Claim Missing Document
Check
Articles

Found 56 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

ANALISIS RISIKO PROYEK KONSTRUKSI DENGAN IMPORTANCE INDEX DAN BOW TIE ANALYSIS L.Tobing, Yineka Oktaviyanti; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.997 KB)

Abstract

Industri konstruksi biasanya lebih berisiko dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya karena rumitnya koordinasi berbagai kegiatan. Unsur inti dari keberhasilan proyek adalah untuk memenuhi waktu, biaya, dan kualitas sesuai target. Manajemen risiko merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen proyek. Salah satu proyek konstruksi yang sedang berjalan adalah pembangunan gedung baru Fakultas Psikologi Undip. Selama pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, terdapat beberapa kendala yang mengganggu kelancaran proyek seperti terjadinya perubahan desain, keterlambatan pengiriman material, dan desain yang direncanakan tidak dapat diaplikasikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis risiko dengan metode IMPI (Importance Index) yang menilai risiko dengan mempertimbangakan nilai frequency index dan severity index. Penilaian dilakukan oleh para ahli yang ahli proyek yakni owner, kontraktor, dan pengawas. Selanjutnya mengidentifikasi risiko berdasarkan sebab akibat terjadinya risiko tersebut dengan menggunakan metode bow tie analysis lalu digambarkan ke dalam bow tie diagram terhadap risiko yang tergolong  significant dan high. Indikator penilaian risiko menggunakan indikator pembangunan gedung pemerintah dengan 50 indikator. Dari 50 indikator risiko didapatkan 1 risiko significant dan 3 risiko high untuk dampak terhadap waktu, 2 risiko significant dan 2 risiko high untuk dampak biaya, dan  risiko significant untuk dampak kualitas.ABSTRACT [Construction Project Risk Analysis with Importance Index and Bow Tie Analysis] The construction industry is usually more risky than other business activities because of the complexity of coordination of various activities. The core element of project success is to meet time, cost, and quality on target. Risk management is an important part of project management. One of the ongoing construction projects is the construction of a new building Faculty of Psychology Undip. During the implementation of the development project, there are several obstacles that interfere with the smoothness of the project such as design changes, material delivery delays, and planned designs that can not be applied. Therefore, risk analysis is required by IMPI (Importance Index) method which assesses risk by considering the value of frequency index and severity index. Assessment is done by expert project experts ie owner, contractor, and supervisor. Furthermore identify the risk based on the cause of the occurrence of these risks by using the method of bow tie analysis and then described into the bow tie diagram against the risks of significant and high classified. Risk assessment indicators use government building construction indicators with 50 indicators. Out of 50 risk indicators, there were 1 significant risk and 3 high risk for impact on time, 2 significant risks and 2 high risk for cost impact, and 1 significant risk for quality impact.
ANALISIS PENYEBAB CACAT PRODUK KERAMIK TABLEWARE YANG DIHASILKAN MESIN DUSTPRESS DI PT. SANGO CERAMICS INDONESIA MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) Kasih, Puji Handayani; Sari, Diana Puspita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.935 KB)

