Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Faktor Fisik Lingkungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja Blowing dan Carding di PT X Salwa Azzahra; Ristiawati; Dewi Nugraheni RM; Choirul Anwar
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.38

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang dialami pekerja akibat paparan lingkungan kerja yang kurang sehat seperti suhu, kelembaban, dan ventilasi yang tidak ideal. Area blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV diduga memiliki risiko terhadap keluhan SBS akibat paparan debu tekstil dan kondisi lingkungan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor fisik lingkungan (Suhu, kelembaban, dan ventilasi) dengan keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada pekerja blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV. Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Total sampling 56 pekerja di bagian blowing dan carding. Data dikumpulkan melalui kuisioner terkait keluhan SBS dan pengukuran langsung faktor fisik lingkungan kerja. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan keluhan SBS yang paling banyak dialami pekerja adalah kulit gatal (71,4%), kelelahan/letih (58,9%), dan nyeri otot (53,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara suhu (p value = 0,015), kelembaban (p value = 0,010) dengan keluhan SBS pada pekerja blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV. Selain itu, ventilasi alami yang kurang dari 15% dari luas lantai terbukti berhubungan dengan meningkatnya keluhan SBS.
Hubungan Beban Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap Hipertensi pada Pekerja Bagian Pengepakan PT X Nadia Qotrunnada; Adriana Priharwanti; Suwondo; Ristiawati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.43

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) menurut WHO adalah ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi (140/90 mmHg atau lebih tinggi). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi yaitu faktor tidak dapat ubah, faktor pekerjaan dan faktor yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dan stres kerja terhadap hipertenti pada pekerja bagian pengepakan PT X. Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan oximeter dan kuesioner DASS-21. Populasi penelitian meliputi seluruh pekerja bagian pengepakan, dengan sampel sebanyak 51 orang melalui teknik total sampling. Hasil Penelitian Tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja fisik dan hipertensi (p = 0,425 > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dan hipertensi (p = 0,036 < 0,05) CC = 0,379. Terdapat hubungan beban kerja fisik dan stres kerja (p = 0,000) CC = 0,556. Kesimpulan Tidak ada hubungan antara beban kerja fisik dan hipertensi, tetapi ada hubungan antara stres kerja dan hipertensi, serta antara beban kerja fisik dan stres kerja pada pekerja bagian pengepakan PT X.  
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Bagian Spinning di PT. Delta Dunia Tekstil IV Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Nur Iklillah; Ristiawati; Nur Lu’lu Fitriyani; Imam Purnomo
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.53

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan pentingnya penerapan sistem K3 yang optimal. PT. Delta Dunia Tekstil IV mencatat 15 kasus kecelakaan kerja pada 2024–2025, dengan 11 kasus terjadi di bagian spinning. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari 7 tahapan kerja, ditemukan 10 potensi bahaya seperti tertusuk pisau, terjepit mesin, dan tertimpa roving. Penilaian menunjukkan 3 risiko tinggi, 3 sedang, dan 1 rendah. Rekomendasi pengendalian mencakup eliminasi bahaya, engineering control, penguatan SOP, dan penggunaan APD. Penerapan JSA terbukti efektif dalam mengidentifikasi risiko dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan industri tekstil.
Analisis Postur Kerja menggunakan Metode Reba pada Proyek Pembangunan Suralaya Bridge  di PT Hefa Sarana Kontraktor Dinda Aisyah Gustia Maharani; Ristiawati; Nur Lu’lu Fitriyani; Imam Purnomo
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.66

Abstract

Pekerja di sektor konstruksi sering dihadapkan pada postur kerja yang tidak ergonomis akibat aktivitas fisik yang berat, berulang, dan dilakukan secara manual. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung, leher, bahu, dan ekstremitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja pekerja pada proyek pembangunan Suralaya Bridge menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi dan memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 19 pekerja di PT Hefa Sarana Kontraktor yang terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan konstruksi seperti pemasangan besi, fabrikasi beton, pengelasan, dan pengoperasian alat berat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi foto, dan pengukuran sudut postur tubuh sesuai metode REBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 jenis pekerjaan yang memiliki level risiko high risk sebanyak 2 pekerjaan, medium risk 15 pekerjaan, dan low risk yaitu 2 pekerjaan. Jenis pekerjaan dengan skor REBA tertinggi adalah pada aktivitas pemerataan cor pada dinding jembatan, dengan skor 10 karena posisi pekerja yang tidak ergonomis dan posisi badan atau punggung sedikit memutar ke samping, dan pada pekerjaa perbaikan crane dengan skor 9 karena pekerja dalam posisi menuntut pekerja menjangkau area sempit pijakan yang berada pada ketinggian, sering kali dalam posisi membungkuk dan berdiri tidak seimbang. hal ini jika dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan musculoskeletal, sehingga segera dilakukan Tindakan pengendalian. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan peningkatan kesadaran K3 dalam sektor konstruksi.  
Identification of Work Accident Hazards Using The JSA Method In the Weaving Section At Pt X Mulyaningsih, Tri; Ristiawati, Ristiawati; Fitriyani, Nur Lu'lu; Maulana, Jaya
Pena Medika : Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): PENA MEDIKA: JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v14i1.4804

