Claim Missing Document
Check
Articles

POLA KOMUNIKASI ANTAR SESAMA RELAWAN DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS (Studi Kasus di Sekolah Pinggiran Sriwijaya) Jannah, Wika Raudhatul; Yenrizal, Yenrizal; Astrid, Gita
DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah Vol. 12 No. 2 (2024): DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/dk.v12i2.7068

Abstract

Keberagaman latar belakang dan status sosial di antara para relawan Sekolah Pinggiran Sriwijaya menciptakan dinamika yang unik. Setiap relawan memiliki sifat, kepribadian, dan sudut pandang yang berbeda, mencerminkan ragam pengalaman hidup mereka. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk mengetahui bagaimana solidaritas tetap terjaga di tengah perbedaan tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang digunakan relawan dalam menjaga solidaritas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan teori jaringan komunikasi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan dua pola komunikasi utama yaitu pola bintang, yang diterapkan dalam kegiatan formal dan struktural, serta pola roda, yang lebih dominan dalam kegiatan informal. Kombinasi pola ini menjadi kunci dalam mempertahankan hubungan harmonis di antara para relawan.
Characteristics of Symbolic Meaning of Culinary as City Icons Gasari, Ayu; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2024): Juli: Telangke: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v6i2.1210

Abstract

This research is motivated by the richness of Indonesian culinary culture, especially Bolu Cupu from Kayuagung, Ogan Komering Ilir Regency, which has not been widely recognized as a regional symbol. Along with the increasing trend of culinary tourism, Bolu Cupu has the potential to become a city icon that reflects the identity and local wisdom of the local community. The purpose of this study is to reveal the symbolic characteristics and meaning construction of Bolu Cupu as a city icon, as well as its role in the development of MSMEs and tourist attraction in Kayuagung. This research used a qualitative method with a descriptive approach, relying on direct observation and in-depth interviews with traditional leaders, business actors, and local communities. The findings show that Bolu Cupu not only has historical and philosophical value, but also becomes a symbol of cultural identity that is passed down from generation to generation, without being affected by modernization in the manufacturing process. The implications of this research show that cross-cultural communication and preservation strategies through cultural narratives can strengthen the existence of local culinary as a city identity. Therefore, it is recommended that the local government and tourism actors actively promote Bolu Cupu through various media and local events, and integrate it into the regional creative economy development strategy.
Komunikasi Partisipatoris pada Program Aik Bakung Bupati Bangka Selatan di Desa Payung Pujilestari, Adinda; Yenrizal, Yenrizal; Setiawan, M.Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/48fdws90

