Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Dampak Pengembangan dan Implementasi Kurikulum MBKM Terhadap Kepuasan Mahasiswa FIP UNIKAMA Denna Delawanti Chrisyarani; Sri Rahayu; Yulianti Yulianti; Ika Meviana; Ayu Asmah; Iskandar Ladamay
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 6 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v6i1.6617

Abstract

The purpose of this study was to analyze the internal student satisfaction of Study Programs within the Faculty of Education. This research is a quantitative descriptive study with a survey method using a questionnaire as a data collection tool. The survey results show that the average student satisfaction in the Faculty of Education, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang shows a very good category. Tangibles dimension has an average percentage of 40.33% with a very good category. Responsiveness with an average percentage of 57.72%, Reliability with an average percentage of 50.95%, and Empathy with the highest 75.4%. Based on the results of data processing, it is concluded that the overall level of student satisfaction based on the dimensions of service satisfaction on the implementation of MBKM is classified as very good
KARAKTERISTIK INTERAKSI SOSIAL ANTARA WARGA ASLI DENGAN WARGA PENDATANG DI KELURAHAN BURING KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Ika Meviana; Rofiul Huda; Yohanes Ware
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.281 KB)

Abstract

Keberadaan berbagai etnis di dalam masyarakat menyebabkan adanya perbedaan kelompok sosial. Kelompok sosial memiliki karakteristik yang khas. Kekhasan ini terkadang menimbulkan perbedaan yang menjadikan interaksi kurang harmonis. Penelitian ini termasuk dalam jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, persebaran permukiman di Kelurahan Buring yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu permukiman etnis Madura, permukiman etnis Jawa, permukiman etnis Jawa dan Madrura, dan permukiman warga perumahan. Kedua,  bentuk interaksi di Kelurahan Buring terjadi dalam berbagai bidang, yaitu bidang budaya, sosial, dan ekonomi. Bentuk interaksi yang terjadi merupakan bentuk assosiatif dan dissosiatif. Ketiga, karekteristik perilaku interaksi sosial pada masyarakat pendatang di Kelurahan Buring dapat terlihat dengan penggunaan bahasa sehari-hari yaitu menggunakan Bahasa Jawa yang dapat mempengaruhi perilaku dalam hubungan bermasyarakat yaitu dengan adanya kerja sama dalam pekerjaan. Keempat, karakteristik perilaku interaksi sosial pada masyarakat asli ini diwujudkan dengan masih kentalnya kebudayaan khas Madura yang dijuluki dengan sebutan Sakera Puncak Buring.
PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR LAHAN DI KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOMORFOLOG Ika Meviana; Ulfi Andrian Sari
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 2 (2017): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.475 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v2i2.2493

Abstract

Bencana longsor lahan merupakan salah satu bencana alam geologi yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar, seperti terjadinya pendangkalan, terganggunya jalur lalu lintas, rusaknya lahan pertanian, permukiman, jembatan, saluran irigasi dan prasarana fisik lainnya. Longsor lahan menjadi bencana dengan kejadian terbanyak selama 2016 di wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan pengamatan lapangan Kecamatan Dau merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam rawan bencana longsor lahan. Penelitian tentang longsor di Dau belum banyak dilakukan sehingga dibutuhkan lebih banyak penelitian. Penelitian dimaksudkan agar masyarakat dapat memanfaatkan hasil penelitian tersebut untuk lebih memahami konsep longsor dan mitigasi bencana khususnya longsor, sehingga dampak negatif dari bencana tersebt dapat dihindari. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan observasi dan pengukuran di lapangan. Metode yang dipakai dalam penentuan tingkat daerah rawan longsor lahan di daerah Kecamatan Dau dengan cara kualitatif (menafsirkan kondisi geologi, geomorfologi, dan curah hujan dengan data primer maupun sekunder) dan cara kuantitatif (pengharkatan). Hasil penelitian Wilayah Kecamatan Dau yang memiliki potensi bahaya longsor lahan pada tingkat sangat rawan adalah Desa Kucur, Petungsewu dan Selorejo dengan prosentase luas 25.41%.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Tema Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia Kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang Siti Nawira; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 3 No. 2 (2018): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.5 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v3i2.2944