Abstract

Work accidents are incidents related to work and the company. Work accidents occur due to uncontrolled events caused by several factors. According to data from the International Labor Organization (ILO), almost every day people die due to work accidents and work-related diseases at a rate of 2,78 million every year. The preliminary study that has been carried out shows that work accidents occurred in the weaving production section of PT X. The research aims to identify hazards using the Job Safety Analysis (JSA) method. This research uses descriptive research using observational descriptive methods. The sampling technique in this research was purposive, with as many as 4 respondents. This research instrument uses an interview guide and Job Safety Analysis (JSA) table which is analyzed using univariate analysis. The results of this research show that several stages of work in the weaving section have dangers such as being pinched, hammered, cut, hit by a beam, falling or slipping, and electrical short circuits which cause minor injuries, cuts leg fractures, bruises, aches, headaches and fires, machine
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Industri Batik Menuju Industri Hijau sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial pada Keberlanjutan Lingkungan Maghfiroh, Maghfiroh; Sunarjo, Wenti Ayu; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Oktaviani, Nila; Ristiawati, Ristiawati; Hanifah, Faiz Tyas; Fadhilah, Wafa Khanza
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 37 No. 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3649

Abstract

One of the impacts following the inauguration of Indonesian Batik as an intangible cultural heritage by UNESCO in 2009 was that many batik businesses emerged in various regions. This increase can increase the amount of production and at the same time have an impact on the environment. The presence of government regulations regarding the green industry for the batik industry has allegedly not been a concern for batik entrepreneurs, especially in Pekalongan City. Most of the batik industry still implements production processes without paying attention to SMK3 and environmental aspects, so the aim of this research is to measure the level of knowledge of the Pekalongan City batik industry regarding the existence of government regulations relating to green industry standards for the batik industry. The method used is a survey method using a quantitative approach. Furthermore, the impact of this research can be a reference for the government to provide stimulus and treatment for batik SMEs in increasing knowledge about Permenperin No. 10 of 2023 for the batik industry towards a more focused green industry through green industry certification for batik SMEs.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK SMP MUHAMMADIYAH 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Mudaim, Mudaim; Ristiawati, Ristiawati
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v3i1.714

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of information services using the method of NHT (numbered heads together) on the creativity of learners of class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Metro year 2016/2017 year. The design of this research is One-Group Pretest-Posttest Design. In the data collection in this study using questionnaires. Data analysis used is t test. Judging from the difference of change of result of average result of pre-test post-test of creativity learn equal to 9,9. Testing the hypothesis obtained t calculation = 9,446 > ttabel = 2.045 of significant 0.05 and degrees of freedom (db = N -1 = 30 -1 = 29). The conclusion of this research is information service using NHT method (numbered heads together) influence to creativity learners SMP Muhammadiyah 1 Metro TP. 2016/2017.
Hazard Risk Analysis in the Laboratory of Qolbu Insan Mulia (QIM) Hospital Using the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Approach Ristiawati; Rofiqoh Aulia Ilmi; Imam Purnomo; Yuniarti; Nur Lu’luk Fitriyani; Afif Aditama
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 6 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i6.365

Abstract

Activities in hospitals have risks originating from physical, chemical, biological, ergonomic, psychosocial, and waste factors. Qolbu Insan Mulia Hospital is a health service facility where sick and healthy people gather, which allows work-related accidents and occupational diseases to occur. The laboratory of Qolbu Insan Mulia Hospital is part of the medical support services, which provides hematology, serology, immunology, urine, blood chemistry, drugs, endocrinology, faces, blood transfusion, tumor marker, microbiology, and electrolyte testing services. This study aimed to determine K3 risk management using hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC). This research is qualitative research. The techniques used in data collection were field observation, document review, and in-depth interviews. The research results show that in the laboratory there are 17 sources of potential danger consisting of physical, chemical, biological, ergonomic, mechanical, electrical, psychosocial, and waste hazards. In conclusion based on a high-level risk level of 71%, medium 23%, and low 6%, while the control efforts are in the form of administration, manipulation, and PPE.
Analisis Potensi Bahaya dengan Menggunakan Metode (JSA) pada Pekerja di Ruang Produksi Departemen Spining I PT Kabana Textile Industries Kab Pekalongan : Analysis of Potential Hazards Using the Method (JSA) for Workers in the Production Room of the Spining I Departmen PT Kabana Textile Industries, Pekalongan Jaya Maulana, Jaya Maulana; Ristiawati, Ristiawati; Dewi Nugraheni Restu Mastuti, Dewi Nugraheni Restu Mastuti; Bondan Tetuka wijatnaka; Hairil Akbar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3269

Abstract

Latar belakang: PT. Kabana Textile Industri terletak di Jalan Raya Spait km 10 Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, merupakan perusahaan pemintalan yang berada di pekalongan yang dalam prosesnya mengedepankan manajemen mutu yang sesuai dengan standar ISO 9001. Produksi yang dihasilkan PT. Kabana Textile Industri adalah benang. Mulai dari polyster, rayon dan benang campuran tetiron. Kapasitas produksi benang per bulan PT. Kabana Textile Industries sebanyak 4.000 bale. Di unit spining 1 menggunakan alat-alat canggih yang dalam penggunaannya bisa menimbulkan potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti tangan tergores, tangan terjepit, tertimpa benda yang berat, tubuh tertubruk benda berat, terjatuh dari ketinggian, serta terpeleset yang dapat mengakibatkan risiko luka gores, luka memar, luka serius, patah tulang atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena itu, diperlukan adanya analisis potensi bahaya dan risiko untuk meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Dalam metode ini, potensi bahaya dan risiko di nilai tingkat risikonya. Penilaian risiko terdiri dari low risk, medium risk, high risk, hingga extreme risk. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode ini, terdapat beberapa langkah pekerjaan yang menimbulkan risiko yang extreme seperti lua serius yang dapat menyebabkan kematian serta patah tulang. Sehingga diperlukan tindakan pengendalian seperti memberikan pelatihan kepada pekerja sebelum pekerja emlakukan pekerjaannya agar pekerjaannya dapat berjalan dengan baik dan benar serta menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.