Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT PENELETIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT DI KEPUALAUAN SANGIHE. Architecture New Organic Udang, Chesneyglen; Prijadi, Rachmat; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20698

Abstract

Pusat Penelitian adalah suatu tempat yang melalukan kegiatan pengumpulan ,pengolahan, analisis, penyajian data,dan serta pemelihara serta pengembangan pembudidayaan laut yang ada di Kepulauan Sangihe.Keadaan saat ini memaksa bagi para dinas dan universitas  untuk melakukan aktivitas riset sekaligus pemeliharaan biota laut yang di tunjang dengan teknologi-teknologi tertentu sekaligus  pemeliharaan keanekaragaman hayati laut. Padahal keanekaragaman hayati laut yang ada di sangihe sangat memiliki  pontesi yang sangat besar.Untuk memenuhi tujuan di atas, dibutukan sebuah Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati laut, sebagai pendukung aktivitas objek untuk itu didalamnya menggunakan  Tema Arsitektur New Organik yang akan selalu mempesona menginspirasi dan bereinkarnasi sebagai sebuah gerakan internasional yang baru yang menggabungkan respek terhadap alam, keindahan dan keharmonisan bentuk alami.Selian itu Dengan menghasilkan rancangan yang memiliki representatif keuntungan yang ganda. Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Laut yang bertemakan architecture New Organic ini dapat memberikan tidak hanya tempat penelitian bagi para peneliti, tapi juga dapat memberikan pendidikan dan edukasi tentang kelautan dan perikanan sendiri bagi setiap pengunjung yang datang. Sehingga yang datang baik sebagai wisatawan ataupun pelajar bisa sama-sama melestarikan lingkungan yang ada tanpa harus merusak ekosistem yang sudah ada dan tetap memberikan keuntungan bagi manusia.Kata Kunci : Pusat penelitian,architecture New Organic
YOUTH CENTER DI TONDANO. Arsitektur Feminisme Manopo, Regina D.; Sondakh, Julianus A. R.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20822

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus, namun fenomena kenakalah-kenakalan remaja di Tondano kerap kali menjadi masalah. Dimana sering kali ditemui kasus-kasus kenakalan remaja yang dapat dikategorikan sebagai kasus krimunal. Hal tersebut terjadi karena kurangnya wadah untuk para remaja menyalurkan bakat dan minatnya untuk kegiatan yang positif yang bermanfaat serta membangun karakter remaja. Tondano merupakan ibu kota Minahasa yang memiliki warisan budaya yang beragam, namun pada saat ini kurang di ajarkan kepada generasi mudah untuk melestarikan budaya tersebut seperti tarian tradisional dan musik tradisional Minahasa. Untuk itu dengan adanya Youth Center di Tondano ini dapat menjadi wadah untuk menampung kegiatan seni dan olahraga yang dapat menjadi tempat yang menunjang bagi para remaja di Tondano membentuk bersosialisasi, berbagi pendapat dan mengembangkan jiwa sosial mereka. Dengan penerapan Arsitektur Feminisme pada Youth Center di Tondano ini diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk remaja dan wisatawan. Gaya dari arsitektur feminisme sendiri sangat berbeda dengan gaya arsitektur di Tondano dimana arsitektur feminisme ini menghasilkan gaya arsitektural yang modern dan lebih kekinian yang akan lebih menarik perhatian anak muda. Kata kunci : Youth Center di Tondano, Remaja, Arsitektur Feminisme, Seni Budaya Minahasa
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI KOTA MANADO. Arsitektur Dekonstruksi Matualage, Greis; Tungka, Aristotulus E.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20833