Abstract

Judul penelitian ini merupakan “Komunikasi Partisipatoris Pada Program Aik Bakung Bupati Kabupaten Bangka Selatan di Desa Payung”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi partisipatoris yang terjadi selama program Aik Bakung berlangsung serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori komunikai partisipatif dari Paulo Freire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi dalam program Aik Bakung bersifat dua arah, dialogis, dan setara. Pemerintah daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan OPD, terlibat langsung dalam membangun komunikasi informal yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan keluhan secara terbuka. Bentuk komunikasi ini sejalan dengan prinsip komunikasi dialogis menurut Freire, yang menekankan pentingnya kesetaraan dan pembebasan dalam interaksi sosial. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi keterlibatan aktif pemerintah dan desa, serta dukungan media lokal. Namun, terdapat pula hambatan seperti keterbatasan waktu, pelaksanaan pada hari kerja, dan kendala psikologis warga.
Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan dalam Mensosialisasikan Migrasi Analog ke Digital di Sumatera Selatan Molimona, Sania; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan dalam mensosialisasikan kebijakan migrasi siaran televisi dari sistem analog ke digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran KPID dalam memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang memadai terkait urgensi migrasi siaran, sekaligus menghadapi tantangan rendahnya literasi media dan keterbatasan akses informasi di sebagian wilayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan strategi komunikasi KPID Sumsel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPID memanfaatkan berbagai media, baik tatap muka maupun digital, serta membangun kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Namun, keterbatasan sumber daya, rendahnya minat masyarakat, serta kesenjangan teknologi masih menjadi hambatan signifikan. Kesimpulannya, strategi komunikasi KPID Sumsel berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai migrasi siaran TV digital, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang perlu diatasi secara berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Tim Sosialisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dalam Mensosialisasikan Kebersihan Lingkungan Air kepada Masyarakat (Studi pada Masyarakat Sungai Bayas 10 Ilir Kota Palembang) Haniyah, Zakiyah; Yenrizal, Yenrizal; Setiawan, M. Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kebersihan air di Kota Palembang, khususnya Sungai Bayas, masih serius karena berdampak pada kesehatan, ekosistem, dan banjir akibat sampah serta eceng gondok. Dinas PUPR Kota Palembang berperan melalui sosialisasi, namun efektivitasnya terkendala rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan metode komunikasi, dan perilaku membuang sampah yang sulit diubah. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi tim sosialisasi Dinas PUPR serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tim sosialisasi dan masyarakat sekitar Sungai Bayas 10 Ilir. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data dengan teori Elaboration Likelihood Theory (ELT). Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dilakukan lewat tatap muka, media sosial, spanduk, penyuluhan, gotong royong, dan edukasi di sekolah, serta kolaborasi lintas lembaga. Hambatan utama adalah rendahnya kesadaran warga, keterbatasan sumber daya, dan kebiasaan membuang sampah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi pemerintah dalam menjaga kebersihan air dan pengendalian banjir di Palembang.
Strategi Penyelesaian Konflik dalam Bidang Pemasaran melalui Komunikasi Interpersonal (Studi Kasus PT. Thamrin Brothers–Bangau Palembang) Rahmadila, Fifi Amanda; Yenrizal, Yenrizal; Pebrina, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik dalam lingkungan kerja merupakan bagian alami dari dinamika organisasi,  khususnya di bidang pemasaran yang memiliki ritme kerja cepat dan interaksi intensif.  PT. Thamrin Brothers Bangau Palembang, sebagai salah satu dealer resmi Yamaha,  dihadapkan pada berbagai situasi kerja yang rentan menimbulkan konflik, seperti  perbedaan target, tekanan pencapaian, serta koordinasi antardivisi. Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh manajemen dalam  menyelesaikan konflik melalui pendekatan komunikasi interpersonal, serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data  berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan utama  terdiri dari Supervisor/PIC dan Sales/Marketing Executive yang terlibat langsung  dalam proses komunikasi dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa manajemen menerapkan strategi komunikasi yang bersifat dua arah, terbuka,  dan partisipatif, seperti mediasi informal, diskusi tim, serta klarifikasi tugas yang  terstruktur. Pendekatan ini mampu mengurangi ketegangan di antara anggota tim dan  mendorong terciptanya suasana kerja yang lebih kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam penyelesaian konflik di lingkungan kerja, terutama pada sektor pemasaran. Efektivitas strategi yang dijalankan sangat bergantung pada kemampuan mendengarkan, sikap empatik, serta kesediaan semua pihak untuk membangun komunikasi yang terbuka dan setara.
Pantun Sebagai Bentuk Komunikasi Lingkungan Masyarakat Uluan di Sumatera Selatan Yenrizal, Yenrizal; Muhaimin, Ahmad; Sirozi, Muhammad
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2024): VOLUME 19 NO 1 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art10

Abstract

The purpose of this study was to find and explain the existence of pantun as a means of environmental communication in the Uluan community of South Sumatra. The study used a qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and searches for relevant documents. The results of this study indicate that environmental communication in pantun can be divided into two categories. The first category explicitly refers to environmental issues, and the second category is not explicitly related to environmental issues, but its implicit meaning refers to environmental issues. This study also found that pantun as a form of environmental communication in the Uluan community of South Sumatra is dynamic and continues to reproduce. Because pantun is rooted and sourced from the environmental conditions of the community itself, this study recommends that pantun can be a medium for environmental campaigns.
Pendekatan Komunikasi PT Bukit Asam dalam Melaksanakan Program Community Engagement : Peningkatan Kesehatan Masyarakat Tanjung Enim Triyaningsih, Dera; Yenrizal, Yenrizal; Hati, Putri Citra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): EduTIK : April 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i2.11483

