Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “T” Usia 32 Tahun dengan Inersia Uteri Rizki Fitria Nugraheni; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. H comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in November 2024-February 2025. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother complained of frequent urination and experienced false contractions. Educational care was given about discomfort in the third trimester and MMS was given. The labor process experienced obstacles, namely there was no progress in the opening and the mother was given acupressure care to induce labor, speed up the process of the fetal head entering the pelvis and to reduce labor pain. Postpartum care, the mother complained that her breasts felt full, and was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in the family planning care, Mrs. H used an IUD. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding nutritional needs during pregnancy, preparation for childbirth, preparation for family planning and correct breastfeeding technique.s.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024- Februari 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengeluh sering BAK dan mengalami kontraksi palsu. Diberikan asuhan edukasi ketidaknyaman pada trimester III serta memberikan MMS. Proses persalinan mengalami kendala, yaitu pembukaan tidak ada kemajuan dan ibu diberikan asuhan akupressure untuk menginduksi persalinan, mempercepat proses kepala janin masuk panggul dan untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas, ibu mengeluh payudara terasa penuh, dan diberikan asuhan perawatan payudara. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H menggunakan KB IUD. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan, persiapan persalinan , persiapan KB dan teknik menyusui yang benar.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “A” Usia 24 Tahun di PMB Laeli Fauziyah , S.Keb Desa Medayu Kecamatan Suruh Shinta Lutfiani; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are key indicators used to measure the level of public health in a country. In Semarang, the leading causes of maternal death are hemorrhage and preeclampsia/eclampsia, while infant mortality is primarily caused by Low Birth Weight (LBW), asphyxia, and congenital abnormalities. One strategic effort to reduce these rates is the implementation of integrated and continuous midwifery care, known as Continuity of Care (CoC), from pregnancy to family planning. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. A using a descriptive case study approach conducted at Laeli Fauziyah Midwifery Clinic (PMB Laeli Fauziyah, S.Keb), Suruh Sub-district, Semarang Regency, from December 2024 to May 2025. The subject of the study was Mrs. A (G2P1A0) at 38 weeks of gestation during the initial visit. Data were collected through direct observation, structured interviews, and documentation using a midwifery assessment format. The care provided included antenatal care in the third trimester, normal vaginal delivery with complementary counterpressure therapy, newborn care at 1 hour, 1 day, and 6 days postpartum, and postpartum care at 6 hours, 6 days, and 14 days using oxytocin massage therapy to support breastfeeding. Family planning services were provided using the implant contraceptive method, chosen based on the mother's condition and clinical indications. The results showed that the entire care process was in accordance with midwifery service standards, and no discrepancies were found between theory and practice. This case study highlights the importance of CoC in improving the quality of maternal and neonatal services, contributing to efforts in reducing MMR and IMR in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Berdasarkan data lokal, penyebab utama AKI di wilayah Semarang adalah perdarahan dan preeklamsia/eklampsia, sedangkan AKB banyak disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, dan kelainan kongenital. Salah satu upaya strategis untuk menekan angka kejadian tersebut adalah dengan menerapkan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) yang terintegrasi sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A menggunakan desain studi kasus (case study) yang dilaksanakan di PMB Laeli Fauziyah,  S.Keb, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Desember 2024 hingga Mei 2025. Subjek adalah Ny. A (G2P1A0) dengan usia kehamilan 38 minggu pada saat kunjungan pertama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi format pengkajian data SOAP. Asuhan kebidanan diberikan meliputi kehamilan trimester III, persalinan normal dengan terapi komplementer counterpressure, asuhan bayi baru lahir pada 1 jam, 1 hari, dan 6 hari, serta masa nifas pada 6 jam, 6 hari, dan 14 hari dengan memberikan terapi komplementer  pijat oksitosin untuk mendukung kelancaran laktasi. Asuhan keluarga berencana diberikan dengan metode kontrasepsi implan yang sesuai dengan kondisi ibu dan indikasi klinis. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh asuhan telah dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan. Studi ini menunjukkan pentingnya pendekatan CoC dalam meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal untuk menekan AKI dan AKB di Indonesia
Peningkatan Pengetahuan Teknik Menyusui yang Benar “AMUBIDA” pada Ibu Menyusui di RS Puri Asih Salatiga Shinta Lutfiani; Alya Fernanda Khairani; Heni Setyowati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding plays a vital role in supporting infant growth and stability. Infants who receive exclusive breastfeeding are 1.62 times more likely to grow normally compared to those who do not. In addition, exclusive breastfeeding supports the baby’s development in accordance with their age. Providing exclusive breastfeeding for up to six months contributes to achieving a child's optimal intellectual potential. According to data from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar), only 30.2% of infants in Indonesia receive exclusive breastfeeding until the age of six months. At Puri Asih Hospital in Salatiga, many breastfeeding mothers still lack knowledge about proper breastfeeding techniques, leading to delays in initiating breastfeeding for newborns and causing