Abstract

Dekonstruksi dalam Arsitektur muncul dan berkembang tidak lepas dari proses panjang perkembangan arsitektur itu sendiri, yang juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, ekonomi dan teknologi  Selain itu,  kebutuhan akan fasilitas-fasilitas penunjang dalam perpustakaan di Kota Manado, menyebabkan perlunya sesuatu perpustakaan yang dapat menunjang kegiatan yang berbasis teknologi.Permasalahannya, di Kota Manado yaitu belum diadakan perpustakaan yang berbasis teknologi, baik dari segi fasilitas, bentuk bangunan, segi fungsi, bahkan perpustkaan di Kota Manado masih kurang menarik perhatian masyarakat sehingga perpustakaan kurang diminati dan menimbulkan kejenuhan pada obyek tersebut. Tujuan dari perancangan ini ialah dengan menggunakan metode perancangan yang menganalisis ide-ide yang kontekstual terhadap site, konfigurasi massa, dan pada elemen fasad. Serta metode dekontruksi digunakan pada objek perpustakaan digital dengan hasil akhir memenuhi Far,Bcr,Tll,Tls serta Kdh.Kata kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Perpustakaan Digital, Kota Manado
BEAUTY MALL DI MANADO. Arsitektur Feminisme Badu, Risnawati; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23661

Abstract

Beauty Mall merupakan sebuah bangunan pusat perawatan kecantikan dan kesehatan yang ada di Manado. Mall ini bertujuan sebagai pusat perawatan kecantikan, kesehatan juga dapat menjadi tempat hiburan. Mall ini dirancang khusus untuk menggabungkan semua unsur perawatan kecantikan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya Beauty Mall ini, masyarakat dapat dengan mudah untuk mengakses dan menjangkau kebutuhan mereka dalam satu bangunan. Arsitektur feminisme juga menekankan pada perancangan dengan fasade bangunan yang menonjolkan karakteristik bangunan tersebut yang dinamis dan elegan, seperti mengunakan material kaca dan warna-warna yang feminim.Kata Kunci  :  Beauty Mall, Arsitektur Feminisme.
WEDDING CENTER DI MANADO. Arsitektur Simbolisme Surentu, Mutiara L.; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23675

Abstract

Pernikahan merupakan peristiwa yang penting dalam hidup sehingga perlu dipersiapkan dengan perencanaan yang matang dan semua kebutuhan perlengkapan pernikahan diusahakan dapat terpenuhi. Ini berarti memerlukan banyak waktu dan tenaga dalam mempersiapkan pernikahan semakin kompleks. Sehingga didasari pentingnya kebutuhan akan suatu wadah yang menyediakan seluruh jasa terhadap kenutuhan pesta pernikahan baik pre-wedding, wedding, dan after wedding dengan mudah, lengkap dan terpusat. Dan wadah tersebut adalah Wedding Center.Konsep desain Wedding Center ini menggunakan Arsitektur Simbolisme. Bentukan dari simbol-simbol pernikahan diterapkan dalam bentukan wedding center ini, sehingga menjadi suatu tempat pernikahan dengan suatu konsep yang baru dan berbeda.Berdasarkan analisa yang dilakukan perancangan ini menitikberatkan pada penyediaan ruang yang ditata seefektif mungkin sehingga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan oleh semua golongan masyarakat. Tersedianya fasilitas yang menunjang pelaksanaan pernikahan yang lengkap dan terpusat, didukung oleh penataan ruang luar yang menarik dan fungsional sesuai dengan kebutuhan dimana bangunan tersebut berada. Kata Kunci : Wedding Center, Arsitektur Simbolisme
PLANETARIUM DI MANADO. Arsitektur Metafora Putri, Rischi I.; Kindangen, Jefrey I.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23696

Abstract

Planetarium merupakan sebuah sarana dalam memperagakan suatu pertunjukan tentang luar angkasa untuk tujuan pendidikan melalui alat proyeksi bintang dan benda-benda luar angkasa. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan, planetarium juga berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi para masyarakat khususnya para pelajar. Di Manado sendiri peminat astronomi khususnya para pelajar cukup banyak tetapi tidak diimbangi dengan sarana yang ada bahkan belum ada sama sekali, sedangkan planetarium memegang peran penting dalam memajukan ilmu astronomi. Untuk menghadirkan objek planetarium yang lebih edutainment (edukasi yang rekreatif) maka diterapkanlah tema Arsitektur Metafora dengan mengambil bentukan dari Supernova. Untuk penerapan temanya diaplikasikan kedalam bentuk bangunan, sirkulasi ruang dalam, selubung bangunan, ruang luar, tekstur dan warna sesuai dengan bentukan serta karakter dari supernova. Dengan bentukannya yang lebih fleksibel dan tidak monoton ini dapat menarik minat para pengunjung tidak hanya itu tetapi juga dapat mewadahi peningkatan pendidikan di bidang astronomi serta merangsang apresiasi masyarakat terhadap ilmu astronomi. Kata kunci : Planetarium, Edutaiment, Metafora, Supernova
RE-DESAIN TERMINAL BANDARA JUDHA TINDAS NAHA. Arsitektur Futuristik Mandak, Michael B.; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23959

