Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.S Umur 21 Tahun di Praktik Mandiri Bidan Merdeka Rububiah; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health status. AKI describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the puerperium (42 days after delivery) so that comprehensive care is carried out to prevent maternal mortality during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). Neonatal Mortality Rate in Semarang Regency in 2017 was 5.44 per 1,000 KH (73 cases), with the highest causes being birth with Low Birth Weight, asphyxia, congenital abnormalities and other causes Among others, congenital heart disease, sepsis and others. Neonatal Mortality Rate in 2017 is lower than in 2016 (Semarang Regency Health Profile, 2017). Descriptive and the type of descriptive research used is a case study (Case Study). A single unit here can contain one person, a group of residents affected by a problem. After doing the care has provided comprehensive obstetric care starting from pregnant women, maternity, postpartum, babies and the results are pregnant normally, maternity normally, babies with normal, and up to birth control. There is no gap between theory and case in midwifery Comprehensive Care at Mrs. S and By. Mrs. S at PMB Merdeka.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Angka Kematian Neonatal di Kabupaten Semarang Tahun 2017 sebesar 5.44 per 1.000 KH (73 kasus), dengan penyebab tertinggi adalah kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah, asfiksia, kelainan kongenital dan penyebab lainnya antara lain penyakit jantung bawaan, sepsis dan lain- lain. Angka Kematian Neonatal Tahun 2017 lebih rendah dibandingkan Tahun 2016 (Profil Kesehatan Kabupaten Semarang, 2017). Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), Laporan studi kasus yang dilakukan adalah asuhan kebidanan yang meliputi, asuhan pada ibu hamil, kemudian berlanjut ke asuhan ibu bersalin, asuhan pada bayi baru lahir serta asuhan pada ibu nifas dan KB. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. S dan By. Ny. S di PMB Merdeka.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny A Umur 26 Tahun GIP0A0 di Puskesmas Suruh Sutirah; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that is likely to threaten the life of the mother and baby and even cause death. One of the efforts made is to implement comprehensive care that can optimize early detection of high risk for mothers and babies. The aim of this research is to carry out comprehensive midwifery care for pregnant, maternity, postpartum and neonate mothers at the primary health center. The method used is descriptive research and the type of descriptive research used is a case study (Case Study). The data collection technique used is using Primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews, observation and physical examination, as well as documentation using SOAP with Varney's management mindset. while secondary data is data obtained from the KIA book. The sample is a pregnant woman in the third trimester, gestation age 37+4 weeks G1P0A0. The time of the research was in the work area of the community health center. The results of the care obtained by Mrs. A received antibiotic therapy and mefenamic acid. The postpartum period progressed normally, there was no bleeding, good contractions, lochea rubra. Grade 1 perineal wound, the mother received vitamin A. The newborn had an anthropometric examination of 2100 grams of weight (LBW). Mrs. A received counseling about the kangaroo method, exclusive breastfeeding and newborn care, Mrs. A decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan , nifas , neonatus meupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu , bayi bahkan menyebabkan kematian , salah satu Upaya yang dilakukan  yaitu dengan menerapkan asuhan komprehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko  resiko tinggi maternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil , bersalin , nifas dan neonatus di puskesmas suruh, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan data Primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan Fisik, serta dokumentasi menggunakan SOAP dengan pola piker manajemen Varney. sedangkan data Sekunder adalah data yang diperoleh dari buku KIA. Sample adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 37+4 minggu G1P0A0. Waktu penelitian yaitu di wilayah kerja puskesmas suruh. Hasil asuhan yang didapat Ny.A umur 26 G1P0A0 usia kehamilan 37+4 dengan Hemoroid, persalinan berlangsung secara normal dengan Presipitatus Ny,. A mendapatkan terapi antibiotic, dan asam mefenamic . masa nifas berlangsung secara normal , tidak ada pendarahan , kontraksi baik, lochea rubra. Luka perineum grade 1 , ibu mendapatkan vitamin A. pada ayi baru lahir didapatkan pemeriksaan antopometri BB 2100 gram (BBLR) Ny. A mendapatkan konseling tentang metode kanguru, asi eksklusif dan perawatan bayi baru lahir, Ny.A memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan.
