Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI NUTRISI ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP POPULASI Azotobacter sp, KANDUNGAN KLOROFIL, SERAPAN N, DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA SISTEM HIDROPONIK Afrilandha, Nandha; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.313 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.460

Abstract

Budidaya hidroponik belum efisien untuk digunakan, salah satu penyebabnya adalah tingginya kebutuhannutrisi. Pemanfaatan pupuk hayati diharapkan bias mengefisiensikan penggunaan nutrisi dan meningkatkanproduktivitas tanaman tomat Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi anorganik danpupuk hayati terhadap populasi Azotobacter sp, serapan N, kandungan klorofil, dan hasil tanaman tomat padasistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – November 2017 di Rumah Kaca KebunPercobaan Ciparanje Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitianini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Kombinasi perlakuan terdiri atas rekomendasi nutrisianorganik dengan konsentrasi 100%, 75%, dan 50% dan rekomendasi pupuk hayati 100%, 75%, 50%, dan 25%.Variabel yang diamati meliputi populasi Azotobacter sp, kandungan klorofil, serapan N, jumlah buah tomat danbobot buah tomat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata pemberian nutrisianorganik dan pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter sp, kandungan klorofil, serapan N, serta hasil tanamantomat. Pemberian perlakuan 50% nutrisi Anorganik + 100% pupuk hayati dapat meningkatkan bobot buah sebesar40% dibandingkan pemberian 100% nutrisi anorganik.Kata kunci: Azotobacter sp., klorofil, nutrisi anorganik, hydroponik, tomatABSTRACTHydroponic cultivation is not efficient because of its high demand for nutrients. Therefore, the utilizationof inorganic nutrients and biofertilizer is expected to improve the efficiency of nutrients uptake and increase theproductivity. The aim of research was to determine the effect of combination of inorganic nutrient dosage andbiofertilizer on the population of Azotobacter sp, N uptakes, chlorophyll content, and yield of tomatoes plantinhydroponic systems. This experiment was conducted on August - November 2017 at GreenhouseExperimentGarden Ciparanje Padjadjaran University, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java. This research methodused Randomized Block Design (RBD). The treatment combination consisted of dosage recommendation ofinorganic nutrition with 100%, 75% and 50% concentrations, and 100%, 75%, 50%, and 25% of biofertilizer. Thevariables observed included the population of Azotobacter sp, chlorophyll content, N uptake, number of tomatoesand weight of tomatoes. The result of this study indicated that the effect of application both, inorganic nutrientsand biofertilizer did not significantly affect the population of Azotobacter sp, chlorophyll content, N uptakes, andyield of tomatoes. The application of 50% Inorganic nutrition + 100% of biofertilizer increased fruit weight by40% compared to 100% of inorganic nutrients.Keywords: Azotobacter sp., chlorophyll, biofertilizer, hydroponic, tomato
Bioassay of phosphorus solubilizing isolates for enhance P solubility and growth of rice (Oryza sativa L.) Fitriatin, Betty Natalie; Manurung, Dahlia Florencia; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17754

Abstract

Fosfat merupakan salah satu unsur yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Namun, ketersediaan unsur P terlarut yang dapat diserap oleh tanaman sangat kecil karena berikatan dengan kation yang berada di dalam tanah. Salah satu upaya dalam meningkatkan P tersedia dalam tanah adalah dengan pemanfaatan agen hayati Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat BPF yang dapat meningkatkan kelarutan P dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Percobaan ini dilaksanakan di Rumah Kaca Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan jenis bakteri adalah kontrol, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., dan isolat campuran. Hasil percobaan menunjukkan isolat BPF yang diuji memiliki kemampuan yang bervariasi dalam meningkatkan enzim fosfatase, kelarutan P, dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Lebih lanjut, perlakuan BPF campuran memberikan pengaruh lebih baik terhadap aktivitas fosfatase, P terlarut dan pertumbuhan padi dibandingkan isolat tunggal.ABSTRACTPhosphorus is an element that important for soil fertility and plant growth. However, the phosphate nutrient can be uptaken by plants only in a small amount because it binds to cations in the soil. The effort for enhancing the soil P availabilty is by the phosphorus solubilizing bacteria (PSB). This study aimed to test PSB  isolates  for increasing P solubility and rice growth using bioassay. The experiment conducted at the greenhouse in Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java with  Randomized Block Design (RBD) for PSB isolates with five replications. Each type of bacteria treatment was control, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., and mixed isolates. The results showed that the P solubilizing  isolates had various abilities to enhance phosphatase, P solubility, and rice growth using bioassay. Furthermore, the mixed PSB isolates had a better effect on phosphatase activity, dissolved P and rice growth than single isolates.
Mikroba Tanah Sebagai Biostimulan untuk Tanaman Sayuran di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Hindersah, Reginawanti; Fitriatin, Betty Natalie; Setiawati, Mieke Rochimi; Risanti, Rara Rahmatika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 2 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i2.62463

