Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DI DESA SUKAMANAH: PREVENTION OF STUNTING THROUGH SOCIALIZATION AND EDUCATION ABOUT NUTRITION BALANCED IN SUKAMANAH VILLAGE Hana Rizmadewi Agustina; Ema Arum Rukmasari; Sri Hendrawati; Gusgus Graha Ramdhanie
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.176

Abstract

Abstrak  Stunting merupakan kondisi dimana tinggi atau panjang badan anak lebih rendah dibandingkan usia berdasarkan kurva pertumbuhan World Health Organization, yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Dampak stunting bagi anak dapat bertahan sampai dengan anak berusia dewasa dan dikaitkan dengan kemunduran di berbagai aspek kehidupan. Stunting perlu diatasi melalui pendekatan multidisipliner, termasuk salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai pemberian gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini, yaitu penyuluhan kesehatan dengan media powerpoint. Populasi pada kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita dari 17 rukun warga Desa Sukamanah, dengan sampel sebesar 57 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Perubahan tingkat pengetahuan dinilai dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Data yang didapatkan kemudian diuji secara statistik dengan aplikasi pengolah data SPSS  Berdasarkan hasil analisis diketahui hasil pre-test (mean 65.6, median 80) dibandingkan post-test (mean 71.2, median 80) menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan kesehatan yang ditunjukkan dengan p-value 0.012 (<0.05). Penyuluhan kesehatan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai gizi seimbang yang mendukung upaya pencegahan stunting. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi ibu untuk memberikan asupan gizi yang tepat pada balita. Kata kunci : Balita, Gizi, Penyuluhan Kesehatan, Stunting   Abstract   Stunting is a condition where a child's height or body length is lower than age based on the World Health Organization growth curve, causing chronic malnutrition and recurrent infections. The impact of stunting on children can last into adulthood. This is related to backwardness in various aspects of life. Stunting must be managed through a multidisciplinary approach that includes community service programs. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers with toddlers regarding providing nutrition and balanced nutrition as an effort to prevent stunting in toddlers. The method used in this activity is health education using PowerPoint media. The target of this activity is mothers who have children aged 0-5 years (toddlers) and come from 17 community units in Sukamanah Village. Changes in knowledge level were assessed through questionnaires administered before and after health education. The data obtained was then tested statistically using the SPSS data processing application. Based on the results of the pre-test and post-test analysis, a p-value of 0.012 (<0.05) was obtained, indicating that there was an influence on the level of knowledge of activity participants before and after health education was carried out. This activity program has proven to be useful in increasing the knowledge of mothers with toddlers regarding nutrition and balanced nutrition which supports efforts to prevent stunting. It is hoped that these results can become a basis for mothers in providing proper nutrition and nutritional intake to toddlers. Keywords : Health Education, Nutrition, Stunting, Toddlers
Stress-related psychosocial intervention among pregnant woman with history of miscarriage: A scoping review Karisa, Putri; Rukmasari, Ema Arum; Al Fajar, Muhamad Gustaf
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 10 No. 2 (2024): VOLUME 10 NO 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v10i2.47564

Abstract

Introduction: Miscarriage is a traumatic experience for the mother and can lead to stress due to lack of family and social support. This event can be harmful to the woman as it can lead to pregnancy trauma and more severe psychological disorders such as depression and suicide. Providing psychosocial support to women experiencing miscarriage can be a positive supportive care option.  This article aimed to identify psychosocial interventions to reduce stress levels in pregnant women with a history of miscarriage. Method: A scoping review was conducted using PubMed, Google Scholar, Science Direct, and SAGE Journal databases. Keywords used include psychosocial intervention, stress level, and pregnancy. Articles were selected based on the criteria of publication year 2017-2022, English language, randomized controlled trial research design and research results according to the topic. Results: The results obtained 6 articles that met the criteria. Psychosocial interventions to reduce stress levels in pregnant women with a history of miscarriage can be done through mindfulness therapy, supportive care, family support, brief supportive psychotherapy, cognitive narrative intervention, and happiness counseling programs. Conclusions: Psychosocial-based interventions can be used as supportive therapy to improve the psychological well-being of women with a history of miscarriage. Keywords: miscarriage; pregnancy; psychosocial intervention; stress level
PENGABDIAN MASYARAKAT: BERDASI (BERMAIN, CERDAS, IMAJINASI) TERAPI BERMAIN BERSAMA ANAK-ANAK PENDERITA KANKER Rukmasari, Ema Arum; Ramdhanie, Gusgus Ghraha
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.199

