Claim Missing Document
Check
Articles

Path analysis of “new” humic acid derived from water hyacinth on phosphorus dynamics in P-deficient Inceptisols and chili response under intensive cultivation Sofyan, Emma Trinurani; Hermawan, Mega Kartika; Sudirja, Rija; Nurbaity, Anne; Fitriatin, Betty Natalie; Mulyani, Oviyanti; Setiawati, Mieke Rochimi; Djuansah, Muhamad Rahman
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9669

Abstract

Phosphorus (P) deficiency in intensively cultivated Inceptisols is a persistent problem, not only because of low P reserves but also because of ongoing soil degradation, which reduces fertilizer use efficiency and is characteristic of degraded soils. This study aimed to develop a “new” humic acid from water hyacinth biomass (WHL) through accelerated aerobic decomposition using lignocellulolytic microorganisms and to evaluate its effectiveness in improving soil P dynamics and chili growth responses. The experiment was conducted on P-deficient Inceptisols of the Jatinangor series characterized by low P availability and high metal content. Water hyacinth collected from local reservoirs and rivers was aerobically decomposed with selected microbial starters to enhance humification. WHL was applied in combination with inorganic P fertilizer (SP-36), and its effects on soil P availability, phosphorus dynamics, and chili pepper growth and yield were evaluated using path analysis. The results showed that WHL significantly improved P dynamics mainly through an indirect mechanism involving increased P availability and reduced P fixation, thereby improving chili growth and yield. Application of WHL at a rate of 30 kg ha?¹ combined with SP-36 at a rate of 250 kg ha?¹ produced responses comparable to those obtained with commercial humic acid. These findings indicate that WHL has strong potential as a renewable and cost-effective alternative source of humic acid to improve phosphorus efficiency, restore soil chemical function, and reduce dependence on inorganic P fertilizers in degraded Inceptisols under intensive cultivation.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Bakteri Pelarut Fosfat, Kandungan Fosfat (P) dan Hasil Tomat Hidroponik Rana, Adhitiya; Setiawati, Mieke Rochimi; Suriadikusumah, Abraham
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2251

Abstract

Pada sistem hidroponik, pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman karena pupuk anorganik menyediakan unsur hara dan pupuk hayati menghasilkan fitohormon yang meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan fosfat (P) dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan kombinasi pupuk anorganik (konsentrasi 100%, 75%, dan 50%), pupuk hayati (konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%) 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk melihat pengaruh perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi pupuk anorganik dan pupuk hayati menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan P, dan hasil tanaman tomat pada sistem hidroponik.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Azotobacter, Kandungan N, dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Nutrient Film Technique Husnaeni, Fatantia; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2252

Abstract

Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.).Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwadengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.)
Growth of Rice (Oryza sativa) Varieties: Mendawak, Inpari 34, Ciherang, and Bangir in Ciganjeng Village, Pangandaran District Prayoga, Muhamad Khais; Rostini, Neni; Simarmata, Tualar; Setiawati, Mieke Rochimi; Stoeber, Silke; Adinata, Kustiwa
Jurnal Biodjati Vol 3 No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.3232

Abstract

Type of rice varieties is one of the important factors that affecting rice production. For countries, rice breeders of Indonesia can take advantage of specific environmental potential in determining the distribution policy of superior varieties. The purpose of this study was to observe the appearance of plant height and the number of tillers of four rice varieties in Ciganjeng Village, namely Mendawak, Inpari 34, Ciherang, and Bangir. The design used completely randomized block design and repeated three times. Observations were carried out eight times in the vegetative phase, started from 14 days to 63 days after planting. This research was participatory and involved farmers. Farmers roled as observers to measure and record observation. All data analyzed by ANOVA with tukey’s HSD test as post hoc test. The results showed that both Inpari 34 and Bangir variety had the highest average plant height growth while Mendawak and Bangir has the highest average number of tillers.
Introducing microbial-coated fertilizer to increase the yield and quality of broccoli in a pot experiment Hindersah, Reginawanti; Rochimi Setiawati, Mieke; Rahmatika Risanti, Rara; Aditya, Fasa; Bina Nugraha, Gita
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.51511

