Mintarto Martosudiro
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) JTM 97 C TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN Crocidolomia binotalis Zell PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae Var. Botrytis L) M. Guruh Arif Zulfahmi; Tutung Hadiastono; Mintarto Martosudiro; Bedjo Bedjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi (PIBs) SlNPV-JTM 97 C  terhadap waktu berhenti makan, mortalitas larva C. binotalis. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Entomologi BALITKABI Malang, pada bulan  Februari sampai Mei 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu SlNPV-JTM 97 C dengan konsentrasi 106, 108, 1010, 1012 (PIBs/ml) dan kontrol (tanpa SlNPV). Parameter pengamatan adalah waktu berhenti makan dan mortalitas. Data dianalisis dengan uji F, dilanjutkan uji BNT dengan taraf 5%. Waktu berhenti makan dan mortalitas  larva C. binotalis sangat dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi virus SlNPV-JTM 97C. Konsentrasi mematikan 50% (LC50) SlNPV-JTM 97C adalah 4.9 x 104PIBs/ml pada pengamatan 168 JSI. Sedangkan waktu mematikan 50% (LT50) SlNPV-JTM 97C adalah 4,4 HSI pada konsentrasi 1012PIBs/ml. Nilai koefisien korelasinya (R) 0,997. Semakin tinggi konsentrasi PIBs yang diinokulasikan, persentase kematian larva C. binotalis semakin tinggi, dan waktu untuk mematikan juga semakin singkat. Kata kunci: C. binotalis, SlNPV, Konsentrasi, waktu berhenti makan, mortalitas.
VIRULENSI BEBERAPA ISOLAT Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) TERHADAP Helicoverpa armigera Hubner (Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Devi Febriana Putri; Mintarto Martosudiro; Aminudin Afandhi; Bedjo Bedjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk membandingkan virulensi enam isolat SlNPV terhadap larva H. armigera (Lepidoptera: Noctuidae) yang dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) pada 12 September sampai dengan 12 Desember 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan yaitu: isolat SlNPV yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel 03t), Lampung (Lpng 03a), Kalimantan Selatan (Kalsel 05d), Kalimantan Timur (Kaltim 05h), Nusa Tenggara Barat (NTB 03b) dan Jawa Timur (JTM-97c). Pada penelitian ini juga menggunakan isolat HaNPV JTM-95b dan tanpa inokulasi SlNPV pada H. armigera sebagai perlakuan kontrol. Waktu berhenti makan, mortalitas larva, serta persentase larva H. armigera yang menjadi pupa dan imago untuk mengetahui virulensi virus. Hasil penelitian menunjukkan JTM-97c adalah virus patogen serangga yang terbaik, dan virulensinya sama dengan HaNPV JTM-95b terhadap larva H. armigera. Data menunjukkan JTM-97c dapat menginfeksi H. armigera dengan waktu berhenti makan (10 Jam Setelah Inokulasi) lebih pendek daripada isolat yang lain dan mortalitas H. armigera 100 %. SlNPV NTB 03b termasuk isolat hipovirulen terhadap H. armigera, sedangkan isolat SlNPV Sumsel 03t, Lpng 03a, Kalsel 05d dan Kaltim 05h tidak dapat menginfeksi H. armigera. Akhirnya, SlNPV JTM-97c adalah patogen serangga yang potensial untuk dikembangkan sebagai agens hayati pengendali H. armigera. Kata kunci: SlNPV, Virulensi, Helicoverpa armigera
PENGARUH EKSTRAK BAHAN NABATI SEBAGAI PELINDUNG INFEKTIVITAS Spodoptera litura NUCLEAR POLYHEDROSIS VIRUS JTM 97 C TERHADAP RADIASI SINAR ULTRAVIOLET UNTUK MENGENDALIKAN Helicoverpa armigera Hubner (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) Sinta Asa Karsalina; Tutung Hadiastono; Mintarto Martosudiro; Bedjo Bedjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bahan nabati sebagai pelindung infektivitas SlNPV JTM 97C terhadap radiasi sinar ultraviolet untuk mengendalikan Helicoverpa armigera Hubner (Lepidoptera: Noctuidae). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Toksikologi Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang dan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang mulai bulan Januari hingga Juni 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu: 1) kontrol tanpa SlNPV JTM 97C, 2) SlNPV JTM 97C tanpa bahan pelindung, 3) SlNPV JTM 97C + kaolin sebagai pembanding, 4) SlNPV JTM 97C + ekstrak tongkol jagung, 5) SlNPV JTM 97C + ekstrak kulit singkong, dan 6) SlNPV JTM 97C + ekstrak kulit nanas. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bahan nabati yang mempunyai kemampuan untuk melindungi infektivitas SlNPV JTM 97C terhadap radiasi sinar ultraviolet dalam mengendalikan H. armigera adalah ekstrak kulit nanas dan ekstrak tongkol jagung.
PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP INFEKSI TURNIP MOSAIC VIRUS (TuMV) PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Haniatur Rochifah; Mintarto Martosudiro; Tutung Hadiastono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh dari beberapa jenis pupuk kandang pada infeksi TuMV, pertumbuhan dan produksi sawi hijau dilakukan  di rumah kasa (screenhouse) Laboratorium Penyakit Tanaman, Departemen Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Pupuk kandang kotoran sapi, kotoran kambing, dan kotoran ayam (20 ton/ha) ditambahkan ke dalam tanah steril untuk menentukan pengaruh pupuk organik terhadap infeksi TuMV. Pupuk NPK (180 kg/ha) digunakan sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam (20 ton/ha) secara signifikan mampu menurunkan intensitas penyakit mosaik dan menunda inkubasi penyakit pada tanaman sawi hijau. Perlakuan pupuk kandang sapi, kambing, dan ayam juga meningkatkan luas daun, panjang tanaman, dan berat tanaman segar lebih baik dari pupuk NPK.
PENGARUH PERBEDAAN UMUR TANAMAN SAAT INOKULASI Tobacco Mosaic Virus (TMV) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Hesty Maranticha; Tutung Hadiastono; Mintarto Martosudiro
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur tanaman saat inokulasi TMV terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat telah dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan HPT, FP, UB dan di rumah kasa (screenhouse) milik Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Kampus 2, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pengaruh perbedaan umur tanaman pada saat inokulasi TMV yaitu saat tanaman berumur 14, 21, 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan umur tanaman tomat saat inokulasi TMV tidak memberikan pengaruh terhadap masa inkubasi dan intensitas serangan TMV. Kisaran masa inkubasi TMV pada tanaman tomat adalah 40-45 hari setelah inokulasi (HSI). Tanaman yang diinokulasi pada 14 HST memiliki rerata tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang diinokulasi pada 42 HST. Tanaman yang diinokulasi pada 14 HST juga menghasilkan bobot buah yang lebih kecil dibandingkan dengan tanaman yang diinokulasi pada umur yang lebih tua, namun jumlah buah tidak menunjukkan adanya penurunan.
EFEKTIFITAS EKSTRAK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera Lam.) TERHADAP PENYAKIT BERCAK COKELAT Alternaria sp. PADA TANAMAN TOMAT Athifa Lithiflika K. Yahya; Mintarto Martosudiro; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.1

