Claim Missing Document
Check
Articles

CONCERT HALL DI MANADO. Architectural and Acoustic Design Gabriela R. Turangan; Idradjaja Makainas; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17469

Abstract

Desain Arsitektur Akustik adalah teknologi untuk mendesain ruangan, struktur dan konstruksi dari sebuah ruangan yang tertutup. Dengan desain arsitektural yang baik, suara-suara yang diinginkan dapat dinikmati dengan sempurna dan suara-suara yang mengganggu pendengaran dapat dihindarkan contohnya pada bangunan pementasan atau Concert Hall. Di Kota Manado saat ini, peminat seni sudah sangat berkembang pesat khususnya dalam seni musik. Oleh sebab itu guna meningkatkan kualitas terhadap seni musik di Manado, maka perlu adanya wadah yang dapat menfasilitasi hal tersebut. Karena sampai saat ini, kota Manado belum mempunyai standar gedung dengan akustik yang memadai. Sehingga nantinya, wadah itu diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan seni musik yang ada di kota di Manado melalui infrastruktur yang mendukung dan modern. Jadi kesimpulannya, penerapan arsitektural akustik pada Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan yang modern serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan akustika bangunan.  Kata Kunci : Concert Hall,Architectural, dan Acoustic
MANADO EXHIBITIONCENTER. Arsitektur Futuristik Billy J. Pinontoan; Octavianus H. A. Rogi; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19311

Abstract

Kota Manado menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan bisnis di Sulawesi khususnya Sulawesi Utara, selain itu Manado sendiri memiliki berbagai destinasi wisata. Semakin hari perkembangan ini semakin terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kota Manado. Selain dalam bidang ekonomi dan Bisnis, perkembangan juga terlihat di bidang kesenian. Ada begitu banyak karya seni lokal yang pantas untuk dipamerkan. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang dapat memperkenalkan setiap produk-produk perusahaan juga berbagai karya seni lokal dalam satu bangunan. Di kota Manado pun belum memiliki suatu wadah yang dapat mefasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut, maka dengan adanya Manado Exhibition Center ini diharapkan dapat menampung segala kegiatan dan aktivitas tersebut.Pendekatan Perancangan Manado Exhibition Center ini menggunakan pendekatan tipologi objek, pendekatan tema perancangan dan pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Dalam pendekatan tipologi objek ini dilakukan dengan melalui pengidentifikasian dan pendalaman objek perancangan serta dilakukan juga studi komparasi yang melakukan perbandingan objek atau fasilitas sejenis objek rancangan. Diperlukan pemahaman terhadap tema untuk bisa mengoptimalkan penerapannya dalam rancangan. Tema yang diambil adalah Arsitektur futuristik , yang mengacu pada prinsip-prinsip dalam Arsitektur futuristik, agar dapat menunjang fungsi objek rancangan.Manado Exhibition Center dirancang sebagai tempat pameran, pertemuan, konferensi dan pergelaran yang sangat berguna untuk masyarakat serta dapat menunjang perekonomian daerah. Dengan hadirnya bangunan ini diharapkan dapat mewadahi segala kegiatan aktivitas pameran, pertemuan, konferensi dan pergelaran yang belum di fasilitasi secara baik dalam segi arsitektur yaitu suatu bangunan yang dapat menampung segala jenis kegiatan tersebut.Kata Kunci : Exhibition,  Jasa, Seni, Futuristik
REDESAIN MUSEUM NEGERI PROVINSI SULAWESI UTARA. Regionalisme dalam Arsitektur Eka Oktaviana; Rieneke L. E. Sela; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20825

Abstract

Proses merancang kembali sebuah museum guna merubah penampilan atau fungsi bangunan agar bisa melestarikan warisan budaya dari wilayah provinsi Sulawesi Utara untuk tujuan studi, penelitian, dan kesenangan atau hiburan dengan tema regionalisme dalam arsitektur yang merupakan upaya menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Saat ini di Provinsi Sulawesi Utara terutama kota Manado masih kurangnya keberadaan bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya salah satunya museum negeri provinsi sulawesi utara. Tujuan penulisan ini untuk meredesain kembali museum yang modern yang memperlihatkan identitas budaya setempat dan memenuhi persyaratan ruang yang belum terpenuhi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur, observasi/surveying, studi kasus, studi komparasi, dan analisa. Hasil yang dicapai, sebuah museum yang memiliki identitas budaya setempat melalui bentuk atau ornamen pada fasade bangunan, dan adanya penambahan unsur yaitu unsur rekreatif sehingga masyarakat lebih tertarik lagi untuk datang ke museum. Tidak hanya sekedar melihat pameran tapi juga bisa merasakan fasilitas lain yaitu fasilitas rekreasi agar tidak terpaku pada suasana yang terkesan monoton.Kata kunci : Redesain, Museum, Regionalisme, Arsitektur
TAMAN EDUKASI DI MANADO. Arsitektur Organik Bayu Maasawet; Frits O. P. Siregar; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23958