Abstract

Increasing broccoli yield and quality is essential to meet consumer expectations for nutrient-rich vegetables. Implementing a balanced mix of chemical fertilizers and biofertilizers may support this goal. A greenhouse experiment was conducted to examine the effect of Bacillus-coated NPK combined fertilizer (BCN) on the growth, nutrient uptake, yield, and vitamin content of broccoli heads. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with seven treatments and four replications. These treatments included different combinations of BCN type and dose, two levels of NPK, and a control without fertilizer. Results showed that BCN did not affect plant growth or N, P, and K content in the soil, but it increased the chlorophyll content index, nutrient uptake, and the shoot-to-root ratio. Although BCN did not influence yield, it enhanced Vitamin B-complex and K levels in the broccoli heads. The study concluded that in this short-term experiment, BCN improved N, P, and K levels in the shoots and increased the nutritional value of broccoli heads.  ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NBB tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kandungan N, P, dan K dalam tanah, tetapi meningkatkan indeks kandungan klorofil, penyerapan hara, dan rasio pucuk terhadap akar. Meskipun tidak mempengaruhi hasil panen, NBB meningkatkan vitamin B kompleks dan K di bunga brokoli.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam percobaan jangka pendek, NBB meningkatkan nutrisi N, P, dan K  pada tajuk serta nilai gizi bunga brokoli.
Peran Azolla dalam Memperkaya Amelioran Organik sebagai Pupuk Hayati Padat dan Cair pada Padi Organik Setiawati, Mieke Rochimi; Suswanto, Irwan; Suryatmana, Pujawati
Soilrens Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v23i2.69717

Abstract

Improvement of rice productivity can be achieved by conducting farming efficiency and utilizing  local resources. The Azolla water fern is a local resource that can be used as organic fertilizer in organic farming. Organic farming is a cultivation technique that utilizes organic materials to preserve the production environment so that the sustainability of agriculture can be maintained. This study aimed to determine the efficiency of the use of organic ameliorant added with Azolla sp. compost and biological fertilizers on soil C-organic content, C/N ratio of soil and organic rice yields. This research was conducted at the Experimental Station of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The design used was randomized block design (RBD) with six treatments and four replications. The treatment is used in the form of a combination of organic ameliorants (straw and animal manure 10 tons ha-1 and straw, Azolla sp. and compost 7.5 tons ha-1) and solid and liquid biofertilizers with doses each of 10 kg ha-1  and 5 L ha-1.  Result showed that the soil treated with combination of organic ameliorant added Azolla sp with solid biofertilizer had higher C-organic content compared to other treatments. Whereas the aplication of organic ameliorant added with Azolla sp. combined with liquid biofertilizers has increased organic rice yield.
Efek Inokulasi Bakteri Pemfiksasi N dalam Carrier Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo pada Inceptisol Suryatmana, Pujawati; Setiawati, Mieke Rochimi
Soilrens Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v23i2.69714

Abstract

National rice production in Indonesia is supported by two main rice-growing types—lowland (paddy) and upland (dryland) rice. Lowland rice contributes a larger share to national rice productionthan upland rice. However, several constraints in lowland rice cultivation may hinder efforts to furtherincrease its productivity. One alternative approach to address these constraints is the development ofupland rice cultivation. The objective of this study was to investigate the effects of urea fertilizerdosage and nitrogen-fixing bacteria (NFB) applied with different carrier materials (compost, amixture of compost and rice bran, and Azolla) on the growth and yield of upland rice grown onInceptisols in Jatinangor. The experiment was arranged in a randomized block design with twofactors: urea fertilizer dosage (100% and 50% of the recommended rate) and the application ofnitrogen-fixing bacteria using various carrier materials (compost, rice bran, and Azolla meal) as wellas a liquid culture without a carrier. The results demonstrated that the effect of urea dosage wasindependent of the nitrogen-fixing bacteria applied using carrier materials. Individually, thetreatments were not significantly affected the population of Azotobacter spp. and Azospirillum spp.,plant height, number of panicles, or 1,000-grain weight of upland rice. However, the nitrogen-fixingbacteria inoculation with a mixed carrier (compost, rice bran, and Azolla) significantly increased filledgrain weight, resulting in the highest average filled grain yield of 37.30 g per plant.
Bakteri Endofitik Penambat Nitrogen dan Teknik Aplikasinya untuk Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Tanah Inceptisols Asal Jatinangor Mieke Rochimi Setiawati; Shafwah Zylvi Azkiannissa; Diyan Hermiyantoro; Reginawanti Hindersah; Andina Chotimah; Betty Natalie Fitriatin; Fasa Aditya; Pujawati Suryatmana
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15637