Abstract

Hasil pengamatan yang dilakukan di kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang dijumpai beberapa permasalahan yaitu siswa kurang merespon apa yang dijelaskan oleh guru, kurang antusiasnya siswa saat pembelajaran, dan kurangnya komunikasi yang baik antar siswa sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Bukti rendahnya hasil belajar dilihat dari persentase ketuntasan 33% dengan kategori kurang baik pada mata pelajaran IPS.Problem solving merupakan model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa IPS pada tema keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang melalui model pembelajaran problem solving. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggard. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Ma’arif 02 Malang siswa kelas VII D tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 27 siswa yaitu 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi keterlaksanaan, dan catatan temuan lapangan.Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa siklus I persentase hasil belajar siswa 59% dengan nilai rata-rata 71 dengan kategori kurang baik. Sedangkan pada siklus II persentase hasil belajar siswa 81% dengan nilai rata-rata 77,07 dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatnya hasil belajar siswa diduga karena; 1) diskusi kelompok, 2) tanggung jawab pembelajaran, 3) motivasi belajar, dan 4) tanya jawab.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru IPS SMP Islam Ma’arif 02 Malang agar dapat menerapkan model pembelajaran problem solving dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai; 1) referensi untuk dapat menerapkan model pembelajaran problem solving dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) pembelajaran diharapkan dapat dilakukan dengan baik agar mendapatkan hasil yang optimal.
Pengaruh Pertambangan Marmer Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Muhammad Bima Sakti; Achmad Maulana Malik Jamil; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 4 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.568 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v4i1.3090

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keberadaan industri marmer di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung yang tentunya menimbulkan dampak positif. Dampak positifnya seperti penyerapan tenaga kerja, meningkatnya pendapatan, memberikan kesempatan kerja, tersedianya peluang usaha masyarakat. Dampak positif dari keberadaan industri pertambangan marmer akan menimbulkan peruabahan bagi masyarakat baik kondisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik fisik dan non fisik dan untuk mengetahui pengaruh bertambangan marmer terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Desa Besole yang berjumlah 11.528 jiwa. Dalam penelitian ini, penentuan sampel berdasarkan tingkat kepercayaan 85% dan tingkat kesalahan 15% yang dikembangkan Slovin sehingga berjumlah 45 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Taknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, pedoman wawancara, dokumentasi, lembar observasi dan metode analisis data menggunakan regresi linier sederhada dengan pengujian asumsi dasar. Hasil penelitian ini adalah jenis tanah yang ada di Besole adalah tanah alluvial coklat tua kelabuan. Tipe Iklim di Desa Besole secara umum termasuk tipe AW, curah hujan tahunan rata-rata berkisar >2000 mm. Flora dan fauna ekosistem Desa Besole sama dengan wilayah desa lain. Tingkat pendidikan Masyarakat Di Desa Besole mulai dari tamat SD sampai Perguruan Tinggi ada. Selain itu juga penelitian ini menunjukan bahwa industri pertambangan marmer berpengaruh positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Besole. Pengaruh positifnya adalah industri pertambangan marmer membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat sehingga masyarakat bisa bekerja di pabrik tersebut. Dengan adanya industri pertambangan marmer kondisi sosial ekonomi masyarakat meningkat mulai dari pendapatan. Tingkat pendidikan, membuka kesempatan kerja, menumbuhkan peluang usaha lain.
Nilai Laju Pelarutan Batu Gamping Pada Mataair Sumber Agung Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Nilai Laju Pelarutan Batu Gamping Pada Mataair Sumber Agung Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Nelya Eka Susanti; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 4 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.029 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v4i1.3091

