Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Internalization and Actualization of Larap Slambu Cultural Character Values in Elementary School Students Umi Sholichah; Mintasih Indriayu; Idam Ragil Widianto Atmojo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84324

Abstract

The moral crisis that often occurs in elementary schools can be overcome by strengthening character education. Strengthening character education can be taken from the culture surrounding society, one of which is the larap slambu culture. The aim of this research is to determine the process of internalization and actualization of character values based on the larap slambu culture based on the strategies implemented by classroom teachers of elementary school students. This research uses qualitative ethnographic study methods. The data analysis technique used is analysis, description, and summary of phenomena based on data obtained through interviews and observation. The results of the research show that the cultural character values of Larap Slambu are religious values, democratic values, environmental care values, social care values, and responsibility values. The results of this research provide recommendations that educators and stakeholders need to realize the importance of internalizing and actualizing local cultural character values. This aims to improve student character and encourage the use of local culture as a model for strengthening student character in various regions. 
Teacher Perceptions of the Application of Project-Based Learning Models to Improve Critical Thinking Nita Dewi Nurdianawati; STY. Slamet; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84310

Abstract

This article discusses teachers' perspectives on project-based learning to improve students' critical thinking skills. This project-based learning model can improve students' problem-solving thinking through project-based experience and students' direct understanding. In fact, this study contributes to the existing literature, refines the study model, and overcomes key challenges in its implementation. Indeed, this study aims to provide valuable insights into how project-based learning can be used to improve critical thinking skills in primary schools. From a professional perspective, it is hoped that this study can inspire and motivate teachers to implement project-based learning programs to improve students' critical thinking ability. A total of 53 participants agreed that the project-based learning model can improve students' critical thinking skills.
Pengaruh Pendidikan Keuangan di Keluarga terhadap Perilaku Hidup Hemat (Frugal Living) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret dengan Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Dea Camelia; Mintasih Indriayu; Sudarno Sudarno
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7250

Abstract

This study aims to determine the effect of financial education in the family on frugal living behavior as mediated by financial literacy. The research method used is descriptive quantitative. The research method uses descriptive quantitative. The sampling technique uses purposive sampling with a sample of 293 UNS students consisting of the Faculty of Economics and Business (Development Economics, Accounting, Management) and the Faculty of Teacher Training and Education (Economic Education and Accounting Education). The data collection technique uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability. This study uses data analysis techniques using path analysis (path analysis). The results of this study show that financial education in the family has a positive and significant influence on students' frugal living behavior, financial education in the family has a positive and significant influence on students' financial literacy, financial literacy has a positive and significant influence on students' frugal living behavior, and there is an influence Indirect financial education in the family towards frugal living behavior through financial literacy.
Teachers' Perceptions of The Application of Anti-Bullying Education to Improve Character Education in Primary Schools Nita Dewi Nurdianawati; St. Y. Slamet; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.99010

Abstract

Artikel "Persepsi Guru tentang Penerapan Pendidikan Anti-Bullying untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar" mengeksplorasi pandangan pendidik tentang pengintegrasian inisiatif anti-bullying untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar Indonesia, di mana bullying merupakan isu yang signifikan. Agresi ini terjadi di berbagai latar, berkontribusi pada peningkatan insiden kekerasan di kalangan mahasiswa. Pendidikan karakter merupakan strategi kunci untuk perkembangan moral pada tingkat ini. Dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, penelitian ini mewawancarai 30 guru dari forum Komunitas Belajar di Kabupaten Pracimantoro, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,7% pendidik memahami pendidikan anti bullying, dan semuanya menyepakati efektivitas program anti bullying di sekolahnya dalam meningkatkan karakter siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan program-program ini secara efektif mengurangi kekerasan dan mendorong pengembangan karakter, terutama ketika para pendidik menyadari pentingnya mereka dan menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan siswa mereka.
Analisis Penerapan Pendekatan Konsep pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Fatia Nur Azizah; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91632

Abstract

Penerapan pendekatan konsep dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar penting diterapkan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dalam membangun pemahamannya pada materi IPS yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan konsep pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik analisis data menggunakan triangulasi teknik yang mengkonfirmasi data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan pendekatan konsep berhasil diterapkan oleh guru dengan berbantuan media paperless crossword. Melalui pembelajaran dengan pendekatan konsep guru dapat menyajikan informasi yang lebih terstruktur dan bermakna. Sementara itu pendekatan ini mendorong siswa berpikir kritis dan analitis untuk menghubungkan berbagai konsep IPS yang dipelajari. Dengan demikian pendekatan konsep mendorong pembentukan pemahaman konsep IPS dengan lebih mudah.
The effectiveness of POE (Predict-Observe-Explain) Differentiated Learning in Science Learning Yatmanto Yatmanto; Peduk Rintayati; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98837

Abstract

Model POE (Predict-Observe-Explain) telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran terdiferensiasi menggunakan model POE dalam konteks pembelajaran sains. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, dengan menganalisis 10 artikel dari indeks Scopus Q1-Q4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terdiferensiasi dengan model POE terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sains dan keterampilan berpikir ilmiah siswa. Model ini telah berhasil diimplementasikan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Model POE secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual siswa dalam pembelajaran sains. Pendekatan ini efektif dalam mengatasi miskonsepsi dan mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui eksplorasi mandiri. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, manfaat yang diperoleh dalam hal peningkatan pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan berpikir ilmiah menjadikannya pendekatan yang berharga untuk dipertimbangkan dalam reformasi pendidikan sains. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model POE dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembelajaran sains terdiferensiasi. Model ini melibatkan proses kognitif dan metakognitif siswa, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman konseptual mereka.
Tren Penelitian Penerapan Case study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran IPS: Analisis Bibliometrik Risma Rahmawati; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92124