Abstract

Inceptisols merupakan ordo tanah yang tersebar luas di Indonesia. Lahan Inceptisols menjadi pilihan yang potensial untuk kegiatan pertanian karena luasan totalnya yang cukup besar. Salah satu kendala dalam pemanfaatan tanah Inceptisols ialah sifatnya yang kurang subur dengan kandungan nitrogen (N) yang rendah. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya ialah pengaplikasian bakteri endofitik penambat N. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh inokulasi tiga jenis bakteri endofitik penambat nitrogen (Gluconacetobacter diazotrophicus corrig (GD1), G. diazotrophicus VTH-Ai80 (GD2), dan Paraburkholderia, sp.) dengan tiga teknik aplikasi yang berbeda (perendaman benih, penyiraman tanah, dan kombinasinya) terhadap pertumbuhan tanaman, populasi bakteri endofitik, dan bobot kering tanaman tomat pada tanah Inceptisols asal Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Percobaan Bale Tatanen dan Laboratorium Biologi Tanah Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan Oktober s.d. Desember 2023. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 10 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri endofitik penambat N dengan teknik aplikasinya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 1 MST dan bakteri endofitik bagian akar, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan lainnya. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Perendaman Benih + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan tinggi tanaman 1 MST. Perlakuan G. diazotrophicus corrig + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan populasi bakteri endofitik pada bagian akar tanaman tomat. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan terbaik dalam peningkatan indeks klorofil daun tanaman tomat.
Path analysis of phosphorus dynamics and chili response to low rank coal-derived humic acid in P-deficient Inceptisols Hermawan, Mega Kartika; Sofyan, Emma Trinurani; Sudirja, Rija; Nurbaity, Anne; Fitriatin, Betty Natalie; Mulyani, Oviyanti; Setiawati, Mieke Rochimi; Djuansah, Muhamad Rahman
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9893