Abstract

Kabupaten kepulawan sangihe terletak di pulau Sulawesi bagian utara yang terpisah daratan dengan pulau Sulawesi. Dalam pengembangannya telah terdapat sarana transportasi laut yang menjadi moda transportasi utama yang digunakan oleh mayoritas penduduk kabupaten kepulauaan sangihe. Sarana transportasi udara telah ada, yaitu bandara dengan klasifikasi bandara pengumpan yang beroprasi sebanyak tiga kali seminggu, yang terdapat di desah Naha.  Kondisi bandara yang hanya mampu menampung satu maskapai dalam sehari dengan kapasitas pada terminal bandara yang hanya mampu menampung maksimal 55 orang saja dalam sekali pemberangkatan, adalah masalah yang didapati saat ini, maka solusi untuk melakukan re-desain dan pengembangan terminal bandara dan fasilitas penunjang adalah hal yang penting dan patut untuk diperhatikan.Penerapan tema perancangan Arsitektur Futuristik, bertujuan untuk untuk menghadirkan suatu konsep bangunan terminal bandara yang memiliki citra dan ciri khas tersendiri, dan mampu memberikan suasana baru dalam bangunan terminal bandara. Baik dari bentuk, tata ruang dalam dan luar, sirkulasi, material dan lain-lain yang bersifat modern dan futuristic, tampa meninggalkan hal-hal yang menjadi jati diri daerah sangihe itu sendiri.  Kata kunci: Re-desain Terminal Judha Tindas Naha, Arsitektur Futuristik
Co-Authors Aldona A. Silain Alvin J. Tinangon Amanda M. Rompas Andre R. Runtuwene Andri M. Ogotan Andy A. M. Malik Anggreiny A. Palimbong Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Badu, Risnawati Basalamah, Atikah Brigita T. Makarawung Chintia R. Koagouw Christy E. Nelwan Clarissa S.S. Lumanauw Esli D. Takumansang Faizah Mastutie Fela Warouw Florensi V. Punuindoong Frits O. P. Siregar Gabriela T' Pakan Gilang G. Abdulsalam, Gilang G. Herry Kapugu Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Iriyansa Lagonda, Iriyansa Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Jonathan B. Antou Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kiolol, Pingkan Abigail Kristin N. Johannis Kushelmy R. Astuty, Kushelmy R. Lakat, Ricky M.S Linda Tondobala Magdalena, Enggrila D. Makarawung, Brigita T. Makienggung, Gabriel K. H. Mandak, Michael B. Manopo, Regina D. Martin, Willy Matualage, Greis Michael M. Rengkung Natasya S. Oley Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oley, Natasya S. Pajow, Vanesa Mariani Papia J. C. Franklin Paransi, Kurniawan Peggy Egam Pingkan L. Sajangbati Putri, Rischi I. Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Raymond C. H. Tarore, Raymond C. H. Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reny Syafriny Ricky M. S' Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rompas M. P. Emanuella Sembiring, Ririn E. V. Sherli C. T. Polii Siridaeng, Holy V. Stevani Rauf, Stevani Sumilat, Jeremy L. Surentu, Mutiara L. Taliawo, Patricia H. N. Theodosius M. Manabung Tiffanie B. Halim Todingan, Ripka T. Tulung, Reyven Udang, Chesneyglen Vecky H. Makarau, Vecky H. Virginia N. Lobo Windy J. Mononimbar Winsensius S. P. Raco