Abstract

Kabupaten Malang. Bagian selatan Kabupaten Malang merupakan perbukitan kapur (Karst Malang Selatan) pada ketinggian 0-650 mdpl. Bagian utara merupakan daerah lereng Arjuno-Tengger yang berada pada ketinggian 600-2700 mdpl, bagian timur merupakan daerah lereng Tengger-Semeru, membujur dari utara ke selatan pada ketinggian 500-3600 mdpl, dan bagian barat merupakan daerah lereng Kawi-Arjuno, terdapat pada ketinggian 500-3.300 mdpl. Tujuan penelitian ini menganalisis variasi temporal laju pelarutan batugamping pada mataair sampel dikawasan Karst Malang Selatan. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh mataair yang berada pada kawasan Karst Malang Selatan, sedangkan sampel penelitian ini adalah mataair yang terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pengambilan data lapangan untuk variabilitas spasial dan temporal pada mataair mengacu pada periode sampling mingguan yang dilakukan dengan interval waktu dua minggu selama 6 bulan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui fluktuasi dan perubahan material yang terlarut. Data hasil pengukuran dilakukan analisis variabilitas HCO3- dan analisis laju pelarutan sehingga dapat diketahui beberapa aspek yang berpengaruh terhadap hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai konsentrasi HCO3- terlarut tahunan tertinggi yang terdapat pada mataair Sumber Agung terjadi pada saat musim kemarau, sebesar 609,71 mg/l. Sedangkan konsentrasi HCO3- terlarut terendah yang terdapat pada mataair Sumber Agung terjadi pada saat musim penghujan, yakni sebesar 531,72 mg/l.
Perkembangan dan Corak Kegiatan Agroindustri Keripik Tempe di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Marsela Rinielda Dua; Ahmad Faruq Hamdani; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4567

Abstract

Berdasarkan data UMKM Kota Malang, tempe menjadi salah satu sentra produk agroindustri yang berkembang di Kota Malang. Permasalahannya adalah Kota Malang tidak memiliki produksi tanaman pangan kedelai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan corak agroindustri, keterkaitan (interaksi) spasial dan kontribusi kegiatan agroindustri. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif persentase dan tabulasi frekuensi. Tema analisis pendekatan keruangan yang digunakan yaitu analisis interaksi keruangan. Hasil dari perkembangan dan corak kegiatan agroindustri adalah potensi bahan baku kegiatan agroindustri menggunakan 28-321 lonjor perbulan, potensi jasa distribusi dan jasa perdagangan menyalurkan hasil produksinya dengan 2 alur, potensi infrastruktur transportasi menggunakan alat transportasi sepeda motor dan potensi instutusi permodalan yang digunakan Rp.17.250.000 – Rp.31.500.000 perbulan. Keterkaitan (interaksi) spasial kegiatan agroindustri adalah lokasi asal bahan baku agroindustri tempe berada di Kelurahan Purwantoro. Tempat produksi berada dilokasi yang sama dengan lokasi asal bahan baku di Kelurahan Purwantoro dan Kota Malang menjadi target utama tempat pemasaran. Kontribusi kegiatan agroindustri menciptakan tenaga kerja yang merekrut sebanyak 370 tenaga kerja dan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga Rp.250.000–Rp.400.000 perminggu serta keuntungan bagi pengusaha agroindustri tempe Rp.1.000.000 – Rp.6.750.000 perbulan.Penelitian diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk perkembangan agroindustri tempe dan dapat dijadikan sebagai informasi dan referensi dalam penyusunan penelitian. Based on data UMKM in Malang , tempe is one of the centers of developing agroindustrial products in Malang. The problem is that Malang does not have soybean food crop production. The research aims to determine the development and patterns of agroindustry, spatial linkages and the contribution of agroindustry activities. The study used descriptive quantitative method using descriptive percentage analysis and frequency tabulation. The theme of spatial approach analysis used is spatial interaction analysis. The results of the development and pattern of agroindustry activities are the potential of raw materials for agroindustrial activities using 28-321 spikes per month, the potential of distribution services and trade services to channel their production products with 2 grooves, the potential of transportation infrastructure using motorcycle transportation equipment and the potential of capital institutions used Rp.17,250 .000 - Rp.31,500,000 per month. The spatial linkages (interaction) of agroindustry activities are the locations of origin of tempe agroindustry in Purwantoro Village. The production site is located in the same location as the origin of raw materials in Purwantoro Village and Malang City is the main target of the marketing place. The contribution of agroindustry activities creates a workforce that recruits as many as 370 workers and contributes to household income Rp.250,000-Rp.400,000 per week and profits for tempe agroindustry entrepreneurs Rp.1,000,000 - Rp.6,750,000 per month. Research is expected to add insight and knowledge for the development of tempe agroindustry and can be used as information and references in the preparation of research.
Persepsi Stakeholder Terhadap Dampak Implementasi MBKM Denna Delawanti Chisyarani; Sri Rahayu; Yulianti Yulianti; Ika Meviana; Ayu Asma; Iskandar Ladamay
Publikasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v12i2.30065

