Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Karakteristik Tipe Erosi Lahan di Desa Wadung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Ika Meviana; Dwi Kurniawati; Alfitka Septa Ferdiannanda
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i1.14188

Abstract

Desa Wadung kecamatan Pakisaji adalah salah satu wilayah di kabupaten Malang yang berpotensi mengalami erosi lahan. Hasil observasi awal menunjukkan desa Wadung memiliki topografi perbukitan karena terletak di kaki lereng Gunung Katu. Kondisi tanah yang bertekstur liat juga memicu terjadinya erosi lahan. Ketika intensitas curah hujan tinggi dan terjadi aliran permukaan maka akan mempercepat terjadinya erosi lahan. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui karakteristik tipe erosi lahan di Desa Wadung Kecamatan Pakisaji. Jenis penelitian yakni survey dengan pengamatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling, dilakukan pada satuan medan dengan memperhatikan kemungkinan terjadinya erosi pada satuan medan tersebut. Instrumen penelitian yang digunakan yakni pedoman observasi dan analisis data yakni deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik tipe erosi di Desa Wadung yaitu erosi lahan parit, alur, dan lembar. Erosi lahan tersebut dipicu oleh adanya curah hujan yang tinggi di desa Wadung
Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Kualitas Lingkungan Permukiman di Kelurahan Bandungrejosasi Kecamatan Sukun Kota Malang Norberta Bwarlele; Dwi Kurniawati; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v8i1.7893

Abstract

Masyarakat merupakan salah satu aktor pembangunan, yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas lingkungan, baik sikap maupun perilaku masyarakat yang membawa dampak terhadap kualitas lingkungan permukiman. Tujuan dalam penelitian ini, untuk: (1) mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dikelurahan Bandungrejosari, (2) mengidentifikasi kualitas lingkungan permukiman yang ada dikelurahan Bandungrejosari, (3) mengidentifikasii faktor yangg memperngaruhi partisipasii masyarakatt dalam meningkatkan kualitass lingkungann permukimann dikelurahan Bandungrejosari. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari hasil wawancara, dan data skunder diperoleh dari dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulan bahwa bentuk partisipasi masyarakat yaitu partisipasi dalam bentuk tenaga, harta/benda, keahlian/ketrampilan dan bentuk uang, indikator kualitas lingkungan permukiman dari indikator banjir dikategorikan jelek, sedangkan indikator lainnya seperti air bersih/air minum, sampah, dikategorikan baik. Dan faktorr yangg mempengaruhii partispasi masyarakatt yaitu pendapatan, ketersediaann saranaa prasarana peran tokoh masyarakat, sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas lingkunagan permukiman. Pada pihak kelurahan penulis menyarankan agar memberikan sosialisasi dan penyuluhan bagi masyarakat untuk memecahkan masalah sosial atau gejala-gejala sosial yang terdapat disekitar lingkungan masyarakat agar tingkat partisipasi meningkat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman. Pada masyarakat penulis menyarankan untuk selalu memperhatihan kebersihan sekitar aliran sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi dilokasi penelitian.
Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Kualitas Lingkungan Permukiman di Kelurahan Bandungrejosasi Kecamatan Sukun Kota Malang Norberta Bwarlele; Dwi Kurniawati; Ika Meviana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v8i1.7893