Abstract

Manado merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara dengan penduduk yang cukup banyak yang menjadikan kota Manado sebagai pusat kegiatan dan  juga sebagai tolak ukur atas kemajuan provinsi Sulawesi Utara dan negara Indonesia baik di bidang ekonomi, fasilitas, kekayaan alam, pendidikan dan sebagainya. Dalam tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang menarik, rekreatif, yang dapat memberikan pengalaman edukasi dengan hubungan langsung dengan alam. Maka suatu fasilitas wahana wisata edukasi dengan tema organik yang mengoptimalkan hubungan serta keharmonisan antara manusia, bangunan, dan alam, merupakan suatu cara untuk menarik masyarakat untuk dapat menikmati edukasi non formal dengan cara berbeda dan lebih menarik. Metode yang digunakan merupakan metode perancangan dengan pendekatan Arsitektur Organik untuk dapat mengoptimalkan hubungan objek rancangan dengan  alam yang berada disekitar objek rancangan tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah agar dapat menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas dan secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan terlebih khusus di daerah yang akan dibangun fasilitas tersebut yaitu kota Manado.  Kata Kunci: Taman Edukasi, Arsitektur Organik, Manado
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI MANADO. Evidence-Based Design Henricho Dirganeri; Rieneke L. E. Sela; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24636

Abstract

Saat ini berbagai masalah kesehatan terus berkembang di tengah masyarakat, salah satu masalah kesehatan tersebut adalah penyakit kanker. Sulawesi Utara pun tidak luput dari masalah tersebut, penyakit kanker terus mengalami perkembangan di daerah ini, sedangkan fasilitas kesehatan yang menjawab masalah tersebut masih kurang. Melihat fenomena tersebut maka perlu adanya fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan bagi pasien – pasien penyakit kanker. Tujuan perancangan ini adalah merancang rumah sakit khusus kanker di Manado yang dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan penyakit kanker di Sulawesi utara sehingga fasilitas tersebut secara spesifik memberikan pelayanan bagi pasien-pasien penyakit kanker. Rumah sakit khusus kanker tersebut dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional yang dilakukan melalui survei lokasi, objek, literatur, wawancara, dan kajian studi kasus.  Pada perancangan rumah sakit ini  menggunakan metode glass box, penerapan metode glass box ditujukan agar setiap luaran perancangan memiliki alur dan pertimbangan yang jelas sehingga setiap hasil perancangan dapat memberikan manfaat bagi pasien, staf maupun operasional rumah sakit tersebut. Tema evidence-based design merupakan pendekatan tematik yang memiliki tujuan untuk memberikan luaran terbaik bagi pasien, staf maupun pengembangan rumah sakit berdasarkan data dan riset yang telah ada, pendetakan ini diterapkan pada keseluruhan perancangan rumah sakit yaitu penataan dan pengembangan tapak, konfigurasi massa bangunan, penataan ruang dalam, desain ruang dalam, desain ruang luar, dan lain-lain. Kata kunci : Rumah Sakit Khusus Kanker, Evidence-Based Design, Glass Box.
HOTEL BISNIS DI KOTA LUWUK. Arsitektur Kontemporer Hardiyanti Madja; Rieneke L. E. Sela; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28807