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh PT Bukit Asam dalam melaksanakan program community engagement melalui satuan kerja sustainability (CSR) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di area operasional Tanjung Enim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan komunikasi yang diterapkan PT Bukit Asam dalam mengimplementasikan program tersebut di wilayah Ring 1. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan narasumber relevan, dan dokumentasi, serta menggunakan Analisis SWOT untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukit Asam berhasil melaksanakan berbagai program kesehatan, seperti pengobatan gratis dan layanan kesehatan keliling, yang berdampak positif bagi masyarakat dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan. Strategi komunikasi yang efektif dan partisipatif yang diterapkan oleh perusahaan dapat memperkuat hubungan antara PT Bukit Asam dan masyarakat setempat, serta menunjukkan bahwa program CSR yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kepentingan perusahaan, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berkelanjutan, menjadikan PT Bukit Asam contoh baik dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak positif bagi komunitas di sekitarnya. ABSTRACT  This research explains the communication approach taken by PT Bukit Asam in implementing the community engagement program through the sustainability work unit (CSR) to improve community health in the Tanjung Enim operational area. The method used was descriptive qualitative, with data collection through observation, interviews with relevant resource persons, and documentation, and using SWOT analysis to understand the strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by the company. The results showed that PT Bukit Asam successfully implemented various health programs, such as free medical treatment and mobile health services, which had a positive impact on the community by expanding access to health services and increasing public awareness of the importance of health. The effective and participatory communication strategy implemented by the company strengthened the relationship between PT Bukit Asam and the local community, and showed that the CSR programs were not only focused on the company's interests, but also on sustainable social development, making PT Bukit Asam a good example in carrying out corporate social responsibility that had a positive impact on the surrounding community.  
Strategi Komunikasi Humas PT. Pertamina EP Pendopo Field dalam Melaksanakan Program CSR Faulensia, Angelina; Yenrizal, Yenrizal; Pebriana, Rina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang efektif antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan program CSR, khususnya dalam upaya mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan lokal. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses komunikasi seringkali menyebabkan program CSR tidak tepat sasaran dan minim dampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh bagian humas PT. Pertamina EP Pendopo Field dalam melaksanakan program CSR Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode yang bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi komunikasi berdasarkan lima prinsip teori dialogis Kent & Taylor, lima prinsip utama: mutuality, propinquity, empathy, risk, dan commitment. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Humas perusahaan dan masyarakat penerima manfaat program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT. Pertamina EP Pendopo Field telah mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dialogis secara optimal. Mutuality terlihat dalam bentuk kerja sama dan kemitraan sejajar antara perusahaan dan masyarakat. Propinquity diwujudkan melalui komunikasi terbuka dalam pertemuan-pertemuan partisipatif. Empathy tercermin dari perhatian perusahaan terhadap kebutuhan dan kondisi petani. Prinsip risk terlihat dari kesediaan menerima masukan dan tantangan selama proses pelaksanaan. Sedangkan commitment tampak dalam pendampingan berkelanjutan dan konsistensi komunikasi. Program ini tidak hanya memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan.
Kearifan Lingkungan yang Diungkapkan dalam Uluan Pantun dari Perspektif Interaksionisme Simbolik Yenrizal, Yenrizal; Sirozi, Muhammad; Muhaimin, Ahmad
Society Vol 12 No 1 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i1.622

Abstract

Traditional oral literature has long served to preserve and pass down cultural values and wisdom. In the Uluan society of South Sumatra, pantun, a traditional Malay poetic form, plays a central role in communicating messages related to societal norms and environmental stewardship. This study explores the environmental wisdom embedded in Uluan pantun, using a symbolic interactionism perspective to examine how these oral traditions convey ecological messages. The research employs a qualitative methodology with an ethnographic communication approach. Data were collected through documentation of ancient pantun texts, in-depth interviews with cultural practitioners and local community members, participatory observation in key Uluan regions, and focus group discussions (FGD) to provide a comprehensive view of how pantun is actualized in contemporary environmental conservation efforts. The results show that pantun is an important medium for conveying explicit and implicit messages about the natural environment, reflecting the community’s deep connection with nature. However, modern challenges such as deforestation and land degradation have threatened the sustainability of these traditions. The novelty of this research lies in its examination of pantun as an instrument for ecological communication, an area that has received little attention in previous studies. The findings imply that revitalizing the ecological messages within pantun could significantly promote environmental awareness and community-driven conservation in Uluan society today.