emy Yunita Rahma
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022240

Abstract

Ketika pandemi Covid 19 muncul, guru sekolah dasar tidak memiliki keahlian yang diperlukan untuk menyusun pelajaran online. Ini mengilhami tingkat komitmen ini. Pelatihan bagi guru dalam keterampilan merakit online adalah tujuan dari layanan ini. Pelatihan dan seminar digunakan untuk menyediakan layanan ini. Guru dapat menggunakan layanan ini untuk mempelajari cara membuat pembelajaran online yang menarik dan menantang, serta cara mempostingnya di media sosial dan di LMS. Dalam kegiatan pengabdian ini, hampir 95 persen guru telah siap mengumpulkan materi dari media sosial dan LMS dengan cara yang mudah dan menarik.
Menyusun Game Digital Interaktif: Kontribusi Terhadap Pembelajaran Anak Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Hardiningrum, Andini; Shari, Destita
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024924

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan game digital interaktif sebagai alat pembelajaran yang efektif bagi anak-anak di TK Muslimat Mazra'atul Ulum Paciran, Lamongan. Penelitian ini melibatkan 15 pendidik, 50 orang tua, dan 50 anak-anak, dengan fokus pada peningkatan kemampuan kognitif dan sosial anak-anak melalui penggunaan game. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game digital interaktif dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, logika, dan pengambilan keputusan, serta keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerjasama. Sebanyak 80% pendidik melaporkan bahwa game ini mempermudah proses pengajaran dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak, sementara 85% orang tua menyatakan puas dengan penggunaan game sebagai alat pembelajaran, meskipun mereka menekankan pentingnya pengawasan yang baik. Selain itu, anak-anak yang menggunakan game ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 15-20% dalam aspek perkembangan kognitif dan sosial emosional. Tantangan yang dihadapi meliputi kebutuhan akan pelatihan lebih lanjut bagi pendidik dan peningkatan infrastruktur teknologi di sekolah. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk mengadakan program pelatihan berkelanjutan dan investasi dalam teknologi pendidikan untuk mendukung penggunaan game digital yang efektif dalam proses pembelajaran.Abstract. This community service project aims to develop and implement interactive digital games as effective learning tools for children at TK Muslimat Mazra'atul Ulum Paciran, Lamongan. The study involved 15 educators, 50 parents, and 50 children, focusing on enhancing children's cognitive and social abilities through the use of games. The findings indicate that interactive digital games can improve problem-solving skills, logic, decision-making, as well as social skills such as communication and cooperation. A total of 80% of educators reported that the games facilitated the teaching process and could be adjusted to match the children’s abilities, while 85% of parents expressed satisfaction with the use of games as educational tools, although they emphasized the importance of proper supervision. Additionally, children who used these games showed an average improvement of 15-20% in cognitive and socio-emotional development. The challenges encountered included the need for further training for educators and the improvement of technological infrastructure in schools. Therefore, it is recommended to implement ongoing training programs and invest in educational technology to support the effective use of digital games in the learning process.
Peningkatan TPACK melalui Pemanfaatan Microsoft Sway: Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Pedesaan Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Authar, Nailul
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022258

Abstract

Guru SD dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Instruksi online tersedia untuk siapa saja yang terkena dampak epidemi COVID-19. Guru harus mempelajari TPACK agar dapat secara efektif memasukkan teknologi ke dalam kelas. Anda juga dapat menggunakan sway.com untuk menonton video pelatihan sway.com, yang dapat diakses secara online. Proses pembelajaran online di SDN Bantaran 3 Kabupaten Probolinggo memiliki banyak kendala, menurut pengamatan yang dilakukan di sana: 1) proses pembelajaran hanya menggunakan grup Whatsapp, 2) pemahaman guru tentang platform pembelajaran online masih terbatas, dan 3) kapasitas guru untuk menangani teknologi masih kurang memadai. Guru di SDN Bantaran 3 Kabupaten Probolinggo akan mempelajari cara menggunakan fungsi goyang Microsoft Office365 sebagai akibat dari masalah ini. Ceramah dan diskusi, praktek, dan refleksi dan tindak lanjut adalah tiga teknik utama untuk menempatkan instruksi ke dalam tindakan. Komputer laptop dan akses ke internet adalah peralatan penting untuk kursus ini. Pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul di lapangan, misalnya dengan menambah jumlah koneksi internet yang tersedia ke jaringan. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari, 29 Mei dan 5 Juni 2021. Menurut temuan PPM, guru sudah bisa menggunakan sway untuk membuat materi edukasi bagi murid-muridnya.
Pengembangan Literasi Kesehatan Reproduksi CETAR: Cegah dan Tanggap Ancaman Reproduksi di Komunitas Save Street Child Sidoarjo Rizki, Lailatul Khusnul; Rahayu, Esty Puji; Rihlah, Jauharotur; Choirunita, Ayie Putry; Maula, Dian Cahya
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i1.227