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit berat yang menyerang semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak, yang dapat mengancam jiwa penderitanya. Anak-anak dengan kanker seringkali mengalami kecemasan yang tinggi akibat pengalaman medis yang kompleks dan berkepanjangan. Perlu adanya intervensi yang bersifat holistik dan menyenangkan, seperti terapi bermain, untuk menurunkan tingkat kecemasan. BERDASI “Bermain, Cerdas, Imajinasi” sebagai program pengabdian Masyarakat dengan sasaran kegiatan adalah anak-anak penderita kanker. Terapi bermain yang dilakukan adalah menggambar, membentuk origami serta bernyanyi. Proses bermain dapat membantu mereka melihat dunia dari perspektif yang berbeda, mengembangkan imajinasi, dan mengeksplorasi solusi alternatif untuk masalah. permainan imajinasi, anak-anak sering memodelkan situasi dari dunia nyata. Ini dapat membantu mereka memahami dan memproses pengalaman hidup mereka, memberikan cara untuk memecahkan masalah atau merespons perubahan dalam kehidupan mereka.
PERMAINAN TRADISIONAL: ALTERNATIF SEHAT UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN GAWAI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rukmasari, Ema Arum; Kosim; Ramdhanie, Gusgus Ghraha; Putri, Amanda Salma; Fadlurrohman, Ibrahim Zauqi; Hafizhah, Dini Salma
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.241

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan gawai telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Penggunaan gawai yang berlebihan pada anak-anak dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak sekolah dasar, terutama perkembangan fisik, psikologi, dan sosial anak. Memperkenalkan kembali permainan tradisional merupakan alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengurangi ketergantungan gawai pada anak. Permainan tradisional tidak hanya menawarkan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan anak, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai sosial seperti mengembangkan rasa kerjasama dan kekompakan secara berkelompok, menumbuhkan perkembangan sosial emosional, mengembangkan keterampilan psikomotor serta memupuk sportivitas. Sekolah dapat mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler pendidikan jasmani, yang juga membantu melestarikan budaya lokal.
Pendampingan Pemenuhan ASI Eksklusif pada Bayi dan Modifikasi Pengolahan Bahan Makanan oleh Ibu Untuk Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Rukmasari, Ema Arum; Fitria, Nita; Hendrawati, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15588

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, tetapi juga memerlukan pendekatan multisektoral, termasuk perbaikan gizi, sanitasi, kebersihan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. ASI eksklusif memiliki manfaat kesehatan jangka panjang untuk ibu dan anak, termasuk mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi penting ketika ASI tidak lagi cukup. Prinsip-prinsip seperti ketepatan waktu, keadekuatan, keamanan, dan pemberian makanan yang benar harus diikuti. Kampanye kesehatan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik-praktik ini untuk mencegah stunting. Tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita mengenai pemenuhan ASI eksklusif dan pengolahan bahan makanan pendamping ASI. Penelitian ini menggunakann metode sosialisasi serta pemberian booklet kepada audiens berisikan materi tentang pengetahuan pemenuhan gizi ASI eksklusif pada ibu. Sebagian besar peserta telah memahami materi yang diberikan oleh kelompok. Perlu adanya kegiatan yang berfokus pada terhadap pengolahan bahan makanan dan memanfaatkan bahan yang ada menjadi makanan dengan nilai gizi yang tinggi. Kata Kunci: Stunting, MP-ASI, ASI Eksklusif  ABSTRACT Stunting prevention can be done with exclusive breastfeeding during the first six months of life, but also requires a multisectoral approach, including nutrition improvement, sanitation, hygiene, health, and poverty alleviation. Exclusive breastfeeding has long-term health benefits for mothers and children, including reducing the risk of overweight and obesity in the child. Breastfeeding (MPASI) becomes essential when milk is no longer enough. Principles such as timeliness, adequacy, security, and proper feeding must be followed. Health campaigns can play a role in raising awareness of the importance of these practices in preventing stunting. Increase public awareness especially of mothers who have news about exclusive breastfeeding and processing of breast-feeding ingredients. The study uses methods of socialization as well as giving a booklet to the audience containing material on the knowledge of maternal exclusive breastfeeding. Most of the participants have understood the material given by the group. There needs to be activities that focus on the processing of food materials and the utilization of existing materials into foods with high nutritional value. Keywords : Stunting, MP-ASI, Exclusive Breastfeeding
Intervensi Non Farmakologis untuk Menurunkan Mual dan Muntah pada Anak Kanker pasca Kemoterapi: Sebuah Narrative Review Hendrawati, Sri; Rukmasari, Ema Arum; Mediani, Henny Suzana; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Febriansyah, Rifki
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVII)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal sel dalam tubuh. Kemoterapi merupakan salah satu terapi modalitas dalam pengobatan kanker. Mual dan muntah merupakan efek samping kemoterapi yang diakibatkan oleh penggunaan obat yang sangat emetik dari kemoterapi sehingga diperlukan intervensi untuk mengatasinya, diantaranya intervensi non farmakologis yang mudah untuk dilakukan, murah, dan minim efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi non farmakologis dalam menurunkan mual dan muntah pada anak dengan kanker pasca kemoterapi. Metode: Desain yang digunakan adalah narative review dengan database terdiri dari PubMed, Science Direct, EBSCOhost, dan search engine Google Scholar. Kata kunci dalam penelitian ini menggunakan boolean frase dan kata kunci bilingual. Kriteria inklusi pada narrative review ini yaitu anak dengan kanker, intervensi non farmakologis untuk mual dan muntah, dan artikel free full text yang berbahasa Inggris dan Indonesia dengan tahun publikasi 2012-2022. Hasil pencarian artikel dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dan Diskusi: Hasil pencarian mendapatkan sebanyak 1.140 artikel, dan hanya sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil telaah sembilan artikel tersebut ditemukan lima jenis intervensi non farmakologis mual dan muntah pada anak kanker pasca kemoterapi. Intervensi non farmakologis tersebut diantaranya terapi akupuntur, akupresur, terapi pijat, hipnoparenting, dan teknik relaksasi otot progresif. Kesimpulan dan Saran: Intervensi non farmakologis yang terdiri dari akupuntur, akupresur, terapi pijat, hipnoparenting, dan teknik relaksasi otot progresif mampu menurunkan tingkat mual dan muntah akibat kemoterapi, mempercepat waktu pemulihan, mengurangi biaya pengobatan, serta meredakan nyeri dan distres akibat mual dan muntah. Perawat diharapkan dapat memastikan akan penguatan peran dan tanggung jawab dalam kemampuannya menerapkan intervensi non farmakologis untuk menangani mual dan muntah sebagai opsi pada pasien kanker baik di lingkungan rumah sakit, pelayanan primer, maupun di rumah.
Edukasi Perawatan Gigi dan PHBS pada Anak-Anak Usia Dini (Paud) di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Yudianto, Kurniawan; Rukmasari, Ema Arum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17870