Abstract

Masyarakat merupakan salah satu aktor pembangunan, yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas lingkungan, baik sikap maupun perilaku masyarakat yang membawa dampak terhadap kualitas lingkungan permukiman. Tujuan dalam penelitian ini, untuk: (1) mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dikelurahan Bandungrejosari, (2) mengidentifikasi kualitas lingkungan permukiman yang ada dikelurahan Bandungrejosari, (3) mengidentifikasii faktor yangg memperngaruhi partisipasii masyarakatt dalam meningkatkan kualitass lingkungann permukimann dikelurahan Bandungrejosari. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari hasil wawancara, dan data skunder diperoleh dari dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulan bahwa bentuk partisipasi masyarakat yaitu partisipasi dalam bentuk tenaga, harta/benda, keahlian/ketrampilan dan bentuk uang, indikator kualitas lingkungan permukiman dari indikator banjir dikategorikan jelek, sedangkan indikator lainnya seperti air bersih/air minum, sampah, dikategorikan baik. Dan faktorr yangg mempengaruhii partispasi masyarakatt yaitu pendapatan, ketersediaann saranaa prasarana peran tokoh masyarakat, sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas lingkunagan permukiman. Pada pihak kelurahan penulis menyarankan agar memberikan sosialisasi dan penyuluhan bagi masyarakat untuk memecahkan masalah sosial atau gejala-gejala sosial yang terdapat disekitar lingkungan masyarakat agar tingkat partisipasi meningkat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman. Pada masyarakat penulis menyarankan untuk selalu memperhatihan kebersihan sekitar aliran sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi dilokasi penelitian.
SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR LAHAN PADA SISWA SD DI KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Ika Meviana; Ulfi Andrian Sari; M. Oriza Fadlilah Putra
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanggulangan bencana yang baik harus terintegrasi ke dalam sektor pendidikan, karena pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengintegrasian ini bisa dimulai sejak dini dimulai yaitu anak-anak di jenjang TK–SD sampai jenjang SMP–SMA. Anak–anak yang terbiasa bersinggungan dengan bencana dianggap mampu membuat keputusan dan berperan aktif ketika bencana terjadi, sehingga mereka mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri. Anak–anak adalah pemain utama dalam kegiatan pembelajaran sejak dini ini. Kegiatan pembelajaran bencana ini bisa meliputi bagaimana menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi serta mempengaruhi teori dan praktik (Benson and Bugge, 2006). Program Abdimas ini menekankan pada sosialisasi tentang mitigasi bencana, khususnya tanah longsor bagi siswa SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bencana tanah longsor telah menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Materi pelatihan disusun didasarkan atas analisis kebutuhan peserta yang dilaksanakan melalui pelatihan dengan melibatkan siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian materi sosialisasi betul-betul sesuai kebutuhan dan agar bisa berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian simulasi mitigasi bencana longsor lahan di SD Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diperoleh bahwa pelaksanaan pengabdian mitigasi bencana longsor lahan di SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berlangsung dengan baik, lancar dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Hasil evalusi siswa tentang pemahaman bancana longsor lahan di SDN Kalisong 2 dengan nilai rata–rata 64, sedangkan di SDN Kucur 3 memperoleh nilai rata–rata 77. Berdasarkan hasil pengabdian disarankan bahwa perlu adanya penambahan waktu untuk melakukan simulasi mitigasi bencana longsor lahan untuk menghasilkan hasil yang maksimal.
Pelatihan Manajemen Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api Kelud Di SDN Penataran 1 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Ika Meviana; Nelya Eka Susanti
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v3i2.233

Abstract

Erupsi Gunung Api Kelud terakhir terjadi pada tanggal 13-14 Februari 2014. Erupsi yang bersifat eksplosif menyebabkan lontaran material vulkanik setinggi 17 kilometer dan memuntahan lava pijar yang disertai semburan abu vulkanik serta kerikil yang menyebabkan hujan abu vulkanik. Desa Penataran, Kecamatan Nglegok merupakan salah satu daerah di Kabupaten Blitar yang rawan terkena dampak erupsi Gunung api Kelud. Menurut laporan Disaster Manageman Center Dompet Dhuafa tanggal 14 Februari 2014 di Kecamatan Nglegok tercatat ada 50 anak yang mengalami gangguan psikologi karena dampak erupsi Gunung Api Kelud. Bencana erupsi gunung api tidak bisa dicegah, karena itu perlu dilakukan persiapan untuk menghadapi konsekuensi tersebut dengan melakukan manajemen mitigasi bencana melalui pendidikan untuk anak usia dini.Program Abdimas ini menekankan pada pelatihan manajemen mitigasi bencana, khususnya bencana erupsi gunung api kelud. Materi pelatihan disusun atas dasar analisis kebutuhan peserta yang dilaksanakan melalui pelatihan. Dengan demikian materi pelatihan betul-betul sesuai kebutuhan dan agar bisa berjalan efektif dan efisien.Hasil evalusi siswa tentang pemahaman manajemen mitigasi bencana erupsi Gunung Api Kelud di SDN Penataran 01 bagus, dibuktikan dengan nilai rata–rata siswa yang mengikuti pelatihan 82,25. Berdasarkan hasil pengabdian disarankan perlu adanya penambahan waktu untuk melakukan pelatihan mitigasi bencana erupsi gunung api agar memperoleh hasil yang maksimal.
Penaksiran Indeks Erosivitas Hujan Dengan Metode Lenvain di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Dwi Kurniawati; Ika Meviana; Alfitka Septa Ferdiannanda
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6563

