Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU ANTIHIPERTENSI HALAL Karina Erlianti; Hasniah Hasniah; Aris Fadillah; Muliyani Muliyani; Juwita Ramadhani; Muhammad Hasan Andryanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34716

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius. Masyarakat Desa tempat pelaksanaan kegiatan diketahui memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, namun masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi alternatif, terutama dalam bentuk jamu aman, berkhasiat, dan halal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hardskill yaitu keterampilan dalam pembuatan jamu antihipertensi sesuai prinsip kehalalan. Metode kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan praktik langsung, serta proses evaluasi. Edukasi dan pelatihan diberikan kepada 21 peserta yang merupakan anggota PKK setempat. Evaluasi dilakukan dengan mekanisme pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 2,4 menjadi 9,5 pada posttest. Pelatihan ini menumbuhkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan jamu serta meningkatkan kesadaran pentingnya aspek kehalalan dalam pengolahan produk herbal. Sehingga berkontribusi pada bidang kesehatan dan membuka peluang usaha jamu.Abstract: Hypertension is a leading non-communicable disease in Indonesia and a major risk factor for serious health complications. The target community demonstrated a relatively high prevalence of hypertension yet possessed limited knowledge about the use of herbal plants as alternative therapy, particularly in the form of jamu (traditional herbal medicine) that is safe, effective, and halal. This community engagement program aimed to empower local residents by enhancing both knowledge and practical skills in preparing antihypertensive jamu in accordance with Islamic principles. The program was conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation. A total of 21 participants, all members of the local Family Welfare Movement (PKK), took part in education and training sessions. Evaluation involved pre-test and post-test assessments, complemented by skill observations. The results showed a substantial improvement in knowledge, with mean scores rising from 2.4 to 9.5. Moreover, participants gained practical competencies in jamu preparation and increased awareness of halal considerations in herbal product processing. This initiative contributes to public health promotion while opening opportunities for small-scale jamu entrepreneurship.
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN OBAT Hasniah Hasniah; Fuzi Maulana Ash'ari; Rizki Rahmadi Pratama; Didi Susanto; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37088

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan serius di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai dan praktik pembakaran sampah oleh masyarakat menimbulkan masalah lingkungan baru berupa polusi udara, pencemaran lahan, dan gangguan ekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hard skill yaitu keterampilan dalam pemanfaatan sampah plastik, khususnya botol bekas, sebagai media tanam tanaman obat keluarga (TOGA). Metode pelaksanaan mencakup pre-test, edukasi, praktik langsung pembuatan media tanam hidroponik sistem wick menggunakan botol plastik bekas, penanaman TOGA, hingga post-test sebagai evaluasi. Peserta kegiatan adalah 30 ibu rumah tangga anggota PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 52% dari pre-test ke post-test. Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam terbukti sederhana, murah, ramah lingkungan, serta efektif dalam mendukung budidaya TOGA. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan membuka peluang nilai ekonomi.Abstract: Plastic waste is a serious challenge in Indonesia. Non-degradable plastic waste and the practice of burning trash by the community have created new environmental problems such as air pollution, land degradation, and ecosystem disruption. This community service activity aims to empower the community by enhancing hard skills, specifically skills related to education and training on the utilization of plastic waste—particularly used plastic bottles—as planting media for family medicinal plants (TOGA).The method consisted of a pre-test, education sessions, hands-on practice of creating wick system hydroponic planting media using used plastic bottles, TOGA planting, and a post-test as evaluation. The participants were 30 housewives who are members of the PKK. The results showed a significant improvement in community knowledge with an average increase of 52% from pre-test to post-test scores. The use of plastic bottles as planting media proved to be simple, low-cost, eco-friendly, and effective in supporting TOGA cultivation. This program not only contributed to reducing plastic waste but also supported public health and opened opportunities for economic value creation.
PELATIHAN PEMBUATAN “NATURAL SOAP BAR” UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN KULIT DI PONDOK PESANTREN X BARITO KUALA Nily Su'aida; Yulistia Budianti Soemarie; Muhammad Fauzi; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24645

Abstract

Abstrak: Beberapa masalah Kesehatan pada kulit seperti panu, kulit kering, jerawat, hingga eksim atopik sering dialami oleh santri yang berada di lingkungan pondok pesantren yang umumnya disebabkan karena sumber air yang digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK) kurang bersih seperti yang dialami santri di Pondok pesantren X di Barito Kuala. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan penggunaan sabun-sabun herbal yang memiliki berbagai macam khasiat. Santri diajarkan untuk membuat sabun herbal dengan bahan-bahan sederhana yang mengandung ekstrak bahan alam berkhasiat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill dan soft skill para santri yaitu dengan mampu bekerja sama dalam membuat sabun herbal yang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah Kesehatan kulit serta meningkatkan pengetahun santri terkait cara menjaga kesehatan Kulit. Pengabdian diikuti oleh 50 santri SMA pondok pesantren X yang diawali dengan menjawab pre-test yang dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang bakteri penyebab masalah kulit dan kewirausahaan serta pelatihan pembuatan sabun herbal dan ditutup dengan post-test. Hasil dari program ini yaitu mitra memperoleh pengetahuan tentang kesehatan kulit yang ditunjukkan dari peningkatan skor rata-rata sebesar 64,25% dari pre-test ke post-test, dan memperoleh keterampilan pembuatan sabun herbal yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk masalah kesehatan kulit.Abstract: Various skin health issues such as tinea versicolor, dry skin, acne, and atopic eczema are often experienced by students in X Islamic boarding schools due to the poor cleanliness of water sources used for bathing, washing, and sanitation. One of the efforts to address this issue is the use of herbal soaps, which have various beneficial properties. Students are taught to make natural soaps using simple ingredients containing extracts of beneficial natural substances. This training aims to enhance the hard and soft skills of the students by enabling them to collaborate in making natural soaps, which can be a solution for skin health issues and to increase their knowledge on maintaining skin health. The program involved 50 high school students from Islamic boarding school X, starting with a pre-test, followed by education on bacteria causing skin problems and entrepreneurship, as well as training on herbal soap making, and concluded with a post-test. The results of this program showed that the participants gained knowledge about skin health, evidenced by a 64.25% increase in the average score from pre-test to post-test, and acquired skills in making herbal soaps that can be used as an alternative therapy for skin health issues.