Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

BURN WOUND HEALING ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) LEAVES Juwita Ramadhani; Aris Fadillah; Hasniah Hasniah; Karina Erlianti
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v10i2.15756

Abstract

Eceng gondok is a weed plant that lives in shallow water areas. The aim of this research was to determine the burn wound healing activity of an ethanol extract of Eceng gondok leaves. The study utilized 28 male mice with burn injuries as test animals, dividing them into 4 groups. We gave a gel containing an ethanol extract to the 10% group. The 0% group received a gel base; the positive control group received Bioplacenton® gel; and the negative control group received no treatment. For 14 days, we administered treatment to all treatment and control groups once a day and measured the burn wound's diameter using the Morton method every two days. Data shown were significant differences between the 10% extract group and the positive control groups. The concentration that is effective in burn wound healing is 10%, with the smallest wound diameter and the largest healing percentage.
SEVERITAS INTERAKSI OBAT CLOZAPINE PADA PASIEN SKIZOFRENIA: ANALISIS KARAKTERISTIK Siska, Lidiya; Muhammad, Fauzi; Juwita, Ramadhani; Karina, Erlianti
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2110

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang memerlukan penanganan farmakologis, seringkali melibatkan penggunaan clozapine sebagai terapi lini akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keparahan interaksi obat pada penggunaan clozapine dan menganalisis karakteristik pasien skizofrenia yang mempengaruhi interaksi obat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif. Rekam medis pasien skizofrenia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih secara purposive dari data tahun 2023. Analisis dilakukan dari 100 pasien ditemukan 96 pasien memiliki potensi interaksi obat. Mayoritas interaksi (78%) tergolong farmakodinamik dengan 72 kasus berada pada tingkat keparahan mayor. Obat yang paling sering berinteraksi dengan clozapine antara lain haloperidol, lorazepam, trifluoperazine, trihexyphenidyl, dan chlorpromazine. Karakteristik pasien terdiri dari pasien skizofrenia yang menggunakan clozapine mayoritas berjenis kelamin laki-laki (66%), berusia 26–45 tahun (68%), tidak bekerja (79%), berpendidikan maksimal SD (40%), dan telah menjalani terapi selama < 5 – 10 tahun (83%). Hasil analisis menunjukkan interaksi farmakodinamik pada tingkat keparahan mayor sering terjadi pada pasien skizofrenia. Faktor usia berhubungan signifikan terhadap potensi interaksi obat ( ) dimana pasien usia > 45 tahun memiliki kemungkinan 1.262 kali lebih besar mengalami interaksi obat katagori mayor dibandingkan pasien < 45 tahun. Temuan ini menunjukkan perlunya diperhatikan faktor usia dalam optimalisasi terapi clozapine guna mengurangi risiko efek samping akibat interaksi obat.
Sosialisasi Dagusibu Obat Hipertensi dan Diabetes Melitus: Di Desa Semangat Dalam RT 31 Handil Bakti Ramadhani, Juwita; Erlianti , Karina; Fauzi , Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kalam Vol. 3 No. 3 (2024): Pemberdayaan Potensi Masyarakat Untuk Peningkatan Kemampuan Hidup Sehat
Publisher : Prisani Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70704/jpk.v3i3.297

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus are degenerative diseases. Degenerative diseases arise when body cell function declines from a normal to a worse state. Degenerative diseases are still the world's leading cause of death. Overweight or obesity, along with unhealthy lifestyle choices such as consuming low-nutrient instant foods, foods containing preservatives, artificial sweeteners and colorings, and foods high in saturated fat and sodium, are the main causes of this disease. Other factors that contribute to degenerative diseases include high levels of pollution, smoking habits, and excessive alcohol consumption. Therefore, the Community Service Team from the Faculty of Pharmacy in Semangat Dalam Village is conducting community service activities. The team will employ methods such as socialization, discussions, and question-and-answer sessions. The outcomes will help overcome the participants' lack of knowledge regarding the safe and proper ways to obtain, use, store, and dispose of medications.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK SEBAGAI SPRAY LUKA Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Dewi Rosaria; Aris Fadillah; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Lia Mardiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34501

