Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perdagangan Internasional, Bagaimana dengan Arah Kebijakan Komoditas Pertanian Indonesia? Irwandi, Putra
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.783-789

Abstract

Kebijakan perdagangan internasional yang telah terjadi saat ini adalah salah satu aspek penentu dalam perwujudan kedaulatan pangan nasioal yang strategis dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani lokal di Indonesia. Hal ini terbukti dari data dari Kementerian pertanian mencatat bahwa tahun 2017-2021 nilai ekspor Indonesia mencapai angka 26,370 miliar dolar US dengan rata-rata peningkatan sebesar 7,83 persen pertahun. Sehingga Badan Pusat Statistik mencatat bahwa selama dua periode sektor pertanian memberikan kontribusi dalam pertumbuhan laju pertanian sebesar 6,23% pertahun Dilain sisi, Ketergantungan impor pangan nasional meningkat sebanyak 2 kali lipat terlihat pada komoditas beras sebesar 10 persen, jagung 201%, kedelai 55% dan gula sebesar 50%. Padahal komoditas-komoditas yang ada telah menyerap masing-masing 23 juta, 9 juta, 2,5 juta, dan 1 juta rumah tangga atau sebesar 68% dari total rumah tangga di Indonesia Salah satu kebijakan WTO sebagai lembaga tertinggi perdagangan dunia memiliki perjanjian yang didalamnya termasuk perjanjian berbasis pertanian atau yang dikenal dengan AOA (Aggrement on Agriculture). AOA ini merupakan salah satu perjanjian pertanian yang tidak dapat dipisahkan dari dokumen WTO. Terdapat tiga pilar utama pembangun dokumen WTO yakni : 1. Akses pasar, 2. Subsidi Domestik, dan 3. Subsidi Ekspor. Namun faktanya, kebijakan AOA WTO menggangu aktivitas perdagangan negara-negara berkembang termasuk Indonesia
Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Komoditas Pinang di Pasar Internasional Irwandi, Putra; Anggi Purwanti, Amanda
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.782

Abstract

Pinang menjadi salah satu komoditas subsektor unggulan perkebunan di Indonesia. Kebutuhan akan pinang pada berbagai industri seperti pada industri pangan, farmasi, kosmetik dan tekstil mengindikasikan bahwa pinang memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Namun, fluktuasi kuantitas dan nilai ekspor yang dimiliki oleh pinang Indonesia di pasar global mengalami tantangan yang serius dalam mempertahankan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pinang Indonesia ke pasar interasional. Pendekatan penelitian ini yakni kuantitatif menggunakan data sekunder time series yang berasal dari Trademap dan Bank Dunia dengan kode HS pinang 080280 pada rentang tahun 2013-2023. Analisis yang digunakan adalah RCA (Revealed Comparatif Advantage), DRCA (Dynamic Releaved Comparative Advantage) untuk menganalisis daya saing, serta analisis Gravity Model untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Negara pesaing yang diidentifikasi antara lain India, Thailand, Myamar, dan China. Variabel penelitian yang digunakan adalah GDP, GDP perkapita, populasi, dan nilai tukar negara tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki nilai daya saing yang kuat dan keunggulan komparatif yang tinggi dengan nilai besar dari 1, Dinamika posisi pinang Indonesia pada tiga periode waktu berada pada posisi lagging opportunity, lost opportunity, dan Lagging retreat yang menunjukkan bahwa pangsa pasar pinang Indonesia mengalami penurunan, faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pinang Indonesia ke pasar internasional menunjukkan bahwa variabel GDP dan GDP perkapita memiliki pengaruh signifikan, sedangkan populasi dan nilai tukar tidak berpengaruh.
EKSPLORASI DAN PROYEKSI PENGEMBANGAN STRATEGIS WANA WISATA WINONG DI KABUPATEN MALANG Irwandi, Putra -; Izzati, Erwinda Mufidah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3210

