Claim Missing Document
Check
Articles

Characteristics of Symbolic Meaning of Culinary as City Icons Gasari, Ayu; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2024): Juli: Telangke: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v6i2.1210

Abstract

This research is motivated by the richness of Indonesian culinary culture, especially Bolu Cupu from Kayuagung, Ogan Komering Ilir Regency, which has not been widely recognized as a regional symbol. Along with the increasing trend of culinary tourism, Bolu Cupu has the potential to become a city icon that reflects the identity and local wisdom of the local community. The purpose of this study is to reveal the symbolic characteristics and meaning construction of Bolu Cupu as a city icon, as well as its role in the development of MSMEs and tourist attraction in Kayuagung. This research used a qualitative method with a descriptive approach, relying on direct observation and in-depth interviews with traditional leaders, business actors, and local communities. The findings show that Bolu Cupu not only has historical and philosophical value, but also becomes a symbol of cultural identity that is passed down from generation to generation, without being affected by modernization in the manufacturing process. The implications of this research show that cross-cultural communication and preservation strategies through cultural narratives can strengthen the existence of local culinary as a city identity. Therefore, it is recommended that the local government and tourism actors actively promote Bolu Cupu through various media and local events, and integrate it into the regional creative economy development strategy.
Komunikasi Partisipatoris pada Program Aik Bakung Bupati Bangka Selatan di Desa Payung Pujilestari, Adinda; Yenrizal, Yenrizal; Setiawan, M.Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/48fdws90

Abstract

Judul penelitian ini merupakan “Komunikasi Partisipatoris Pada Program Aik Bakung Bupati Kabupaten Bangka Selatan di Desa Payung”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi partisipatoris yang terjadi selama program Aik Bakung berlangsung serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori komunikai partisipatif dari Paulo Freire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi dalam program Aik Bakung bersifat dua arah, dialogis, dan setara. Pemerintah daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan OPD, terlibat langsung dalam membangun komunikasi informal yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan keluhan secara terbuka. Bentuk komunikasi ini sejalan dengan prinsip komunikasi dialogis menurut Freire, yang menekankan pentingnya kesetaraan dan pembebasan dalam interaksi sosial. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi keterlibatan aktif pemerintah dan desa, serta dukungan media lokal. Namun, terdapat pula hambatan seperti keterbatasan waktu, pelaksanaan pada hari kerja, dan kendala psikologis warga.
Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan dalam Mensosialisasikan Migrasi Analog ke Digital di Sumatera Selatan Molimona, Sania; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan dalam mensosialisasikan kebijakan migrasi siaran televisi dari sistem analog ke digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran KPID dalam memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang memadai terkait urgensi migrasi siaran, sekaligus menghadapi tantangan rendahnya literasi media dan keterbatasan akses informasi di sebagian wilayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan strategi komunikasi KPID Sumsel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPID memanfaatkan berbagai media, baik tatap muka maupun digital, serta membangun kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Namun, keterbatasan sumber daya, rendahnya minat masyarakat, serta kesenjangan teknologi masih menjadi hambatan signifikan. Kesimpulannya, strategi komunikasi KPID Sumsel berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai migrasi siaran TV digital, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang perlu diatasi secara berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Tim Sosialisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dalam Mensosialisasikan Kebersihan Lingkungan Air kepada Masyarakat (Studi pada Masyarakat Sungai Bayas 10 Ilir Kota Palembang) Haniyah, Zakiyah; Yenrizal, Yenrizal; Setiawan, M. Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kebersihan air di Kota Palembang, khususnya Sungai Bayas, masih serius karena berdampak pada kesehatan, ekosistem, dan banjir akibat sampah serta eceng gondok. Dinas PUPR Kota Palembang berperan melalui sosialisasi, namun efektivitasnya terkendala rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan metode komunikasi, dan perilaku membuang sampah yang sulit diubah. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi tim sosialisasi Dinas PUPR serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tim sosialisasi dan masyarakat sekitar Sungai Bayas 10 Ilir. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data dengan teori Elaboration Likelihood Theory (ELT). Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dilakukan lewat tatap muka, media sosial, spanduk, penyuluhan, gotong royong, dan edukasi di sekolah, serta kolaborasi lintas lembaga. Hambatan utama adalah rendahnya kesadaran warga, keterbatasan sumber daya, dan kebiasaan membuang sampah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi pemerintah dalam menjaga kebersihan air dan pengendalian banjir di Palembang.
Strategi Penyelesaian Konflik dalam Bidang Pemasaran melalui Komunikasi Interpersonal (Studi Kasus PT. Thamrin Brothers–Bangau Palembang) Rahmadila, Fifi Amanda; Yenrizal, Yenrizal; Pebrina, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik dalam lingkungan kerja merupakan bagian alami dari dinamika organisasi,  khususnya di bidang pemasaran yang memiliki ritme kerja cepat dan interaksi intensif.  PT. Thamrin Brothers Bangau Palembang, sebagai salah satu dealer resmi Yamaha,  dihadapkan pada berbagai situasi kerja yang rentan menimbulkan konflik, seperti  perbedaan target, tekanan pencapaian, serta koordinasi antardivisi. Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh manajemen dalam  menyelesaikan konflik melalui pendekatan komunikasi interpersonal, serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data  berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan utama  terdiri dari Supervisor/PIC dan Sales/Marketing Executive yang terlibat langsung  dalam proses komunikasi dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa manajemen menerapkan strategi komunikasi yang bersifat dua arah, terbuka,  dan partisipatif, seperti mediasi informal, diskusi tim, serta klarifikasi tugas yang  terstruktur. Pendekatan ini mampu mengurangi ketegangan di antara anggota tim dan  mendorong terciptanya suasana kerja yang lebih kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam penyelesaian konflik di lingkungan kerja, terutama pada sektor pemasaran. Efektivitas strategi yang dijalankan sangat bergantung pada kemampuan mendengarkan, sikap empatik, serta kesediaan semua pihak untuk membangun komunikasi yang terbuka dan setara.
Pantun Sebagai Bentuk Komunikasi Lingkungan Masyarakat Uluan di Sumatera Selatan Yenrizal, Yenrizal; Muhaimin, Ahmad; Sirozi, Muhammad
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2024): VOLUME 19 NO 1 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art10