Abstract

Berpikir kritis merupakan kecakapan abad 21 yang penting untuk dimiliki peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan untuk mengakomodir kemampuan berpikir kritis yaitu case study. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian tentang penerapan case study dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik SD. Metode yang digunakan yaitu analisis bibliometrik,.Populasi dari penelitian ini yaitu 180 artikel dari hasil penelusuran menggunakan software Publish or Perish database Google Scholar dari tahun 2019-2024. Data yang diperoleh disimpan dalam bentuk .RIS kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer. Hasil dari analisis bibliometrik menunjukkan bahwa: (1) terdapat tiga klaster pembahasan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam penerapan case study pada pembelajaran IPS, (2) penelitian terkait case study dan kemampuan berpikir kritis menjadi tren yang menarik untuk dilakukan (3) terdapat gap antara case study dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Maka, penelitian tentang penerapan case study dalam pembelajaran IPS dapat dikaji lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pada penelitian selanjutnya mengkaji lebih dalam pengaruh penerapan case study terhadap berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS dan kendalanya.
The Influence of Differentiated Project-Based Learning Models on IPAS Learning towards School Well-Being in the Era of Independent Learning Priandita Mindiari; Roemintoyo Roemintoyo; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109846

Abstract

Low School Well-being (SWB) indicates that many elementary school students do not feel a safe and comfortable learning environment that supports their optimal emotional, social, and academic development. This study aims to: (1) identify SWB in elementary schools, (2) measure the impact of the differentiated PjBL model on the SWB of elementary school students, and (3) analyze the relationship between the differentiated PjBL model and SWB. The research method used in this study is a mixed-methods explanatory sequential design.The total sample for this study consisted of 61 grade V elementary school students. Qualitative data were collected through observation, interviews, and document review. Meanwhile, quantitative data were obtained from the questionnaire results. The instruments used to collect data included observation sheets to measure the differentiated PjBL model and the SWB questionnaire. The results of the study showed that: (1) the level of school well-being was in the high category, (2) the differentiated PjBL model in science learning had a significant positive impact on increasing the SWB of elementary school students. The application of the differentiated PjBL model can improve SWB in the era of merdeka curriculum in elementary schools. This study concludes that the application of the differentiated PjBL model contributes positively to SWB in elementary schools.
Enhancing Students' Learning Motivation with Interactive Educational Game Media Based on Articulate Storyline 3 in IPAS Learning for Grade V Elementary School Aris Purwanto; Tri Murwaningsih; Mintasih Indriayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109335

Abstract

Low learning motivation among elementary school students in rural areas is an urgent issue that requires innovative solutions. This study aimed to increase students’ learning motivation through interactive educational games developed with Articulate Storyline 3 in science and social learning (IPAS). The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis & McTaggart model, conducted in two cycles involving 17 fifth-grade students at Banyurip State Elementary School, Boyolali Regency. Data were collected using an ARCS-based motivation questionnaire (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), observation sheets, interviews, and documentation. The results showed a significant improvement in all ARCS aspects, with active student participation increasing from 50% to over 80%. These findings confirm the effectiveness of Storyline 3-based interactive games in fostering motivation. The novelty of this study lies in applying the ARCS model through Articulate Storyline 3 in rural elementary schools, which has rarely been examined in previous research.
ANALISIS FAKTOR PERMASALAHAN DAN SOLUSI MISKONSEPSI PEMBELAJARAN PADA KELAS TINGGI DI SEKOLAH DASAR Kitaman Hutapea; Retno Winarni; Mintasih Indriayu; Sandra Bayu Kurniawan; Idam Ragil Widiyanto Admojo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8800

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk menjabarkan persoalan miskonsepsi dalam pembelajaran pada kelas tinggi di sekolah dasar seperti Bahasa Indonesia, IPS, IPA, PKN dan Matematika yang terjadi sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka. Permasalahan miskonsepsi terkait pemahaman yang keliru yang dilakukan oleh guru terhadap penerapan strategi pembelajaran, rancangan pembelajaran, gaya belajar siswa, materi pembelajaran, media dan metode serta penilaian/evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah systematic study of literature dengan mengumpulkan data berupa telaah terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa miskonsepsi terhadap pembelajaran pada kelas tinggi adalah faktor internal dari siswa itu sendiri dalam memahami materi pembelajaran, fisik dan psikis siswa yang mempengaruhi kognitif dan mental siswa. Sedangkan faktor eksternal dapat terjadi dari lingkungan sekolah terkait guru, fasilitas sekolah, buku dan bahan ajar, kurikulum dan rancangan pembelajaran serta peran keluarga dan lingkungan masyarakat . Solusi yang dapat diterapkan adalah menerapkan metode, model serta media pembelajaran yang bervariatif serta interaktif, penyesuaian materi dengan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari siswa, menjelaskan secara detail terkait materi pembelajaran dengan mempersiapkan materi dan mempelajari dari berbagai sumber, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan eksperimen ataupun observasi dengan kolaborasi, menggunakan media konkret untuk mengurangi keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta penyediaan bahan ajar yang mendukung dan perlunya revisi atau mengkaji ulang terkait kesalahan miskonsepsi materi buku ajar dan penyesuaian kurikulum antara tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Guru mempersiapkan instrumen evaluasi dengan media digital teruntuk penilaian diagnostik awal siswa untuk mengetahui potensi dari kemampuan awal siswa yang perlu dikembangkan dan diperbaiki.