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup, terutama bagi remaja di komunitas rentan. Salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus adalah anak marginal, yang kerap mengalami keterbatasan akses informasi mengenai kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi kesehatan reproduksi melalui program CETAR (Cegah dan Tanggap Ancaman Reproduksi) yang diterapkan di Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan mendasar tentang kesehatan reproduksi serta strategi pencegahan terhadap risiko terkait. Program ini melibatkan sesi interaktif dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang topik kesehatan reproduksi, termasuk pencegahan penyakit menular seksual dan upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan dengan sasaran 30 anak marginal dan 17 volunteer di Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman anak marginal mengenai kesehatan reproduksi, terbukti dari peningkatan nilai evaluasi post-test sebesar 53,3% dibandingkan pre-test. Peningkatan yang signifikan juga terjadi pada pemahaman volunteer tentang penerapan program pembelajaran pada anak marginal sebesar 35,3% dibandingkan dengan hasil pre-test. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat ketahanan diri dan kemampuan deteksi dini pada kelompok anak marginal dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.
Bridging the Digital Divide: Empowering Teachers with AI Tools in Rural Indonesian Schools Rulyansah, Afib; Ghufron, Syamsul; Akhwani, Akhwani; Rihlah, Jauharotur; Hardiningrum, Andini; Mustofa, Mustofa; Retikasari, Frysca Virnanda
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251073

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in education has the potential to revolutionize teaching and learning, particularly in under-resourced areas. This community service project aimed to empower 20 primary school teachers in Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, with the skills and knowledge to integrate AI tools into their instructional practices. Over a six-month period, the project provided a series of workshops, hands-on training, and ongoing support to enhance teachers’ digital literacy and confidence in using AI. The results demonstrated significant improvements in both teacher competency and student engagement. Post-training surveys revealed that teachers' confidence in using AI tools for classroom management, lesson planning, and grading increased from an average of 2.1 (pre-training) to 4.3 (post-training) on a five-point Likert scale. In-class observations indicated that AI-powered platforms such as Google AI and Scratch enhanced student motivation and personalized learning, leading to a 20% improvement in test scores. However, the project also identified challenges, including limited technological infrastructure, teacher resistance, and disparities in student access to devices. These findings underscore the need for continued professional development, investment in technology infrastructure, and policy support to ensure the sustainability of AI integration in education. This study contributes to the growing body of research on AI in education by providing insights into the practical implementation of AI tools in rural schools. The success of this project highlights the transformative potential of AI for improving educational equity and empowering teachers in under-resourced settings.
Peran Orangtua dalam Membangun Budaya Literasi Kepada Anak Sejak Dini (The Role of Parents in Building a Literacy Culture in Children from an Early Age) Shari, Destita; Hardiningrum, Andini; Rihlah, Jauharotur; Afandi, Mujad Didien; Basuki, Edi Pujo; Asmara, Berda; Maimunah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251084

Abstract

ABSTRAKOrangtua memiliki peran penting untuk membimbing, mendidik, merawat anak sejak dini. Peran orangtua sangat diperlukan agar mampu memahami kondisi anak serta dapat mengembangkan minat yang dimiliki anak dalam proses tumbuh kembang. Proses belajar pada anak usia dini di dapatkan pada lingkungan keluarga yang pertama. Selebihnya proses belajar anak didapatkan dilingkungan sekolah. Proses belajar dalam mengenalkan literasi pada anak dapat diberikan sejak dini. Literasi yang diajarkan kepada anak dapat meliputi membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara. Literasi yang dikenalkan pada anak sejak dini perlu adanya pembiasaan yang diterapkan oleh orangtua dengan aktifitas yang menunjang salah satunya waktu yang efektif dalam mendampingi anak mengenalkan buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar dapat menarik anak untuk mengetahui isi buku cerita bergambar yang di dalamnya terdapat tokoh cerita, warna yang menarik, huruf dalam kalimat cerita. Membiasakan mengenalkan literasi anak sejak dini dapat mengoptimalkan mengembangkan aspek bahasa pada anak. Abstract. Parents play a crucial role in guiding, educating, and nurturing their children from an early age. Their involvement is essential for understanding the child's conditions and developing the child's interests during the growth process. Early learning occurs primarily within the family environment, followed by the school environment. The process of introducing literacy to children can begin at an early age. Literacy education for children encompasses reading, writing, listening, and speaking. Introducing literacy to children requires consistent practices implemented by parents, including effective time spent accompanying children in exploring picture storybooks. Picture storybooks can engage children by introducing them to the characters, appealing colors, and the text within the stories. Familiarizing children with literacy from an early age can optimize the development of their language skills.
Peningkatan Kemampuan Remaja Putri Melalui Edukasi Interaktif Solusi Mengatasi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Dingin Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Rihlah, Jauharotur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i2.54