Abstract

Produksi tanaman sayuran di Kabupaten Bandung Barat masih bertumpu pada pupuk kimia padahal pupuk berbasis mikroba berpotensi menggantikan sebagian pupuk kimia. Tujuan program pengabdian pada masyarakat (PPM) di Desa Mekarwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat adalah 1) meningkatkan pengetahuan petani mengenai peran mikroba di dalam tanah, 2) memberikan pengetahuan  mengenai peran pupuk hayati dan biostimulan terhadap pertumbuhan tananaman  dan manjeman nutrisi dan 3) melakukan demonstrasi plot (Demplot)  aplikasi mikroba penghasil  biostimulan pada tanaman selerdri.  Sasaran PPM adalah kelompok tani sayuran di desa Mekarwangi dan dilaksanakan melalui diskusi, sosialisasi dan demplot. Program ini  meningkatkan pengetahuan petani mengenai mikroba di dalam tanah dan biostimulan, tetap lebih banyak petani yang belum meyakini perannya produksi tanaman sayuran. Namun demplot memperlihatkan bahwa mikroba berupa pupuk hayati dapat mengganti pupuk NPK untuk satu kali musim tanam seledri. Interaksi dan komunikasi intensif dengan kelompok tani perlu diperkuat agar partisipasi petani dalam demplot meningkat. Pada PPM jangka panjang diperlukan untuk meningkatkan minat petani untuk menggunakan produk berbasis mikroba tanah menguntungkan yang mereka kenal sebagai pupuk hayati. 
Path analysis of “new” humic acid derived from water hyacinth on phosphorus dynamics in P-deficient Inceptisols and chili response under intensive cultivation Sofyan, Emma Trinurani; Hermawan, Mega Kartika; Sudirja, Rija; Nurbaity, Anne; Fitriatin, Betty Natalie; Mulyani, Oviyanti; Setiawati, Mieke Rochimi; Djuansah, Muhamad Rahman
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9669

Abstract

Phosphorus (P) deficiency in intensively cultivated Inceptisols is a persistent problem, not only because of low P reserves but also because of ongoing soil degradation, which reduces fertilizer use efficiency and is characteristic of degraded soils. This study aimed to develop a “new” humic acid from water hyacinth biomass (WHL) through accelerated aerobic decomposition using lignocellulolytic microorganisms and to evaluate its effectiveness in improving soil P dynamics and chili growth responses. The experiment was conducted on P-deficient Inceptisols of the Jatinangor series characterized by low P availability and high metal content. Water hyacinth collected from local reservoirs and rivers was aerobically decomposed with selected microbial starters to enhance humification. WHL was applied in combination with inorganic P fertilizer (SP-36), and its effects on soil P availability, phosphorus dynamics, and chili pepper growth and yield were evaluated using path analysis. The results showed that WHL significantly improved P dynamics mainly through an indirect mechanism involving increased P availability and reduced P fixation, thereby improving chili growth and yield. Application of WHL at a rate of 30 kg ha?¹ combined with SP-36 at a rate of 250 kg ha?¹ produced responses comparable to those obtained with commercial humic acid. These findings indicate that WHL has strong potential as a renewable and cost-effective alternative source of humic acid to improve phosphorus efficiency, restore soil chemical function, and reduce dependence on inorganic P fertilizers in degraded Inceptisols under intensive cultivation.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Bakteri Pelarut Fosfat, Kandungan Fosfat (P) dan Hasil Tomat Hidroponik Rana, Adhitiya; Setiawati, Mieke Rochimi; Suriadikusumah, Abraham
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2251

Abstract

Pada sistem hidroponik, pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman karena pupuk anorganik menyediakan unsur hara dan pupuk hayati menghasilkan fitohormon yang meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan fosfat (P) dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan kombinasi pupuk anorganik (konsentrasi 100%, 75%, dan 50%), pupuk hayati (konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%) 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk melihat pengaruh perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi pupuk anorganik dan pupuk hayati menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan P, dan hasil tanaman tomat pada sistem hidroponik.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Azotobacter, Kandungan N, dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Nutrient Film Technique Husnaeni, Fatantia; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2252

Abstract

Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.).Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwadengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.)
Growth of Rice (Oryza sativa) Varieties: Mendawak, Inpari 34, Ciherang, and Bangir in Ciganjeng Village, Pangandaran District Prayoga, Muhamad Khais; Rostini, Neni; Simarmata, Tualar; Setiawati, Mieke Rochimi; Stoeber, Silke; Adinata, Kustiwa
Jurnal Biodjati Vol 3 No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.3232