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan keadaan umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin. Selain itu, stunting yang dialami balita juga merupakan salah satu tanda gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan dampak yang sulit diperbaiki pada 2 tahun awal kehidupan. Meningkatkan pemahaman dalam upaya pembiasaan PHBS dan kebersihan gigi yang benar sebagai pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan dan sosialisasi dengan tahapan demonstrasi, lagu dan permainan, media edukasi, dan tanya jawab serta diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa dan orang tua yang dilihat dari peningkatan nilai dari pre-test dan post-test. Data menunjukkan bahwa pengetahuan peserta, seperti orang tua dan siswa PAUD mengenai topik tersebut sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya pengetahuan para peserta, terutama orang tua yang menjadi agen perubahan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di desa tersebut. Kata Kunci: Perawatan Gigi, PHBS, Stunting  ABSTRACT Stunting is a common condition of malnutrition (PE/micronutrients) that affects infants before and shortly after birth, related to the mother's size, nutrition during pregnancy, and fetal growth. In addition, stunting experienced by toddlers is also a sign of chronic malnutrition that can reflect the overall socioeconomic disturbances of the past and the difficult-to-repair impacts during the first two years of life. To enhance understanding in the efforts of habituating PHBS (Clean and Healthy Behavior) and proper dental hygiene as a prevention of stunting. This study uses a method of outreach and socialization with stages of demonstration, songs and games, educational media, as well as question and answer sessions and discussions. There is an increase in knowledge among students and parents, as evidenced by the improvement in scores from the pre-test to the post-test. The data shows that the knowledge of participants, such as parents and early childhood education students, regarding the topic increased before and after attending the counseling session. With the increasing knowledge of the participants, especially the parents who become agents of change, it is hoped that the stunting rate in the village can be reduced. Keywords: Dental Care, Healthy Lifestyle Behavior, Stunting
Penerapan Bibliotherapy sebagai Intervensi dalam Keperawatan Anak Indah, Desi Puspita; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Rukmasari, Ema Arum
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13443

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of bibliotherapy on children's emotional and psychological problems as part of nursing interventions and to identify factors that can influence the success of its implementation. This research method uses an integrative review approach. The results of the study obtained 10 articles that showed the influence of bibliotherapy as a nursing intervention in overcoming children's psychological and emotional problems, such as reducing anxiety, overcoming stress, and improving self-concept in children who experience certain medical conditions both in hospitals and other service facilities such as SLB or orphanages. Conclusion Bibliotherapy can be applied as one of the interventions in child nursing to reduce psychological problems in children, especially those who are hospitalized or who experience special conditions such as mental retardation or loss of parents. Keywords: Children, Bibliotherapy, Nursing Interventions
INTERVENSI PEMBERIAN TERAPI NEBULASI MENGGUNAKAN NACL 3% DENGAN GAGAL NAPAS: STUDI KASUS Triyani, Dian; Rukmasari, Ema Arum; Hendrawati, Sri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2570

