Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Implementation of Telenursing on The Behavior of Type 2 Diabetic Foot Care Mutiudin, Ade Iwan; Jundiah, Siti; Intan Husnul Khatimah, Nur; Maryani, Yani; Aulia Putri, Natasya; Amara Davaina, Siti
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.5753

Abstract

Diabetes is one of the health emergencies that require serious treatment. Diabetic foot complications have an impact on the quality of life and have the potential to threaten the lives of sufferers. Telenursing intervention programs have a lot of influence in improving health. However, there has been no research that proves that this method can have a positive impact on foot care behavior. The purpose of this study was to analyze the implementation of telenursing on foot care behavior. The research design used pre-experimental, with a one group pre-test - post-test design. 23 samples were obtained through purposive sampling techniques. The instrument used was Foot Self-Care (DFSQ-UMA). Data normality test using Shapiro - Wilk, and paired sample t-test. The results of the statistical test showed a p-value of 0.001 (p <0.05), which means that telenursing interventions are effective in improving foot care behavior. Telenursing programs need to be implemented in communities and various health facilities by involving families as an innovative solution for foot care education for diabetes mellitus patients.
Penguatan Pendidikan Hipertensi Sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Sinarjaya Garut Situmorang, Roganda; Mutiudin, Ade Iwan; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Jayanti, Tri Nur
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1389

Abstract

Warga desa merupakan sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia dalam target kesehatan nasional. Informasi ditemukan bahwa kajian situasi warga di wilayah Desa Sirnajaya tertinggi warganya banyak mengalami penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan promosi dan preventif kesehatan tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada warga di wilayah Desa Sirnajaya. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan warga di wilayah Desa Sirnajaya tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Diperlukan sosialisasi secara berkala yang melibatkan banyak masyarakat dan kader serta warga diharapkan mengaplikasikannya dirumah dan melakukan penyebarluasan informasi terkait hipertensi.
In-House Training Bantuan Hidup Dasar Dewasa Pada Staf dan Karyawan UPT Puskesmas Ciwaruga Jundiah, R Siti; Nurlianawati, Lia; Sumbara; Intan Hayati, Nur; Wulan Megawati, Sri Wulan; Imam, Haerul; Iwan Mutiudin, Ade; Marti Lengga, Vivop
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Januari 2025
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v1i2.30

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama kematian di dunia, dengan henti jantung mendadak sebagai salah satu komplikasi yang paling fatal. Saat kejadian ini terjadi, setiap detik sangat berharga. Penelitian menunjukkan bahwa tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dilakukan dalam lima menit pertama dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami BHD dan tersedianya alat Automated External Defibrillator (AED) di tempat umum agar pertolongan dapat segera diberikan. Sebagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung Barat, Puskesmas Ciwaruga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan pasien. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Bhakti Kencana yang bertekad mencetak perawat profesional, unggul, dan siap menghadapi situasi gawat darurat, baik di rumah sakit maupun di komunitas. Untuk itu, Puskesmas Ciwaruga bekerja sama dengan Universitas Bhakti Kencana, khususnya pengampu mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat, dalam menyelenggarakan In House Training Bantuan Hidup Dasar. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali tenaga medis dan masyarakat sekitar dengan keterampilan yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama pada henti jantung. Dengan pelatihan yang komprehensif dan berbasis standar, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan memastikan setiap nyawa memiliki peluang lebih besar untuk diselamatkan.
Edukasi Kader tentang Perawatan Payudara dan Teknik Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Cileunyi Kabupaten Bandung Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti; Ade Iwan Mutiudin; Roganda Situmorang
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.558-565.2024

