Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. K di PMB Setyoningsih S. ST.Keb. Kecamatan Bawen Setyoningsih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2022, there was a decrease in AKI in Central Java, Factors that support the decrease in AKI are increased maternal awareness for health checks during pregnancy, services by health workers, and the provision of supplements such as Fe tablets. To reduce AKI, access to quality health services is needed, including routine check-ups, childbirth by trained health workers, and postpartum maternal and infant care services. One of the strategies used is continuous obstetric care or Continuity of care (COC), which involves continuous monitoring from preconception, pregnancy, to postpartum. The purpose of providing comprehensive obstetric care for pregnant women, childbirth, postpartum, BBL, grandmother and family planning in Mrs. K aged 35 years using the case study method with Varney's 7-step obstetric management approach. The results of the study were obtained for the diagnosis of G3P2A0 at the age of 35 years and 35 weeks of gestation, the mother's complaints were frequent urination, sedan.   Abstrak Pada tahun 2022 terjadi penurunan AKI di Jawa Tengah, Faktor yang mendukung penurunan AKI adalah peningkatan kesadaran ibu untuk pemeriksaan kesehatan selama kehamilan, pelayanan oleh tenaga kesehatan, serta pemberian suplemen seperti tablet Fe. Untuk mengurangi AKI, diperlukan akses layanan kesehatan berkualitas, termasuk pemeriksaan rutin, persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, serta layanan perawatan ibu dan bayi pasca persalinan. Salah satu strategi yang digunakan adalah asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of care (COC), yang melibatkan pemantauan terus-menerus sejak prakonsepsi, kehamilan, hingga pasca persalinan. Tujuan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, nenonatus dan KB pada Ny. K umur 35 tahun dengan menggunakan metode study case dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney. Hasil penelitian diperoleh diagnosa G3P2A0 umur 35 tahun usia kehamilan 35 minggu, keluhan ibu yaitu sering buang air kecil, sedangkan pada pemilihan kontrasepsi ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Simpulan dari asuhan kebidanan pada Ny K diketahui bahwa ibu pada masa kehamilan, persalinan, nifas,bayi baru lahir, dalam kondisi normal.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”D” Umur 35 Tahun di PMB Sri Widyawati,S.Keb Leyangan Melly Kurnia Sari; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are important indicators of public health. The highest cause of maternal mortality in Semarang is due to bleeding, preeclampsia/eclampsia. While in infants it is due to birth with Low Birth Weight, asphyxia, congenital abnormalities. Efforts made to address these issues are to provide continuous services Continuity Of Care (COC). The purpose of writing this report is to provide midwifery care in Continuity Of Care (CoC) for pregnant women, giving birth, BBL, postpartum and KB at PMB Sri Widyawati, S.Keb Leyangan. The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can consist of 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women was carried out by the author 3 times in the third trimester. The results of the monitoring obtained were complaints in the third trimester in the form of back pain which is physiological. Normal vaginal delivery on July 7, 2024 at 17.00 WIB, female gender. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used a 3-month injection and no problems were found. Care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and case in Comprehensive Care for Mrs. D and By Mrs. D at TPMB Sri Widyawati This case study was carried out at PMB Sri Widyawati, S. Keb Leyangan in June – November 2024. The case study subject was Mrs. D G2P1A0. Data collection techniques use primary data and secondary data. Primary data was obtained through observation, physical examination and individual interviews, as well as documentation using an assessment format, while secondary data was obtained from the KIA book. In carrying out research on pregnancy care provided once, namely in the third trimester on June 24 2024, gestational age 37+1 childbirth care once during the first stage, second stage, third stage and fourth stage. Newborn care 3 times, namely at 1 hour, 1 day, and 6 days with primary data, postpartum care, about twice, namely six hours after giving birth, six days after giving birth, and fourteen days after giving birth with primary data and families provide family planning counseling once, namely on the fourteenth day after giving birth with primary data.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Penyebab tertinggi angka kematian ibu di Semarang adalah karena perdarahan, preeklamsi/eklamsi. Sementara pada bayi adalah karena kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah, asfiksia, kelainan kongenital. Upaya yang dilakukan untuk masalah tersebut adalah dengan memberikan pelayanan secara berkesinambungan Continuity Of Care (COC). Tujuan dari penulisan lapran ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care (CoC) pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas dan KB di PMB Sri Widyawati, S.Keb Leyangan. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa nyeri pinggang yang merupakan hal fisiologis. Persalinan secara normal pervaginam tanggal 07 Juli 2024 pukul 18.13 WIB, jenis kelamin perempuan. Asuhan KF 2 sampai KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB suntik 3 bulan dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif Ny. D dan By. Ny. D di TPMB Sri Widyawati Studi kasus ini dilaksanakan di PMB Sri Widyawati, S.Keb Leyangan pada bulan Juni –November 2024. Subjek studi kasus yaitu Ny.D G2P1A0. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan wawancara individu, serta dokumentasi menggunakan format pengkajian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku KIA. Dalam melaksanakan penelitian pada asuhan kehamilan diberikan sebanyak 1X yaitu pada trimester III pada tanggal 24 Juni 2024 usia kehamilan 37+1 pengasuhan persalinan sebanyak 1 kali saat asuhaan kala I, kala II, kala III, dan kala IV. Asuhan bayi baru lahir sebanyak 3 x, yaitu pada 1 jam, 1 hari, dan 6 hari dengan data primer, pengasuhan nifas, Sekitar dua kali yaitu enam jam setelah melahirkan, enam hari setelah melahirkan, dan empat belas hari setelah melahirkan dengan data primer dan keluarga penyuluhan keluarga berencana yaitu satu kali yaitu pada hari keempat belas setelah melahirkan dengan data primer.