Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Empowering Young Minds:: The Role of Interactive Media in Early Childhood Education Asmara, Berda; Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1875

Abstract

Learning evaluation is one of the essential elements in the education process aimed at measuring student’scompetency achievements. This study focuses on analyzing the objects of learning evaluation, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. A descriptive approach is used to illustrate the types of evaluation objects applied across various educational levels and their effectiveness in improving the quality of learning. Data were collected through literature studies, observations, and interviews with educators at the elementary to higher education levels. The findings indicate that the success of an evaluation heavily depends on the alignment of the evaluated objects with learning objectives and the evaluation methods employed. This study recommends the development of more innovative and inclusive evaluation strategies to support optimal learning processes.
Revolusi Pembelajaran Interaktif:: Menstimulasi Kecerdasan Logis-Matematis Anak Usia Dini dengan Wordwall Hardiningrum, Andini; Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1910

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan edugame digital Wordwall untuk menstimulasi kecerdasan logis-matematis pada anak usia dini. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari 20 anak usia 4 hingga 6 tahun, pendidik dengan dua guru, di sebuah pusat pendidikan anak usia dini di Surabaya, Indonesia. Melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus, penelitian ini mengidentifikasi tiga tema utama: peningkatan kemampuan pemecahan masalah, peningkatan keterlibatan dan motivasi, serta kolaborasi dan pembelajaran sosial. Temuan menunjukkan bahwa Wordwall secara efektif mendorong keterampilan kognitif terkait kecerdasan logis-matematis, seperti pengenalan pola, pengurutan, dan penalaran logis. Sifat interaktif dan gamifikasi dari platform ini juga mempertahankan perhatian anak-anak dan mendorong partisipasi aktif. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran pembelajaran teman sebaya dalam mendorong perkembangan kognitif dan sosial. Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian ini mengakui keterbatasan terkait fokusnya pada satu konteks pendidikan dan sifat jangka pendek dari pengumpulan data. Penelitian di masa depan harus memeriksa efek jangka pendidik edugame digital terhadap perkembangan kognitif di berbagai lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur yang berkembang tentang pembelajaran digital di pendidikan anak usia dini dan menawarkan wawasan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan tentang cara mengintegrasikan alat digital ke dalam kurikulum untuk mendukung perkembangan kecerdasan logis-matematis.
Why AI is Essential for the Future of Islamic Education: A Call for Ethical and Effective Implementation Djazilan, M. Sukron; Rulyansah, Afib; Rihlah, Jauharotur
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1373

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic-based elementary schools presents both opportunities and challenges in balancing hard skills and soft skills while preserving Islamic educational values. This qualitative case study explores how AI supports religious education, ethical development, and STEM learning in two Islamic schools in Gresik, East Java. Using semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis, the study examines the impact of AI on teacher-student interactions, personalized learning, and character formation. The findings indicate that AI enhances Quranic learning, ethical discussions, and academic proficiency by providing adaptive feedback, interactive learning tools, and automated assessments. However, while AI improves hard skills development, it requires additional pedagogical strategies to cultivate soft skills such as ethical reasoning, leadership, and communication. Educators emphasized that AI must complement rather than replace traditional teacher-led instruction to maintain the spiritual and moral aspects of Islamic education. Despite its benefits, AI implementation in Islamic schools faces several challenges, including technological infrastructure limitations, teacher readiness, and ethical concerns related to AI alignment with Islamic principles. The study highlights the importance of contextual AI customization, comprehensive teacher training, and ethical AI governance to ensure effective and culturally appropriate AI adoption. This study contributes to the growing discourse on AI in religious education and offers policy recommendations for integrating AI into Islamic curricula while maintaining the integrity of faith-based education. Future research should explore long-term impacts of AI on moral education, cross-cultural AI adoption, and strategies for ethical AI governance in faith-based learning environments.
Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini Andini Hardiningrum; Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Afib Rulyansah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i2.13886