Abstract

The purpose of this study was to find and explain the existence of pantun as a means of environmental communication in the Uluan community of South Sumatra. The study used a qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and searches for relevant documents. The results of this study indicate that environmental communication in pantun can be divided into two categories. The first category explicitly refers to environmental issues, and the second category is not explicitly related to environmental issues, but its implicit meaning refers to environmental issues. This study also found that pantun as a form of environmental communication in the Uluan community of South Sumatra is dynamic and continues to reproduce. Because pantun is rooted and sourced from the environmental conditions of the community itself, this study recommends that pantun can be a medium for environmental campaigns.
Pendekatan Komunikasi PT Bukit Asam dalam Melaksanakan Program Community Engagement : Peningkatan Kesehatan Masyarakat Tanjung Enim Triyaningsih, Dera; Yenrizal, Yenrizal; Hati, Putri Citra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): EduTIK : April 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i2.11483

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh PT Bukit Asam dalam melaksanakan program community engagement melalui satuan kerja sustainability (CSR) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di area operasional Tanjung Enim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan komunikasi yang diterapkan PT Bukit Asam dalam mengimplementasikan program tersebut di wilayah Ring 1. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan narasumber relevan, dan dokumentasi, serta menggunakan Analisis SWOT untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukit Asam berhasil melaksanakan berbagai program kesehatan, seperti pengobatan gratis dan layanan kesehatan keliling, yang berdampak positif bagi masyarakat dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan. Strategi komunikasi yang efektif dan partisipatif yang diterapkan oleh perusahaan dapat memperkuat hubungan antara PT Bukit Asam dan masyarakat setempat, serta menunjukkan bahwa program CSR yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kepentingan perusahaan, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berkelanjutan, menjadikan PT Bukit Asam contoh baik dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak positif bagi komunitas di sekitarnya. ABSTRACT  This research explains the communication approach taken by PT Bukit Asam in implementing the community engagement program through the sustainability work unit (CSR) to improve community health in the Tanjung Enim operational area. The method used was descriptive qualitative, with data collection through observation, interviews with relevant resource persons, and documentation, and using SWOT analysis to understand the strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by the company. The results showed that PT Bukit Asam successfully implemented various health programs, such as free medical treatment and mobile health services, which had a positive impact on the community by expanding access to health services and increasing public awareness of the importance of health. The effective and participatory communication strategy implemented by the company strengthened the relationship between PT Bukit Asam and the local community, and showed that the CSR programs were not only focused on the company's interests, but also on sustainable social development, making PT Bukit Asam a good example in carrying out corporate social responsibility that had a positive impact on the surrounding community.  