Abstract

PT. Sango Ceramics Indonesia memproduksi keramik jenis tableware (peralatan rumah tangga seperti gelas, mangkuk, mug, piring dan lain lain) dengan menggunakan empat jenis mesin cetakan yang berbeda yaitu mesin dustpress, roller, high presurre casting (HPC) dan mesin casting. PT. Sango Ceramics Indonesia mengalami penurunan kualitas yang ditunjukkan dengan penurunan nilai yield pada semua jenis mesin. Mesin dustpress mengalami penurunan yield sebesar 12,98%, mesin casting sebesar 0,7%, mesin HPC sebesar 12,39%, dan mesin roller sebesar 11,13%. Penurunan nilai yield menunjukkan peningkatan produk cacat mengakibatkan proses rework meningkat sehingga berakibat pada peningkatan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cacat terbanyak berdasarkan mesin dan jenis cacat untuk mendapatkan alternatif penyelesaian masalah untuk mengurangi jumlah cacat keramik. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dengan alat yang digunakan diagram pareto, peta kendali, diagram fishbone dan usulan perbaikan 5W + 1H. Jumlah cacat tertinggi terjadi pada produk yang dihasilkan mesin dust press. Jenis cacat terbanyak adalah jenis cacat tobi (lubang jarum pada permukaan glaze yang tembus ke body) dengan presentase 82,19%. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan analisis penyebab menggunakan cause and effect diagram dengan metode 5W+1H. Terdapat 6 usulan perbaikan untuk penyebab cacat oleh manusia, lingkungan, mesin, metode dan material.   Abstract PT. Sango Ceramics Indonesia produce ceramics type tableware (such a glass, bowl, mug, plate and others) using four different types of molding machines namely dustpress machine, roller, high casting presurre (HPC) and machine casting. PT. Sango Ceramics Indonesia suffered a decline in the quality of the product is shown by an decrease in yield number . on all a kind of machine . Dustpress machine decreased yield of 12,98 % , casting  machine of 0.7 % , HPC  machine of 12,39 % , and roller machine of 11,13 % .Reduction in the value of yield shown increase of a defective product resulted in the process of rework rise so that led to increase in the production cost . This research aims to identify the most amount of defective product based on engines and defective product types to get an alternative solution to reduce the number of defect ceramic. This research use method Statistical Process Control (SPC) with tools that use the pareto diagrams, fishbone diagrams, control chart and proposal of improvement 5W+1H. The highest number of defects occurred in the product is produced by machine dust press. Most defect prodct is a type of defect tobi (pinhole on the surface of the glaze penetrate into the body) with a percentage of 82,19%. The proposed improvements are given based on the analysis of the cause use cause and effect diagram by 5W+1H. There are six repair proposal for a cause deformed by humans , environment , machine , methods and material.
PENENTUAN LOKASI GUDANG BENCANA LOGISTIK DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP), CLUSTER ANALYSI, DAN FUZZY TOPSIS Siahaan, Yessyca Efirani; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.841 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan penentuan lokasi gudang logistik dengan menggunakan model multi criteria decision making (MCDM). Objek yang dipakai pada penelitian ini adalah bencana gunung berapi yang terjadi di Sleman. Pada saat bencana terjadi tahun 2010 penanggulangan bencana yang dilakukan masih bersifat responsif dan belum preventif serta penentuan lokasi gudang logistik yang masih berdasarkan jarak terdekat dengan akses jalan raya dan belum mempertimbangkan kriteria lainnya. Sehingga pengiriman logistik terhadap korban tidak optimal. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan AHP dan fuzzy TOPSIS dimana  AHP digunakan untuk pemilihan kriteria dan subkriteria penentuan gudang logistik bencana dan fuzzy TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif terbaik dari lokasi potensialnya berdasarkan kriteria dan subkriterianya. Pada penelitian ini juga digunakan metode cluster analysis untuk menentukan lokasi gudang darurat bencana potensial disetiap wilayah operasi berdasarkan jarak dan jumlah pengungsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 kriteria dan 17 subkriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi gudang. Kriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah kriteria waktu delivery dan subkriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah waktu delivery ke daerah pengungsian. Selanjutnya dengan berdasarkan pada bobot dari kriteria dan sub kriteria tersebut dan pendekatan cluster analysis, diperoleh 4 lokasi potensial dengan urutan prioritas lokasi gudang darurat bencana Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani dan Wedomartani. Abstract [Determination Of Locistic Warehouse Location In District Sleman Using Analytical Hierarchy Process (Ahp), Cluster Analysis And Fuzzy Topsis] In this research, determination of logistic warehouse location using multi criteria decision making model (MCDM). The object used in this study is the volcanic disaster that occurred in Sleman. At the time of the disaster occurred in 2010 disaster management is still responsive and not preventive and determination of logistics warehouse location that is still based on the closest distance to the access road and has not considered other criteria. So that the logistics delivery to the victim is not optimal. In this research, the method used is AHP and TOPSIS fuzzy where AHP is used for selection of criteria and subcriteria for determining the logistics of disaster and fuzzy TOPSIS to evaluate the best alternative of potential location based on criteria and subcriteria. In this study also used cluster analysis method to determine the potential emergency warehouse location in each operation area based on distance and number of refugees. The results showed that there are 7 criteria and 17 subcriteria that are considered in determining the location of the warehouse. The criteria that have the highest weight is the delivery time criteria and the subcriteria that has the highest weight is the delivery time to the evacuation area. Furthermore, based on the weight of the criteria and sub criteria and the cluster analysis approach, there are 4 potential locations with the priority sequence of emergency warehouse location of Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani and Wedomartani disasters.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA BENGKEL CS KNALPOT SEMARANG DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Mayang Delima; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.214 KB)