Abstract

The presence of both parents in a child's life at an early age is very important in their growth and development. The complete presence of parents will stimulate aspects of the child's development optimally. Parents can share the same roles. Even though the division of roles and involvement has been divided, in fact the father's involvement is considered very minimal. There are still many fathers who think that men's main task is to work, thereby ignoring the role of fathers in optimizing aspects of children's development. In fact, involvement in raising children should be the responsibility of both parents, namely father and mother. According to the results of the May 11, 2021 edition of the Parapuan online daily survey, it was stated that in Indonesia the majority of husbands and wives share roles in caring for children with the highest percentage, namely 86.52%. This shows that the role of both parents is very important. Furthermore, other research shows that girls feel more close to their fathers with a percentage of around 67.05% compared to boys with a percentage of around 61.59%. Then, boys feel more close to their mothers with a percentage of 88.1% compared to girls whose percentage is around 85.25%. This shows that balancing parenting between father and mother is very important. This research uses a quantitative research method in the form of a survey conducted to obtain an overview of fathers' involvement in child care. The data analysis techniques used were interviews, distributing questionnaires, documentation and observation
Pelatihan Media Digital Edugame untuk Mengembangkan Multiple Intelligence Anak Usia 5-6 Tahun pada Era Revolusi Industri 4.0 Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Hardiningrum, Andini; Shari, Destita
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024640

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edugame dalam mengembangkan berbagai aspek kecerdasan anak. Permasalahan mitra yang saat ini terjadi adalah Orang tua dan pendidik mungkin memiliki pemahaman yang terbatas tentang manfaat sebenarnya dan potensi risiko dari edugame dalam mengembangkan multiple intelligence anak usia 5-6 tahun, Keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung pembelajaran melalui edugame sangat penting. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 80% anak-anak yang berpartisipasi menunjukkan minat dan keterlibatan yang tinggi dalam edugame. Anak- anak menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi melalui aktivitas edugame yang mendorong komunikasi verbal dan visual. Edugame mampu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan, terutama kecerdasan kinestetik melalui permainan fisik dan kecerdasan linguistik melalui tantangan berbicara dan menulis, 90% orang tua merasa edugame mendukung pengembangan berbagai aspek kecerdasan anak-anak, 60% pendidik melaporkan adanya peningkatan dalam minat dan partisipasi anak-anak dalam proses belajar. Abstract: This Community Service Program aims to analyze the effectiveness of edugames in developing various aspects of children's intelligence. The current issue faced by partners is that parents and educators may have limited understanding of the actual benefits and potential risks of edugames in developing the multiple intelligences of 5-6-year-old children. Active parental involvement in supporting learning through edugames is crucial. The results of this community service show that 80% of participating children exhibit high interest and engagement in edugames. Children show improved communication skills through edugame activities that encourage verbal and visual communication. Edugames are capable of developing various types of intelligence, especially kinesthetic intelligence through physical games and linguistic intelligence through speaking and writing challenges. 90% of parents feel that edugames support the development of various aspects of their children's intelligence, and 60% of educators report an increase in children's interest and participation in the learning process.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital: Pelatihan Game Edukasi Wordwall untuk Guru PAUD di Surabaya Hardiningrum, Andini; Shari, Destita; Rihlah, Jauharotur; Munawaroh, Risalatul; Rulyansah, Afib
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024853