Abstract

Tanaman kelor merupakan tanaman perennial yang dapat tumbuh pada musim kemarau maupun musim hujan pada dataran tinggi maupun dataran rendah. Bagian tanaman kelor seperti akar, bunga, kulit batang, batang, daun dan biji kelor memiliki kandungan senyawa yang bersifat antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagian ekstrak tanaman kelor dengan berbagai konsentrasi terhadap kemampuan penghambatan secara in vitro dan in vivo serta nilai LC50 terhadap penyakit bercak cokelat Alternaria sp. pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Toksikologi Universitas Brawijaya. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu jenis ekstrak (daun, kulit batang, dan biji kelor) dan taraf konsentrasi (0%, 5%, 7,5% dan 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki efektifitas penghambatan yang paling baik dibanding ekstrak kulit batang kelor dan biji kelor pada pengujian secara in vitro maupun in vivo. Pemberian konsentrasi ekstrak sebesar 7.5% dan 10% memiliki efektifitas penghambatan yang efektif dalam menghambat Alternaria sp. berdasarkan hasil in vitro, in vivo dan perhitungan LC50.
Pengaruh Pemberian Urin Kelinci Terhadap Serangan Turnip Mosaic Virus (TuMV) Pada Tanaman Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) yang Dibudidayakan Secara Organik Fery Abdul Choliq; Mintarto Martosudiro; Qurrota Ayuni Apriliana; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2019): July 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i2.1587