Abstract

Dalam  usaha melayani kebutuhan pelanggan, bengkel CS Knalpot Semarang selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat bengkel CS Knalpot harus dapat mempertahankan pelanggan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jasa dan kepuasan konsumen bengkel CS Knalpot Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 pelanggan bengkel. Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA. Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Berdasarkan hasil penelitian, usulan perbaikan yang diberikan kepada bengkel CS Knalpot adalah melakukan cat ulang pada dinding-dinding bengkel agar bengkel telihat lebih bersih, rutin melakukan kegiatan bersih-bersih dan penataan kembali knalpot maupun peralatan yang lain agar terlihat rapi, serta menambahkan fasilitas penunjang seperti ruang tunggu yang dilengkapi dengan TV, majalah, dan kipas angin sehingga konsumen tidak merasa bosan ketika menunggu perbaikan pada knalpot mobilnya. Abstract Customer Satisfaction Analysis in CS Knalpot Workshop Semarang using Service Quality (SERVQUAL) and Importance-Performance Analysis Method . In an effort to serve the needs of customer, CS Knalpot Semarang workshop always want to improve its quality. With so many competitors CS Knalpot workshop should be able to retain their customers. This research target is to know the quality of services workshop and customer satisfaction at CS Knalpot Semarang. This research did by spreading questionnaires to 30 workshop customers. The results of those questionnaires were analyzed using SERVQUAL and IPA method. There are 5 dimensions that measured are tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. According to the result of this research, the proposed improvements provided to CS Knalpot are to repainting the walls of the workshop to make it more cleaner, doing cleaning up activities routinely and rearrangement muffler or other equipment to make it look tidy, and also adding supporting facilities such as a waiting room which equipped with TV, magazines, and  fan so that the customers would not feel bored while waiting their car muffler repair.
ANALISA STATISTIK MELT INDEX DAN DENSITY PADA PRODUK UF-1810 SERIES DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA LLDPE PLANT PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL Faisal Adi Nugroho; Diana Puspitasari; Darminto pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.01 KB)

Abstract

Industri petrokimia merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki kebutuhan tinggi, terlebih lagi pada industri pengolahan barang kebutuhan rumah tangga dengan bahan dasar plastik. Kebutuhan bahan jenis plastik dapat dipenuhi melalui pengolahan bijih plastik dengan jenis LLDPE (Linear Low Density Polyethylene). PT. Chandra Asri Petrochemical sebagai perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia merupakan pemasok utama kebutuhan LLDPE, namun demikian PT. Chandra Asri Petrochemical mengalami kendala berupa seringnya off-grade produk setidaknya satu kali dalam dua minggu. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan difokuskan untuk mengetahui penyebab terjadinya ketidaksesuaian yang terjadi pada produk LLDPE dengan menggunakan peta kendali x-bar dan Hotelling’s T2 Control Charts. Penggunaan alat bantu tersebut bertujuan untuk mengetahui kapabilitas proses (Cpk) dari Melt Index dan Density sebagai karakteristik pengukur kualitas produk LLDPE. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai Cpk pada Melt Index sebesar 0.96 dengan sigma sebesar 2.26 dan nilai Cpk pada Density sebesar 1.56 dengan sigma sebesar 2.27 menunjukkan bahwa kapabilitas proses dalam produksi LLDPE masih belum cukup baik. Rentang pergantian grade produk yang dipersingkat akan mengurangi kemungkinan terjadinya defect (off-grade).  AbstractThe Petrochemical industry is one of the company that have a high needs, especially in consumer goods industry with the plastic raw material. The plastics needs could be completed by plastic ore processing with the LLDPE (Linear Low Density Polyethylene). PT. Chandra Asri Petrochemical as the biggest petrochemical company in Indonesia having obstacle with the off-grade product occurred at least once in two weeks. This research focused on knowing the agent of the discrepancy in LLDPE product using the x-bar charts and Hotelling’s T2 Control Charts. The control charts aimed to know the process capability (Cpk) from the Melt Index and Density as a characteristic for assessing the LLDPE quality. The result of this research shows that the Cpk from Melt Index is 0.96 with 2.26 sigma and the CPk of Density is 1.56 with 2.27 sigma shows that the capability process in producing LLDPE is not good enough. The range of product grade changeover should be reduced to decrease the probability of product defect (off-grade).
OPTIMALISASI PENEMPATAN PROSES PREPARATION PADA DIVISI PEMBUATAN KULKAS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN METODE ALGORITMA DIJKSTRA PADA PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI Andy Williams Maruhum T; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.438 KB)