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan guru PAUD di Surabaya dalam memanfaatkan game edukasi Wordwall sebagai media pembelajaran yang mendukung kurikulum merdeka dan meningkatkan literasi digital pada anak-anak. Tujuan utama program ini adalah untuk memberikan bekal kepada para guru agar mampu menggunakan alat digital ini secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif selama tiga hari pada bulan Januari 2024, yang menargetkan 20 guru dari sekolah-sekolah penggerak di Surabaya. Sebelum pelatihan dimulai, informasi mengenai program ini disampaikan kepada para guru sekolah penggerak yang menjadi target peserta, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dan memahami pentingnya pelatihan ini. Informasi ini mencakup detail tentang bagaimana tim penulis akan mengadakan pelatihan dan apa saja manfaat yang akan diperoleh dari pemanfaatan game edukasi Wordwall dalam pembelajaran. Pelatihan ini dirancang untuk melibatkan peserta secara aktif melalui metode pembelajaran yang berfokus pada pengalaman langsung. Peserta akan diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara mengembangkan dan menggunakan game edukasi Wordwall dalam konteks pembelajaran mereka. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini sangat beragam dan mencakup beberapa teknik seperti sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman dan menjawab pertanyaan peserta, diskusi kelompok untuk berbagi ide dan pengalaman, demonstrasi penggunaan Wordwall oleh instruktur, serta praktik langsung di mana peserta dapat mencoba membuat dan menerapkan game edukasi tersebut. Selama pelatihan, para guru akan belajar bagaimana mengintegrasikan Wordwall ke dalam kurikulum mereka, bagaimana menciptakan konten yang menarik dan edukatif, serta bagaimana memanfaatkan fitur-fitur Wordwall untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Melalui pendekatan praktik terbimbing, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis yang dapat langsung diaplikasikan di kelas mereka. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru PAUD di Surabaya dalam mengajar dengan bantuan teknologi digital, sejalan dengan semangat kurikulum merdeka dan era digital yang terus berkembang.Abstract. This community service program is designed to enhance the skills of early childhood education (PAUD) teachers in Surabaya in utilizing the educational game Wordwall as a learning medium that supports the independent curriculum and improves digital literacy among children. The main goal of this program is to equip teachers with the ability to effectively use this digital tool in their daily teaching activities. The program is conducted in the form of an intensive three-day training session in January 2024, targeting 20 teachers from leading schools in Surabaya. Before the training begins, information about the program will be provided to the target teachers, allowing them to prepare and understand the importance of this training. This information includes details on how the authors' team will conduct the training and the benefits that will be gained from utilizing the Wordwall educational game in teaching. The training is designed to actively involve participants through a hands-on learning method. Participants will have the opportunity to directly practice how to develop and use the Wordwall educational game in their teaching contexts. The methods used in this training are diverse and include several techniques such as QA sessions to explore understanding and answer participants' questions, group discussions to share ideas and experiences, demonstrations of Wordwall usage by instructors, and direct practice where participants can try creating and implementing these educational games. During the training, teachers will learn how to integrate Wordwall into their curriculum, create engaging and educational content, and leverage Wordwall's features to maximize the learning process. Through a guided practice approach, participants will gain deep understanding and practical skills that can be immediately applied in their classrooms. Therefore, this training is expected to result in a significant improvement in the ability of PAUD teachers in Surabaya to teach with the aid of digital technology, in line with the spirit of the independent curriculum and the ever-evolving digital era.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Menerapkan Authentic Assesment Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Rihlah, Jauharotur; Wardhani, Rifka Putr
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022306

Abstract

Telah terjadi peningkatan pentingnya penilaian proses sebagai akibat dari penekanan kurikulum 2013 pada pembelajaran berbasis aktivitas. Penilaian otentik diperlukan sebagai pengganti evaluasi berbasis pengujian, yang hanya mengukur kompetensi pengetahuan (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Kurikulum 2013 menekankan pentingnya pengujian dunia nyata. Ini adalah penilaian lengkap yang melihat input, proses, dan hasil pembelajaran. Masalah dunia nyata, bukan masalah kelas, harus menjadi fokus evaluasi otentik. penerapan berbagai teknik dan standar holistik (kompetensi yang lengkap mencerminkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian yang benar tidak hanya berfokus pada seberapa banyak yang diketahui siswa, tetapi pada seberapa banyak yang dapat mereka lakukan. Penilaian otentik memerlukan guru yang berpengalaman dalam kesulitan yang dihadapi siswa di dunia nyata. Kurikulum baru tahun ini mengharuskan instruktur untuk menggunakan jenis penilaian baru, tetapi sebagian besar belum mengembangkannya. Penilaian kinerja, evaluasi produk, dan penilaian proyek adalah contoh penilaian otentik yang dimaksud. penilaian), evaluasi emosional, dan penilaian portofolio adalah contoh lebih lanjut dari penilaian otentik. Kompetensi pedagogik guru dapat ditingkatkan dengan kegiatan in-house training, yang dapat didasarkan pada fakta-fakta yang disajikan di atas mengenai keadaan guru. Untuk meningkatkan kemampuan instruktur dalam menyusun dan menyusun formulir penilaian otentik, seperti evaluasi kinerja, evaluasi produk, evaluasi proyek, evaluasi afektif dan evaluasi portofolio, tujuan dari latihan ini adalah untuk (penilaian portofolio).
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengajarkan Kebhinekaan Global Rulyansah, Afib; Ghufron, Syamsul; Akhwani, Akhwani; Rihlah, Jauharotur
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023617