Abstract

Pengembangan potensi pariwisata sangat penting dilakukan dan harus menjadi fokus perhatian berbagai stakeholder, termasuk di Wana Wisata Winong, Kabupaten Malang. Wana Wisata Winong memberikan dampak multiplier effect bagi masyarakat lokal, pengelola, dan kaitannya kolaborasi bersama pemerintah desa setempat. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, promosi wisata, peningkatan jumlah pengunjung, peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pariwisata sangat penting dilakukan. Penelitian ini berfokus pada dua tujuan yakni melakukan eksplorasi pengembangan dengan pendekatan SWOT, dan memproyeksikan pengembangan investasi di Wana Wisata Winong selama 20 tahun kedepan dengan pendekatan kelayakan finansial meliputi NPV, IRR, B/C Rasio, dan payback periode. Penelitian ini dilakukan di secara bertahap dimulai dari tahun April 2022. Pengumpulan data dilakukan secara purposive sesuai dengan tujuan peneliti yakni melalui kepala desa, pengelola wisata winong, dan pelaku umkm yang ada di sekitar kawasan wisata winong. Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki Wana Wisata Winong dapat mengembangkan wisata secara strategis, sedangkan kelemahan dan ancaman dapat diantisipasi. Secara finansial, Wana Wisata Winong termasuk kategori layak untuk dikembangkan. Nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp528.301.197, nilai BC/Rasio sebesar 1,82 dimana lebih besar dari 1, nilai IRR sebesar 23% lebih besar dari suku bungan 3,5%, dan payback period sebesar 3,2 yang berarti bahwa Kawasan Wisata Winong akan balik modal pada 3 tahun 2 bulan. Sehingga secara finansial, Wana Wisata Winong menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODEL BISNIS CANVAS PADA USAHA MINUMAN HERBAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI BIDANG KULINER Novi Haryati; Muhamad Nur Wavi; Putra Irwandi; Rahmat Yoga Pratama; Nur Aini Irbah; Hayyu Nurabida Putri; Hilmi Dzakwan Syarif; Daffa Sandi Lasitya; Muhamad Zahran Nurirozak; Ans Rif’aa; Aulia Sabilatul Fajariyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21917

Abstract

Abstrak: Era digitalisasi memunculkan persaingan usaha dan tidak dapat dipungkiri bahwa UMKM harus dapat menerapkan manajemen strategi yang baik. Keunggulan kompetitif menjadi penting bagi UMKM Jamu di Kabupaten Mojokerto. Indentifikasi potensi menunjukkan UMKM jamu tersebut memiliki berbagai varian dengan harga terjangkau yang ditawarkan, namun mereka belum dapat memanfaatkan secara maksimal nilai-nilai bisnis yang ada karena tidak adanya kegiatan identifikasi nilai bisnis oleh pemilik UMKM. Pengabdian masyarakat dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan soft skill melalui penguatan identitas dan nilai bisnis. Pelatihan dilakukan di bulan Juli 2023 tentang pembuatan Model Bisnis Canvas (BMC) kepada para pemilik UMKM setempat. Metode yang digunakan adalah business coaching yang melibatkan mitra, yaitu pemilik UMKM sebanyak 10 orang secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan dilakukannya program ini, terdapat peningkatan softskill dari 30% menjadi 80%. Pemahaman BMC telah membantu meningkatkan pemahaman dan potensi bisnis UMKM Jamu Di Kabupaten Mojokerto. Saran keberlanjutan kegiatan adalah adanya pelatihan pembuatan konten video untuk digital branding.Abstract: Digitalization era has increased business competition and forced SMEs to implement effective strategic management. Competitive advantage is important for herbal medicine SMEs in Mojokerto Regency. Potential identification shows that herbal medicine SMEs have various variants at affordable prices, but they had not been able to make maximum use of existing business values because there were no business value identification by SMEs owners. Community service aims to identify and enhance business values through strengthening business identity and worth. Training was held in July 2023 on creating a Business Model Canvas for MSME owners. The method utilized included both socialization and practical engagement with the SME owners, actively involving them in the learning process. Through this program, there was enhancement in softskill from 30% to 80%. Community service activities have helped increase understanding and business potential of herbal medicine SMEs in Mojokerto. A recommendation for the sustainability of this activity is the implementation of training in video content creation for digital branding. 
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN APLIKASI TEMAN TANI PINTAR SEBAGAI MEDIA PERCEPATAN KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PETANI DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Novi Haryati; Putra Irwandi; Muhamad Zahran Nurirrozak; Muhammad Nur Wavi; Hanifah Muslimah Az-Zahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20640