mothers to doubt themselves, often believing that their baby refuses to nurse. The instrument used in this study consisted of pre-test and post-test observation sheets. The method applied was a community service activity focusing on correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. This community service activity was carried out through direct counseling sessions for breastfeeding mothers at Puri Asih Hospital in Salatiga. A total of 25 breastfeeding mothers participated in the activity, which was conducted from February 11 to February 25, 2025. All participants enthusiastically practiced correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. Observations showed that during practice, there were no smacking sounds while the baby nursed, and the mothers did not experience nipple soreness, which aligned with the content of the educational material delivered. From these findings, it can be concluded that counseling accompanied by hands-on training is highly effective in improving the knowledge and skills of breastfeeding mothers. This type of health education intervention is essential to implement more widely, especially in healthcare facilities that have not adopted rooming-in systems or that still face challenges related to formula milk promotion. The success of exclusive breastfeeding requires adequate knowledge, proper skills, and stable maternal psychological conditions. Therefore, training in correct breastfeeding techniques should be an integral part of postpartum care services to increase the coverage of exclusive breastfeeding and ensure optimal infant growth and development.   Abstrak Pemberian ASI Eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan kestabilan bayi. Bayi yang memperoleh ASI Eksklusif memiliki peluang 1,62 kali lebih besar untuk tumbuh secara normal dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif. Selain itu, ASI Eksklusif juga turut mendukung perkembangan bayi sesuai usianya. Pemberian ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan berkontribusi terhadap pencapaian potensi kecerdasan anak secara optimal. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, hanya 30,2% bayi di Indonesia yang menerima ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan. Di RS Puri Asih Salatiga, masih banyak ibu menyusui yang belum memahami teknik menyusui yang tepat, sehingga pemberian ASI pada bayi baru lahir (BBL) menjadi tertunda dan membuat ibu merasa ragu karena mengira bayinya tidak mau menyusu. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pre dan post test. Metode yang dilakukan yaitu pengabdian masyarakat terkait teknik menyusui yang benar dengan menggunakan metode “AMUBIDA”. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada para ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh 25 ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga yang dilaksanakan pada tanggal 11-25 Februari 2025, seluruh peserta dengan antusias mempraktikkan teknik menyusui yang benar menggunakan metode "AMUBIDA" dan dilihat dari cara mempraktikannya tidak terdengar suara seperti mengecap saat bayi menyusu serta pasien tidak mengalami puting lecet hal ini sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang disertai pelatihan langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu menyusui. Intervensi berbasis edukasi kesehatan ini penting untuk diterapkan secara luas, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memberlakukan rawat gabung atau yang masih menghadapi kendala promosi susu formula. Keberhasilan menyusui secara eksklusif memerlukan dukungan pengetahuan, keterampilan, serta kondisi psikologis ibu yang stabil. Oleh karena itu, pelatihan teknik menyusui yang benar perlu menjadi bagian integral dari layanan pasca-persalinan guna meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dan memastikan tumbuh kembang bayi secara optimal.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 29 Tahun G2P1A0 di Kelurahan Juata Permai Lailatif Nadiah Safitri; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is continuous care from pregnancy to contraception as an effort to reduce maternal mortality and infant mortality rates. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs.A from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate and contraception. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviewed, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in November 2024-March 2025. From the result of providing pregnancy care, there’s no problem found, Mrs. A had no complaint Hb 11.5 gr/dL. Midwifery care given to 36 weeks pregnant woman was pregnancy nutrition, preparation for childbirth, danger sign of pregnancy, and blood increasing tablet education. The delivery process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce pain labor. Second postpartum care, Mrs. A said that her breast milk was still coming out a little, the treatment given was oxytocin massage. In newborn care, everything was found to be normal, the baby was given 1mg of vitamin K, Hepatitis B0 Immunization, congenital Hypothyroid screening examination and heart disease congenital examination. In contraception care, Mrs. A was using 3-month injection contraception.   Abstrak Asuhan Kebidanan Komprehensif merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) & Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. A secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus, Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024-Maret 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan tidak ditemukan masalah yaitu ibu mengatakan tidak ada keluhan, Hb 11,5 g/dl. Penatalaksanaan yang diberikan pada ibu hamil 36 minggu yaitu Pemberian KIE nutrisi masa kehamilan, KIE persiapan persalinan, KIE tanda bahaya kehamilan, dan KIE tablet tambah darah. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan Counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas kedua, ibu mengatakan asinya masih keluar sedikit, penatalaksanaan yang diberikan yaitu pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamin K 1 mg, imunisasi hepatitis B0 dan pemeriksaan SHK dan PJB. Pada asuhan KB Ny. A menggunakan KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan pada Ny F Umur 25 Tahun di PMB Wahyu Tengaran Wahyu Rahmawati; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities ranging from pregnancy, childbirth, postpartum to newborn services and family planning services that connect women's health needs in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with examinations, simple laboratories and counseling. Comprehensive obstetric care includes places of continuous examination activities including obstetric pregnancy care, maternity obstetric care, postpartum obstetric care and obstetric care for newborns and birth control acceptors. Pregnancy care prioritizing continuity of care is very important for women to get services from the same professional or from a team of professionals, because that way the development of their condition will be monitored well at all times as well as they become trusting and open because they feel they know the caregiver. The type of research used is descriptive, with a Case Study approach. The sample used was Mrs. F. After carrying out and providing comprehensive obstetric care starting from Pregnant Women, Childbirth, Postpartum Baby, and the results are normal pregnancy, normal delivery, normal babies, and up to birth control. There is no gap between theory and case in Nursing. Comprehensive obstetrics for Mrs. F and By.N.F at PMB Wahyu, Tengaran Semarang Regency.   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah  serangkaian kegiatan  pelayanan  yang  berkelanjutan  dan  menyeluruh mulai  dari  kehamilan,  persalinan,  nifas,  pelayanan  bayi baru   lahir   serta   pelayanan keluarga   berencana yang menghubungkan kebutuhankesehatan     perempuan khususnya  dan  keadaan  pribadi  setiap  individu.  Asuhan komprehensif    merupakan    suatu    pemeriksaan    yang dilakukan  secara  lengkap  dengan  adanya  pemeriksaan, laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan  komprehensif   mencakup tempat kegiatan pemeriksaan   berkesinambungan diantaranya  adalah asuhan  kebidanan     kehamilan,     asuhan     kebidanan persalinan,  asuhan  kebidanan  masa  nifas  dan  asuhan kebidanan  bayi  baru  lahir  serta  akseptor  KB. Asuhan kehamilan  mengutamakan   kesinambungan   pelayanan (continuity  of  care)  sangat  penting  buat  wanita  untuk mendapatkan  pelayanan  dari  seorang  profesional  yang sama atau dari satu tim tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat  akan  terpantau  dengan  baik  selain  juga  mereka menjadi   percaya   dan  terbuka   karena   merasa   sudah mengenal   si   pemberi  asuhan. Jenis   penelitian   yang digunakan   yaitu  deskriptif,   dengan   pendekatan   studi kasus  (Case Study).  Sampel yang digunakan  adalah Ny. F.  Setelah  melakukan  dan memberikan  asuhan kebidanan  secara  Komprehensif  mulai  dari  Ibu  Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. F dan By.Ny.F  di PMB Wahyu, Tengaran Kabupaten semarang.
Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Desa Langensari Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Desy Nur Kholimah; Salwa Pramudya Putri; Rosadah Nur Hanifah; Rika Dwi Setyaningsih; Anik Agustina; Lynda Ayu Safitri; Wahyu Kristiningrum; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a critical period for the emergence of problems and diseases, which often raises concerns among parents. An immature immune system makes this period vulnerable to attacks from microorganisms that arise due to inadequately met basic needs. Eating difficulties are a common issue in providing food and nutritional needs that are generally found in children and become a health problem worldwide. Most eating difficulties in infants and children are related to growth and developmental disorders. The target of this activity is toddlers in Langensari Village. The activities include preparation, pre-test, implementation of the activity, demonstrating tuina massage on toddlers using leaflets, evaluation, and conducting a post-test. The preparation for community service regarding Tuina Massage to improve appetite in toddlers started with an analysis through interviews with the village midwife. After conducting the interview and identifying the problem, which is that many children have difficulties eating and the weight of toddlers is not increasing, and there is no increase in every posyandu. Then, a discussion was held on what topics would be presented during the community service, determining the number of respondents, which is 21 toddlers. Information media such as leaflets were created. After that, and refreshments that will be provided during the event. The researcher obtained information in the form of responses from the pre-test and post-test, where the statements have been systematically arranged so that they are easy for the respondents to understand.   Abstrak Balita merupakan masa yang rawan timbulnya permasalahan dan penyakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sistem imunitas yang belum matur sempurna menyebabkan masa ini rentan terkena serangan dari mikroorganisme yang muncul akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi secara adekuat. Kesulitan makan merupakan masalah dalam pemberian makanan maupun kebutuhan gizi yng pada umumnya dijumpai pada anak dan menjadi masalah Kesehatan diseluruh dunia. Sebagian besar kesulitan makan pada bayi dan anak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah balita di Desa Langensari. Bentuk kegiatannya meliputi persiapan, pretest, pelaksanaan kegiatan, mendemonstrasikan pijatan tuina pada balita dengan media leaflet, evaluasi dan melakukan post test. Persiapan pengabdian masyarakat tentang Pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan pada balita dimulai dari Analisa dengan wawancara Bidan Desa, setelah melakukan wawancara dan menemukan masalah yaitu banyak anak yang susah makan dan berat badan  balita ada yang tidak naik dan setiap posyandu tidak bertambah. Kemudian melakukan diskusi topik apa yang akan disampaikan pada pengabdian masyarakat, menentukan data jumlah responden, yaitu 21 balita. Membuat media informasi berupa leaflet. Peneliti memperoleh informasi berupa hasil jawaban dari pengisian pre-test dan post-test, dimana sudah disusun secara sistematis pernyataannya sehingga tidak sulit untuk dipahami oleh responden.