Abstract

Type of rice varieties is one of the important factors that affecting rice production. For countries, rice breeders of Indonesia can take advantage of specific environmental potential in determining the distribution policy of superior varieties. The purpose of this study was to observe the appearance of plant height and the number of tillers of four rice varieties in Ciganjeng Village, namely Mendawak, Inpari 34, Ciherang, and Bangir. The design used completely randomized block design and repeated three times. Observations were carried out eight times in the vegetative phase, started from 14 days to 63 days after planting. This research was participatory and involved farmers. Farmers roled as observers to measure and record observation. All data analyzed by ANOVA with tukey’s HSD test as post hoc test. The results showed that both Inpari 34 and Bangir variety had the highest average plant height growth while Mendawak and Bangir has the highest average number of tillers.
Co-Authors . Purwanto Abdul Hasyim Sodiq Abraham Suriadikusumah Adawiyah, Aliya Z Ade Setiawan Adhitiya Rana Adinata, Kustiwa Adinata, Kustiwa Aditya, Fasa Afrilandha, Nandha Agung Karuniawan Aisyah, Ayu Siti Alia Halimatusy Alin Kusumah Dewi Alyani Shabrina Amalia Chusnul Anas Ramdhani Anggi Jingga Anne - Nuraini Anne Nurbaity ANNE NURBAITY Anni Yuniarti Apong Sandrawati Arafah, Mayang Sunduz Ari Abdulah Safari Asmiran, Priyanka Azwari, Fachruddin Benang Purwanto Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty N. Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Chotimah, Andina Damayani, Maya Daud Siliwangi Saribun Dedeh H Arief Dedeh H. Arief Dedi Widayat Dewi, Yeni Wispa Diana Nafitri Cahayaningrum Diky Indra Wibawa Dirga Sapta Sara Diyah Sri Utami Diyan Herdiyantoro DIYAN HERDIYANTORO Diyan Herdiyantoro Diyan Herdiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman DWI ANDREAS SANTOSA DWI NINGSIH SUSILOWATI DWI NINGSIH SUSILOWATI Eka Safitri Eko Pranoto Eko Pranoto Eko Pranoto Ellin Harlia Emma Trinurani Sofyan Eulis Tanti Marlina Evi Entang Fatimah Evi Entang Fatimah Fani Fauziah Fani Fauziah, Fani Fatantia Husnaeni Fera Siti Meilani Fiky Yulianto Wicaksono Fitriatin, Betty N Gordon Pius Marihot Halimah, Ummu ‘Azizah Hari R Harlyadi Haryo Probo Kusumo Herdiantoro, Diyan Herlianti, Anissa Mutiara Hermawan, Mega Kartika Hersanti - Hindersah, Raginawanti Husnaeni, Fatantia I. Syarifain, Roby Iin Handayani Ilyas, Ichsan Imas Komalasari Indrawati - Indrawati Iskariman, Ahlan Azman Isna Niar Rahmatul Azizah Jajang Sauman Hamdani Kaffah, Ruhnayati Khoiriyyah, Luluatul Khumairah, Fiqriah Hanum Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata Latifah, Tipah Leoni Silvia Lia Nur Linda Lubis, Ary Satria Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Mahfud Arifin Manurung, Dahlia Florencia Maulana, Nurzen Maya Damayani Maya Damayanti Mayang Sunduz Arafah Melani . Melani Melani Muhamad Khais Prayoga Muhamad Khais Prayoga Nabila Syifa Ariani Nadia Nuraniya Kamaluddin Nanda Aditya Setyawan Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nenny Nurlaeny Nida Uli Al-Azmiya Nizar Ulfah Nugraha, Gita Bina Nurmayulis Nurullita Fitri Qurnia Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Prayoga, Muhamad Khais Prayoga, Muhamad Khais Priyanka Asmiran Pujawati Suryatmana Putra Utama Putri Sri Judiani Purba Rachelita, Nadia Rahma Tia Harahap Rana, Adhitiya Reginawanti Hindersah Reginawati Hindersah Restu Wulansari Restu Wulansari, Restu Rhazista Noviardi Richard A. Gunawan Ridha Hudaya Ridha Hudaya Rija Sudirja Risanti, Rara Rahmatika Salsabilla, Camilla Shabrina Rahma Fauzia Shinta Nurrizqi Indrayani Silke Stoeber Silmi Rahadiana Putri Stoeber, Silke Stoeber, Silke Sumadi Sumadi Suryatma, Pujawati Susiyanti, Susiyanti Syifa Nabila Kurnia Tessa Novianty Putri Asova Tien Turmuktini Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Slmarmata Ummu ‘Azizah Halimah Utami, Deswita Uum Umiyati Wati, Dyah Aditya Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yati Rachmiati Yati Rachmiati, Yati Yori Tridendra Yudith Silfani Yuli Astuti Hidayati Yuliati Machfud Yuyun Sumarni Zaenal Mutaqin Zahra Ilmiyati