Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

FIRST AID EDUCATION DURING INJURY IN CHILDREN WITH RICE METHOD AT SEKOLAH INDONESIA SINGAPURA (SIS) Sugiantoro, Natasya Putri; Huda, Mochammad Maftuchul; Setyorini, Dwi; Azizah, Siti Nur
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.839

Abstract

First Aid is an aid for emergency treatment of victims before help is provided by medical personnel. Injuries can occur anywhere, the location of injuries often occurs especially in the home and school environment. School-age children are a group that is vulnerable to injury, especially when entering celementary school. Injuries can become an emergency case and cause serious injuries and even death if not handled properly. To prevent injuries in children from getting worse, one of the methods that can be used to treat is the RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) method, which can first rest the injured part, apply an ice pack to reduce swelling, bandage the injured skin and elevate the injured area above the height of the heart area. First Aid community service with the RICE method at Sekolah Indonesia Singapura (SIS) is a positive activity that aims to increase children's knowledge and ability to perform first aid when injured or when children know other people are injured. The method used is counseling about first aid for injuries using the RICE method, demonstrating and distributing leaflets. The results of the analysis of children's ability to understand first aid material when injured with the RICE method before and after education is 30 (with an average pre test score of 70 and post test 100).  The increase in participants' knowledge proves that with this counseling participants become more aware of what is related to first aid during injuries that can be treated with the RICE method to prevent more severe injuries. Keywords; First Aid, Emergency, RICE, Children
POTENSI PENGOLAHAN MINERAL LUMPUR SIDOARJO: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Kristianto, Fesa Putra; Setyorini, Dwi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.775

Abstract

Bencana lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 2006 merupakan salah satu pencemaran lingkungan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Akan tetapi dibalik pencemaran lingkungan tersebut, terdapat potensi pengolahan lumpur panas Sidoarjo dan aplikasi pemanfaatan di Industri. Salah satu hasil dari pengujian x-ray flourescence (XRF) dan x-ray diffraction (XRD) menunjukkan bahwa kandungan yang tinggi untuk Fe2O3, SiO2, Al2O3, dan CaO. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi potensi pengolahan mineral lumpur Sidoarjo dengan mengkaji artikel-artikel dari dua sumber berbeda, yaitu database Scopus dan Google Scholar. Potensi pengolahan mineral lumpur Sidoarjo saat ini dapat digunakan untuk bahan baku industri metalurgi, produksi silicon, pembuatan bahan bangunan dan produk kimia lainnya. Study SLR ini memberikan dasar pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai sumber mineral bernilai tinggi untuk berbagai aplikasi Industri.
KINETIKA EKSTRAKSI HIDROTERMAL SENYAWA FENOLIK GRACILARIA SP Setyorini, Dwi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.611 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i1.24

Abstract

Senyawa fenolik merupakan salah satu komponen fitokimia yang terkandung dalam tumbuhan termasuk alga Gracilaria sp. Senyawa fenolik dikenal sebagai antioksidan yang mengandung agen bioaktif penting yang bermanfaat bagi kesehatan manusia seperti mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu cara untuk mengambil senyawa fenolik yaitu melalui proses ekstraksi dengan menggunakan air subkritis sebagai pelarut karena ramah lingkungan , food grade dan biayanya relative murah. Untuk mengetahui kondisi operasi yang optimal, diperlukan perhitungan kinetika ekstraksi menggunakan persamaan lagergren untuk mengetahui jumlah faktor minimal yang mempengaruhi hasil ekstraksi senyawa fenolik pada gracilaria Sp. Ekstraksi dilakukan pada 3 variabel suhu yang berbeda yaitu 140oC, 160oC dan 180oC pada tekanan 3 MPa. Kadar senyawa fenolik equivalen dengan asam galat. Model kinetika ekstraksi yang sesuai yaitu orde 1, hal ini menunjukkan bahwa proses ekstraksi di pengaruhi oleh 1 variabel.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU MASERASI TERHADAP STRENGTH GEL KARAGINAN Eucheuma Cottonii DENGAN NaOH SEBAGAI PELARUT Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.948 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.268