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it has benefits. Babies who are not exclusively breastfed have been more susceptible to infections compared to babies who are exclusively breastfed. However, the benefits of breast milk do not necessarily mean that all mothers are providing breast milk as recommended. This can be caused by problems during breastfeeding, such as sore nipples, tenderness, swelling, mastitis, and even breast abscess. Therefore, breast care and breastfeeding training must be carried out so mothers avoid breastfeeding problems. Educational activities in this activity were conducted at Posyandu Mulus Rahayu 22, attended by 14 cadres, and Posyandu Shofa 11 A, B, C by 11 cadres. Education is carried out using lectures, demonstrations, and question-and-answer methods, such as PowerPoint, leaflets, and teaching aids. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate participants. The evaluation results showed increased participants' knowledge from an average of 6.44 at the pre-test to 7.6 at the post-test. Education is an important step that needs to be taken to increase knowledge. It is hoped that cadres who have taken part in this activity can convey information to mothers around them so that they avoid breastfeeding problems.
Analisis Determinan Faktor Penyebab Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Elektif Hastuti, Emma Aprilia; Aristiawati, Sela; Mutiudin, Ade Iwan
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1683

Abstract

Kecemasan praoperatif merupakan masalah umum pada pasien operasi elektif yang dapat memengaruhi kondisi psikologis, fisiologis, kebutuhan anestesi, hingga proses pemulihan pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kecemasan praoperatif pada pasien operasi elektif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 50 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupa pekerjaan (p=0,011; r=0,356), riwayat operasi (p=0,003; r=0,416), keluhan fisik (p=0,042; r=0,289), pengetahuan (p=0,002; r=0,434), dan konsep diri (p=0,000; r=0,498) berhubungan signifikan dengan kecemasan praoperatif. Faktor eksternal yang berhubungan bermakna adalah jenis operasi (p=0,000; r=0,489) dan dukungan keluarga (p=0,018; r=0,334). Sementara itu, variabel usia (p=0,188) dan pendidikan (p=0,942) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan praoperatif bersifat multifaktorial, dipengaruhi oleh kombinasi faktor personal, psikososial, dan prosedural. Pasien dengan pekerjaan aktif, belum pernah menjalani operasi, serta memiliki keluhan fisik cenderung lebih cemas, sedangkan pasien dengan pengetahuan baik, konsep diri positif, dan dukungan keluarga memadai cenderung lebih tenang. Dengan demikian, diperlukan upaya komprehensif melalui skrining rutin kecemasan, edukasi terstruktur, komunikasi terapeutik, dan keterlibatan keluarga sebagai bagian dari manajemen praoperatif. Intervensi yang terintegrasi diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan sekaligus meningkatkan kualitas perawatan pasien operasi elektif.
PENGARUH DIGITAL REMINDER TERHADAP PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Ade Iwan Mutiudin; Baharudin Lutfi S; Ana Ikhsan Hidayatulloh; Arista Putri Agustin
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1970

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi batas normal dan memiliki komplikasi neuropati. Neuropati diabetik dapat berdampak serius terhadap infeksi dan kematian jaringan di kaki, sehingga kaki perlu diamputasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuopatik tersebut adalah perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki pada penderita diabetes tipe 2. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif pre eksperimental dengan metode model one group pretest postest. Sampel sebanyak 16 orang yang diperoleh dengan didasarkan pada rumus Federer. Hasil penelitian didapatkan perilaku perawatan kaki sebelum diberikan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata rata mean pre 33.12 dan mengalami peningkatan setelah dilakukan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata-rata mean post 64.12. Hasil analisis didapatkan terdapat pengaruh yang signifikan intervensi digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki dengan nilai p value 0,000. Digital reminder menjadi salah satu solusi untuk memberikan pesan pengingat kepada penderita DM sehingga perilaku perawatan kaki diabetes dapat meningkat lebih baik.  
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2 Ade Iwan Mutiudin; Hilman Mulyana; Deni Wahyudi; Edi Gusdiana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1531