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diarahkan untuk memberdayakan guru dengan pelatihan seputar kebhinekaan global di lingkungan sekolah. Ada tiga fase dalam pelatihan ini: persiapan, implementasi, dan evaluasi. Pada fase persiapan, survey dilaksanakan untuk memahami kebutuhan guru dan merancang format kegiatan. Fase implementasi berfokus pada pelatihan mengenai penanaman dan pelestarian pemahaman kebhinekaan global dengan menggunakan teknologi digital. Selanjutnya, evaluasi pelatihan dilakukan dengan memberi angket kepada seluruh peserta untuk mengukur kepuasan mereka. Alat penelitian berupa angket digunakan dengan analisis kepuasan sebagai parameter utama. Dari hasil pelatihan, peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap aspek persiapan, materi, pelaksanaan pelatihan, dan aspek konsumsi. Abstract: The Community Service Program is strategically designed to empower educators through training on global diversity within the school environment. This training is structured into three pivotal stages: preparatory, execution, and evaluation. During the preparatory phase, a comprehensive survey is conducted to understand the specific needs of the educators and to design the activity format appropriately. The execution phase delves deep into cultivating and preserving an understanding of global diversity, leveraging the power of digital technology. Following this, an evaluation of the training's efficacy is conducted by distributing questionnaires to all participants to gauge their level of satisfaction. The primary research tool employed is a satisfaction questionnaire. Feedback from the training highlighted participants' high satisfaction levels concerning preparation, content, training delivery, and amenities provided.
Congklak Bilangan: Sebuah Program Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Rulyansah, Afib; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Rihlah, Jauharotur; Azzahra, Surnia Maulidah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022307

Abstract

Congklak Bilangan (COGAN) digunakan untuk mengajar siswa tentang FPB dan KPK dalam proyek pengabdian masyarakat. Selain itu, melalui program ini juga dilakukan upaya untuk mengamankan masa depan kedua permainan klasik Congklak tersebut. Siswa kelas 4 akan mengikuti kegiatan ini. Istilah "pelatihan" dan "pendampingan" mengacu pada penggunaan pendekatan pembelajaran aktif oleh peserta program. Topik FPB dan KPK diajarkan dalam rangkaian kuliah, dilanjutkan dengan video tentang congklak, pembuatan COGAN, dan penggunaannya dalam pembelajaran mata pelajaran tersebut. Akhirnya dilakukan evaluasi. Desain COGAN ditemukan menarik oleh 84,6 persen siswa dan menyenangkan untuk dipelajari oleh 88 persen siswa dalam hasil survei pasca pelatihan. Sebuah alternatif untuk konsep FPB dan KPK dalam matematika disediakan oleh temuan ini.
Karakterisasi Pendidikan Anti Korupsi dan Wawasan Kebangsaan: Program Pengabdian Masyarakat Mardhotillah, Rachma Rizqina; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Rihlah, Jauharotur; Nurfaiza, Yusril Izza
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022308

Abstract

Semakin banyaknya pengaruh buruk dari globalisasi secara bertahap mengikis pemahaman tentang etnisitas dan benar-benar mencintai tanah air. Ditambah lagi dengan maraknya korupsi yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tema pengabdian kepada masyarakat SD Namira Probolinggo adalah penguatan positif wawasan kebangsaan dan pendidikan anti korupsi, yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai tersebut ditanamkan kepada siswa melalui program pembiasaan di sekolah. Metode Konseling orang tua dan gerakan pembiasaan karakter bangsa di sekolah adalah dua metode yang digunakan untuk membantu mencapai tujuan tersebut. Persiapan tahap pertama meliputi perizinan, koordinasi, dan sosialisasi dengan SD Namira, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, serta pelaksanaan tahap kedua. Sosialisasi dan penyuluhan merupakan bagian dari pelaksanaan tahap kedua. Poster korupsi di sudut adalah cara yang bagus untuk membiasakan siswa dengan gagasan untuk menghindarinya di tempat kerja. Tahap keempat, yang terdiri dari evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kegiatan. Partisipatif, keterlibatan aktif dari guru, siswa, dan orang tua siswa adalah metode yang digunakan dalam pendekatan ini. Ketika generasi muda terpapar pendidikan antikorupsi di sekolah, maka membantu memperkuat karakter dan jiwa moral bangsa.