Strategi Komunikasi Humas PT. Pertamina EP Pendopo Field dalam Melaksanakan Program CSR Faulensia, Angelina; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang efektif antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan program CSR, khususnya dalam upaya mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan lokal. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses komunikasi seringkali menyebabkan program CSR tidak tepat sasaran dan minim dampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh bagian humas PT. Pertamina EP Pendopo Field dalam melaksanakan program CSR Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode yang bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi komunikasi berdasarkan lima prinsip teori dialogis Kent & Taylor, lima prinsip utama: mutuality, propinquity, empathy, risk, dan commitment. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Humas perusahaan dan masyarakat penerima manfaat program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT. Pertamina EP Pendopo Field telah mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dialogis secara optimal. Mutuality terlihat dalam bentuk kerja sama dan kemitraan sejajar antara perusahaan dan masyarakat. Propinquity diwujudkan melalui komunikasi terbuka dalam pertemuan-pertemuan partisipatif. Empathy tercermin dari perhatian perusahaan terhadap kebutuhan dan kondisi petani. Prinsip risk terlihat dari kesediaan menerima masukan dan tantangan selama proses pelaksanaan. Sedangkan commitment tampak dalam pendampingan berkelanjutan dan konsistensi komunikasi. Program ini tidak hanya memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan.
Mate Taon seasonal calendar, ethnographic communication study of Semende Darat community Yenrizal Yenrizal; Ahmad Muhaimin
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i1.1421

Abstract

The Mate Taon calendar is a seasonal calendar typically used by the Semende Darat community, Muara Enim Regency, South Sumatra. This calendar serves as a reference for the agricultural activities of the community established by their ancestors. The aim of this research is to understand the characteristics of mate taon as well as the current knowledge and understanding of the community. This qualitative research employed the ethnographic communication approach. The findings indicate that mate taon represents the community's interpretation of the local natural environment since the time of the puyang and has persisted to the present day. Currently, there are variations in the understanding of the mate taoncalendar, categorized among older generations, adults, and youth. The older generation tends to have a better understanding of mate taon, while adults also comprehend it, albeit not in a substantial manner. In contrast, the youth's understanding is largely superficial. Overall, mate taon continues to be practiced, although it is not substantially understood by the younger generation.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA DI KECAMATAN KEMUNING KOTA PALEMBANG Oktaviani, Sri Rizky; Yenrizal, Yenrizal; Ritonga, Muslimin
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8025

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri, di mana interaksi sosial berperan besar dalam mengembangkan konsep diri dan pola hubungan interpersonal. Dalam konteks toxic relationship, komunikasi memiliki peran sentral karena strategi komunikasi yang tidak tepat dapat memperkuat dinamika hubungan yang destruktif. Kecamatan Kemuning dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya intensitas interaksi remaja dan keragaman latar sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk manajemen komunikasi yang digunakan remaja dalam menghadapi toxic relationship serta mengidentifikasi kondisi hubungan tidak sehat yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam remaja berusia 21–22 tahun yang memiliki pengalaman dalam hubungan toxic. Data dianalisis melalui proses pengorganisasian, interpretasi, dan penarikan makna berdasarkan konsep manajemen komunikasi, manajemen konflik, dan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih banyak menggunakan strategi komunikasi pasif, terutama diam, menghindar, dan mengalah sebagai mekanisme perlindungan diri. Strategi ini dipilih karena konflik dimaknai sebagai ancaman terhadap keselamatan fisik maupun emosional. Kondisi toxic relationship yang dialami informan mencakup kekerasan psikologis, fisik, dan finansial yang berlangsung secara kronis. Pengalaman ini menimbulkan rasa tidak aman, ketergantungan emosional, dan citra diri negatif, serta menormalisasi perilaku abusif sebagai bagian dari hubungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi remaja dalam hubungan toxic lebih berorientasi pada bertahan daripada menyelesaikan konflik, dan pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang terus berlangsung.