Abstract

Abstrak: Transformasi Digital di sektor pertanian menjadi fokus dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Universitas Brawijaya memperkenalkan Aplikasi Teman Tani Pintar untuk mempercepat pertukaran informasi di bidang pertanian melalui program penyuluhan pertanian. Sasaran melibatkan 20 petani hortikultura di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aplikasi tani pintar yang diinisiasi oleh BPP Ketindan Malang dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuisioner evaluasi pelaksanaan. Kegiatan telah mencapai indikator keberhasilan dengan merampungkan 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Pada setiap tahap pengabdian, kegiatan telah mencapai indikator keberhasilan dengan menuntaskan rangkaian kegiatan 100%. Pengabdian ini telah memperoleh hasil positif karena berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat berperan dalam mengubah perilaku petani menjadi lebih sadar terhadap informasi digital (Mean = 3,657) serta membantu mereka dalam meningkatkan kinerja pemasaran (Mean = 3,736). Maka dari itu, aplikasi ini dianggap memberikan nilai tambah usahatani dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi terobosan teknologi informasi di bidang pertanian.Abstract: The focus on Digital Transformation in the agricultural sector is crucial in facing the challenges of Industry 4.0. Universitas Brawijaya introduces the Aplikasi Teman Tani Pintar as a solution to expedite information exchange in agriculture through agricultural extension programs. 20 horticultural farmers in Landungsari Village, Malang Regency involved with the aims to measure the performance of the application. Activities’ evaluation use evaluation questionnaire. Each stage of activities achieved indicators of success by completing the whole activities 100% (planning, organizing, implementing, and also evaluating and monitoring.). This service obtained positive results based on the evaluation results. It shows that the application can have advantage in changing farmers' behavior to become more aware of digital information (Mean = 3.657) and help them improve marketing performance (Mean = 3.736). Therefore, this application is considered to provide added value to farming and is anticipated to evolve as a groundbreaking information technology innovation in the agricultural field.
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT Irwandi, Putra -
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EK dan BI) Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37600/ekbi.v7i2.1611

Abstract

A region will develop through the capabilities of its superior sectors and encourage other sectors to develop. Thus, regional specificities, human resource potential, institutions and institutions, local physical resources are the main supporting factors for regional development. The existence of a superior sector provides an indication for the regional economy that the presence of a superior sector will have great potential to grow faster than other sectors in a region. This research was carried out with a quantitative descriptive approach using secondary data from BPS 2014-2022 to analyze 18 economic sectors that form GRDP using Typology Klassen, Location Question, Shift Share , DLQ analysis. Based on the results of the analysis, it is known that the average class typology analysis of sectors in Pasaman Regency is in Quadrant 3. Location question analysis which shows that these sectors are able to meet their own needs and allow for exports outside the region (LQ>1) is agriculture , forestry and fisheries, Government Administration, Defense and Social Security sectors, Water Supply, Waste Management, Waste and Recycling. The economy of Pasaman Regency as a result of Shift Share received very positive results regarding the total value of performance in the 2014-2022 period amounting to Rp. 620,447.01 and the entire sector is a priority in the future according to the DLQ analysis.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA SIKAP KONSUMEN PRODUK AGRIBISNIS Irwandi, Putra -; Nofianingsih, Meyga Putri; Raji'ah, Ni'matur -
Jurnal Agristan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i2.11037

Abstract

Perkembangan bisnis yang terjadi saat ini mengalami persaingan yang sangat ketat. Banyak konsekuensi yang harus diterima oleh perusahaan sehingga dituntut untuk meningkatkan daya saing yang berkelanjutan dan kompetitif mempengaruhi preferensi mereka dan kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku tertentu. Maka didasarkan atas hal tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran secara detail terkait dengan definisi dan ruang lingkup sikap konsumen. Tidak hanya itu, tulisan ini akan membahas lebih lanjut terkait dengan studi kasus dan riset terbaru yang relevan dengan sikap konsumen. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh informasi bahwa sikap konsumen menggambarkan evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang yang secara relative konsisten terhadap suatu objek atau gagasan. Sikap menentukan orang pada suatu kerangka berpikir tentang menyukai atau tidak menyukai sesuatu, bergerak mendekat atau menjauh dari hal itu. Sikap (attitudes) konsumen juga berarti faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan (belief) dan perilaku (behavior). Sedangkan metode yang sering digunakan dalam pembahasan tentang perilaku konsumen adalah Multi Attribute Atitude Model (Fishbein) dan angka ideal. Trend penelitian saat ini didapatkan bahwa jumlah artikel yang menggunakan kata kunci sikap konsumen selama tahun 2019-2023 berjumlah 1143 dengan penyedia jurnal terbanyak adalah British Food Journal dan afiliasi terbanyak adalah Sejong University.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian di Provinsi Riau Irwandi, Putra; Zahra, Zhena Nofhatiaz; Azra, Habibah Nurfaizah; Adetya, Aulia
Jurnal KIRANA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Kirana Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v5i2.52438