Abstract

Abstrak: Permasalahan limbah eceng gondok yang melimpah di Desa Sungai Arfat mendorong perlunya inovasi pemanfaatan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi produk kesehatan bernilai jual serta memperkenalkan strategi promosi digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi eceng gondok, penyuluhan mengenai urgensi pengelolaan limbah, serta workshop pembuatan spray luka berbasis eceng gondok. Kegiatan diikuti oleh 29 anggota PKK Desa Sungai Arfat dengan pendampingan langsung dari tim pelatih, sedangkan evaluasi dilakukan melalui angket pemahaman. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest 51,03 meningkat menjadi 97,93 pada postest dengan kenaikan rata-rata 46,90 atau 149,71%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hardskill masyarakat dalam produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM berbasis eceng gondok yang berorientasi pada peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.Abstract: The problem of abundant water hyacinth waste in Sungai Arfat Village has prompted the need for innovative utilization to add economic value. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in processing water hyacinth into marketable health products and introducing digital promotion strategies. The methods used included socialization of the potential of water hyacinth, counseling on the urgency of waste management, and workshops on making water hyacinth-based wound sprays. The activity was attended by 29 members of the Sungai Arfat Village PKK with direct assistance from the training team, while the evaluation was conducted through a comprehension questionnaire. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, with the success indicators being an increase in the participants' knowledge and understanding. The results showed that the average pretest score of 51.03 increased to 97.93 in the posttest, with an average increase of 46.90 or 149.71%. This activity not only improved the community's hard skills in production but also opened up opportunities for the development of water hyacinth-based MSMEs oriented towards sustainable local economic improvement.  
EKSPLORASI HERBAL LOKAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN EDUKASI SISWA MTS DAN MA SEBAGAI IMPLEMENTASI SDGS Nily Su&#039;aida; Muliyani Muliyani; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34089

Abstract

Abstrak: Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk berbagai tanaman lokal dengan potensi manfaat kesehatan yang tinggi. Namun, pemanfaatan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih terbatas, khususnya di kalangan siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengenalkan pemanfaatan tanaman lokal khas Kalimantan sebagai solusi kesehatan bagi 26 siswa Mts dan MA Desa Rumpiang. Metode kegiatan meliputi identifikasi tanaman berkhasiat, pelaksanaan pre-test dan post-test terkait pengetahuan obat tradisional, penyuluhan kepada siswa, serta pelatihan pembuatan produk berbasis tanaman herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang pemanfaatan tanaman lokal yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 15,32% pada siswa MTs dan 35,42% pada siswa MA. Selain itu, siswa memperoleh keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer, jamu, dan masker alami yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi untuk berbagai masalah kesehatan. Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan (SDG 3) serta pendidikan berkualitas (SDG 4).Abstract: Kalimantan is rich in biodiversity, including a wide range of local plants with significant potential health benefits. However, the utilization of these plants in daily life remains limited, particularly among students. This community engagement program aimed to explore and introduce the use of local Kalimantan plants as health solutions for students at MTs and MA in Rumpiang. The methods included identifying medicinal plants, conducting pre-tests and post-tests related to traditional medicine knowledge, delivering educational sessions, and providing training on the production of herbal-based products. The results demonstrated an increase in students’ knowledge of local plant utilization, as indicated by an average score improvement of 15.32% among MTs students and 35.42% among MA students. Furthermore, the participants acquired practical skills in producing herbal hand sanitizers, jamu, and natural facial masks as alternative therapies for various health issues. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly good health and well-being (SDG 3) and quality education (SDG 4).
GREEN EXTRACTION PADA DAUN MURBEI DENGAN TWEEN 20, TWEEN 80, SPAN 20, DAN SPAN 80 SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBISI ENZIM TIROSINASE Hasniah Hasniah; Atikah Isma Rahmi; Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Muhammad Fauzi; Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024): Eksplorasi Kefarmasian Komprehensif: Pendekatan In Silico, Teknologi Sediaan Ala
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15395

