Perubahan sosial dan teknologi menuntut pendidikan untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual sejak dini. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), guru berperan penting membantu siswa memahami serta mengelola emosi sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menganalisis penerapan model regulasi emosi Macklem dalam pembelajaran PAI di kelas I SD Negeri 8 Juli serta implikasinya terhadap perkembangan sosial, emosional, dan spiritual siswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model Macklem dengan prinsip pembelajaran sosial-emosional (SEL) dan nilai spiritual Islam meningkatkan kemampuan siswa mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi secara positif. Guru PAI menerapkan empat tahap utama, pemahaman, identifikasi, ekspresi, dan strategi pengendalian emosi, serta memperkuatnya dengan kegiatan muhasabah dan kisah keteladanan Nabi. Penerapan ini berdampak pada peningkatan empati, pengendalian diri, dan perilaku religius siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian integratif antara psikologi pendidikan Barat dan pedagogi Islam; secara praktis, memberikan model pembelajaran PAI yang holistik, humanis, dan kontekstual dengan budaya Aceh.