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. V, G1P0A0 Umur 24 Tahun dengan Normal di Desa Bendungan Ngatinem; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Obstetric services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs V (Continuity of Care) includes pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research started from June - October 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs. V from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, Mrs. V, 24 years old, G1P0A0, 26 weeks of normal pregnancy, gave birth to Mrs. V is done at PMB. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In newborns the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. V decided to use the KB implant.   Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam minggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa.Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny V secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Juni – Oktober 2024 instrumen penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny. V dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. V umur 24 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 26 minggu dengan normal , Persalinan pada Ny. V  dilakukan di PMB. Masa nifas berlangsung Normal, tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. V memutuskan menggunakan KB Implant.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “H” Usia 29 Tahun dengan Anemia Ringan dan Bendungan ASI Fajar Andriyani; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. H starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in May-August 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother complained of frequent dizziness, easily tired and lethargic, HB 10.2 gr / dL, given nutritional education and Fe 1x1, Vitamin C 1x1. The labor process went smoothly and the mother was given Endorphin massage care to reduce labor pain. The second postpartum care, the mother complained that her breasts felt full, hot and swollen and was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given vitamin K 1 mg care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care, Mrs. H used mini pill birth control. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding nutritional needs during pregnancy and correct breastfeeding techniques..   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10,2 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 1x1, Vitamin C 1x1. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan Endorphin massage untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas kedua, ibu mengeluh payudara terasa penuh, panas dan bengkak dan diberikan asuhan perawatan payudara. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H menggunakan KB mini pil. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai kebutuhan nutrisi pada kebuthan nutrisi pada saat hamil dan teknik menyusui yang benar.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “J” Usia 30 Tahun di Puskesmas Penajam Utara Anggraini, Dewi; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. J starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, the mother complained of frequent dizziness, easily tired and lethargic, HB 10 gr / dL, given nutritional education and Fe 1x1. The delivery process was by CS for indications of fetal distress. Postpartum care went normally, no signs of complications were found during the postpartum period. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care, Mrs. J used a 3-month injection of birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 1x1. Proses persalinan secara SC atas indikasi fetal distress. Asuhan nifas berjalan normal, tidak ditemukan tanda-tanda penyulit pada masa nifas. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. J menggunakan KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 35 Tahun dengan Anemia Sedang Zelda Rizmi Silviana; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be done by one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity Of Care (COC) which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to be able to provide midwifery care to Mrs. J in a comprehensive and continuous manner starting from from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in May-August 2024. From the results of providing pregnancy care, the mother complained of frequent dizziness, fatigue and lethargy. , HB 9.0 gr/dL, given nutritional education and Fe 2x1, Vit C 2x1 and nutritional education, on the second visit the mother complained of lower back pain and was given acupressure care BL 23. The delivery process was by C-section due to indications of long second stage. . Postpartum care Mrs. N complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. N used The permanent birth control method is MOW/sterile.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei- Agustus 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 9,0 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 2x1, Vit C 2x1 dan edukasi pola nutrisi, pada kunjungan kedua ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan diberikan asuhan akupresure BL 23. Proses persalinan secara SC atas indikasi Kala II lama. Asuhan nifas Ny. N mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny.N menggunakan metode KB mantap yaitu MOW/steril.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 27 Tahun dengan Anemia Ringan Sry Wahyuni; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S, starting from pregnancy, delivery, postpartum, neonate and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in July-October 2024. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely back pain and was given prenatal yoga care and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. S decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB.. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny.S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri punggang dan diberikan asuhan yoga prenatal dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan.