Abstract

Dampak revousi industri 4.0 bagi Perguruan tinggi yaitu menyiapkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat . Konsep tersebut terwadahi dalam bentuk Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Guna mendukung tercapainya Implementasi MBKM dalam  menyiapkan lulusan  diperlukan masukan, arahan dari stakeholder internal ataupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui persepsi kepuasan stakeholder internal dan eksternal  di prodi lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan yang telah mengimplementasikan MBKM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Metode survei digunakan dalam pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah angket. Jumlah seluruh stakeholder yang dilakukan survey sebanyak 57 responden.  Survey dilakukan dengan menyebarkan angket secara online menggunakan google form. rata-rata kepuasan stakeholder internal yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menunjukkan kategori baik. Dimensi Tangibles memiliki rata–rata persentase yang memilih sangat baik/sesuai terkait implementasi MBKM yaitu 36%. Responsiveness dengan rata–rata persentase 73%, Reliability dengan rata–rata persentase 30%, dan Empaty dengan rata-rata presentase yang memilih sangat baik/sesuai ada 45%. rata–rata kepuasan stakeholder eksternal yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menunjukkan kategori sangat baik. Dimensi Tangibles memiliki rata–rata persentase 75% dengan kategori sangat baik. Responsiveness dengan rata–rata persentase 74%, Reliability dengan rata–rata persentase 75%, dan Empaty yakni 68%. Saran dan masukan juga diberikan guna meingktkan kualitas dan pelayanan dalam meningkatkan manajemen mutu implementasi MBKM
The Quality of Education Personnel Services as a Supporting Indicator for the Successful Implementation of Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Sri Rahayu; Ayu Asmah; Denna Delawati Chrisyarani; Ika Meviana; Yulianti; Iskandar Ladamay
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.913 KB) | DOI: 10.21067/jip.v12i2.6496

Abstract

MBKM has the aim of encouraging students to improve 21st century competencies and master various sciences, both hard skills and soft skills as a provision to enter the world of work. The Faculty of Education (FIP) has an active role in preparing graduates who are superior, creative, independent, tolerant, democratic and religious based on science and technology. This study aims to determine the role of tendik in the implementation of MBKM based on the dimensions of service quality. The research method used is an explanatory design with a survey method using a questionnaire as a data collection tool. Service quality coverage on five dimensions: Tangibles; Reliable; Responsiveness; Assurance/Guarantee; and Empathy. This research was conducted at FIP ​​Universitas PGRI Kanjuruhan Malang with a population of 34 lecturers. The results of the questionnaire survey on Tendik's satisfaction with the role of Tendik in the implementation of MBKM showed varied categories. The highest average percentage of each element, namely the responsiveness element in the very good category, is 88%.
Peningkatan Kualitas Kemasan Produk Untuk Meningkatkan Omzet Penjualan Macaroni Goreng Cap Ikan di Masa Pandemi Covid-19 Roni Alim Ba’diya Kusufa; Ika Meviana; Riril Mardiana Firdaus
Jurnal ABM Mengabdi Vol 9 No 2 (2022): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v9i2.1119

Abstract

Macaroni Cap Ikan, is the most widely known macaroni snack in the Malang market. Many UMKM market macaroni in various regions and have opened branches everywhere. It is often found in the market that macaroni packaging is less attractive and is only labeled in the form of photocopied paper, there is no particular brand that characterizes it. Therefore, it is necessary to manufacture macaroni packaging that is labeled attractively and becomes the hallmark of the brand. with the existence of a quality brand of macaroni, it is hoped that the macaroni will be easily recognized by the wider community. The purpose of this service is to improve the quality of product packaging and expand marketing. The methods offered are: 1) Packaging: (a) training and mentoring as well as improving the quality of Fried Macaroni packaging IkanCap Ikan with labels made from Bontaq stickers so that the packaging is more attractive and quality (b) Training and mentoring as well as procurement of electric sealer tools for Fried Macaroni packaging Ikan Cap Ikan Cap so that the packaging doesn't leak easily. 2) marketing: training and marketing assistance through online media by creating websites, Instagram, Facebook and WhatsApp groups to increase sales turnover of fried macaroni Cap Ikan.