Abstract

Meningkatnya suatu kapasitas suatu produksi berbanding lurus dengan perubahan layout lantai produksi dalam sebuah pabrik. Perubahan layout untuk menambah kapasitas produksi terjadi pada PT Hartono Istana Teknologi dengan menambah mesin Printing untuk divisi Kulkas. Dampak dari penambahan mesin printing baru menyebabkan stasiun kerja preparation yang awalnya di gedung preparation lantai 1 dekat dengan mesin printing harus dipindah menjadi di gedung Preparation lantai dua atau Gedung N3. Pemindahan lokasi stasiun kerja preparation harus optimal dari segi jarak, waktu dan frekuensi pengiriman. Jika sebuah stasiun kerja yang lokasi nya berjauhan dengan lokasi stasiun kerja lainnya, maka dapat menyebabkan waktu pengiriman akan semakin lama dan dapat menyebabkan terjadinya bottleneck di stasiun kerja lainnya. Pada penelitian ini, untuk mengoptimalkan pemilihan lokasi yang akan djiadikan sebagai tempat untuk stasiun kerja preparation yaitu algoritma djikstrak. Algoritma djikstrak akan memperhitungkan jarak perpindahan yang paling minimum. Berdasarkan perhitungan algoritma Djikstrik, lokasi paling optimum yaitu berada di gedung N3 dengan total penggunaan forklift selaama 29,80 menit. Tetapi berdasarkan  perancangan workplace di gedung N3 untuk stasiun preparation, maka frekuensi pemindahan jadi dua kali lebih banyak dari pada lokasi preparation di gedung preparation lantai dua dikarenakan tempat yang tidak terlalu luas. Sehingga lokasi optimal baik dari segi penggunaan forklift dan juga waktu pengiriman beserta lokasi yang dapat memenuhi raw material dan sub assembly yaitu di gedung preparation lantai 2. Optimization Selecting Of Preparation Process In Refrigerator Division Using Dijkstra Algorithm In PT Hartono Istana Teknologi. Increasing a capacity of a production is directly proportional to changes in the floor layout of production in a factory. Changed a layout of the shop floor to increase a production capacity occurred in PT Hartono Istana Teknologi with adding machine Fridge Printing division. The impact for addition of a new printing machine in building preparation at first floor is to move the preparation stations into the second floor in the preparation building or N3 Building. Relocated the preparation stations  have  to be optimal in a distance, time and frequency of delivery. If a work station is to far with another work stations, it can make the delivery time will longer and a bottleneck in the other work stations. In this study, to selected the optimum location for work stasion of preparation is Dijkstra Algorithm. Dijkstra algorithm will accounting the minimum distance for the transfer. Based on the calculation of Dijkstra Algorithm, N3 building is the optimum location with 29,80 minutes for forklift time. But based on the design of workplace in the building N3 for preparation station, the frequency of transfer is two times more than at the preparation location at preparation building because is not enough space.. Based on the forklift utility and delivery time for transfer the raw material and sub assembly, thus the optimum location at second floor of preparation building
Analisis Efektifitas Mesin Berdasarkan Perhitungan Nilai Overall Equipment Effectiveness pada Mesin Pembuat Rokok ( Single Procession Unit 02 dan Single Procession Unit 03 ) di PT Djarum Abdrizal Oktafianto; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.562 KB)