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Ardila; Melly Kurnia Sari; Risma Aliviani Putri; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is very often found. This is due to postpartum mothers' lack of knowledge about oxytocin massage. Apart from that, the hospital has never carried out education or counseling regarding oxytocin massage for postpartum mothers to facilitate or increase breast milk production. This service aims to carry out oxytocin massage activities for postpartum mothers and evaluate knowledge of oxytocin massage for postpartum mothers.This community service method is pre-test, practice and post-test. The target of this service research uses a sample of 10 postpartum mother respondents at Tidar Hospital, Magelang City. This service will be held from 2 September to 8 September. The aim of this community service is to increase post partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breast milk problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The implementation of activities is carried out in three stages, namely problem, solution and evaluation. Based on the results of the pre-test and post-test, the results showed that there was an increase in post-partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breastfeeding problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The suggestion for continuing this activity at the next stage is to coordinate with the head of the room to provide oxytocin massage training in an effort to overcome the problem of lack of breast milk production more effectively, efficiently and comprehensively.   Abstrak Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin. Selain itu pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin pada ibu nifas untuk memperlancar atau meningkat produksi ASI belum pernah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu post partum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu pre test, praktik dan post tes. Sasaran Penelitian pengabdian ini menggunakan sampel sebayak 10 responden ibu postpartum di RSUD Tidar Kota Magelang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan 2 September- 8 september 2024. Tujuan dari pengambdian masyarakat ini apakah terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu permasalahn, solusi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini pada tahapan berikutnya yaitu dengan mengkoordinasikan dengan kepala ruang untuk dapat memberikan pelatihan pijat oksitosin dalam upaya mengatasi permasalah kurangnya produksi ASI secara lebih efektif, efisien dan menyeluruh.
Prediksi Fluktuasi Berat Badan Berdasarkan Pola Hidup Menggunakan Model XGBoost dan Deep Learning Mujiyono, Sri; Sanjaya, Ucta Pradema; Wibisono, Iwan Setiawan; Setyowati, Heni
Jurnal Algoritma Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-1.2253

Abstract

The global obesity rate has tripled since 1975, driving the development of technology-based solutions for predicting body weight to mitigate disease risks. This study implements three models—Decision Tree Regressor, XGBoost Regressor, and Deep Learning—to project final body weight based on physiological variables (age, gender, BMR), nutritional factors (caloric intake, surplus/deficit), and lifestyle factors (physical activity, sleep, stress). The multidimensional dataset from community health posts includes TDEE calculations and BMR estimates using the Harris-Benedict Equation. Evaluation using RMSE and R² indicates XGBoost as the best-performing model (RMSE: 5.65; R²: 0.974), outperforming the Decision Tree (RMSE: 10.68; R²: 0.908) and Deep Learning (RMSE: 10.4; R²: 0.913) models. Key challenges include overfitting in the Decision Tree and Deep Learning's inability to capture outliers due to vanishing gradients. The analysis identifies energy balance, representation of extreme data, and regularization as critical factors for model stability. Hyperparameter optimization (learning rate, max\_depth) and data augmentation are recommended to enhance generalization. These findings offer an innovative framework for data-driven health technologies, reinforcing the role of artificial intelligence in precision public health interventions. Practically, the study advocates for the adoption of optimized predictive models integrating multidimensional variables for high accuracy, while highlighting the need for outlier handling and further clinical validation to ensure relevance in real-world scenarios.
Pengabdian Masyarakat pada Remaja dengan Metode Akupresur untuk Mengatasi Nyeri Haid Dewi Muawanah; Heni Setyowati; Rudh Dama Yanthi; Salmiyah Rasyid; Suji Wahyuningsih; Endah Sulistiyowati; Mutoharoh; Sofiyatun
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common complaint among adolescent girls that often disrupts their learning activities and daily routines. Acupressure is recognized as a safe, simple, and self-applicable non-pharmacological method to help relieve menstrual pain. This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in using acupressure techniques as an alternative for managing dysmenorrhea. The activity was conducted on May 26, 2025, at SMP Patra Darma 1 Balikpapan and involved 51 female students from grades VII and VIII. The implementation methods included health education through small group discussions, delivery of material using visual aids such as PowerPoint presentations and educational leaflets, as well as hands-on practice of acupressure techniques. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ knowledge. Pre-test results indicated that most participants had a moderate level of knowledge (76.5%), with only 13.7% in the high category. After the intervention, a significant improvement was observed, with 78.4% of participants achieving a high level of knowledge. The Paired Samples Test showed a significance value of < 0.001, indicating that the program effectively enhanced participants’ understanding of acupressure for managing menstrual pain. This program proved to be beneficial and is recommended for replication in other schools as part of ongoing reproductive health education efforts for adolescents.   Abstrak Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami oleh remaja putri dan sering mengganggu aktivitas belajar serta keseharian mereka. Akupresur dikenal sebagai salah satu metode non-farmakologis yang aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk mengatasi nyeri haid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menggunakan teknik akupresur sebagai alternatif pengelolaan dismenore. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2025 di SMP Patra Darma 1 Balikpapan dan melibatkan 51 siswi kelas VII dan VIII sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui diskusi kelompok kecil, penyampaian materi menggunakan media visual berupa PowerPoint dan leaflet, serta praktik langsung teknik akupresur. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan sedang (76,5%) dan hanya 13,7% yang berada pada kategori tinggi. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, dengan 78,4% peserta mencapai tingkat pengetahuan tinggi. Uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, menandakan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Program ini terbukti bermanfaat dan layak untuk direplikasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah lain sebagai bagian dari upaya edukasi kesehatan reproduksi remaja.