Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Current Biochemistry

In Silico Analysis of Red Betel (Piper crocatum) Active Compounds as Xanthine Oxidase Inhibitors Safithri, Mega; Miantika, Shafillah; Ambarsari, Laksmi
Current Biochemistry Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.9.2.1

Abstract

Asam urat jika diproduksi secara berlebih oleh tubuh dapat mengakibatkan pembengkakan, rasa nyeri dan kaku dipersendian. Pembentukkan asam urat di tubuh dapat dihambat dengan cara menginhibisi kerja enzim xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif sirih merah yang dapat menginhibisi aktivitas enzim xantin oksidase melalui penambatan molekuler (in silico). Metode in silico yang dilakukan yaitu penambatan terarah (site directed docking) dengan menggunakan AutoDock Tools 1.5.6. Ukuran pusat penambatan molekuler sebesar x=26,7853; y= 9,9800; z= 113,3917 dengan nilai dimensi x=14 ; y=14 ; z=18. Senyawa aktif sirih merah terpilih adalah asam protokatekuat, sofalkon, dan 2-(3,4-dimetoksi fenil)-6-etoksi-7- metoksi-1-naftol karena mempunyai nilai ∆G dan Ki yang lebih kecil dibanding allopurinol. Selain itu, senyawa-senyawa aktif tersebut memiliki interaksi residu asam amino yang kuat terhadap sisi aktif xantin oksidase.
Acetylcholinesterase Enzyme Inhibitor and Antioxidant Activities from A Mixture Extracts of Black Tea, Red Betel, Cinnamon and Curcuma Huda, Aziz Syamsul; Hasan, Akhmad Endang Zainal; Safithri, Mega
Current Biochemistry Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.9.2.2

Abstract

Alzheimer's Disease (AD) is one of the consequences of impaired functioning of acetylcholine which can be hydrolyzed by the enzyme acetylcholinesterase. Alzheimer's treatment is carried out using two approaches, namely compounds (acetylcholinesterase inhibitors) and noncholinergics (antioxidants). There are commercial drugs that can slow the progression of Alzheimer's, but their use can cause excessive side effects. The use of herbal plants as a cure for Alzheimer's disease has been proven to be safer and does not cause excessive side effects. Herbal plants that can be used and developed are black tea, red betel, curcuma, and cinnamon. This study determined that extracts of black tea, red betel leaf, curcuma, and cinnamon's formula have the best antioxidant activity and level of inhibition of the acetylcholinesterase enzyme. F1 (cinnamon), F5 (cinnamon, black tea, red betel, and curcuma), F6 (cinnamon and black tea), and F11 (cinnamon, black tea, and curcuma) were the best formulations in each type of sample based on inhibitory AChE enzymes and antioxidants activity. F1 (cinnamon) is the most effective extract out of all formulations analyzed in this study. Keywords: Acetylcholinesterase; Alzheimer; Black Tea; Cinnamon; Red Betel; Curcuma
Peredaman Radikal Bebas DPPH dan Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase oleh Ekstrak Air Jahe Merah Safithri, Mega; Syaefudin; Putri, Azka Adzkya Emalia
Current Biochemistry Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.10.2.5

Abstract

Red ginger (Zingiber officinale Roxb. var. Rubrum) contains phenolic compounds that have potential to reduce blood glucose levels (antihyperglycemic) in patients with diabetes mellitus. This study aimed to determine the inhibitory activity toward α-glucosidase, antioxidant activity in reducing DPPH free radicals, and total phenolic content of aqueous extract of red ginger. The red ginger was extracted using water solvent at 100 oC for 15 minutes. Analysis of antioxidant activity, inhibitory activity of α-glucosidase, and total phenolic content using the spectrofotometry. Antioxidant activity showed that the extracts from the first, second and third replicates were not significantly different (p<0.05). α-glucosidase inhibition activity showed that the 1st replicate extract had the highest value of 97.729% and was significantly different (p<0.05) from the 2nd and 3rd replicate extracts and acarbose. The total phenolic content showed that the 2nd replicate extract had the highest value, namely 27,624 mg GAE/g extract and was significantly different (p<0.05) from the 1st and 3rd replicate extracts. The 1st, 2nd, and 3rd replicates of red ginger aqueous extract has the same antioxidant activity and equivalent glucosidase inhibitory activity as acarbose.
Peredaman Radikal DPPH oleh Minuman Mikroenkapsulasi dan Nanoenkapsulasi Sirih Merah (Piper crocatum) Tiana Fitrilia; Mega Safithri; Dinar Mutiara Hikmah
Current Biochemistry Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.2