Abstract

Perancangan hotel bisnis atau commercial hotel atau disebut juga city hotel karena lokasinya berada di pusat kota. Hotel bisnis direncanakan adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan dan fasilitas penunjang lainnya, dapat mengakomodasi tamu untuk kegiatan berbisnis di Kota Luwuk. Tujuan perancangan adalah untuk mewadahi kebutuhan akan tempat tinggal bersifat sementara, representatif dan dapat mengakomodasi kegiatan pengunjung utamanya untuk para pebisnis yang berkunjung ke Kota Luwuk, dengan fasilitas memenuhi standar hotel berbintang empat serta merancang hotel bisnis dengan pendekatan tematik. Metode perancangan menggunakan metode perancangan glass box method oleh Christoper Jones. Metode tersebut adalah metode berpikir rasional yang dilakukan secara objektif dan sistematis dalam menelaah suatu hal secara logis dan terbebas dari pemikiran dan pertimbangan yang tidak rasional. Perancangan objek menggunakan tema arsitektur kontemporer yang menonjolkan bentuk unik, atraktif dan sangat kompleks, bersifat lebih modern sehingga mampu menarik pengunjung karena bentuk bangunan kekinian dan dinamis. Hasil perancangan menghasilkan objek yang mewadahi segala kebutuhan tamu pengunjung dalam berbisnis serta memaksimalkan kenyamanan pengunjung secara fisik maupun kenyamanan spiritual dengan strategi rancang desain yang menerapkan karakteristik arsitektur kontemporer. Aplikasi tema arsitektur kontemporer diwujudkan pada pemilihan lokasi, pengolahan site, kualitas ruang, pengolahan bentuk dan tampilan serta struktur yang digunakan pada bangunan. Kata Kunci : Hotel Bisnis, Arsitektur Kontemporer
AQUATIC ARENA DI MANADO. Arsitektur Metafora Shintia F. A. Rungkat; Pingkan P. Egam; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30164

Abstract

Aquatic arena di Manado merupakan wadah untuk melakukan aktifitas atau event olahraga air, namun terdapat kekurangan dalam perkembangan proses pembibitan dan pelatihan bagi atlet renang di Manado untuk generasi yang akan datang. Salah satu faktor kekurangan pada olahraga ini disebabkan oleh fasilitas olahraga renang yang belum memadai sesuai standar kompetisi. Fasilitas aquatic arena di Manado merupakan wadah bagi peminat olahraga air (renang) untuk menjawab kebutuhan. Perancangan objek ini menggunakan arsitektur metafora yang mengidentifikasikan hubungan antara benda dimana hubungan tersebut lebih bersifat abstrak daripada nyata. Lokasi tapak perancangan aquatic arena berada di jalan ring road kecamatan Mapanget kota Manado. Tujuan dari perancangan adalah untuk meningkatkan fasilitas yang dapat mendukung bangunan dan mencari prinsip arsitektur metafora yang dapat diterapkan pada bentuk bangunan. Metode perancangan menggunakan proses desain generasi II oleh Jhon Seizel. Hasil perancangan yang dicapai bangunan mampu mewadahi aktvitas yang berhubungan dengan kegiatan olahraga berenang di Manado serta fasilitas aquatic arena sesuai dengan standar kompetisi dan bentuk bangunan dengan konsep penerapan arsitektur metafora dapat menggambarkan aktivitas yang ada di dalam bangunan.Kata Kunci: Olahraga, Aquatic Arena, Arsitektur Metafora
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA MANADO, Privasi dalam Arsitektur Monica P. P. Roring; Judy O. Waani; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31564

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah masyarakat yang cukup sering terdengar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek dan dampak kekerasan seksual mencakup trauma fisik dan psikologis. Pemerintah serta pihak-pihak terkait telah melakukan upaya mereka untuk menangani masalah ini, sehingga dirancanglah bangunan untuk mewadahinya yakni pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Objek ini merupakan wadah sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan bagi para korban. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan privasi dalam arsitektur yang dapat mendukung bangunan mencapai tujuan utamanya, yaitu sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan. Lokasi perancangan terletak di Jl. Meruasey Malalayang Dua, Malalayang, kota Manado, Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini yaitu untuk menghadirkan bangunan yang mampu mewadahi para korban permasalahan sosial di kota Manado dan untuk memberikan privasi yang dibutuhkan. Metode perancangan menggunakan  proses perancangan generasi II (desain argumentatif) yang dikemukakan oleh Horst Rittel. Hasil rancangan ini pada akhirnya menghadirkan objek untuk mencegah dan mengatasi dampak kekerasan seksual yang sering terjadi dan untuk meningkatkan kepedulian kita akan betapa pentingnya memperhatikan masalah ini dan betapa fatalnya dampak yang terjadi serta pentingnya kesehatan mental korban.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual, Privasi
ANALISIS PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR DANAU TONDANO KABUPATEN MINAHASA Brigita T. Makarawung; Rieneke L. E. Sela; Leidy M. Rompas
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37064