GAMBARAN SIKAP IBU TENTANG ASI EKSLUSIF DI DESA KARANGJATI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019 Inayah, Hajaratul; Khayati, Yulia Nur; Setyowati, Heni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.110

Abstract

Data cakupan ASI ekslusif di Puskesmas Bergas tahun 2018 sebesar 21% namun belum mencapai target puskesmas yaitu sebesar 46%. Studi pendahuluan di Desa Karangjati diketahui bahwa bidan telah melakukan penyuluhan dan pembagian leaflet tentang ASI ekslusif kepada ibu-ibu yang memiliki bayi, namun angka keberhasilan ASI ekslusif di Desa Karangjati masih rendah yaitu hanya 17 bayi tahun 2017 dan tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 4 bayi. Salah satu penyebab kegagalan ASI ekslusif yaitu sikap ibu yang merasa asi eksklusif terlalu merepotkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap ibu tentang ASI ekslusif di Desa Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 598 ibu yang memiliki balita periode Juni 2019. Sampel sejumlah 92 ibu dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan gambaran sikap ibu tentang asi eksklusif. Analisis data meliputi analisis univariat. Hasil penelitian ini didapatkan Ibu yang bersikap positif terhadap pemberian ASI ekslusif sebanyak 48 responden (52,2%) dan bersikap negatif sebanyak 44 responden (47,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sebagian besar ibu bersikap positif terhadap pemberian ASI ekslusif yaitu 48 ibu (52,2%) di Desa Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2019.
The Impact of LATCH Score-Based Education on Latch Accuracy in Primigravida Mothers Setyowati, Heni; Haryono, Haryono; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Widowati, Evi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 11: NOVEMBER 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i11.8457

Abstract

Introduction: Improper infant positioning and attachment during breastfeeding is a common problem among mothers, mainly due to a lack of knowledge about breastfeeding techniques. This lack of understanding regarding correct breastfeeding technique contributes to nipple fissures and breast engorgement, ultimately impacting infant nutrition. This study aimed to assess how LATCH-based education method influences the proper latching of breastfeeding mothers in Magelang City Methods: This study employed a quasi-experimental pre-post design conducted in Magelang City. The participants were breastfeeding mothers who were doing it for the first time. A total of 44 participants were enrolled as samples through purposive sampling. The tools used included a questionnaire and an evaluation observation sheet to gauge the effectiveness of breastfeeding techniques. The data analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The results showed that three respondents had good attachment accuracy (6.8%), 38 mothers had sufficient latch (86.6%), and 3 had inadequate latch (6.8%). After receiving education, 32 respondents (72.7%) had a good latch, while 12 respondents (27.3%) had a sufficient latch. Respondents who achieved LATCH-Score indicators increased, including LATCH-on, audible swallowing comfort, and hold with a total increase of respondents of 5 (12%), 24 (76%), 20 (46%), and 15 (34%), respectively. There was a significant relationship between latch accuracy before and after being given education about breastfeeding techniques in primigravida breastfeeding mothers in the Magelang City area (P value= 0.000). Conclusion: Latch score-based breastfeeding education on breastfeeding techniques affects how well new mothers attach their infants during breastfeeding. It is potentially used to support successful breastfeeding.