Abstract

PT. Djarum merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri rokok . Produk andalan yang diproduksi dalam skala besar adalah brand LA Bold. Dalam pembuatan produk tersebut, menggunakan mesin SPU 02 dan SPU 03, peran mesin yang digunakan sangat vital. Pentingnya peran tersebut membuat mesin dituntut untuk selalu optimal dalam menjalankan fungsinya. Setelah dilakukan observasi, PT Djarum telah mampu mencapai target produksi, tetapi sebenarnya kemampuan operasional mesin bisa melampaui target tersebut.. Hal tersebut menunjukkan ada indikasi bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan mesin bekerja secara tidak efektif , Oleh karena itu akan dilakukan evaluasi penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai indikator serta mencari penyebab ketidakefektifan dari kedua mesin tersebut dengan melakukan perhitungan Six Big Losses untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dari keenam faktor Six Big Losses yang ada.   ABSTRACT    Analysis of Machine Effectivity Based on Value Calculation of Overall Equipment Effectiveness on Cigarette Machine (Single Procession Unit 02 and Single Procession Unit 03) in PT Djarum PT. Djarum is a company engaged in the cigarette industry. Major products that are produced on a large scale are the LA Bold brand. In making these products, using SPU 02 and SPU 03 machines, the role of the machine used is vital. The importance of these roles make the machine is required to always be optimal in carrying out its function. After the observation, PT Djarum has been able to achieve the production target, but actually the operational capability of the machine can exceed the target. It shows there are indications that there are factors that cause the machine to work ineffectively, therefore it will be evaluated the application of Total Productive Maintenance (TPM) by using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value as an indicator and searching for the cause of the ineffectiveness of the two machines by performing the calculation of Six Big Losses to determine the influencing factors of the six existing Six Big Losses factors.
Perancangan Standard Operating Procedures dan Work Instruction pada Aktivitas Produksi Area 1 PT Ebako Nusantara Semarang Muthiah Hanifah; Sriyanto Sriyanto; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.019 KB)