Abstract

The performance of agricultural extension workers plays a vital role in developing the agricultural sector and improving farmer welfare. This research aims to identify factors that influence the performance of agricultural instructors. The research method used a census of 89 agricultural instructors as respondents. The variables studied include age, education level, work experience, distance to the target location, number of target villages, as well as other factors that have the potential to influence the performance of instructors. Data analysis was carried out using inferential statistical methods to test the relationship between variables. The research results show that of the various factors studied, five variables have a significant influence on the performance of agricultural instructors: age, education level, work experience, distance to the target location, and number of target villages. Age and work experience show a positive relationship with performance, indicating that more senior extension workers tend to perform better. Education level is also positively correlated, indicating the importance of formal knowledge in increasing the effectiveness of extension. The distance traveled to the target location has a negative relationship with performance, indicating that the longer the distance to be traveled, the lower the instructor's performance. The number of villages assisted also influences performance, where there is an optimal point for the number of villages that can be developed effectively. These findings provide important insights for the development of policies and programs to improve the performance of agricultural extension workers
Impact of Using Automatic Smart Control Technology Using UV Rays on Hydroponic Chili Plants Satria, Habib; Aldhi, Muhammad; Susilawati, Susilawati; Irwandi, Putra; Ridha, Arrazy Elba
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 3 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v3i01.68

Abstract

The rapid development of time has reduced the land used by farmers for farming due to development. For that, design a hydroponic system to minimize the land. Chili hydroponic plants are a type of vegetable that has many benefits and is liked by many people. So that hydroponic chili cultivators can produce optimal harvests, a tool is designed using automatic smart control technology using UV lamps. The findings in the field are that there are several steps that must be taken so that hydroponic plants can be more optimal in the results of chili cultivation. The first step is to design a smart plant control automatic tool, then use several sensors including EC sensors, ph sensors, RTC sensors, and ultraviolet lamps. An initial study of the potential benefits to be gained by partners or chili farmers based on the results of field testing is that this technology can maximize harvest time efficiency from manual hydroponic cultivation, which was originally 90 days to 70-80 days. Therefore, the automatic smart plant control system using UV lamps has a harvest speed of 70-80 days, while the manual method can reach 90 days. Thus, it is hoped that the economy of chili cultivators will increase if the smart plant control automatic system is used.
The use of supply chain operations reference (SCOR) in measuring the performance of supply chain management in agribusiness sector Wirda, Bunga; Irwandi, Putra; Muflikh, Yanti Nuraeni; Nurmalina, Rita

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i1.5742

Abstract

Introduction: This article uses a literature review study approach sourced from previous research and relevant to the topic of this research, namely the Supply Chain Operation Reference (SCOR) model. This research aims to (1) analyze the trend of SCOR Model research in the field of Agribusiness (2) identify supply chain management performance indicators (3) identify variables considered in measuring supply chain management performance (4) analyze the effectiveness of SCOR in measuring supply chain management performance, especially in the field of Agribusiness. Methods: This study conducted a literature review of 32 articles from 2014-2023 in the fields of management, business, and agriculture. Data analysis used bibliometrics and Systematic Literature Review sourced from the Scopus database with the help of VOSviewer and R-Studio software. Results: The results showed that the trend in the number of SCOR model studies fluctuated, which was dominated by articles sourced from Scopus with the main keywords that appeared were Supply Chain Management and SCOR Model. All articles carried out four main business processes namely Plan, Source, Make, and deliver with the priority of reliability attributes as the main improvement priority. Conclusion: Most of the supply chain performance levels of the articles analyzed are in the average category.