Efektifitas Pijat Batuk Pilek pada Balita di Desa Morangan Kecamatan Suruh Pertiwi, Saskia Inggar; Dewi Setiyani; Ninik Christiani; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children and toddlers are a group of people who are more susceptible to coughs and colds. This is caused by the weak immune system of children and toddlers. A typical toddler in Indonesia is estimated to have cough and cold symptoms 3 to 6 times per year, which on average consists of 3 to 6 episodes. Children are more susceptible to coughs and colds that develop into pneumonia, which is promoted by unclean environmental conditions and excessive air pollution. (Purnama, 2018). additional therapy that can relieve coughs and colds. Infant and toddler massage can increase a child's weight, accelerate neuromotor development, improve emotional relationships, and reduce the rate of nosocomial infections (Kulkarni et al., 2010). The target in this activity is mothers who have toddlers, a sample of 21 toddlers. The media used in this community service are power point and video. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. there is a significant difference after the pre-test and post-test, namely there is an increase in the mother's knowledge and skills regarding the benefits of massage for coughs and colds.   Abstrak Anak-anak dan balita adalah sekelompok orang yang lebih rentan terhadap batuk pilek. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anak-anak dan balita yang masih lemah. Balita tipikal di Indonesia diperkirakan memiliki gejala batuk pilek 3 hingga 6 kali per tahun, yang rata-rata terdiri dari 3 hingga 6 episode. Anak-anak lebih rentan terhadap batuk pilek yang berkembang menjadi pneumonia, yang dipromosikan oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih dan polusi udara yang berlebihan. (Purnama, 2018). Terapi tambahan yang dapat meringankan batuk pilek. Pijat bayi dan balita dapat meningkatkan berat badan anak, mempercepat perkembangan neuromotorik, meningkatkan hubungan emosional, dan mengurangi tingkat infeksi nosocomial (Kulkarni et al., 2010). Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita, sampel 21 balita, Media  yang  digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah power point dan video. Hasil analisis kelompok eksperimen dengan uji T dengan hasil pengetahuan berdasarkan umur 0.754 dan pengetahuan berdasarkan pendidikan 0.003 , maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan umur ibu dan ada hubungan pengetahuan berdasarkan tingkat Pendidikan terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan pre test dan postest yaitu terdapat peningkatan pegetahuan dan keterampilan ibu mengenai manfaat pemijatan batuk pilek
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny SL Umur 27 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kota Atambua Juliana Noronha Dos Santos; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize early detection of high maternal neonatal risk. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning (KB). The sample is a pregnant woman in the third trimester, 34 weeks gestation, G1P0A0. Research time 23 – December to 04-March-2024- at the Atambua City Health Center. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. S.L G1P0A0 39 weeks gestation. The birth took place normally and received antibiotic therapy and mefenamic acid. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, grade 2 perennial wounds, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and OEA passed. Mrs.S.L decided to use implant birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional deskriptif ana;itik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana (KB). Sample adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 34 minggu, G1P0A0. Waktu penelitian 23 – desember sampai  04-Maret-2024-di Puskesmas Kota Atambua. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Tehnik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. S.L G1P0A0  usia kehamilan 39  minggu. Persalinan berlangsung secara normal dan mendapatkan terapi antibiotik dan asam mefenamat. Masa nifas berlangsung normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perenium grade 2, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny.S.L  memutuskan untuk menggunakan KB Implan.
Penyuluhan Baby Massage untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Serta Kualitas Tidur dan Nafsu Makan Ita Paramita Sari; Khairunnisa Anugrah Oktadwiyanti; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimal child growth and development is every parent's dream. Complaints that often arise in toddlers are that children do not want to eat and refuse to eat. Apart from that, in Indonesia there are still many babies who experience sleep problems, namely around 44.2% of babies experience sleep disorders. Babies who experience sleep disorders will experience disruption during their growth period, so their growth will not be optimal. One way to overcome this is by doing baby massage. This activity is to introduce baby massage as a solution to stimulate optimal growth and development. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage, making preparations by collaborating with partners and determining community service targets. The second stage of implementation, before counseling is carried out, a pretest is carried out to explore the mother's knowledge regarding baby massage. Next, baby massage education and training was carried out with live demonstrations. Third Stage: Conduct evaluation by giving a posttest questionnaire. This activity was attended by 25 mothers who had children aged 0-59 months. Before the counseling was carried out regarding baby massage, it was found that the majority of mothers' knowledge was in the poor category, namely 18 people (72%) and after the counseling was carried out, 25 mothers (100%) had knowledge in the good category. There is an effect of education using leaflets and demonstrations on pregnant women's knowledge about baby massage (p value=0.000). Conclusion: there was an increase in knowledge before and after the baby massage education was carried out. It is hoped that parents can provide massage stimulation to the baby so that it will achieve optimal growth and development.   Abstrak Tumbuh kembang anak yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Keluhan yang sering muncul pada balita adalah anak tidak mau makan dan menolak makan. Selain itu, di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur. Bayi yang mengalami gangguan tidur akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, sehingga tidak pertumbuhannya optimal. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan baby massage. kegiatan ini adalah memperkenalkan tentang pijat bayi sebagai solusi untuk merangsang tumbung kembang yang optimal. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat bayi dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (72%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 25 orang (100%). Terdapat pengaruh edukasi menggunakan Leaflet dan Demonstrasi terhadap pengetahuan ibu mengenai baby massage (p value=0,000). Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan baby massage.  Diharapkan orangtua dapat memberikan stimulasi pijat bayi sehingga akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan dengan optimal.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny L Umur 29 tahun G8P7A0 di CBVC Domingas Soares Cardoso; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal are physiological conditions that may threaten the life of mother and baby and even can cause death. One of the efforts that can be made is to implement a comprehensive midwifery care model that can optimize early detection of high maternal neonatal risk.  The aim of the research is to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, childbirth, postpartum, newborn baby and family planning. The research method is descriptive observational. Case study approaches to the implementation of midwifery care including care for pregnancy, childbirth, newborn, postpartum, and family planning. The sample was a third trimester pregnant women with a gestational age 28.3 weeks, G8P7A0. The research time is April 2024 - June 2024 in the work area Centro Bimonc Vera Cruz Dili.  The researchinstrument uses the SOAP documentation method with Varney’s management mindset. Collection techniques use primary data through interview, observation, physical examination, and secondary data through LISIO book. The results of the care obtained were Mrs. L, G8P7A0 who was 28.3 weeks pregnant. The delivery was normal and she received analgesic therapy and iron tablets. The postpartum period was normal, there were no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, no perennial wounds in the genital tract, and the mother received vitamin A.  The results of the anthropometric examination of the newborn were 3030 gram was normal and Mrs. L decided to use birth control implant.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir   dan   keluarga berencana (KB). Metode penelitian   observasional deskriptif. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana (KB). Sample adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 28.3 minggu, G8P7A0. Waktu penelitian April 2024 - Juni 2024 di wilayah kerja Centro Bimonc Vera Cruz Dili. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir Manajemen Varney. Tehnik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku LISIO. Hasil asuhan didapatkan Ny. L G8P7A0 usia kehamilan 28.3 minggu. Persalinan berlangsung secara normal dan mendapatkan terapi analgetik dan tablet besi. Masa nifas berlangsung normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra,tidak ada luka perenium pada traktus genitalia, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri BB 3030 gram adalah normal dan Ny. L memutuskan untuk menggunakan KB Implant.
Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental Anak dengan Yoga di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Sofiyanti, Ida; Astuti, Fitria Primi; Setyowati, Heni
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.795 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.765

Abstract

The condition of the Covid-19 Pandemic will affect social restrictions, including small groups, namely families and children. This change will affect the daily life of the child, namely physical activity and mental health in the child because it changes too fast. These social restrictions make children bored because they have to stay at home and not interact with their friends. A study says the problems that often arise when having to stay at home or stay at home are stress, increased sensitivity in children, temper tantrums. spoiled and not independent One easy method to overcome problems in children in the adaptation of new habits through child yoga. Yoga. This community service helps children to improve their physical abilities and optimal emotional abilities. This stage in community service consists of, stage 1, which is looking for groups of school-age children who will be the targets of implementing children's yoga activities. Stage 2 is the implementation of children's yoga practice activities which are carried out for one month and are divided into 4 sessions. Stage 3 is the children's testimony after doing the children's yoga postures.Yoga is very useful for helping children in facing the adaptation period of new habits by doing physical exercise with yoga where yoga can improve physical and mental health in children. Yoga is done in a fun way because children are invited to play and develop their imagination in doing yoga postures.AbstrakKondisi Pandemi Covid-19 ini akan berpengaruh kepada pembatasan sosial masyarakat termasuk kelompok kecil yaitu keluarga dan anak. Perubahan ini akan berpengaruh pada keseharian anak yaitu aktivitas fisik dan kesehatan jiwa pada anak karena terjadi perubahan terlalu cepat. Pembatasan sosial ini membuat anak menjadi bosan karena mereka harus berdiam di rumah dan tidak berinterkasi dengan teman-temanya. Sebuah penelitian mengatakan problema yang sering muncul ketika harus stay at home atau tinggal di rumah adalah stress, sensitifitas pada anak meninggi, temper-tantrum. manja dan tidak mandiri. Salah satu metode yang mudah untuk mengatasi masalah pada anak di masa adaptasi kebiasaan baru melalui yoga anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu anak meningkatkan kemampuan fisik dankemampuan emosianal secara optimal. Tahapan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari, tahap 1 yaitu mencari kelompok anak usia sekolah yang akan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan yoga anak. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan praktek yoga anak yang dilakukan selama satu bulan dan dilakukan 4 sesi setiap akhir minggu. Tahap 3 yaitu testimoni anak-anak setelah melakukan postur yoga anak.Yoga sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru dengan melakukan olah fisik dengan yoga dimana yoga mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada anak. Yoga dilakukan secara menyenangkan karena anak diajak untuk bermain, dan mengembangkan imajinasinya dalam melakukan postur yoga.