Abstract

In the Minahasa Regency RTRW the area around Lake Tondano is designated as a protected area, in fact the existing protected area has been used as a place to live for the existing community to fulfill human interests. Lake Tondano. The community's need for land as a place to build houses is decreasing due to population growth. People's houses are no longer around the lake, but have penetrated to the waters. Therefore, a research was carried out with the aim of identifying the development of residential areas around Lake Tondano and calculating the area of development of residential areas around Lake Tondano. The research method used in this research is spatial time series analysis to see the development of residential areas and quantitative descriptive analysis . The results showed that the area around Lake Tondano experienced settlement development from 2003 to 2019, the area of settlement development from 2003 to 2011 grew by 87 ha, while the development of settlements in 2011 to 2019 increased by 132.58 ha. So that the distribution area of settlements from 2003-2019 is 413.76 ha to 633.81 ha.
BADMINTON SPORT ACADEMY: Arsitektur Futuristic Kalvin D. Iskandar; Rieneke L. E. Sela; Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat masyarakat Sulawesi Utara yang sangat tinggi terhadap olahraga badminton membuat olahraga ini menjadi popular di kalangan masyarakat sehingga hal ini membuat masyarakat bukan hanya sekedar bermain melainkan ingin berkarir dengan menjadi atlet badminton. Namun fasilitas untuk menunjang kegiatan pembinaan dan pelatihan di Sulawesi Utara masih sangat minim dan masih jauh dari standar. Oleh karna itu dirancang badminton sport academy dengan tema arsitektur futuristik. Tujuan perancanganpnya yaitu menghadirkan suatu bangunan tempat pelatihan yang tidak hanya baik dari segi fungsi melainkan juga dari segi estetis dan keindahan bangunan dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan memiliki fasilitas yang berstandar internasional. Dalam proses perancangan ini proses perancangan yang dipakai dalah model rancangan dari John Ziel yaitu, Image-prasent-tanse Cycle. Pendekatan perancangan meliputi tiga aspek yaitu pendekatan lokasi, pendekatan tipologi dan pendekatan tematik. Badminton sport academy ini didesain agar dapat mewadahi seluruh kegiatan pembinaan atlet. Pendalaman tema Arsitektur Futuristik yang di implementasikan ke dalam perancangan membuat hasil perancangan memiliki nilai kebaruan dan menambah disibilitas dan prospek dari objek rancangan. Kata Kunci: Badminton, Sport, Academy, Arsitektur Futuristik
Co-Authors Alfrets Singkoh Alvin J. Tinangon Amanda M. Rompas Aristotulus E Tungka, Aristotulus E Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Baso, Fransisca P. Y. Bayu Maasawet Billy J. Pinontoan Brigita T. Makarawung Cynthia V. Sondakh Datukramat, Hermawan Pratama Deddy Erdiono Dewi, Kartika Puspa Dewi, Kartika Puspa Eka Oktaviana Esli D. Takumansang Esli Takumansang, Esli Eunike Waani Frits O. P. Siregar Gabriela R. Turangan Gobel, Indra Wirana Jaya Hardiyanti Madja Henricho Dirganeri Idradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Ishak, Fajriyanti Jerry J. Antou Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Kalvin D. Iskandar Koyakin, Ferenshia P. Kumurur, Veronika - Kumurur, Veronika A Lakat, Ricky S. M. Latawan, Wirakusniawati Lauma, Safirda Nadia Leidy M. Rompas Linda Tondobala Makarawung, Brigita T Makarawung, Brigita T. Martin, Willy Michael M Rengkung, Michael M Missah, Rizkyanto Efraim Monica P. P. Roring Nonto, Erlangga Octavianus H. A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Pollo, Joel Yermia Rachmat Prijadi Rapar, Srimuliani Miranda Debora Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Rezka L. Nender Rompas, Lady M Sambeka, Gabriela Sheren A. A. Lumolos Shintia F. A. Rungkat Sonny Tilaar Sonny Tilaar Suryono MT Tinangon, Alvin J Toghas, Daniel Marthinus Triesa J. Kindangen Tuar, Isabella Gloria Tulangow, Pingkan K Umar, Feki Pebrianto Urbanus, Ananda Veronica A. Kumurur Watung, Christania H.T. Windy J. Mononimbar