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal yang memiliki komplikasi seperti neuropati. Komplikasi neuropati diabetik diabetik dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius seperti infeksi dan kematian jaringan di kaki, sehingga kaki perlu diamputasi, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuopatik tersebut adalah perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap perilaku perawatan kaki pada penderita diabetes tipe 2. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 97 orang yang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan mneggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan efikasi diri pada penderita diabetes tipe 2 termasuk tinggi (53.6%). Dukungan keluarga termasuk baik (55.7%) dan perilaku perawatan kaki termasuk baik (59.8%). Terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki (p value 0,000) dan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan perilaku perawatan kaki (p value 0,002). Oleh karen itu perawat disarankan meningkatkan asuhan keperawatan pada penderita DM dan keluarga dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki.
Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Anak Stunting dan TB-MDR Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Mulyana, Asep; S, Baharudin Lutfi; Darusman, Septiandi Eka; Rahmadiana, Asep; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikky Gita; Rahmawati, Ai; Dewi, Heni Aguspita; Yani, Yani Sri; Sugiharti, Mamay; Hidayat, Fitriani Mardiana; Nurdianti, Reni; Nugraha, Budy
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.828

Abstract

Global Report melaporkan bahwa Indonesia termasuk 27 high burden TB-MDR countries, salah satunya terdapat di provinsi Jawa Barat sebanyak 28 pasien TBC kebal rifampisin pada tahun 2017. Terdapat 30 pasien TBC di kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas di tahun 2018. Menariknya terdapat 16 orang dari 30 pasien tersebut memiliki anggota keluarga dengan kondisi anak stunting, serta di kota tasikmalaya terdapat 32% anak stunting yang cukup tinggi diatas standard yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Kondisi demikian tentunya berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada klien. Langkah pertama kegiatan dengan melibatkan mitra yaitu keluarga atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan anggota keluarga yang memiliki klien TBC, tahapannya meliputi  pra kegiatan, kedua survei lokasi, dan ketiga persiapan sarana dan prasarana. Langkah kedua pelaksanaan kegiatan, meliputi pre-test, pelaksanaan edukasi, dan diakhiri dengan post-test. Langkah ketiga evaluasi,  pengukuran pengetahuan mitra dengan cara membandingkan dan menganalisis hasil dari pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan dukungan keluarga mitra setelah mendapatkan edukasi sebelum dan sesudah, meliputi emosional dari 68.7% menjadi 87.5%, informasi dari 62.5% menjadi 93.7%, instrumental dari 50% menjadi 81.2%, dan penilaian dari 56.2% menjadi 68.7%.  Terdapat peningkatan dukungan keluarga terutama pada dimensi emosional 18.8% dan dimensi informasional 31.2%, serta secara keseluruhan mitra sudah memberikan dukungan bersifat Favorable sebanyak 68.7%. Perlu adanya pengabdian kepada masyarakat lanjutan berupa peningkatan sikap ataupun perilaku yang berkelanjutan dari mitra sampai benar-benar menjadi kebiasaan yang positif.
Edukasi kesehatan tentang mobilisasi dini dan kegawatdaruratan post sectio caesarea: SIGAP IBU (Siap, Gerak Aktif Ibu) Irisanna Tambunan; Tuti Suprapti; Raden Siti Jundiah; Ade Iwan Mutiudin; Raihany Sholihatul Mukaromah
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i1.2098