Abstract

Kemampuan hujan dalam menimbulkan erosi pada tanah disebut sebagai erosivitas hujan. Penaksiran indeks erosivitas dalam penelitian ini dilakukan di kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan menggunakan perhitungan metode Lanvein. Kecamatan Dau berada pada wilayah yang berbukit, curah hujan yang cukup tinggi serta penggunaan lahan berupa perkebunan dan pertanian. Beberapa faktor tersebut menjadikan kecamatan Dau sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terhadap terjadinya erosi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penaksiran indeks erosivitas hujan dengan metode Lenvain di kecamatan Dau kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sumber data berupa curah hujan bulanan selama 10 tahun (2012-2021) di Kecamatan Dau yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Malang. Analisis data menggunakan perhitungan erosivitas hujan model Lenvain. Diketahui curah hujan di kecamatan Dau tahun 2012-2021 tergolong tinggi dengan rata-rata curah hujan per tahun antara 1.500-3.500 mm dan menghasilkan nilai erosivitas hujan sebesar 1.588,79. Nilai erosivitas hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 351,16 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 415,4 cm dan terendah pada bulan Agustus sebesar 2,99 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 12,5 cm.
Pengembangan Metode Contrast Stretching Pada Media Pembelajaran Geografi Berbasis Pengolahan Citra Digital Alexius Endy Budianto; Yuli Ifana Sari; Ika Meviana
SMATIKA JURNAL : STIKI Informatika Jurnal Vol 13 No 01 (2023): SMATIKA Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/smatika.v13i01.737

Abstract

The development of digital image-based learning media for rock/soil geography learning is a tool for learning activities so that students can understand more easily, not watch, so that they are expected to be more innovative in packaging interesting subject matter with digital technology. The aims of this researcher are: (1) to create innovative learning media with digital imagery technology (2) to know the classification of various types of rock/soil with a system for detecting rock types using digital imagery, (3) to find out the level of feasibility of developing geography-based learning media Digital Image, (4) Knowing the effectiveness of using Digital Image geography learning media. The development model used in this research is Research and Development. To produce this learning media, the researcher developed it using the dhelpi programming language and in the contrast stretching process which can process data: save, update material, delete and load images in the form of images in BITMAP form so that they are stored in the testing data base. While the research subjects were lecturers and students of geography education at the University of PGRI Kanjuruhan Malang. The target of this research is to produce: 1) a learning model along with its curriculum that is able to adapt digital image processing; 2) increasing lecturer innovation in modifying learning media; 3) scientific articles. Lecturer competence will increase by creating media applications based on digital image processing, and at the same time changing the mindset of lecturers and students.
Tradisi ”Selamatan Petik Pari” Sebagai Wujud Nilai Religius Masyarakat Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Maria Dolorosa Jawa Maran; Roni Alim Ba’diya Kusufa; Ika Meviana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i2.292