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Tingginya angka penjualan rumput laut Eucheuma cottonii dalam bentuk bahan mentah, mengakibatkan diperlukannya pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jualnya. Salah satu produk rumput laut yang diminati yaitu karaginan yang dapat dimanfaatkan oleh industry pangan maupun non pangan karena dapat digunakan sebagai penstabil, pengemulsi, maupun gelatasi. Untuk mendapatkan karaginan, perlu dilakukan proses lanjutan yaitu ekstraksi. Terdapat berbagai jenis metode ekstraksi salah satunya yaitu maserasi (perendaman). Sebelum dilakukan maserasi, rumput laut sebaiknya dibersihkan dari kotoran – kotoran yang menempel untuk menghindari adanya kontaminasi sekaligus meningkatkan nilai kualitasnya. Solvent yang digunakan untuk proses maserasi sebaiknya merupakan solvent yang bersifat alkali, salah satunya yaitu NaOH. Waktu maserasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Sedangkan variasi suhu yang digunakan yaitu 60oC, 70oC dan 80oC. Hasil maserasi selanjutnya dikeringkan dan direduksi ukurannya. Untuk mengetahui kualitas dari karaginan yang dihasilkan, maka dilakukan Analisa viskositas dan strength gel. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai strength gel akan berbanding terbalik dengan viskositas. Karaginan dengan mutu terbaik, dihasilkan melalui proses maserasi menggunakan NaOH pada suhu 70oC selama 1 jam dengan nilai strength gel nya sebesar 575 gr/cm2 dan viskositasnya 227 cp.
TEKNOLOGI EKSTRAKSI MINYAK BAWANG BOMBAI (ALLIUM CEPA L.) MENGGGUNAKAN METODE MICROWAVE HYDRO-DIFFUSION GRAVITY (MHG) DAN SOXHLET Variyana, Yeni; Afifah, Dian Ayu; Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.963 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.450

Abstract

Umumnya, bawang bombai (Allium cepa L.) diekstraksi sebagai bahan penyedap masakan dan obat-obatan. Akan tetapi, proses ekstraksi masih terbatas pada yield yang dihasilkan dengan metode tradisional. Pada penelitian ini digunakan metode ekstraksi microwave hydro-diffusion and gravity (MHG) untuk mengevaluasi bagaimana mempengaruhi yield minyak yang dihasilkan dari bawang bombai. Selain itu, adanya metode sokletasi sebagai teknik ekstraksi konvensional sebagai pembanding terhadap kinerja dan kuantitas ekstrak. Selanjutnya, metode ekstraksi MHG tidak memerlukan penggunaan pelarut, melainkan menggunakan air yang terdapat di dalam material sebagai pelarut internal. Dalam penelitian ini, bawang bombai diperlakukan dengan dua (2) cara yaitu dengan penjemuran sinar matahari (sun dying) selama 1 hari dan tanpa pretreatment. Parameter ekstraksi dengan MHG digunakan daya microwave sebesar 600 W, waktu ekstraksi 75 menit, dan ukuran material 1 cm. Hasil penelitian menunjukkan yield lebih tinggi diperoleh dari bahan melalui sun drying sebesar 2,78% dibandingkan dengan bahan yang tidak di pretreatment yaitu 1,76%. Hasil recovery minyak yang dihasilkan dari metode soxhlet sebesar 4,98% selama 5 jam. Oleh karena itu, metode MHG dapat dijadikan sebagai salah satu metode ekstraksi yang ramah lingkungan, waktu ekstraksi lebih cepat, dan konsumsi energi yang lebih sedikit sehingga dapat diterapkan pada skala yang lebih besar.
OPTIMASI EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT DENGAN PELARUT N-HEXANA Qodim, Achmad; Setyorini, Dwi; Panjaitan, Renova; Variana, Yeni; Ansori
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.719 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.452

Abstract

Produksi buah alpukat di Indonesia dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan terus menerus. Salah satu bagian dari alpukat yang masih belum dimanfaatkan maksimal adalah bagian bijinya. Biji alpukat ini memiliki berbagai potensi yang dapat digunakan. Diantaranya mengandung minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Namun, waktu ekstraksi yang dibutuhkan biasanya memakan waktu lama. Dan suhu yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat ini dibutuhkan suhu yang tinggi. Metode ekstraksi sokletasi merupakan salah satu dari beberapa metode ekstraksi yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat. Pengaruh suhu dan waktu selama ekstraksi dipelajari dalam penelitian ini. Hasil penelitian dianalisa yield dan kadar asam lemak bebasnya. Hasil dari penelitian ini dianalisa agar memperoleh hasil yang optimal. Salah satu metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM). Metode RSM ini digabungkan dan diterapkan untuk mengoptimalkan dan menganalisis kondisi ekstraksi. Faktor independen adalah suhu ekstraksi (100-110 oC), dan waktu ekstraksi (5-7 jam). Kondisi optimum ekstraksi adalah 103,041oC, dan 5,689 jam. Model prediksi yang diperoleh sebesar 12,518% untuk yield hasil ekstraksi dan kadar asam lemak bebas sebesar 1,489%.
PENGARUH PENAMBAHAN KOAGULAN BIJI ASAM JAWA DAN BIJI PEPAYA TERHADAP NILAI CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD), DISSOLVED OXIGEN (DO) DAN PH LIMBAH KOMUNAL PT.KIMA Sariwahyuni; Setyorini, Dwi; Jaelani, Kaerunnisa Nur
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.854