Abstract

Kai Lan has a high potential for being developed in Indonesia. The cultivation system that can produce high quality product that is organically cultivated of kai Lan. Organic plant cultivation require intensive maintenance. The disease that often attacks kailan plants is a mosaic disease caused by Turnip Mosaic Virus (TuMV). The purpose of this research was to find out the effect of giving rabbit urine against TuMV attack of kai Lan and to know the effect on growth and production of kai lan. Research conducted in the Organic Community Brenjonk Mojokerto regency, East Java. The research was conducted from February to April 2016. The Research used randomized block design (RBD) with six treatments and each treatment was repeated four times. The observation variable are include incubation period and symptoms of the disease, the intensity attack of disease, plant height, plant weigh, length, roots, and broad leaf of plants. The result of observation showed that rabbit urine with a consentrate 8ml/L up to 32ml/L applied as much as 8 times, can extend the incubation period and can’t decrease the intensity of TuMV attack. Rabbit urine with a consentrate 8ml/L up to 32ml/L also applied as much as 8 times on the plant can increase the growth and production of kai lan include fresh weight of plant, plant height, plant root length and leaf area of plant.
APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP INFEKSI Chrysanthemum mild mottle virus (CMMV), PERTUMBUHAN, DAN PRODUKSI TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum sp.) Fery Abdul Choliq; Mintarto Martosudiro; Safira Candra Jalaweni
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i2.1952

Abstract

Krisan (Chrysanthemum sp.) adalah tanaman florikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Budidaya krisan tidak lepas dari kendala penyakit yang menyebabkan penurunan produksi salah satunya adalah serangan penyakit Chrysanthemum mild mottle virus (CMMV) yang menyebabkan gejala rusaknya bunga, tanaman kerdil, dan malformasi. Pengendalian CMMV masih menggunakan insektisida yang bertujuan untuk menekan populasi serangga vektor. Pengurangan penggunaan insektisida dapat menggunakan alternatif pengendalian yang lebih aman yaitu Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Bacillus subtilis, Pseudomonas fluorescens, dan Azotobacter sp. merupakan rizobakteri yang biasa digunakan sebagai PGPR karena memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan serangan patogen dan bermanfaat untuk memacu pertumbuhan dan produksi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian PGPR isolat B. subtilis, P. fluorescens, Azotobacter sp., dan kombinasinya terhadap serangan CMMV, pertumbuhan, dan produksi pada tanaman krisan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 9 perlakuan. P0+: Kontrol positif (tanpa pemberian PGPR, dengan inokulasi virus); P0-: Kontrol negatif (tanpa pemberian PGPR, tanpa inokulasi virus); P1: Inokulasi virus + PGPR isolat B. subtilis; P2: Inokulasi virus + PGPR isolat P. fluorescens; P3: Inokulasi virus + PGPR isolat Azotobacter sp.; P4: Inokulasi virus + PGPR isolat B. subtilis + P. fluorescens; P5: Inokulasi virus + PGPR isolat B. subtilis + Azotobacter sp.; P6: Inokulasi virus + PGPR isolat P. fluorescens + Azotobacter; P7: Inokulasi virus + PGPR isolat P. fluorescens + B. subtilis + Azotobacter sp. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tanaman krisan yang diberi perlakuan PGPR tiga kombinasi yaitu P. fluorescens + B. subtilis + Azotobacter sp. menunjukkan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Setelah dikombinasikan, P. fluorescens + B. subtilis + Azotobacter sp. mampu memberikan hasil terbaik dalam hal menunda masa inkubasi CMMV, menekan intensitas serangan CMMV, serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman krisan.
EKSPLORASI JAMUR TANAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI BIOREMEDIATOR FUNGISIDA BERBAHAN AKTIF PROPINEB PADA TANAMAN JERUK (Citrus reticulata L.) Muhamad Ihsal Mahendra; Mintarto Martosudiro; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.4.3

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jamur pada lahan jeruk yang tercemar fungisida propineb yang mampu beradaptasi pada berbagai konsentrasi dan berpotensi menurunkan toksisitas fungisida propineb. Penelitian dilakukan dengan 3 tahap. Tahap pertama yaitu eksplorasi jamur pada tanah tercemar fungisida propineb. Tahap kedua yaitu uji adaptasi jamur menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali ulangan. Parameter pengamatan yakni diameter koloni jamur dan Tingkat Hambatan Relatif (THR). Tahap ketiga yaitu uji degradasi fungisida propineb oleh jamur menggunakan Rancangan Acak Lengkap 3 kali ulangan dengan 9 perlakuan meliputi 7 perlakuan isolat jamur, 1 perlakuan kontrol positif dengan penambahan fungisida dan 1 perlakuan kontrol negatif tanpa penambahan fungisida maupun jamur. Parameter pengamatan yakni diameter Colletotrichum capsici. Jamur S2 (Trichoderma sp.) memiliki potensi sebagai agens bioremediasi yang baik dibandingkan dengan jamur lain yang ditemukan karena mampu beradaptasi dan mengurangi toksisitas fungisida berbahan aktif propineb.
PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP Alternaria solani PENYEBAB PENYAKIT BERCAK KERING PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI LAPANGAN : THE EFFECT OF FUNGICIDES ON Alternaria solani CAUSES EARLY BLIGHT DISEASE IN TOMATO (Lycopersicum esculentum Mill.) IN FIELD CONDITION Eka Putri Irma Nuviani; Mintarto Martosudiro; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.2.4