Abstract

Remaja banyak mengeluh nyeri menstruasi tetapi tidak mengetahui cara mengatasi nyeri menstruasi secara non farmakologi. Remaja putri biasanya mengatasinya dengan istirahat, minum air putih, dan mengolesi dengan minyak kayu putih saja. Bahkan mereka saat mengalami nyeri menstruasi tidak masuk sekolah dan tidak dapat beraktivitas. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi untuk memberikan tambahan pengetahuan cara mengatasi nyeri menstruasi dengan terapi yang murah, mudah dilakukan dan minim efek samping. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melalui edukasi interaktif solusi mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta sebanyak 28 remaja putri di pondok pesantren Baitul Makmur Kelurahan Wonokromo Surabaya. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi interaktif tentang cara mengatasi nyeri menstruasi menggunakan kompres dingin. Hasil pre test dan post test pengabdian masyarakat didapatkan hasil pengetahuan pretest didapatkan rata-rata nilai 40 dan hasil post test rata-rata nilai 95, sehingga terdapat perubahan pengetahuan dan kemampuan remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Kompres dingin dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang mudah dan aman digunakan oleh remaja untuk mengatasi nyeri menstruasi sehingga remaja dapat lebih produktif dalam kegiatan sehari-harinya.
Go Digital! Empowering MSMEs in Kragan Village, Sidoarjo to Enhance Digital Marketing Skills Karya, Denis Fidita; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Anshori, Mohamad Yusak; Rihlah, Jauharotur
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251236

Abstract

Digital transformation has become a critical need for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), especially those in rural areas, to remain competitive in today’s market. This community service program was designed to enhance the digital marketing capabilities of MSMEs in Kragan Village, Gedangan Subdistrict, Sidoarjo Regency, East Java. The program was initiated in response to the low levels of digital literacy, limited access to online platforms, and the challenges MSMEs face in adapting to the evolving digital economy. Using a participatory approach, this initiative provided targeted training on social media marketing, e-commerce platforms, content creation, and basic digital tools such as WhatsApp Business and Canva. The methodology consisted of three phases: (1) problem identification and proposal submission, (2) implementation of workshops and hands-on mentoring, and (3) post-program evaluation through surveys and interviews. Results showed significant improvements in participants’ ability to utilize digital platforms, increased confidence in online business promotion, and a rise in customer engagement. Moreover, the training fostered knowledge sharing among MSME actors and strengthened their awareness of digital branding. The theoretical framework draws upon the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), highlighting how perceived usefulness and ease of use influence digital adoption. The program also applied the Community of Practice (CoP) approach to encourage peer learning and collaboration. This initiative demonstrates that with proper support and contextualized training, rural MSMEs can transition toward digital platforms effectively. The project also produced an Intellectual Property (IP) output in the form of training modules and digital marketing guides tailored for MSMEs. The findings call for ongoing mentorship, policy support, and infrastructure investment to ensure sustainability. 
Peran Pendidik Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Shari, Destita; Rihlah, Jauharotur; Asmara, Berda; Hardiningrum, Andini
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 8 No 1 (2024): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2024
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v8i1.2105

Abstract

Peran pendidik dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki peran penting. Pengajaran yang dilaksanakan oleh pendidik membutuhkan proses persiapan, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mengajar, media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang diberikan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memiliki andil dalam proses pembelajaran pada anak, hal tersebut terlihat dari proses persiapan yang dilakukan oleh guru dengan memepersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPPH, media ajar yang menunjang pembelajaran pada anak, pendidik juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal serta dapat mengevaluasi kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak sesuai dengan aspek perkembangan anak.