Abstract

Gagal napas adalah kondisi dimana pernapasan tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh (hiperkapnia) dan tidak dapat menyuplai oksigen kedalam tubuh  (hipoksemia) secara adekuat. Intervensi manajemen jalan napas harus segera diberikan karena akan  berdampak pada kerusakan otak bahkan kematian pada anak. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan terapi nebulasi menggunakan NaCl 3% dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif.  Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Kriteria hasil yang diharapkan dengan dilakukannya intervensi yaitu adanya pengeluaran sekret, suara ronkhi di lapang paru meredup dan frekuensi napas membaik.  Hasil yang didapatkan sebelum diberikan intervensi frekuensi napas pasien di rentang 24 - 42x/menit dengan suara ronkhi di seluruh lapang paru, setelah diberikan intervensi frekuensi napas ada di rentang 23-28x/menit. NaCl 3% terbukti efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas dan meningkatkan saturasi oksigen. NaCl 3% bekerja mengencerkan sekret dan meningkatkan refleks batuk pada bayi. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja hipertonik yang menganggu ikatan ion sekret dan mengurangi keterikatan silang yang ada didalamnya, melembabkan saluran pernapasan, dan merangsang pelepasan prostaglandin. Pemberian terapi nebulasi NaCl 3% dengan posisi semi fowler  terbukti efektif dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Pemberian NaCl 3% lebih direkomendasikan untuk anak dibandingkan dengan pemberian salbutamol dan epinefrin.
Korelasi karakteristik demografi dengan praktik pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan Fikriya, Aeni; Rahayuwati, Laili; Rukmasari, Ema Arum
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.675

Abstract

Background: Indonesia faces major challenges in managing household waste, which can impact the environment and public health.  Although waste problems are more common in urban areas, rural waste issues are also important to consider, given the different management characteristics between the two. Research is needed that specifically examines the relationship between demographic characteristics and household waste management in rural areas. Purpose: To identify the relationship between demographic characteristics and household waste management practices in rural areas. Method: A quantitative correlation study with a cross-sectional design was conducted in Sukamulya Village in October 2024. The population that was the focus of this study was the community responsible for household waste management with a sample size of 275 respondents. Bivariate analysis in this study was carried out using the chi-square correlation test. Results: Waste management practices carried out by households in Sukamulya Village are mostly in the poor category, namely (83.5%). The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between age (p = 0.000), education (p = 0.000), and income (p = 0.000) on household waste management practices. However, no significant relationship was found between waste management practices and gender (p = 0.061) and occupation (p = 0.075). Conclusion: Household waste management practices are poor. Demographic characteristics such as age, education level, and income were found to be associated with household waste management practices. Suggestion: Efforts are needed to improve waste management in Sukamulya Village through education, training, and economic-based empowerment activities to encourage active community participation and support environmental health.   Keywords: Demographic Characteristics; Households; Rural Area; Waste Management.    Pendahuluan: Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.  Meskipun permasalahan sampah lebih sering terjadi di perkotaan, isu sampah di wilayah pedesaan juga penting untuk diperhatikan, mengingat karakteristik pengelolaan yang berbeda antara keduanya. Diperlukan penelitian yang secara khusus meneliti hubungan antara karakteristik demografi dan pengelolaan sampah rumah tangga di pedesaan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi korelasi karakteristik demografi dengan praktik pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan. Metode: Penelitian kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional, dilakukan di Desa Sukamulya pada bulan Oktober 2024. Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah orang yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan jumlah sampel sebanyak 275 responden. Analisis bivariat dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil: Sebagian besar praktik praktik pengelolaan sampah yang dilakukan oleh rumah tangga pada kategori buruk yaitu sebesar (83.5%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0.000), pendidikan (p = 0.000), dan pendapatan (p = 0.000) terhadap praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara praktik pengelolaan sampah dengan jenis kelamin (p = 0.061) dan pekerjaan (p = 0.075). Simpulan: Praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan masih buruk. Karakteristik demografi seperti usia, tingkat pendidikan, dan pendapatan ditemukan berhubungan dengan praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Saran: Diperlukan upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan berbasis ekonomi untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat serta mendukung kesehatan lingkungan.   Kata Kunci: Daerah Pedesaan; Karakteristik Demografi; Pengelolaan Sampah; Rumah Tangga.