Abstract

Background: Caesarean section (CS) is an obstetric procedure whose use is increasing in Indonesia, even exceeding the WHO recommendation (10–15%). This increasing prevalence of cesarean sections raises the risk of postoperative complications. Early mobilization after a cesarean section is an intervention proven effective in accelerating the recovery process, preventing complications, improving blood circulation, reducing pain, and improving organ function. Ongoing education is needed to ensure mothers are truly capable of correctly performing early mobilization independently. Early mobilization practices still face obstacles, primarily due to mothers' lack of knowledge, fear of pain, and minimal support from health workers and families. Purpose: To improve the knowledge and skills of cadres regarding early mobilization, wound care, and early detection of emergency first aid signs in post-cesarean section mothers. Method: The community service activity was carried out on November 13, 2025, in the RW PKK Anyelir 12 Cikutra area. Thirteen mothers, including cadres of the integrated health post (Posyandu) and integrated health post (Poswindu), were involved as respondents, assisted by two university students, and attended by health workers assigned to the local area. The activity was carried out by delivering material covering wound care management for post-cesarean section mothers, post-cesarean section care, and early detection of emergency signs of first aid for post-cesarean section mothers, accompanied by simulations and demonstrations. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Evaluation was carried out through observation during the simulation and to see the results of the activity by comparing changes in pre-test and post-test scores. The results of the activity were presented descriptively to illustrate the increase in respondents' knowledge and skills. Results: Shows that the level of knowledge of respondents before educational activities was 3 (23.1%) and the good category and 10 (76.9%) in the less category, while after educational activities it became 12 (92.3%) in the good category and 1 (7.7%) in the less category. Based on the questionnaire scores also showed that the average knowledge score of respondents before educational activities was 63 points and after educational activities it became 81 points. Conclusion: Systematic education and training activities on early mobilization using a demonstration approach have proven effective in improving the abilities and skills of health cadres. There has been an increase in understanding, mindset, attitudes, and behavior regarding early mobilization and early detection of emergency first aid signs for post-cesarean sections. Suggestion: It is hoped that the sustainability of the program can be monitored through communication with the cadre mothers, using communication media and directly. This activity is also expected to be implemented routinely and periodically in integrated health post (Posyandu) activities so that understanding of early mobilization can benefit the wider community. Keywords: Cadres; Early mobilization; Emergency; Health education; Sectio caesarea Pendahuluan: Sectio caesarea (SC) merupakan salah satu tindakan obstetri yang semakin meningkat penggunaannya di Indonesia, bahkan sudah melebihi angka rekomendasi WHO (10–15%). Peningkatan prevalensi sectio caesarea ini menimbulkan risiko komplikasi pasca operasi. Mobilisasi dini pasca sectio caesarea merupakan salah satu intervensi yang terbukti efektif dalam mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi, memperlancar peredaran darah, mengurangi nyeri, dan memperbaiki fungsi organ. Perlunya edukasi berkelanjutan agar ibu benar-benar mampu melaksanakan mobilisasi dini secara mandiri dengan benar. Praktik mobilisasi dini masih menghadapi kendala, terutama karena kurangnya pengetahuan ibu, ketakutan terhadap nyeri, serta minimnya dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader tentang mobilisasi dini, perawatan luka dan deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan pertolongan pertama pada ibu post sectio caesarea. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 13 november 2025, di wilayah RW PKK Anyelir 12 Cikutra. Melibatkan 13 ibu kader posyandu dan poswindu untuk menjadi responden dan dibantu 2 mahasiswa serta dihadiri tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah setempat. Kegiatan dilaksanakan dengan penyampaian materi meliputi manajemen perawatan luka pada ibu post sectio caesarea, perawatan pada ibu post sectio caesarea dan deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan pertolongan pertama pada ibu post sectio caesarea yang disertai simulasi dan demonstrasi. Penilaian tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan observasi ketika melakukan simulasi dan untuk melihat hasil kegiatan dengan membandingkan perubahan nilai pre-test dengan post-test. Hasil kegiatan disampaikan secara deskriptif untuk menggambarkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 3 (23.1%) dan kategori baik dan sebanyak 10 (76.9%) dalam kategori kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 12 (92.3%) dalam kategori baik dan sebanyak 1 (7.7%) dalam kategori kurang. Berdasarkan dari skor kuesioner juga menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah 63 poin dan sesudah kegiatan edukasi menjadi 81 poin. Simpulan: Kegiatan edukasi dan pelatihan yang sistematis mengenai mobilisasi dini dengan pendekatan demonstrasi terbukti efektif meningkatkan kemampuan dan ketrampilan kader kesehatan. Terdapat peningkatan pemahaman, pola pikir, sikap dan perilaku tentang mobilisasi dini dan deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan pertolongan pertama pada ibu post sectio caesarea. Saran: Diharapkan untuk keberlanjutan program dapat dipantau melalui komunikasi dengan ibu-ibu kader menggunakan media komunikasi maupun secara langsung. Kegiatan ini diharapkan juga untuk diaplikasikan secara rutin dan berkala dalam kegiatan posyandu agar pemahaman tentang mobilisasi dini dapat bermanfaat kepada masyarakat yang lebih luas
Analysis of Stigma and Myths on Medication Adherence in Pulmonary Tuberculosis Patients Vivop Marti Lengga; Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Silvi Nindiani Putri; Raden Siti Jundiah; Haerul Imam; Sri Wulan Megawati; Ade Iwan Mutiudin; Sumbara Sumbara
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.979