Abstract

Tradisi ”Selamatan Petik Pari” adalah bentuk salah satu bentuk pelaksanaan agar bisa memperoleh keselamatan dalam penggarapan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi ”Selamatan Petik Pari”, keterkaitan antara religi dengan tradisi, perubahan yang terjadi pada tradisi ”Selamatan Petik Pari”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verification. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa tahapan persiapan dalam proses pelaksanaan tradisi ”Selamatan petik pari” yaitu menyiapkan sesajen, bersama tokoh adat dan sesepuh desa berangkat ke sawah yang mulai yang siap dipanen, meletakan sesajen di sawah. Keterkaitan antara nilai-nilai religius masyarakat Desa Petungsewu terhadap tradisi ”Selamatan Petik Pari” adalah saling keterkaitan dibuktikan dengan adanya bentuk komunikasi manusia dengan Dewi penjaga lahan pertanian melalui jajanan, kemenyan, dan sarana lainnya, oleh karena itu tradisi yang telah ada turun temurun ini selalu dilaksanakan masyarakat Desa Petungsewu, tanpa mengesampingkan ajaran agama atau keyakinannya masing-masing. Perubahan yang terjadi dalam tradisi ”Selamatan Petik Pari” yaitu alat-alat sesajen yang diganti, misalnya saja alat yang biasanya digunakan untuk memotong padi dahulu memakai ani-ani sekarang diganti memakai arit, penyediaan makanan yang semakin berkurang sesuai dengan keadaan yang berhajat tidak dipaksakan.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN FAKTOR PENGARUH PADA BENCANA LONGSOR LAHAN DI KECAMATAN DAU Kurniawati, Dwi; Meviana, Ika; Setyowati, Nanda luky
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i2.7686

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui identifikasi karakteristik bencana longsor lahan dan identifikasi faktor pengaruh bencana longsor lahan di kecamatan Dau. Metode penelitian yang dilakukan yakni survei pada lokasi terpilih yaitu desa Kucur dan Petungsewu. Survei dilakukan dengan mengamati berbagai kondisi yang disesuaikan dengan tabel parameter faktor pengaruh terjadinya longsor lahan, selanjutnya diskoring untuk mengetahui faktor penentu pada masing-masing titik sampel pengamatan secara kuantitatif. Akumulasi dari tiap skor menghasilkan klasifikasi tingkat rawan bencana longsor lahan yang terbagi dalam berbagai kelas yaitu Kelas I dengan kriteria tingkat rawan dan paling tinggi Kelas V dengan kriteria sangat rawan. Hasil penelitian menunjukkan desa Kucur dan Petungsewu tergolong wilayah yang memiliki kerawanan longsor kelas IV dengan skor 32-36 yang terbagi di empat titik lokasi. Hasil identifikasi menunjukkan tipe longsor longsor rotasi dan translasi. Adapun faktor utama yang mempengaruhi terjadinya longsor antara lain curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng.
KARAKTERISTIK TIPE EROSI LAHAN DI DESA WADUNG KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Meviana, Ika; Kurniawati, Dwi; Ferdiannanda, Alfitka Septa
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v9i1.10644

Abstract

Desa Wadung kecamatan Pakisaji adalah salah satu wilayah di kabupaten Malang yang berpotensi mengalami erosi lahan. Hasil observasi awal menunjukkan desa Wadung memiliki topografi perbukitan karena terletak di kaki lereng Gunung Katu. Kondisi tanah yang bertekstur liat juga memicu terjadinya erosi lahan. Ketika intensitas curah hujan tinggi dan terjadi aliran permukaan maka akan mempercepat terjadinya erosi lahan. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui karakteristik tipe erosi lahan di Desa Wadung Kecamatan Pakisaji. Jenis penelitian yakni survey dengan pengamatan. Penelitian dilakukan di Desa Wadung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Survey dilakukan dengan mengamati lokasi terjadinya erosi lahan di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik tipe erosi di Desa Wadung yaitu erosi lahan parit, alur, dan lembar. Erosi lahan tersebut dipicu oleh adanya curah hujan yang tinggi dan jenis tanah di desa Wadung didominasi oleh liat