Abstract

Standardization of quality control system has become a major issue in the face of global challenges. One part of quality control system is to create a quality control with quality documentation. PT Ebako Nusantara is a company that engaged in manufacture of high-end furniture that produce garden furniture and indoor furniture which market their products in eksport area. At production division, PT Ebako Nusantara is divided into two areas, first area is wood processing to-be a semi-product and second area is finishing and delivery process. Based on these impact shows how important application of standardization in operation production process, for it is necessary to build a quality management system in the form of a clear quality documentation in veneer department of PT Ebako Nusantara. Main goal of this research based on company needs in quality documentation, it is done with system improment through the design of Standard Operating Procedure (SOP) and Work Instruction (WI). Quality documentation developed through observation and interviews with relevant stakeholder of PT Ebako Nusantara. Apart of the process is carried out also identifying company business process. Result of this research are 1 quality manual, 7 SOP, and 9 WI at first floor of production level. SOP has been verified by management of PT Ebako Nusantara. Improvement of defect form for each sub-department and implementation of control document are proposed as improvements to production process of PT Ebako Nusantara.  ABSTRAKStandarisasi sistem manajemen mutu telah menjadi isu utama dalam menghadapi tantangan global. Salah satu bagian dari sistem manajemen mutu adalah menciptakan adanya pengendalian kualitas dengan dokumentasi mutu. PT Ebako Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dibidang high end furniture yang memproduksi garden furniture dan indoor furniture yang memasarkan produknya dalam pasar ekspor. Dalam produksinya, area 1 banyak menghasilkan waste dan cacat selama pengerjaan. Kesalahan dalam pengerjaan, dan variasi kerja menjadi penyebab dari munculnya waste dan cacat tersebut. Berdasarkan dampak tersebut menunjukkan betapa pentingnya penerapan standarisasi dalam pengoperasian proses produksi, untuk itu perlu dibangun suatu sistem manajemen mutu berupa dokumentasi mutu yang jelas pada departemen veneer PT Ebako Nusantara. Tujuan penelitian ini berdasarkan kebutuhan perusahaan dalam pendokumentasian mutu, maka dilakukan dengan perbaikan sistem melalui perancangan Standard Operating Procedure (SOP), dan Work Instruction (WI) dalam pembangunan sistem ini. Dokumenatsi mutu disusun melalui hasil pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait PT Ebako Nusantara. Selain itu tahapan juga dilakukan dengan mengidentifikasi proses bisnis perusahaan. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1 manual mutu, 7 SOP dan 9 WI pada bagian area 1 lantai produksi. Prosedur mutu yang dibuat telah diverifikasi dengan pihak manajemen PT Ebako Nusantara. Perbaikan form defect untuk masing-masing sub departemen dan pelaksanaan dokumen kontrol merupakan usulan perbaikan bagi proses produksi PT Ebako Nusantara.
ANALISIS RANTAI NILAI UNTUK MENENTUKAN STRATEGI DAYA SAING PRODUK MANISAN CARICA DIENG Bibit Setyo Pambudi; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Carica merupakan buah khas daerah yang dihasilkan di daerah dieng dan tidak mudah ditemukan di daerah lain. Dengan tanah yang subur dan iklim yang mendukung, carica memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Industri pengolahan buah  carica menjadi manisan carica saat ini sudah cukup berkembang. Tetapi masih banyak kekurangan dalam industri manisan carica yang menyebabkan daya saing terhadap produk sejenis sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan dan kondisi dari rantai nilai (value chain) produk manisan carica yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri manisan carica. Analisis value chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi industri carica. Sedangkan diamond porter digunakan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai faktor kondisi (input), kondisi permintaan, industri terkait dan pendukung, dan konteks persaingan dan strategi perusahaan. Selanjutnya dilakukan survei pasar untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap kinerja dan ekspektasi dari 14 indikator dari variabel kepuasan pelanggan. Importance-performance analysis dan customer satisfaction index (CSI) digunakan untuk mengetahui indikator yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan kinerjanya. Masih terdapat banyak masalah mulai pada tahap petani carica, produsen, dan juga retail berdasarkan hasil dari analisis kondisi rantai nilai. Dengan mengacu pada permasalahan tersebut, ditentukan strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya saing industri carica. Integrasi horizontal dan vertikal dalam rantai nilai sangat diperlukan untuk menunjang ketahanan dan daya saing industri manisan carica. Kerjasama antar produsen, antara produsen dengan petani, dan produsen dengan retail akan membuat industri ini semakin berkembang dengan pesat. Peran pihak-pihak dari luar rantai nilai carica seperti lembaga penelitian, lembaga permodalan dan juga pemerintah sangat diharapkan bisa membantu mengembangkan industri carica.  