Metode Snowball Throwing Sebagai Upaya Untuk Mencegah Kolic Pada Bayi Di Wilayah Rw 2 Desa Karanggeneng Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang Setyowati, Heni; Astuti, Fitria Primi; Roni, Abdul
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.687 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.945

Abstract

The task of developing a baby starts from the first day of birth. Comprehensive and quality development of children development through stimulation activities, detection and early intervention of toddlers' growth and development deviations carried out at a critical time. Performing adequate stimulation means stimulating the brain of the infant under five so that the development of the ability to move, speak and language, socialization and independence of the toddler takes place optimally according to the child's age. One of the methods used to stimulate this development is by using the baby massage & spa method (Ministry of Health, 2011).Massage therapy is a form of therapy using systematic gentle touch, which is focused on certain parts of the body or as a whole with the aim of healing / therapy. The purpose of this activity is increasing knowledge of mothers who have babies and increasing the knowledge of health cadres about massage therapy in overcoming abdominal colic.Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage Conducting socialization about infant massage as an effort to prevent abdominal colic in infants and demonstrating infant massage to prevent colic and conducting socialization on alternatives to colic prevention by utilizing natural ingredients. Second Stage Assisting cadres to perform colic massage Correctly The third stage evaluates the delivery of information using the sowball throwing method and evaluates the implementation of infant massage to prevent abdominal colic With this activity, it is hoped that mothers who have babies and health cadres will understand about massage therapy as a prevention of abdominal colic.ABSTRAKTugas perkembangan bayi dimulai sejak hari pertama kelahiran. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dilakukan pada masa kritis. Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak bayi balita sehingga perkembangangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian balita berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak. Salah satu cara yang digunakan untuk merangsang perkembangan tersebut dengan menggunakan metode baby massage & spa (Depkes, 2011). Massage therapy adalah suatu bentuk terapi dengan menggunakan sentuhan lembut yang sistematik, yang difokuskan pada bagian tubuh tertentu atau secara keseluruhan dengan tujuan untuk penyembuhan/terapi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu yang memiliki bayi serta meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang massage therapy dalam mengatasi kolik abdomen. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Melakukan sosialisasi tentang pijat bayi sebagai upaya pencegahan terjadinya kolik abdomen pada bayi serta mendemontrasikan pijat bayi untuk mencegah kolik  dan melakukan sosialisasi tentang alternative pencegahan kolic dengan pemanfaatan bahan alam Tahap Kedua Melakukan pendampingan kader untuk melakukan pijat kolik dengan benar Tahap Ketiga melakukan evaluasi terhadap penyampaian informasi dengan metode sowball throwing dan evaluasi pelaksanaan pijat bayi untuk mencegah kolik abdomen  Dengan kegiatan ini diharapkan ibu-ibu yang memiliki  bayi dan kader kesehatan memahami tentang massage terapi sebagai pencegahan terjadinya kolik abdomen.