Abstract

Formulasi minuman fungsional ekstrak sirih merah dengan penambahan berbagai ekstrak rempah telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, namun hasil penerimaan konsumen masih rendah pada uji sensori karena rasanya pahit. Teknologi mikroenkpasulasi dan nanoenkapsulasi diketahui dapat melindungi komponen bioaktif dan dapat meningkatkan kualitas sensori pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman fungsional berdasarkan ekstrak daun sirih merah menggunakan teknik mikroenkapsulasi dan nanoenkapsulasi dengan membandingkan ukuran partikel, kadar fenol, aktivitas antioksidan dan sensori dengan minuman ready to drink (RTD). Maltodekstrin 10% digunakan sebagai penyalut pada pembuatan minuman mikroenkapsulasi, sedangkan gum arab dan maltodekstrin digunakan untuk penyalut pada minuman nanoenkapsulasi. Ukuran partikel diuji menggunakan metode Particle Size Analyzer (PSA), total fenolik diuji dengan metode Folin- Ciocalteu, aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, dan evaluasi sensori diuji dengan tingkat hedonik (kesukaan). Hasilnya menunjukkan bahwa minuman fungsional minuman nanoenkapsulasi memiliki rata-rata ukuran partikel paling kecil yaitu sebesar 107,9 nm. Kandungan fenolik tertinggi pada minuman RTD sebesar (782,30 ± 2,54 mg GAE / g). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat dalam minuman mikroenkapsulasi yaitu (107,54 ± 0,83 μg / mL). Minuman fungsional nanoenkapsulasi memberikan tingkat hedonik (2,73 ± 1,19) yang lebih disukai dibandingkan minuman mikroenkapsulasi dan RTD. Teknik mikroenkapsulasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan teknik nanoenkapsulasi dapat menurunkan aktivitas antioksidan.
In Vitro Analysis of Gradual Water Extract of Red Betel Leaf (Piper crocatum) as Free Radical Scavenging and Inhibitor of α-Glucosidase Safithri, Mega; Fibri Yuniasih, Tiara; Syaefudin
Current Biochemistry Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.10.1.5

Abstract

Red betel (Piper crocatum) has antihyperglycemic activity for diabetic treatment. The purpose of this study was to investigate the activity of DPPH free radical scavenging, the α-glucosidase inhibitory activity, and total phenolics of the aqueous extract of P. crocatum (1st extract, 1st extract residue, and 2nd extract residue). The infundation method was used with spectrophotometric test techniques. The red betel leaves extract in all extracts and extract residues had a small of α-glucosidase inhibition activity ranging from 0.76% - 1.43%. Meanwhile, the antioxidant activity of DPPH and total phenolic levels showed significantly different results (p<0.05) in the 1st extract, 1st extract residue, and 2nd extract residue. The highest antioxidant capacity and total phenolic content were found in the first extract, it were 59.64 ± 0.18 mg AAE/g extract and 55.50 ± 0.14 mg GAE/g, respectively. Gradual extraction reduced DPPH free radical scavenging activity, α-glucosidase inhibition activity and phenolic total content.
Kandungan Nutrisi dan Daya Inhibisi α-glukosidase Ekstrak Daging Buah Salak Sidempuan (Salacca sumatrana) Safithri, Mega; Ritonga, Aprilita Putri Defan; Indariani, Susi; Dwicesaria, Maheswari Alfira; Sulistiyani; Hasim
Current Biochemistry Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.1

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan salak khususnya salak Sidempuan sebagai inhibitor α-glukosidase belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengukur kadar proksimat (air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan karbohidrat), menganalisis komponen fitokimia, kandungan total fenolik dan aktivitas penghambatan α-glukosidase pada ekstrak air dan etanol daging buah salak Sidempuan. Kadar total fenol diukur menggunakan metode Folin Ciocalteu. Aktivitas penghambatan α-glukosidase diukur menggunakan substrat pNPG. Kadar karbohidrat, air, abu, lemak kasar, protein kasar, dan serat kasar berturut-turut sebesar 86.35%, 6.57%, 3.60%, 1.44%, 1.24%, dan 0.82%. Kedua ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Ekstrak etanol 70% daging buah salak Sidempuan memiliki kandungan total fenol sebesar 10.6 mg GAE/g ekstrak, lebih tinggi dibandingkan ekstrak air sebesar 5.55 mg GAE/g esktrak. Ekstrak etanol daging buah salak Sidempuan memiliki konsentrasi inhibisi (IC50) sebesar 13.69 mg/L. Konsentrasi ini lebih kecil dibandingkan ekstrak air yaitu 4160.56 mg/L, namun masih lebih besar dibandingkan akarbosa yaitu 1.15x10-3 mg/L sebagai kontrol positif.
Analisis Komparatif Kadar MDA Menggunakan Spektrofotometer Konvensional dan Nano Spektrofotometer Pada Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Hudayanti, Martini; Kayla Faza Gustafri Mandalika; Mega Safithri
Current Biochemistry Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.2.4