Abstract Carica is typical of the region fruit that produced in the Dieng and not easily found in other areas. With fertile soil and favorable climate, carica has great potential to be explored. Carica fruit processing industry that produce candied carica is currently developed enough. But there are still many shortcomings in the carica confectionery industry leading competitiveness of similar products is very low. This study aims to understand the stages and conditions of the carica confectionery products value chain which would then be used to define strategies to enhance industrial competitiveness candied carica. Value chain analysis view the company as one part of the product value chain. SWOT is used to determine a general overview of the condition of carica industry. While the porter diamond is used to obtain a more detailed explanation of the factor (input) condition, demand conditions, related and supporting industries, and the context of competition and corporate strategy. Subsequently conducted a market survey to determine consumer ratings of performance and expectations from the 14 indicators of customer satisfaction variables. Importance-performance analysis and customer satisfaction index (CSI) is used to determine which indicators should be prioritized to obtain performance improvements. There are still many problems start at the stage of carica farmers, manufacturers, and also retails based on the results of the analysis of the value chain condition. using reference to the issue, that determined the strategy could be applied to enhance industrial competitiveness carica. Horizontal and vertical integration in the value chain is needed to support the resistance and competitiveness of the carica confectionery industry. Cooperation between producers, between producers with farmers, and between manufacturers with retails will make the industry growing by leaps and bounds. The role of external parties of carica value chain such as research institutions and government capital is more expected to help develop the carica industry.  
USULAN PROGRAM PERAWATAN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II PADA MESIN MANUGRAPH CITY-LINE Radhit Pamungkas Oetomo; Bambang Purwanggono; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada PT. Masscom Graphy, perusahaan percetakan tertua dan terbesar di Kota Semarang, mengalami kerugian yang disebabkan tingkat breakdown yang tinggi. Penelitian ini membahas mengenai program perawatan mesin Manugraph City-line dengan tujuan meningkatkan nilai reliability sehingga mampu mengurangi kerugian-kerugian yang terjadi pada perusahaan. Metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maitenance (RCM II) karena berfungsi menentukan maintenance task yang optimal berdasarkan konsekuensi modus kegagalan dan konteks operasi pada sistem tersebut. Hasil penilaian risiko dengan Risk Priority Number (RPN) terhadap 32 modus kegagalan menunjukkan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas utama perhatian adalah bearing pada unit auto paster rusak yang mendapatkan nilai RPN 32, kemudian brush pada unit auto paster dan packing blanket yang sudah aus/rusak dengan nilai RPN 24. Untuk modus bearing dan cutting knife yang rusak pada unit auto paster memiliki konsekuensi operasional diberikan kegiatan scheduled discard task dengan waktu maintenance optimal (TM) masing-masing 648 dan 2108 jam, agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kerusakan. Nilai waktu TM yang diperoleh untuk mencegah kerusakan pada komponen bearing 4906 dan cutting knife lebih kecil dari nilai mean time to failure (MTTF), yang menunjukkan bahwa waktu maintenance optimal akan berusaha untuk menghindari terjadinya kerusakan fungsi komponen sebelum kerusakan terjadi.
Co-Authors Abdrizal Oktafianto Achmad Farizal Imanudin Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Afdi, Zihramna Agnes Kusumawati Ahmad Muzakki Ahmad Rusdiansyah Alkaisi, Fariez Andre Audi Havid Andry Harmawan Andry Harmawan Andy Tri Hermawan Andy Williams Maruhum T Aprilia Dian Tresnaningrum Arfan Backhtiar Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Arien Dewi Rakhmawati Aries Susanty Arif Martanto Ary Arvianto Atika Novilia Utami Ayu Febrina A Ayu Mei Wulandari Aziz Nurrochman Bambang Purwanggono Belinda Fitria Nugraheni Bibit Setyo Pambudi Cahya Farradita Sulistya Darminto Pujotomo Debora Agustina Desmond Ryan Khrisnanda Dian Tri Kusuma Ningrum Dwi Aprianto Nugroho Dyah Ika Rinawati Dyah Ika Rinawati Dyah Lintang Dyah R. Rasyida Erika Rosmawati Hutabarat Erwin Pujiyatmoko Eva Octaria Siregar Evelyn Evelyn Fahrudin Fahrudin Faisal Adi Nugroho Faisal Adi Nugroho, Faisal Adi Fatrin Muljadi Fatrin Muljadi Felix Pandan Nugrahanto W Firdaus, Rafli Faisal Fitri, Anggun Okta Friska Finalia Sitohang Fuzie Priatamphatie, Fuzie Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Hariz Setyawan Hendy Tantono Heny Puspasri Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ikhada Fatati Irawan, Dhindi Oxiana Irene Eka Putri Khalwa Nur Faiqoh Kharisma Ningrum Klara F. Marpaung L.Tobing, Yineka Oktaviyanti Lakshita Pritandari M. Mujiya Ulkhaq Mahmud Yunus Marudut Mujur Masruroh, Anisa Zakiyatul Maximilian T. Tutuarima Mayang Delima Mega Inayati Rif’ah Mellysa Mellysa Mochammad Agung Wibowo Muhamad Firman Prayogi Muhammad Baihaqi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Rezza Kurniawan Muhammad Taufik Aditya Mukhammad Faizal Ridho, Mukhammad Faizal Muthiah Hanifah Naniek U. Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Naufal, Teuku Reyhan Naurah Witriannisa Nia Budi Puspitasari Novie Susanto Paramestha, Dominico Laksma Pradhana, Claudha Alba Pratiwi, Icha Putri Puji Handayani Kasih Purnawan Adi Wicaksono Putra Pratama, Fernadiksa Rasta Radhit Pamungkas Oetomo Raditya Rahman Rahma, Atheea Annisa Rahmad Agustian Tambunan Rani Rumita Ranjani, Elvri Ratih Hapsari Mawantika Renaldi, Stellya V. Ria Dwi Lisyanti Riandika Windiasari Rifda Ilahy Rosihan Rifqi, Abid Masluhir Rohim, Ainun Nur Roosita Maryani Roosita Maryani, Roosita Sari Aji Dwijayanti Sari Veronica Jantitya Satria, Yoga Septiana Puji Lestari Seto Ari Kusumo Siahaan, Yessyca Efirani Siti Umiyatun Sri Hartini Sri Hartini Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W.P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tjioe Calvin Tri Setyo Wicaksono Tri Setyo Wicaksono Wandhansari Sekar Jatiningrum Widharto, Yusuf Widharto, Yusuf Winda Rahmawati Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Yudhistira Ardana, Yudhistira Yusuf Widharto Zahra, Lutfia