Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN POSO DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Bimo Christano Mentara; Yuli Setyowati
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 1 (2021): DECEMBER - MARET 2022
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.976 KB) | DOI: 10.55314/jcoment.v3i1.227

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 sudah dilakukan serentak di era pemerintahan saat ini. Akan tetapi masih terdapat beberapa program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Poso terkendala akibat beberapa pendamping desa tidak aktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Poso terkait pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi faktor yang mempengaruhi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Poso. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Poso dari Dimensi produktivitas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Poso diketahui tidak produktif dan tidak tidak efisien karena waktu kerja efektifnya selama 640,83 jam. Dimensi kualitas layanan, telah terdapat keterbukaan informasi mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan untuk setiap jenis pelayanan yang diinformasikan. Dimensi responsivitas, Dinas PMD Kabupaten Poso cukup baik dalam penentuan strategi pengembangan desa dan pemberdayaan masyarakat. Dimensi responsibilitas, meskipun secara pendidikan sudah memadai, masih terdapat permasalahan yakni pemahaman pegawai baik itu Aparatur Sipil Negara terhadap tugas pokok dan fungsi yang masih tergolong rendah sehingga pekerjaan diselesaikan oleh pegawai tertentu saja. Dimensi akuntabilitas, dari perhitungan efektivitas dan efisien menunjukkan bahwa secara efektivitas anggaran dan realisasi belanja Dinas PMD Kabupaten Poso sudah efektif dengan persentase 90,2 persen. Tetapi dalam segi efisiensi anggaran dan realisasi masih tidak efisien dengan persentase 35,03 persen.
PERAN DINAS PARIWISATA DIY DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA BERDASARKAN PARADIGMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Niken Setyawati; Yuli Setyowati
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 2 (2022): APRIL - JULI 2022
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i2.261

Abstract

Pembangunan pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalam suatu pembangunan wilayah. Dengan adanya berbagai kegiatan pariwisata maka daerah-daerah yang memiliki potensi dasar pariwisata akan lebih berkembang dan maju, di beberapa daerah dapat memberikan dampak yang postitif dalam perekonomian terutama dalam pemasukan devisa. Pembangunan kepariwisataan di DIY dinilai telah muncul, meski pembangunan pariwisata berkelanjutan tidak mudah lantaran belum semua lapisan masyarakat memahami pentingnya pariwisata, pembangunan kepariwisataan berkelanjutan sangat tergantung pada seberapa besar peran pemerintah daearah dan juga didukung oleh partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan pembangunan. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Dalam melakukan dilakukan observasi atau pengamatan terhadap arsip-arsip yang dihasilkan dari kegiatan Dinas Pariwisata DIY berupa laporan kegiatan, hasil kajian yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata DIY LAKIP, RENSTRA, makalah dan power point yang digunakan oleh Pejabat eselon ketika menjalankan tugasnya sebagai narasumber, dan juga pelaporan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat eselon IV dan III melalui aplikasi SENGGUH yang dimiliki oleh BAPPEDA DIY, Dalam melakukan observasi dilakukan dengan cara mencari bahan-bahan yang dibutuhkan di Unit kearsipan, Subbag Program, Seksi dan Bidang di lingkungan Dinas Pariwata DIY. Dilakukan wawancara secara dengan narasumber dengan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Penelitian ini menemukan beberapa hal penting. Pertama, Dinas Parwisata DIY terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan kepariwsataan yang berkelanjutan dengan berbasis pada community based tourism Kedua, Dinas Pariwisata DIY telah melakukan perannya sebagai organisasi publik yang diberi tugas untuk melakukan perannya yaitu koordinasi, perencanaan (planning), Undang-undang (legislation dan regulation), Peran Sebagai Pengusaha (enterprenuer), Stimulasi (stimulation), Peran sebagai Pariwisata Sosial (Social tourism), Peran Sebagai daya tarik (Public interest).