Abstract

Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif yang meliputi golongan fenolik, flavonoid seperti rutin, kuersetin, asam galat dan asam klorogenik sebagai antioksidan yang dapat mengantisipasi oksidasi kulit oleh radiasi sinar UV dan sebagai penghambat tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Green Extraction pada daun murbei menggunakan alternatif pelarut pengganti pelarut organik dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) serta uji daya peredaman radikal bebas DPPH dan inhibisi enzim tirosinase. Alternatif pelarut pengganti pelarut organik yang digunakan memiliki kepolaran yang berbeda-beda yaitu tween 20, tween 80, span 20, dan span 80. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 rata-rata yang diperoleh dari daya peredaman radikal bebas DPPH ekstrak daun murbei menggunakan tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 beturut-turut adalah 9874, 12797, 23131, dan 41844 bpj. Sedangkan aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak daun murbei hasil ekstraksi menggunakan alternatif pelarut tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 dimana pada konsentrasi 45000 bpj masing-masing ekstrak memberikan % inhibisi sebesar 19,62, 17,26, 15,84, dan 14,18 %. Dengan demikian, dalam penlitian ini alternatif pelarut yang paling baik digunakan untuk penerapan green extraction pada daun murbei adalah tween 20.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK PASTA GIGI EKSTRAK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Karina Erlianti; Hasniah Hasniah; Lia Mardiana
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024): Eksplorasi Kefarmasian Komprehensif: Pendekatan In Silico, Teknologi Sediaan Ala
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15397

Abstract

Eceng Gondok merupakan tanaman yang dikenal sebagai gulma perairan atau tanaman yang keberadaan nya tidak diinginkan namun juga mengandung metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan salah satunya adalah sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi sehingga eceng gondok dapat diformulasikan sebagai sediaan pasta gigi yang ditujukan untuk mencegah permasalahan pada gigi dan mulut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk memformulasikan sediaan pasta gigi ekstrak eceng gondok dan mengetahui stabilitas fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan ektsrak eceng gondok dapat diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi yang memiliki stabilitas fisik yang baik.
Farmasis peduli diabetes melalui edukasi obat dan pencegahan komplikasi di Desa Darek Lombok Tengah Fitri Apriliany; Recta Olivia Umboro; Karina Erlianti; Dedent Eka Bimmaharyanto S; Deni Setiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38266

Abstract

Abstrak Lombok Tengah menjadi salah satu daerah tinggi penderita diabetes dibandingkan 9 kabupaten lainnya di NTB sebanyak 16.195 pasien dan diabetes adalah penyakit metabolik kronik yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Penyakit ini jika tidak ditangani maka akan menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal, neuropati, dan gangguan penglihatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Dalam tatalaksana pengobatan diabetes selain terapi pengobatan, dibutuhkan juga kepatuhan minum obat untuk mengoptimalkan outcome pengobatan. Akan tetapi masih banyak pasien yang memiliki ketidakpatuhan terhadap terapi pengobatan karena faktor rasa jenuh akibat mengkonsumsi obat seumur hidup sehingga perlunya peran tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Olehkarena itu tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai diabetes melalui farmasis peduli diabetes melitus (FARMA-DM). Metode edukasi dilakukan menggunanakn media pembelajaran audio visual (power point, video animasi). Evaluasi dilakukan dengan prettest dan posttest. Kegiatan dihadiri oleh 53 peserta. Hasil kegiatan diperoleh nilai rata-rata prettest (40%) dan posttest (90%). Kesimpulan pengabdian ini adalah peran farmasis dalam memberikan edukasi penyakit diabetes, obat, dan komplikasi nya berdampak pada perubahan sikap pemahaman dan pengetahuan peserta dengan ditunjukkan peningkatan nilai evaluasi sebesar 125% Kata kunci: diabetes; edukasi obat; farma-dm;  pengetahuan. Abstract Lombok Tengah is one of the districts in West Nusa Tenggara (NTB) with a high prevalence of diabetes mellitus, with 16,195 patients compared to the other nine districts. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that can affect individuals of all ages. If not properly treated, it can cause serious complications such as cardiovascular disease, kidney disorders, neuropathy, and visual impairment, which can significantly reduce patients’ quality of life. In diabetes management, pharmacological therapy alone is not sufficient; medication adherence is also required to optimize treatment outcomes. However, many patients experience non-adherence to medication therapy due to boredom and fatigue associated with lifelong treatment. Therefore, the aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of diabetes through the Pharmacists Caring for Diabetes Mellitus (FARMA-DM) program. Educational activities were delivered using audiovisual learning media, including PowerPoint presentations and animated videos. Evaluation was conducted using pretest and posttest methods. The activity was attended by 53 participants. The results showed that the average pretest score was 40%, which increased to 90% in the posttest. In conclusion, the role of pharmacists in providing education about diabetes, medication use, and its complications had a positive impact on participants’ attitudes, understanding, and knowledge, as indicated by a 125% increase in evaluation scores. Keywords: diabetes; medication education; FARMA-DM; knowledge.
ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN DM TIPE 2 DENGAN METFORMIN DAN GLIMEPIRIDE DI RAWAT INAP RSUD JARAGA SASAMEH KOTA BUNTOK Hasniah Hasniah; Andryanto M Hasan; Erlianti Karina; Fadillah Aris; Fauzi Muhammad; Soemarie Yulistia Budianti; Ramadhani Juwita; Noriandani Riska Ayu
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2397