Pengabdian Masyarakat pada Ibu Hamil dengan Metode Akupresure untuk Menangani Mual Muntah Nurmina, Nurmina; Setyowati, Heni; Lim, Ellenora; Supadmi, Ika; Sofiyanti, Ida
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.186 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1288

Abstract

Nausea and vomiting that occurred during pregnancy in young pregnant women experienced nausea and 9.2% of women experienced vomiting. Nausea and vomiting during pregnancy are usually caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy, mainly due to high fluctuations in human chorionic gonadotrophin (HCG) levels, especially because the most common period of gestational nausea and vomiting is in the first 12-16 weeks. At this gestational age, HCG reaches its highest level (Manuaba, 2010). According to (Sukanta, 2008) explains that acupressure is a massage method based on acupuncture or it can also be called acupuncture without needles. (Rosen, 2009) in (Traditional Community Health Center (BKATM), 2013) explains that stimulation of the median nerve at PC 6 or neiguan acupressure points has been extensively studied for the purpose of knowing the effectiveness of stimulation of these points in reducing nausea and vomiting. The purpose of this activity is to increase mother's knowledge about efforts to overcome nausea and vomiting naturally, namely with acupressure. vomiting can go through the pregnancy smoothly. Community service is carried out in 3 stages, namely the First Phase Selection of groups of pregnant women who are willing to be taught about acupressure for nausea and vomiting, the second stage conducting acupressure socialization and training to deal with nausea and vomiting. With the stages of exploring the mother's knowledge about nausea and vomiting and how to handle it by being given a questionnaire through a google form and then teaching about the material. The third stage evaluates the acupressure method that has been taught to pregnant women by distributing an evaluation questionnaire to measure the success of the acupressure action .ABSTRAKMual muntah yang terjadi pada saat hamil pada wanita yang sedang hamil muda mengalami mual dan 9,2% wanita mengalami muntah. Mual dan muntah selama kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan dalam system endoktrin yang terjadi selama kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar Human Chorionic Gonadotrophin (HCG), khususnya karena periode mual dan muntah gestasional yang paling umum adalah pada usia 12- 16 minggu pertama. Pada usia kehamilan ini, HCG mencapai kadar tertinggi (Manuaba, 2010). Menurut (Sukanta, 2008) menjelaskan bahwa akupresur adalah cara pijat berdasarkan ilmu akupuntur atau bisa juga disebut akupuntur tanpa jarum. (Rosen, 2009) dalam (Balai kesehatan tradisional masyarakat (BKATM), 2013) menjelaskan bahwa stimulasi pada median nerve di PC 6 atau titik akupresur neiguan telah banyak dipelajari untuk tujuan mengetahui keefektifan stimulasi titik tersebut dalam menurunkan mual dan Muntah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu tentang upaya mengatasi mual muntah secara alamiah yaitu dengan akupresure sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan lancar. Pengabdian masyarakat di laksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok ibu hamil yang bersedia diajarkan tentang akupresur mual muntah, Tahap Kedua melakukan sosialisasi dan pelatihan akupresure untuk menangani mual muntah. Dengan tahapan menggali pengetahuan ibu tentang mual muntah dan cara menanganinya dengan diberikan kuesioner melalui geogle form kemudian diajarkan tentang materinya. Tahap ke Tiga evalusi cara melakukan akupresur yang sudah diajarkan kepada ibu hamil dengan cara dibagikan kuesioner evaluasi untuk mengukur keberhasilan tindakan 
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny D Umur 28 Tahun G2P1A0 di PMB Sulasih Sulasih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that is likely to threaten the life of the mother and baby and even cause death. One of the efforts made is to implement comprehensive care that can optimize early detection of high risk for mothers and babies. The aim of this research is to carry out comprehensive midwifery care for pregnant, maternity, postpartum and neonate mothers at the primary health center. The method used is descriptive research and the type of descriptive research used is a case study (Case Study). The data collection technique used is using Primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews, observation and physical examination, as well as documentation using SOAP with Varney's management mindset. while secondary data is data obtained from the KIA book. The sample is a pregnant woman in the third trimester, gestation age 40 weeks G2P1A0. The time of the research was in the work area of the community health center. The results of the care obtained by Mrs. D received antibiotic therapy and mefenamic acid. The postpartum period progressed normally, there was no bleeding, good contractions, lochea rubra. Grade 1 perineal wound, the mother received vitamin A. The newborn had an anthropometric examination of 2800 grams. Mrs. D received counseling exclusive breastfeeding and newborn care, Mrs. D decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian, salah satu Upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan asuhan komprehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko resiko tinggi maternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan neonatus di puskesmas suruh, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan data Primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan Fisik, serta dokumentasi menggunakan SOAP dengan pola piker manajemen Varney. sedangkan data Sekunder adalah data yang diperoleh dari buku KIA. Sample adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 40 minggu G2P1A0. Waktu penelitian yaitu di PMB Sulasih wilayah kerja Puskemas Dadapayam. Hasil asuhan yang didapat Ny. D umur 28 G2P1A0 usia kehamilan 40 Minggu, persalinan berlangsung secara normal. Ny. D mendapatkan terapi antibiotic, dan asam mefenamic . masa nifas berlangsung secara normal , tidak ada pendarahan, kontraksi baik, lochea rubra. Luka perineum grade 1, ibu mendapatkan vitamin A. pada bayi baru lahir didapatkan pemeriksaan antopometri BB 2800 gram. Ny. D mendapatkan konseling tentang asi eksklusif dan perawatan bayi baru lahir, Ny. D memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan.