Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI MANADO. Evidence-Based Design Henricho Dirganeri; Rieneke L. E. Sela; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24636

Abstract

Saat ini berbagai masalah kesehatan terus berkembang di tengah masyarakat, salah satu masalah kesehatan tersebut adalah penyakit kanker. Sulawesi Utara pun tidak luput dari masalah tersebut, penyakit kanker terus mengalami perkembangan di daerah ini, sedangkan fasilitas kesehatan yang menjawab masalah tersebut masih kurang. Melihat fenomena tersebut maka perlu adanya fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan bagi pasien – pasien penyakit kanker. Tujuan perancangan ini adalah merancang rumah sakit khusus kanker di Manado yang dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan penyakit kanker di Sulawesi utara sehingga fasilitas tersebut secara spesifik memberikan pelayanan bagi pasien-pasien penyakit kanker. Rumah sakit khusus kanker tersebut dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional yang dilakukan melalui survei lokasi, objek, literatur, wawancara, dan kajian studi kasus.  Pada perancangan rumah sakit ini  menggunakan metode glass box, penerapan metode glass box ditujukan agar setiap luaran perancangan memiliki alur dan pertimbangan yang jelas sehingga setiap hasil perancangan dapat memberikan manfaat bagi pasien, staf maupun operasional rumah sakit tersebut. Tema evidence-based design merupakan pendekatan tematik yang memiliki tujuan untuk memberikan luaran terbaik bagi pasien, staf maupun pengembangan rumah sakit berdasarkan data dan riset yang telah ada, pendetakan ini diterapkan pada keseluruhan perancangan rumah sakit yaitu penataan dan pengembangan tapak, konfigurasi massa bangunan, penataan ruang dalam, desain ruang dalam, desain ruang luar, dan lain-lain. Kata kunci : Rumah Sakit Khusus Kanker, Evidence-Based Design, Glass Box.
HOTEL BISNIS DI KOTA LUWUK. Arsitektur Kontemporer Hardiyanti Madja; Rieneke L. E. Sela; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28807

Abstract

Perancangan hotel bisnis atau commercial hotel atau disebut juga city hotel karena lokasinya berada di pusat kota. Hotel bisnis direncanakan adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan dan fasilitas penunjang lainnya, dapat mengakomodasi tamu untuk kegiatan berbisnis di Kota Luwuk. Tujuan perancangan adalah untuk mewadahi kebutuhan akan tempat tinggal bersifat sementara, representatif dan dapat mengakomodasi kegiatan pengunjung utamanya untuk para pebisnis yang berkunjung ke Kota Luwuk, dengan fasilitas memenuhi standar hotel berbintang empat serta merancang hotel bisnis dengan pendekatan tematik. Metode perancangan menggunakan metode perancangan glass box method oleh Christoper Jones. Metode tersebut adalah metode berpikir rasional yang dilakukan secara objektif dan sistematis dalam menelaah suatu hal secara logis dan terbebas dari pemikiran dan pertimbangan yang tidak rasional. Perancangan objek menggunakan tema arsitektur kontemporer yang menonjolkan bentuk unik, atraktif dan sangat kompleks, bersifat lebih modern sehingga mampu menarik pengunjung karena bentuk bangunan kekinian dan dinamis. Hasil perancangan menghasilkan objek yang mewadahi segala kebutuhan tamu pengunjung dalam berbisnis serta memaksimalkan kenyamanan pengunjung secara fisik maupun kenyamanan spiritual dengan strategi rancang desain yang menerapkan karakteristik arsitektur kontemporer. Aplikasi tema arsitektur kontemporer diwujudkan pada pemilihan lokasi, pengolahan site, kualitas ruang, pengolahan bentuk dan tampilan serta struktur yang digunakan pada bangunan. Kata Kunci : Hotel Bisnis, Arsitektur Kontemporer
AQUATIC ARENA DI MANADO. Arsitektur Metafora Shintia F. A. Rungkat; Pingkan P. Egam; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30164

Abstract

Aquatic arena di Manado merupakan wadah untuk melakukan aktifitas atau event olahraga air, namun terdapat kekurangan dalam perkembangan proses pembibitan dan pelatihan bagi atlet renang di Manado untuk generasi yang akan datang. Salah satu faktor kekurangan pada olahraga ini disebabkan oleh fasilitas olahraga renang yang belum memadai sesuai standar kompetisi. Fasilitas aquatic arena di Manado merupakan wadah bagi peminat olahraga air (renang) untuk menjawab kebutuhan. Perancangan objek ini menggunakan arsitektur metafora yang mengidentifikasikan hubungan antara benda dimana hubungan tersebut lebih bersifat abstrak daripada nyata. Lokasi tapak perancangan aquatic arena berada di jalan ring road kecamatan Mapanget kota Manado. Tujuan dari perancangan adalah untuk meningkatkan fasilitas yang dapat mendukung bangunan dan mencari prinsip arsitektur metafora yang dapat diterapkan pada bentuk bangunan. Metode perancangan menggunakan proses desain generasi II oleh Jhon Seizel. Hasil perancangan yang dicapai bangunan mampu mewadahi aktvitas yang berhubungan dengan kegiatan olahraga berenang di Manado serta fasilitas aquatic arena sesuai dengan standar kompetisi dan bentuk bangunan dengan konsep penerapan arsitektur metafora dapat menggambarkan aktivitas yang ada di dalam bangunan.Kata Kunci: Olahraga, Aquatic Arena, Arsitektur Metafora
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA MANADO, Privasi dalam Arsitektur Monica P. P. Roring; Judy O. Waani; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31564

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah masyarakat yang cukup sering terdengar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek dan dampak kekerasan seksual mencakup trauma fisik dan psikologis. Pemerintah serta pihak-pihak terkait telah melakukan upaya mereka untuk menangani masalah ini, sehingga dirancanglah bangunan untuk mewadahinya yakni pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Objek ini merupakan wadah sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan bagi para korban. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan privasi dalam arsitektur yang dapat mendukung bangunan mencapai tujuan utamanya, yaitu sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan. Lokasi perancangan terletak di Jl. Meruasey Malalayang Dua, Malalayang, kota Manado, Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini yaitu untuk menghadirkan bangunan yang mampu mewadahi para korban permasalahan sosial di kota Manado dan untuk memberikan privasi yang dibutuhkan. Metode perancangan menggunakan  proses perancangan generasi II (desain argumentatif) yang dikemukakan oleh Horst Rittel. Hasil rancangan ini pada akhirnya menghadirkan objek untuk mencegah dan mengatasi dampak kekerasan seksual yang sering terjadi dan untuk meningkatkan kepedulian kita akan betapa pentingnya memperhatikan masalah ini dan betapa fatalnya dampak yang terjadi serta pentingnya kesehatan mental korban.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual, Privasi
ANALISIS PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR DANAU TONDANO KABUPATEN MINAHASA Brigita T. Makarawung; Rieneke L. E. Sela; Leidy M. Rompas
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37064

Abstract

In the Minahasa Regency RTRW the area around Lake Tondano is designated as a protected area, in fact the existing protected area has been used as a place to live for the existing community to fulfill human interests. Lake Tondano. The community's need for land as a place to build houses is decreasing due to population growth. People's houses are no longer around the lake, but have penetrated to the waters. Therefore, a research was carried out with the aim of identifying the development of residential areas around Lake Tondano and calculating the area of development of residential areas around Lake Tondano. The research method used in this research is spatial time series analysis to see the development of residential areas and quantitative descriptive analysis . The results showed that the area around Lake Tondano experienced settlement development from 2003 to 2019, the area of settlement development from 2003 to 2011 grew by 87 ha, while the development of settlements in 2011 to 2019 increased by 132.58 ha. So that the distribution area of settlements from 2003-2019 is 413.76 ha to 633.81 ha.
BADMINTON SPORT ACADEMY: Arsitektur Futuristic Kalvin D. Iskandar; Rieneke L. E. Sela; Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat masyarakat Sulawesi Utara yang sangat tinggi terhadap olahraga badminton membuat olahraga ini menjadi popular di kalangan masyarakat sehingga hal ini membuat masyarakat bukan hanya sekedar bermain melainkan ingin berkarir dengan menjadi atlet badminton. Namun fasilitas untuk menunjang kegiatan pembinaan dan pelatihan di Sulawesi Utara masih sangat minim dan masih jauh dari standar. Oleh karna itu dirancang badminton sport academy dengan tema arsitektur futuristik. Tujuan perancanganpnya yaitu menghadirkan suatu bangunan tempat pelatihan yang tidak hanya baik dari segi fungsi melainkan juga dari segi estetis dan keindahan bangunan dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan memiliki fasilitas yang berstandar internasional. Dalam proses perancangan ini proses perancangan yang dipakai dalah model rancangan dari John Ziel yaitu, Image-prasent-tanse Cycle. Pendekatan perancangan meliputi tiga aspek yaitu pendekatan lokasi, pendekatan tipologi dan pendekatan tematik. Badminton sport academy ini didesain agar dapat mewadahi seluruh kegiatan pembinaan atlet. Pendalaman tema Arsitektur Futuristik yang di implementasikan ke dalam perancangan membuat hasil perancangan memiliki nilai kebaruan dan menambah disibilitas dan prospek dari objek rancangan. Kata Kunci: Badminton, Sport, Academy, Arsitektur Futuristik
PUSAT WISATA KULINER PECINAN DI KOTA MANADO: Heritage Architecture Koyakin, Ferenshia P.; Sela, Rieneke L. E.; Tarore, Raymond D. Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado.merupakan salah satu kota yang dikenal.sebagai daerah.tujuan wisata di.kawasan Timur.Indonesia dan menjadi.pintu gerbang program tersebut di kawasan pasifik.sejak dilaksanakannya program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pusat kuliner pecinan ini dirancang untuk bisa.mewadahi kebutuhan.akan.tempat wisata yang nyaman dan aman di.Kota..Manado sekaligus menata kembali kawasan pecinan dengan tetap mempertahankan bangunan bersejarah yang ada sesuai dengan tema yaitu heritage architecture sehingga bisa mengagngkat citra Kota Manado khususnya dalam bidang kuliner sebagai salah satu.destinasi.wisata kuliner yang.wajib dikunjungi. Metode.perancangan.ini menggunakan.metode proses.desain glass box.oleh J.C Jones dengan 3.poin utama pendekatan.perancangan yaitu, pendekatan.terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan.terhadap kajian.tapak dan lingkungan, sehingga.menghasilkan.suatu.desain.berupa.layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, .potongan bangunan, utilitas dan.gambar perspektif sesuai dengan konsep perancangan. Kata Kunci: Pusat Wisata Kuliner Pecinan, Heritage Architecture
GELANGGANG REMAJA DI MINAHASA: Arsitektur Perilaku Sambeka, Gabriela; Sela, Rieneke L. E.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelanggang remaja adalah ruang atau tempat yang digunakan para remaja untuk melakukan berbagai kegiatan yang berguna bagi aktualisasi remaja yang positif. Remaja merupakan kelompok yang memiliki potensi besar sebagai generasi penerus dalam mewujudkan cita-cita, perjuangan dan membangun masa depan bangsa. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain. Di Kabupaten Minahasa sendiri terdapat banyak sekali komunitas, club-club bahkan even-even yang diadakan oleh kalangan remaja. Hal ini merupakan tanda bahwa anak muda mempunyai tekat untuk menunjukan kekreativitasan maupun keeksistensiannya. Saat ini di Minahasa sendiri objek yang serupa masih jarang ditemui. Oleh karena itu dirancang sebuah fasilitas gelanggang remaja dengan pendekatan arsitektur dan perilaku. Tujuan perancangannya yaitu menghadirkan sebuah wadah yang dapat menunjang berbagai kegiatan positif kalangan remaja sesuai minat dan bakat masing-masing. Dalam proses perancangan ini metode yang digunakan yaitu proses desain rasional atau metode merancang berdasarkan analisis dan sintesis. Gelanggang remaja ini didesain agar dapat menjadi wadah utama dalam mengakomodasi kebutuhan para remaja atau pengunjung untuk melakukan kegiatan baik dalam bidang kesenian, sosial, maupun olahraga. Kata Kunci : Gelanggang Remaja, Arsitektur, Perilaku, Kabupaten Minahasa
KAJIAN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Nonto, Erlangga; Sela, Rieneke L. E.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37074

Abstract

The carrying capacity and capacity of land is an analytical instrument related to the limitations and needs of land in order to balance it, so that there is no land transfer and environmental damage. The residential area in South Bolaang Mongondow Regency is located on the river border and coastal area. Limited land due to hilly landscapes to steep slopes, no direction for the development of residential areas and the lack of community understanding regarding the carrying capacity and capacity of land are the main obstacles to the development of residential areas. Related to this, it is necessary to identify physical conditions and analyze the carrying capacity and capacity of existing land in 2020 until the prediction in 2040. The approach used is descriptive quantitative and spatial approach to determine physical conditions and analyze the projected carrying capacity and carrying capacity of land in 2020-2040. The results showed that South Bolaang Mongondow Regency had potential land with an area of 118,106 Ha. Posigadan District 23,606 Ha, Tomini 16,596 Ha, Helumo 13,475 Ha, Bolaang Uki 15,759 Ha, Pinolosian 16,533 Ha, Central Pinolosian 15,541 Ha, East Pinolosian 16,596. Based on the calculation of the land capacity of the most dominant sub-district that cannot accommodate the population in 2040, the Bolaang Uki District consists of 10 villages.
KAJIAN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Nonto, Erlangga; Sela, Rieneke L. E.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37074

Abstract

The carrying capacity and capacity of land is an analytical instrument related to the limitations and needs of land in order to balance it, so that there is no land transfer and environmental damage. The residential area in South Bolaang Mongondow Regency is located on the river border and coastal area. Limited land due to hilly landscapes to steep slopes, no direction for the development of residential areas and the lack of community understanding regarding the carrying capacity and capacity of land are the main obstacles to the development of residential areas. Related to this, it is necessary to identify physical conditions and analyze the carrying capacity and capacity of existing land in 2020 until the prediction in 2040. The approach used is descriptive quantitative and spatial approach to determine physical conditions and analyze the projected carrying capacity and carrying capacity of land in 2020-2040. The results showed that South Bolaang Mongondow Regency had potential land with an area of 118,106 Ha. Posigadan District 23,606 Ha, Tomini 16,596 Ha, Helumo 13,475 Ha, Bolaang Uki 15,759 Ha, Pinolosian 16,533 Ha, Central Pinolosian 15,541 Ha, East Pinolosian 16,596. Based on the calculation of the land capacity of the most dominant sub-district that cannot accommodate the population in 2040, the Bolaang Uki District consists of 10 villages.
Co-Authors Alfrets Singkoh Alvin J. Tinangon Amanda M. Rompas Amelin, Trifloni Aristotulus E Tungka, Aristotulus E Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Baso, Fransisca P. Y. Brigita T. Makarawung Cynthia V. Sondakh Datukramat, Hermawan Pratama Deddy Erdiono Dewi, Kartika Puspa Dewi, Kartika Puspa Esli D. Takumansang Esli Takumansang, Esli Eunike Waani Frits O. P. Siregar Gobel, Indra Wirana Jaya Hardiyanti Madja Henricho Dirganeri Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Ishak, Fajriyanti Jerry J. Antou Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kalvin D. Iskandar Koyakin, Ferenshia P. Kumurur, Veronika - Kumurur, Veronika A Lakat, Ricky S. M. Latawan, Wirakusniawati Lauma, Safirda Nadia Leidy M. Rompas Linda Tondobala Maasawet, Bayu Makainas, Idradjaja Makarawung, Brigita T Makarawung, Brigita T. Martin, Willy Michael M Rengkung, Michael M Missah, Rizkyanto Efraim Monica P. P. Roring Monika P. Tambingon, Monika P. Nonto, Erlangga Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktaviana, Eka Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Pinontoan, Billy J. Pollo, Joel Yermia Rachmat Prijadi Rapar, Srimuliani Miranda Debora Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Rezka L. Nender Rompas, Lady M Roosje J. Poluan Sambeka, Gabriela Sheren A. A. Lumolos Shintia F. A. Rungkat Sonny Tilaar Sonny Tilaar Suawah, Alya Graciela Rahmadini Suryono MT Tinangon, Alvin J Toghas, Daniel Marthinus Triesa J. Kindangen Tuar, Isabella Gloria Tulangow, Pingkan K Turangan, Gabriela R. Umar, Feki Pebrianto Urbanus, Ananda Veronica A. Kumurur Watung, Christania H.T. Windy J. Mononimbar Yohane A. Mangoendap, Yohane A.