Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP SKOR IPSWICH TOUCH TES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGEUREUNG TASIKMALAYA Lutfi S, Baharudin; Mutiudin, Ade Iwan; Mulyana, Asep; Mulyani, Diyah Sri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1115

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah penting bagi kesehatan masyarakat dengan komplikasi yang banyak dialami salah satunya perubahan sistem saraf perifer atau disebut neuropati perifer. Salah satu cara dalam mencegah neuropati perifer adalah melakukan senam kaki dan rutin memeriksa tingkat sensitifitas kaki diantaranya dengan Ipswich touch test. Tujuan peneliti untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya sebanyak 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Faderer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklis observasi pretest posttest intervensi senam kaki. Analisa data menggunakan metode T-Test. Hasil penelitian menunjukan p-value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05) ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya tahun 2022.
Edukasi Kader tentang Perawatan Payudara dan Teknik Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Cileunyi Kabupaten Bandung Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti; Ade Iwan Mutiudin; Roganda Situmorang
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.558-565.2024

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it has benefits. Babies who are not exclusively breastfed have been more susceptible to infections compared to babies who are exclusively breastfed. However, the benefits of breast milk do not necessarily mean that all mothers are providing breast milk as recommended. This can be caused by problems during breastfeeding, such as sore nipples, tenderness, swelling, mastitis, and even breast abscess. Therefore, breast care and breastfeeding training must be carried out so mothers avoid breastfeeding problems. Educational activities in this activity were conducted at Posyandu Mulus Rahayu 22, attended by 14 cadres, and Posyandu Shofa 11 A, B, C by 11 cadres. Education is carried out using lectures, demonstrations, and question-and-answer methods, such as PowerPoint, leaflets, and teaching aids. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate participants. The evaluation results showed increased participants' knowledge from an average of 6.44 at the pre-test to 7.6 at the post-test. Education is an important step that needs to be taken to increase knowledge. It is hoped that cadres who have taken part in this activity can convey information to mothers around them so that they avoid breastfeeding problems.
Implementation of Telenursing on The Behavior of Type 2 Diabetic Foot Care Mutiudin, Ade Iwan; Jundiah, Siti; Intan Husnul Khatimah, Nur; Maryani, Yani; Aulia Putri, Natasya; Amara Davaina, Siti
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.5753

Abstract

Diabetes is one of the health emergencies that require serious treatment. Diabetic foot complications have an impact on the quality of life and have the potential to threaten the lives of sufferers. Telenursing intervention programs have a lot of influence in improving health. However, there has been no research that proves that this method can have a positive impact on foot care behavior. The purpose of this study was to analyze the implementation of telenursing on foot care behavior. The research design used pre-experimental, with a one group pre-test - post-test design. 23 samples were obtained through purposive sampling techniques. The instrument used was Foot Self-Care (DFSQ-UMA). Data normality test using Shapiro - Wilk, and paired sample t-test. The results of the statistical test showed a p-value of 0.001 (p <0.05), which means that telenursing interventions are effective in improving foot care behavior. Telenursing programs need to be implemented in communities and various health facilities by involving families as an innovative solution for foot care education for diabetes mellitus patients.
Penguatan Pendidikan Hipertensi Sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Sinarjaya Garut Situmorang, Roganda; Mutiudin, Ade Iwan; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Jayanti, Tri Nur
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1389

Abstract

Warga desa merupakan sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia dalam target kesehatan nasional. Informasi ditemukan bahwa kajian situasi warga di wilayah Desa Sirnajaya tertinggi warganya banyak mengalami penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan promosi dan preventif kesehatan tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada warga di wilayah Desa Sirnajaya. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan warga di wilayah Desa Sirnajaya tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Diperlukan sosialisasi secara berkala yang melibatkan banyak masyarakat dan kader serta warga diharapkan mengaplikasikannya dirumah dan melakukan penyebarluasan informasi terkait hipertensi.
Edukasi Kader tentang Perawatan Payudara dan Teknik Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Cileunyi Kabupaten Bandung Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti; Ade Iwan Mutiudin; Roganda Situmorang
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.558-565.2024

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it has benefits. Babies who are not exclusively breastfed have been more susceptible to infections compared to babies who are exclusively breastfed. However, the benefits of breast milk do not necessarily mean that all mothers are providing breast milk as recommended. This can be caused by problems during breastfeeding, such as sore nipples, tenderness, swelling, mastitis, and even breast abscess. Therefore, breast care and breastfeeding training must be carried out so mothers avoid breastfeeding problems. Educational activities in this activity were conducted at Posyandu Mulus Rahayu 22, attended by 14 cadres, and Posyandu Shofa 11 A, B, C by 11 cadres. Education is carried out using lectures, demonstrations, and question-and-answer methods, such as PowerPoint, leaflets, and teaching aids. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate participants. The evaluation results showed increased participants' knowledge from an average of 6.44 at the pre-test to 7.6 at the post-test. Education is an important step that needs to be taken to increase knowledge. It is hoped that cadres who have taken part in this activity can convey information to mothers around them so that they avoid breastfeeding problems.
Analisis Determinan Faktor Penyebab Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Elektif Hastuti, Emma Aprilia; Aristiawati, Sela; Mutiudin, Ade Iwan
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1683

Abstract

Kecemasan praoperatif merupakan masalah umum pada pasien operasi elektif yang dapat memengaruhi kondisi psikologis, fisiologis, kebutuhan anestesi, hingga proses pemulihan pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kecemasan praoperatif pada pasien operasi elektif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 50 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupa pekerjaan (p=0,011; r=0,356), riwayat operasi (p=0,003; r=0,416), keluhan fisik (p=0,042; r=0,289), pengetahuan (p=0,002; r=0,434), dan konsep diri (p=0,000; r=0,498) berhubungan signifikan dengan kecemasan praoperatif. Faktor eksternal yang berhubungan bermakna adalah jenis operasi (p=0,000; r=0,489) dan dukungan keluarga (p=0,018; r=0,334). Sementara itu, variabel usia (p=0,188) dan pendidikan (p=0,942) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan praoperatif bersifat multifaktorial, dipengaruhi oleh kombinasi faktor personal, psikososial, dan prosedural. Pasien dengan pekerjaan aktif, belum pernah menjalani operasi, serta memiliki keluhan fisik cenderung lebih cemas, sedangkan pasien dengan pengetahuan baik, konsep diri positif, dan dukungan keluarga memadai cenderung lebih tenang. Dengan demikian, diperlukan upaya komprehensif melalui skrining rutin kecemasan, edukasi terstruktur, komunikasi terapeutik, dan keterlibatan keluarga sebagai bagian dari manajemen praoperatif. Intervensi yang terintegrasi diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan sekaligus meningkatkan kualitas perawatan pasien operasi elektif.