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Prevalensi yang tinggi serta risiko komplikasi jangka panjang menimbulkan kebutuhan terapi berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis farmakoekonomi dengan pendekatan cost of illness (COI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COI pasien DM tipe 2 dengan metformin dan glimepiride peserta BPJS kesehatan di rawat inap RSUD Jaraga Sasameh Kota Buntok tahun 2023. Desain penelitian bersifat observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan cost of illness dari perspektif Rumah Sakit. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), rekam medis pasien, serta bagian keuangan Rumah Sakit. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap dengan terapi metformin atau glimepiride peserta BPJS kesehatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan cost of illness yaitu membandingkan seluruh komponen rata-rata dengan lama rawat inap di Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 113 pasien yang menggunakan metformin dan 70 pasien yang menggunakan glimepiride, dengan perspektif Rumah Sakit meliputi biaya langsung medis yaitu biaya obat antidiabetes (ADO) oral, obat penyerta lainnya, biaya perawatan, terapi komorbiditas, dan biaya rawat inap. Komponen biaya yang paling dominan pada kedua kelompok terapi adalah biaya perawatan, yang berkontribusi sebesar 67,09% pada terapi metformin dan 68,68% pada terapi glimepiride, diikuti oleh biaya rawat inap. Cost of illness (COI) dari perspektif Rumah Sakit pada pasien dengan terapi metformin sebesar Rp 1.367.043, sedangkan pada terapi glimepiride sebesar Rp 1.427.007. Kesimpulan pada penelitian ini adalah rata-rata biaya COI pasien yang menggunakan terapi glimepiride lebih besar dibandingkan terapi metformin.
Analisis Efektivitas Biaya Metformin dan Glimepirid pada Pasien BPJS Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Buntok Muhammad Fauzi; Riska Ayu Noriandani; Hasniah Hasniah; Karina Erlianti; Aris Fadillah; M. Hasan Andryanto
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v17i1.43243

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin yang menimbulkan beban ekonomi signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 2 di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif dari perspektif rumah sakit, melibatkan 183 pasien. Efektivitas klinis didefinisikan sebagai tercapainya target Gula Darah Sewaktu (GDS) <200 mg/dL. Analisis data dilakukan menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), berdasarkan biaya terapi efektivitas pengendalian gula darah, rawat inap, dan komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin lebih cost-effective pada pasien kelas I dengan nilai ACER sebesar Rp 750.594,00 dan ICER sebesar Rp 274.309,39, pada pasien kelas II dan III glimepirid menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dengan nilai ACER masing-masing Rp 174.680,00 dan Rp 351.093,00. Nilai ICER metformin pada kelas II dan III lebih tinggi dibandingkan glimepirid. Kesimpulannya, metformin direkomendasikan sebagai pilihan terapi yang lebih cost-effective pada pasien BPJS kelas I, sedangkan glimepirid lebih tepat digunakan pada pasien kelas II dan III