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kima Makassar bertanggung jawab dalam pengolahan air limbah kawasan industri yang dikelola PT. Kima. Tingginya volume limbah yang diolah dengan nilai COD, DO dan pH yang tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan memerlukan alternatif pengolahan yang dapat mengurangi beban kinerja IPAL. Penggunaan koagulan alami dalam proses pengolahan air limbah merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Koagulan alami memiliki sifat yang biodegradable, ramah lingkungan, aman terhadap kesehatan manusia dan ekonomis. Alternatif koagulan alami yang dapat digunakan adalah biji asam jawa dan biji pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya terhadap nilai COD, DO dan pH limbah komunal PT. KIMA.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan pH serta peningkatan nilai DO. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis koagulan 1:3, dimana nilai COD sebesar 21.04 mg/L dan nilai DO sebesar 3.84 mg/L. Sedangkan untuk pH, hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan 1 vs 4 dengan pH 7,01. Nilai BOD, DO dan pH ini  telah memenuhi baku mutu air berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2020 dan kebijakan yang diprasyaratkan oleh PT. KIMA.
LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI DI DESA RINGINSARI KANDAT KEDIRI setyorini, dwi; Hayati, Farida; Septian Pradana, Dimas
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol 3 No 4 (2024): SPIKesNas - November 2024
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) is a common complaint in farmers due to agricultural work such as bending, standing, squatting, lifting and carrying loads, and the back as the main support. These activities have a high level of tension and involve many repetitive movements causing the spinal muscles to be continuously overloaded resulting in low back pain. The aim of this study was to determine the level of low back pain in farmers in the Ringinsari Kandat Village farmer group, Kediri. This study used a descriptive design. The population in this study were 60 members of the farmer group with a purposive sampling technique, a sample of 18 respondents was obtained. Data collection used a questionnaire sheet, data analysis used a percentage. The results of the study showed that most of the respondents (55.6%) had low back pain on a scale of 5, with an average value of 4.44. Agricultural work has a high level of tension and involves many repetitive movements. This causes the spinal muscles to be overloaded due to work that is done continuously without time to relax, resulting in pain in the farmers' lower backs. Respondents are advised to minimize continuous static loads and pay attention to ergonomics at work to prevent and reduce the level of Low Back Pain.  
BALANCED NUTRITION EDUCATION AND EXPLANATION OF HOW TO BRUSH YOUR TEETH WITH PHANTOM DENTAL IN MALAYSIA Mulyati, Danik; Huda, Mochammad Maftuchul; Setyorini, Dwi; Azizah, Siti Nur
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.734

Abstract

Balanced nutrition is when humans consume food that provides sufficient nutrition to meet the body's needs without excess or deficiency of nutrients. A balanced diet should include carbohydrates, proteins, fats, vitamins, and minerals in the right proportions according to the body's needs. By consuming a balanced diet, you can support body functions, maintain a healthy body weight, and prevent various nutrition-related diseases. If nutritional needs are met, remember to maintain proper dental health. However, most of the children of Indonesian Migrant Workers (PMI) in Malaysia experience a knowledge crisis, which results in children not caring about their nutritional intake and several times neglecting to clean their teeth properly. So, educational activities are carried out regarding balanced nutrition and how to clean teeth properly to increase children's sense of concern for their bodies with the hope that children will have better habits in the future. The learning method begins with education about balanced nutrition with lectures, followed by coloring pictures of fruits and vegetables together. After education about balanced nutrition, it continued with an explanation of how to brush your teeth properly, assisted by using a dental phantom. After the activities, the children better understood the importance of nutritional intake for the body and proper tooth-brushing techniques. This activity needs to be continued with a more creative and innovative delivery method to children to achieve the goal that PMI children in Malaysia have a high level of concern for themselves, especially in the health sector.
Pelatihan Pengolahan Air yang Berkelanjutan di Desa Pasiang, Polewali Mandar Prameswara, Gyan; Setyorini, Dwi; Dahlan, Masbin; Assagaf, Iman Pradana A.; Raihan, Ahmad Zaki
Journal of Community Services in Sustainability Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Community Services in Sustainability (Oktober 2024)
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jocss.v2i2.374

Abstract

The increasing demand for sustainable water treatment in regions with constrained access to clean water underscores the necessity for targeted interventions. This community service initiative (PKM) focused on establishing a sustainable water treatment training program in Pasiang Village, Polewali Mandar, with an emphasis on biofiltration technology. Utilizing a SWOT analysis and a pre- and post-program evaluation framework, the study assessed both the challenges and opportunities related to implementing a localized water treatment system. Findings highlighted the community’s reliance on groundwater sources and limited familiarity with surface water treatment technologies as primary obstacles. The training program encompassed both informational sessions on biofiltration technology and hands-on practice in operating the treatment system. Evaluations revealed notable advancements in participants' competencies, including a 50% improvement in practical skills, a 47% increase in technology utilization, and a 40% gain in foundational knowledge. Participant satisfaction ranged from 85% to 100% across program aspects, with particularly high ratings in program benefits and alignment with community needs. The adoption of biofiltration technology has demonstrated its viability as a sustainable water treatment solution in rural contexts, supported by substantial community engagement and comprehension of the technology. This PKM program thus offers a replicable model for developing sustainable water treatment training frameworks adaptable to similar communities.