Abstract

Stres oksidatif menghasilkan malondialdehida (MDA) sebagai produk peroksidasi lipid yang sering digunakan sebagai biomarker kerusakan oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengukuran kadar MDA pada ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) menggunakan spektrofotometer konvensional (kuvet) dan nano spektrofotometer (mikroplat 96 sumur). Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% dengan rendemen rata-rata 36,14%. Penentuan MDA dilakukan dengan metode asam tiobarbiturat (TBA), dengan panjang gelombang maksimum 532 nm pada kedua instrumen. Hasil menunjukkan bahwa kadar MDA absolut berbeda signifikan antara kedua instrumen, di mana nilai absorbansi dan konsentrasi MDA pada nano spektrofotometer lebih rendah. Namun, analisis persen inhibisi dan IC50 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (IC50 kuvet 83,997 ppm; nano spektrofotometer 83,065 ppm; p > 0,05), menandakan konsistensi dalam menilai aktivitas antioksidan relatif. Dari aspek efisiensi, nano spektrofotometer memerlukan volume sampel dan reagen lebih kecil (100 µL dan 200 µL), mengurangi limbah kimia, serta menurunkan biaya analisis hingga 71% dibandingkan kuvet. Selain itu, kapasitas analisis meningkat hingga 96 sampel per batch dengan waktu lebih singkat. Kesimpulannya, nano spektrofotometer memberikan hasil komparatif yang valid dan lebih efisien, sehingga layak direkomendasikan untuk analisis MDA di laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.
Co-Authors . SURYANI Abdul Aziz Abdullah, Wais Achyar, Catellia Auliany Agus Setiyono Akhmad Endang Zainal Hasan Alauddin, Daffa Rizal Dzulfaqaar Anisa Gianti Zhafira ANNA SETIADI RANTI Anna Setiadi Ranti Athaya, Ardelia Ayu Tri Nursyarah Aziz Syamsul Huda Aziz Syamsul Huda Bella Fatima Dora Zaelani C Hanny Wijaya Cika Hilda Fransiski Destiandani, Khansa Dewi Purnamasari Dimas Andrianto DIMAS ANDRIANTO Dinar Mutiara Hikmah Djarot Sasongko Hami Seno Dwicesaria, Maheswari Alfira Dwitasari, Oczhinvia Dwitasari, Oczhinvia Eka Wahyu Purnama Etik Mardliyati, Etik Eva Harlina Fachriyan H Pasaribu Faoziduhu Bawamenewi FARAH FAHMA Febrina, Adella Fernanda Chairunisa Fernanda Chairunisa Fibri Yuniasih, Tiara Fitria Tika Pradita Fitriana S Monisa Fitrilia, Tiana Gholam, Gusnia Meilin Hanif Alamudin Manshur Hasim Hasim Hasim Hendra Susanto Huda, Aziz Syamsul Hudayanti, Martini Husnawati Husnawati Husnawati, . Ilham Gilang Cahya Ahmada Imanniar Yuta Ellana Dittama Indariani, Susi Iriani Setyaningsih Irma Rahmayani Irsal, Riyan Alifbi Putera Kartika, Yayuk Kayla Faza Gustafri Mandalika Kustiariyah Tarman LAKSMI AMBARSARI Madyastuti, Rini Mala Nurilmala MARIA BINTANG Maria Bintang Marwanto, Yoga Dwi Maulana, Farhan Mere, Janrigo Klaumegio Meydia Meydia Miantika, Shafillah Mita Gebriella Inthe Monita Rekasih Muhammad Assyar Mustika Weni Mustika Weni Mustika Weni Mustopa, Syahrul Mutmainnah Agustiawan Umar Mutmainnah Umar Nabilla, Rahmah Neni Widowati Nirmala Peni Sugiharti Nur Azizah Nusyarah, Ayu Tri Oczhinvia Dwitasari Paramitha Wirdani Ningsih Marlina Pipih Suptijah Pipih Suptijah Prayoga Pannindriya Prayoga Pannindrya Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira Puspa Julistia Puspita Putri, Azka Adzkya Emalia Putu Kristiani Kalontong Rahadian Pratama Rahmadi Ganesha Putri Rahmania, Fitriani Jati Raisyadikara, Fadila Rini Kurniasih, Rini Riska Ariyanti, Riska Riska Susila Putri Ritonga, Aprilita Putri Defan Riyan Alifbi Putera Irsal Riyan Alifbi Putera Irsal Rizsa Mustika Pertiwi Rori Theresia Rosalina Yuliani Rosyidah, Rara Annisaur Safira P, Ukhradiya Magharaniq Saputra, Rahadita Maura Amanda Sari, Sintia Permata SEDARNAWATI YASNI Septaningsih, Dewi Anggraini Septiyani, Dinie Silitonga, Ria Gusharani Sri Novita Sagita Sulistiyani Susanto, Hendra Susi Indariani Syaefudiin, Syaefudin Syaefudin Syaefudin Syaefudin Syamsul Falah Takeshi Katayama Theresia, Rori Tien Lastini Tjahja Muhandri Toshisada Suzuki Umar, Mutmainnah Agustiawan Uswatun Hasanah Vitriyanna Mutiara Yuhendri Wong, Chen Wai Yanti Fajarwati Yundari, Yundari Zaelani, Bella Fatima Dora Zatta Yumni Ihdhar Syarafina Zuraida Zuraida