Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya dinamika capaian kinerja pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara, di mana hasil capaian tahun 2024 menunjukkan belum tercapainya beberapa target indikator kinerja utama. Fenomena ini diduga dipengaruhi oleh perubahan regulasi dan sistem kerja baru (SIASN) yang berdampak pada peningkatan beban kerja, isu kesenjangan kompensasi antara PNS dan PPPK, kebijakan efisiensi anggaran, serta urgensi mempertahankan komitmen organisasi di tengah penyederhanaan birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 73 responden. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan hasil jawaban responden mengunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS pada aplikasi SmartPLS4 untuk menguji delapan hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, komitmen organisasi, dan kompensasi; (2) Sebaliknya, kompensasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai; (3) Sedangkan komitmen organisasi juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. (4) Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak mampu memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai, maupun pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kinerja pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara secara dominan dipengaruhi oleh faktor beban kerja secara langsung, sementara komitmen organisasi dan kompensasi belum menjadi faktor pendorong utama dalam peningkatan kinerja pegawai.