Abstract

Alternaria solani adalah patogen penyakit yang sering muncul pada budidaya tanaman tomat, kerusakannya cukup tinggi berakibat pada pengurangan produksi. Salah satu cara yang digunakan petani untuk mengendalikan A. solani yaitu dengan aplikasi fungisida sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis fungisida dengan konsentrasi aplikasi yang tepat dalam mengendalikan A. solani pada tanaman tomat. Penelitian dilakukan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) 10 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3x. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur intensitas penyakit, tingkat efikasi dan produksi tomat. Gejala awal tanaman terinfeksi yaitu terdapat bercak cokelat pada daun. Bercak berkembang hingga membentuk lingkaran konsentris. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan fungisida dapat menekan intensitas penyakit A. solani. Terdapat tiga perlakuan yang memiliki intensitas penyakit terendah yaitu FPK-2102 125/75 EC (1 ml/l), FPK-2106 400/90 SE (0,5 ml/l) dan fungisida berbahan aktif prokloraz+azoksistrobin (1 ml/l) pada nilai 32-37% dengan tingkat efikasi 53-59%. Dapat disimpulkan bahwa ketiga fungisida tersebut efektif dalam menekan perkembangan A. solani.
Co-Authors Abdul Choliq, Fery Abdul Latief Abadi Ajeng Wulandari Ali Pramono Alifa, Desy Hawania Asha Amanda Yayu Natasya Amanda Yayu Natasya Aminudin Afandhi Aminudin Afandhi Anna Sartika Hutapea Anton Muhibbudin Anton Muhibuddin Anugerah Firmansyah Zakaria Anugerah Firmansyah Zakaria Ari Kristini Aritonang, Awal Josua Athifa Lithiflika K. Yahya Aviva Aviolita Parama Putri Aviva Aviolita Parama Putri Aviolita Parama Putri Aviva Aviolita Parama Putri Aviolita Parama Putri Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Bedjo Devi Febriana Putri Devi Febriana Putri Devy Intan Arlita Devy Intan Arlita Dian Eka Kusumawati Effendi, Mokhtar Eka Putri Irma Nuviani Ernawati, Feny Esti Yuliastri Sa’idah Esti Yuliastri Sa’idah Fanhash Nijami, Muhammad Ferry Abdul Choliq Fery Abdul Choliq Fiqh Thamrotul Irsyadah Fiqh Thamrotul Irsyadah Firdausi, Wita Hagus Tarno Haniatur Rochifah Hasanah, Ifa Maulidah Hesty Maranticha I Ketut Suada istiqomah istiqomah Istiqomah, Istiqomah Jayanti Elok Cayah Ambarwati Jayanti Elok Cayah Ambarwati Kamila Qurota A’yun Kamila Qurota A’yun Kestrilia Rega Prilianti Liliek Sulistyowati Lilik Koesmihartono Putra Lilik Nur Kholidah Lilik Nur Kholidah Lilya Echa Febriyanti Luqman Qurata Aini Luqman Qurota Aini M. Guruh Arif Zulfahmi M. Guruh Arif Zulfahmi Mahfud, Muhammad Afif Miko Putro Hutomo Miko Putro Hutomo Muhamad Ihsal Mahendra Nadia Agung Triwibawa Nadia Agung Triwibawa Nofia, Nita Nurwijayanti Prabowo, Matheus Randy Qurrota Ayuni Apriliana Rahayu, Esti Dwi Rasyada, Nuris Sa’adah Rois Hanadyo Rois Hanadyo Roswita Nur Kumalasari Rosyida, Risya Safira Candra Jalaweni Safitri, Helvira Agita Saidi, Aluna Uthilma Salsabilla, Alyara Oktavia Samsul Huda Asrori Sinta Asa Karsalina Sofyaningrum, Alaida Nur Laili Sunarto, Bintar Probo Syamsuddin Djauhari Tashya Angelique Martinez Tutung Hadi Astono Tutung Hadiastono Tutung Hadiastono Tutung Hadiastono Tutung Hadiastono Ulil Azmi Ulil Azmi Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vivi Tri Kristyaningrum Yayang Cahyaning Bulan Yayang Cahyaning Bulan Yayuk Yuliati Yugista, Serdinia Zulverdi, Yudhika Ankenkuala Ramadhana