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a global and national health problem, including in Indonesia as the country with the second-highest TB burden in the world. TB control efforts are strongly influenced by patient adherence to long-term treatment. Various social and psychological factors, including stigma and myths about TB, have the potential to affect patient adherence, but empirical evidence at the community level is still limited. This research aims to analyze the relationship between stigma and myths and medication adherence in pulmonary tuberculosis patients. The research design used a quantitative correlational approach. A sample of 40 respondents was obtained through a total sampling technique. The instruments used included the ISTB-12 to measure stigma and the M-TBQ for myths, that have undergone content validity testing and were declared valid by two experts and construct validity test yielded a Cronbach's alpha > 0.6 (reliable). The third instrument measuring medication adherence was the MARS-5, which has been validated and proven reliable. Correlation analysis was performed using the Theta (θ) test because the data was not normally distributed with an ordinal-numeric scale. The Theta test results showed a relationship between stigma and medication adherence (θ = 0.219; low correlation), while myths were not related to adherence (θ = 0.038). Stigma is proven to be associated with medication adherence, although with a low strength of relationship, while myths do not affect adherence in pulmonary TB patients.
Co-Authors Ai Rahmawati Amara Davaina, Siti ANI ANGGRAINI Arista Putri Agustin Aristiawati, Sela Asep Mulyana Asep Mulyana Asep Mulyana Asep Rahmadiana Asi Raja Pasaribu Aulia Putri, Natasya Baharudin Lutfi S Baharudin Lutfi S Bilqis Annisa Budy Nugraha Choerrunisa Choerrunisa Darusman, Septiandi Eka Deni Wahyudi Deni Wahyudi Deni Wahyudi Dewi, Heni Aguspita Dhimas Amin Herlangga Dian Fitriani Diana Ulfah Diana Ulfah Diana Ulfah Edi Gusdiana Emma Aprilia Hastuti Fathiya Insania Fitriani Mardiana Hidayat Haerul Imam Harun, Hasniatisari Heni Aguspita Dewi HIDAYATULLOH, ANA IKHSAN Hilman Mulyana Hilman Mulyana Hilman Mulyana, Hilman Imam, Haerul Intan Hayati, Nur Intan Husnul Khatimah, Nur Jayanti, Tri Nur Jumiatun Jumiatun Jundiah, R Siti Jundiah, Siti Kosasih Kosasih lina marlina, lina Lutfi S, Baharudin Lutfi, Baharudin Mamay Sugiharti Marlina, Yani Marti Lengga, Vivop Maryani, Yani Megawati, Sri Wulan Mulyani, Diyah Sri Nugraha, Budy Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurlianawati, Lia Pitriana, Epi Raden Siti Jundiah Rahmadiana, Asep Rahmawati, Ai Raihany Sholihatul Mukaromah Ratna Dian Kurniawati Reni Nurdianti Rikky Gita Hilmawan Roganda Situmorang Roganda Situmorang S, Baharudin Lutfi Sagala, Ridal Septiandi Eka Darusman Silvi Nindiani Putri Situmorang, Roganda Sugiharti, Mamay Sumbara Sumbara Tambunan, Irisanna Tika - Lubis Tika Kartika Tri Nur Jayanti Tri Nur Jayanti Tuti Pahria Tuti Suprapti Vivop Marti Lengga Wawono Pandu Wiratmoyo Wulan Megawati, Sri Wulan Yani Sri Yani Yani, Yani Sri Yanni Dhiani Mardhiani Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia