Claim Missing Document
Check
Articles

POLA KOMUNIKASI ANTAR SESAMA RELAWAN DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS (Studi Kasus di Sekolah Pinggiran Sriwijaya) Jannah, Wika Raudhatul; Yenrizal, Yenrizal; Astrid, Gita
DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah Vol. 12 No. 2 (2024): DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/dk.v12i2.7068

Abstract

Keberagaman latar belakang dan status sosial di antara para relawan Sekolah Pinggiran Sriwijaya menciptakan dinamika yang unik. Setiap relawan memiliki sifat, kepribadian, dan sudut pandang yang berbeda, mencerminkan ragam pengalaman hidup mereka. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk mengetahui bagaimana solidaritas tetap terjaga di tengah perbedaan tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang digunakan relawan dalam menjaga solidaritas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan teori jaringan komunikasi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan dua pola komunikasi utama yaitu pola bintang, yang diterapkan dalam kegiatan formal dan struktural, serta pola roda, yang lebih dominan dalam kegiatan informal. Kombinasi pola ini menjadi kunci dalam mempertahankan hubungan harmonis di antara para relawan.
Mate Taon seasonal calendar, ethnographic communication study of Semende Darat community Yenrizal Yenrizal; Ahmad Muhaimin
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i1.1421

Abstract

The Mate Taon calendar is a seasonal calendar typically used by the Semende Darat community, Muara Enim Regency, South Sumatra. This calendar serves as a reference for the agricultural activities of the community established by their ancestors. The aim of this research is to understand the characteristics of mate taon as well as the current knowledge and understanding of the community. This qualitative research employed the ethnographic communication approach. The findings indicate that mate taon represents the community's interpretation of the local natural environment since the time of the puyang and has persisted to the present day. Currently, there are variations in the understanding of the mate taoncalendar, categorized among older generations, adults, and youth. The older generation tends to have a better understanding of mate taon, while adults also comprehend it, albeit not in a substantial manner. In contrast, the youth's understanding is largely superficial. Overall, mate taon continues to be practiced, although it is not substantially understood by the younger generation.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA DI KECAMATAN KEMUNING KOTA PALEMBANG Oktaviani, Sri Rizky; Yenrizal, Yenrizal; Ritonga, Muslimin
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8025

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri, di mana interaksi sosial berperan besar dalam mengembangkan konsep diri dan pola hubungan interpersonal. Dalam konteks toxic relationship, komunikasi memiliki peran sentral karena strategi komunikasi yang tidak tepat dapat memperkuat dinamika hubungan yang destruktif. Kecamatan Kemuning dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya intensitas interaksi remaja dan keragaman latar sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk manajemen komunikasi yang digunakan remaja dalam menghadapi toxic relationship serta mengidentifikasi kondisi hubungan tidak sehat yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam remaja berusia 21–22 tahun yang memiliki pengalaman dalam hubungan toxic. Data dianalisis melalui proses pengorganisasian, interpretasi, dan penarikan makna berdasarkan konsep manajemen komunikasi, manajemen konflik, dan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih banyak menggunakan strategi komunikasi pasif, terutama diam, menghindar, dan mengalah sebagai mekanisme perlindungan diri. Strategi ini dipilih karena konflik dimaknai sebagai ancaman terhadap keselamatan fisik maupun emosional. Kondisi toxic relationship yang dialami informan mencakup kekerasan psikologis, fisik, dan finansial yang berlangsung secara kronis. Pengalaman ini menimbulkan rasa tidak aman, ketergantungan emosional, dan citra diri negatif, serta menormalisasi perilaku abusif sebagai bagian dari hubungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi remaja dalam hubungan toxic lebih berorientasi pada bertahan daripada menyelesaikan konflik, dan pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang terus berlangsung.
ANALISIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PIMPINAN DAN KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI KOPERASI KARYAWAN BANK MANDIRI PALEMBANG A. RIVAI Rachman, Aulia; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.7538

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana peran komunikasi interpersonal antara pimpinan dan karyawan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kinerja di Koperasi Karyawan Bank Mandiri Palembang A. Rivai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam serta observasi langsung terhadap aktivitas kerja. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk komunikasi yang terjalin, baik secara tatap muka maupun melalui media digital, memiliki peranan signifikan dalam memperjelas maksud pesan, meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman, serta memperkuat hubungan kerja antara pimpinan dan karyawan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa komunikasi yang dijalankan secara terbuka, jelas, dan berkesinambungan mampu mendorong motivasi kerja, menumbuhkan rasa saling percaya, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis. Kondisi tersebut berimplikasi positif pada efektivitas kinerja organisasi secara keseluruhan. Dengan demikian, komunikasi interpersonal tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga menjadi faktor utama dalam membangun kerjasama dan produktivitas organisasi koperasi. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Pimpinan, Karyawan, Kinerja, Koperasi. 
Inisiasi Produksi Sabun Cuci Piring Skala Rumah Tangga dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan di Desa Danau Baru Desiana , Rosa; Warmansyah, Imam; Yenrizal, Yenrizal
Journal of Law, Economics, and Engineering Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas ekonomi rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan, meskipun berbagai intervensi pemberdayaan telah dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penguatan modal manusia dan pemberdayaan perempuan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dalam perspektif pembangunan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi literatur dan pengolahan data sekunder yang relevan dengan pembangunan ekonomi dan ekonomi rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta akses perempuan terhadap aktivitas ekonomi produktif secara signifikan memperkuat kapasitas ekonomi keluarga. Temuan juga menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada pengambilan keputusan rumah tangga dan investasi jangka panjang dalam pendidikan serta kesehatan. Secara konseptual, integrasi modal manusia dan pendekatan kapabilitas menjadi fondasi penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembangunan ekonomi yang berfokus pada penguatan peran perempuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam menciptakan kesejahteraan rumah tangga yang berkelanjutan.