Abstract

Jatinangor Inceptisols are formed from volcanic material with a high concentration of iron oxide and a low concentration of phosphorus (P), which leads to high rates of P fixation and low P fertilization efficiency. The situation is exacerbated by intensive agricultural practices. This research was conducted to assess the effect of humic acid derived from low rank coal (AHL) as a soil conditioner in enhancing P availability and chili response in P-deficient Inceptisols. The experiment was conducted in the greenhouse of the Soil Chemistry and Plant Nutrition Laboratory at Universitas Padjadjaran. AHL treatments were combined with various doses of SP-36 fertilizer to evaluate their direct and indirect effects on soil chemical properties, phosphate-solubilizing bacteria (PSB) populations, P uptake, and plant responses. The results showed that AHL application did not cause metal toxicity symptoms and significantly increased potential P, available P, cation exchange capacity (CEC), and total PSB populations. The best results were obtained with a combination of AHL at 30 kg ha?¹ and SP-36 at 125 kg ha?¹, which optimally enhanced P dynamics and chili yields. AHL was proven to reduce the need for inorganic P fertilizer by up to 50% without compromising chili yield or quality. These findings indicate that AHL has great potential to be developed as a locally sourced soil conditioner to support sustainable agriculture and the use of more environmentally friendly low-rank coal.
Co-Authors . Purwanto Abdul Hasyim Sodiq Abraham Suriadikusumah Adawiyah, Aliya Z Ade Setiawan Adhitiya Rana Adinata, Kustiwa Adinata, Kustiwa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Afrilandha, Nandha Agung Karuniawan Aisyah, Ayu Siti Alia Halimatusy Alin Kusumah Dewi Alyani Shabrina Amalia Chusnul Anas Ramdhani Andi Hana Mufidah Elmirasari Andina Chotimah Anggi Jingga Anne Nuraini Anne Nurbaity Anni Yuniarti Apong Sandrawati Arafah, Mayang Sunduz Ari Abdulah Safari Asmiran, Priyanka Azwari, Fachruddin Benang Purwanto Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty N. Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Bina Nugraha, Gita Chotimah, Andina Damayani, Maya Daud Siliwangi Saribun Dedeh H Arief Dedeh H. Arief Dedi Widayat Dewi, Yeni Wispa Diana Nafitri Cahayaningrum Diky Indra Wibawa Diky Indrawibawa Dirga Sapta Sara Diyah Sri Utami Diyan Herdiyantoro Diyan Hermiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman DWI ANDREAS SANTOSA DWI NINGSIH SUSILOWATI DWI NINGSIH SUSILOWATI Eka Safitri Eko Pranoto Eko Pranoto Eko Pranoto Ellin Harlia Emma Trinurani Sofyan Eulis Tanti Marlina Evi Entang Fatimah Evi Entang Fatimah Fani Fauziah Fani Fauziah, Fani Fasa Aditya Fatantia Husnaeni Fera Siti Meilani Fiky Yulianto Wicaksono Fitriatin, Betty N Gordon Pius Marihot Halimah, Ummu ‘Azizah Hari R Harlyadi Haryo Probo Kusumo Herdiantoro, Diyan Herlianti, Anissa Mutiara Hermawan, Mega Kartika Hersanti - Hindersah, Raginawanti Husnaeni, Fatantia I. Syarifain, Roby Iin Handayani Ilyas, Ichsan Imas Komalasari Indrawati - Indrawati Iskariman, Ahlan Azman Isna Niar Rahmatul Azizah Isnaniar Rahmatul Azizah Jajang Sauman Hamdani Kaffah, Ruhnayati Khoiriyyah, Luluatul Khumairah, Fiqriah Hanum Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata Latifah, Tipah Leoni Silvia Lia Nur Linda Lubis, Ary Satria Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Mahfud Arifin Manurung, Dahlia Florencia Masako Akutsu Maulana, Nurzen Maya Damayani Maya Damayanti Mayang Sunduz Arafah Melani . Melani Melani Muhamad Khais Prayoga Muhamad Khais Prayoga Nabila Syifa Ariani Nadia Nuraniya Kamaluddin Nanda Aditya Setyawan Nandha Afrilandha Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nenny Nurlaeny Nida Uli Al-Azmiya Nizar Ulfah Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nurmayulis Nurullita Fitri Qurnia Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Prayoga, Muhamad Khais Prayoga, Muhamad Khais Priyanka Asmiran Pujawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Putra Utama Putri Sri Judiani Purba Rachelita, Nadia Rahma Tia Harahap Rahma Tia Harahap Rahmatika Risanti, Rara Rana, Adhitiya Ratna Ayu Permata Aini Reginawanti Hindersah Reginawati Hindersah Restu Wulansari Restu Wulansari, Restu Rhazista Noviardi Richard A. Gunawan Ridha Hudaya Ridha Hudaya Rija Sudirja Risanti, Rara Rahmatika Risanti, Rara Rahmatika Salsabilla, Camilla Shabrina Rahma Fauzia Shafwah Zylvi Azkiannissa Shinta Nurrizqi Indrayani Silke Stoeber Silmi Rahadiana Putri Stoeber, Silke Stoeber, Silke Sumadi Sumadi Suryatma, Pujawati Susiyanti, Susiyanti Suswanto, Irwan Syifa Nabila Kurnia Tessa Novianty Putri Asova Tien Turmuktini Tualar Simarmata Tualar Slmarmata Ummu ‘Azizah Halimah Utami, Deswita Uum Umiyati Wati, Dyah Aditya Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yati Rachmiati Yati Rachmiati, Yati Yori Tridendra Yudith Silfani Yuli Astuti Hidayati Yuliati Machfud Yuyun Sumarni Zaenal Mutaqin Zahra Ilmiyati