Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Prologia

Strategi Pengarang Ghosty’s Menghadapi Persaingan Komik Digital (Studi pada Komik Ghosty’s) Elias Benny Alricoh; Sinta Paramita; Nigar Pandrianto
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8078

Abstract

Technology is developing rapidly, technology products are created to provide convenience to the community, which is new media. When through the development of technology, the spread of comics is also widely spread, comics that were originally using print media are now developing using digital media. To disseminate comic content, digital comic authors now using social media to promote their comics to a large extent. So digital comic authors need a strategy to disseminate digital comic content, attract readers, and get collaborative offers to raise their name. In this research the authors used a descriptive qualitative analysis method, to find out the strategies used by Ghosty's comic authors in spreading, and raising their names. The author collected data by interviewing the author of Ghosty's Comic, and his friends at once readers to get the data needed in this research. The results of this reserach illustrate that it is important to use strategies to create interesting digital comic content so that the Ghosty's comics can get collaborations such as Tokopedia, Orang Tua Group, Line Webtoon.Teknologi berkembang dengan pesat, banyak produk teknologi diciptakan untuk memberikan kemudahan pada masyarakat, salah satunya adalah media baru. Saat melalui perkembangan teknologi medium penyebaran komik juga meluas, komik yang semula menggunakan media cetak kini berkembang menggunakan media digital. Untuk menyebarkan konten komik, pengarang komik digital kini menggunakan media sosial untuk mempromosikan komiknya ke kalangan yang luas. Maka pengarang komik digital memerlukan sebuah strategi untuk melakukan penyebaran konten komik digital, menarik pembaca, dan mendapatkan tawaran kolaborasi untuk membesarkan namanya. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis,  untuk mengetahui strategi yang digunakan pengarang komik Ghosty’s dalam menyebarkan, dan membesarkan namanya. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan wawancara dengan pengarang komik Ghosty’s, dan teman sekaligus pembacanya untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa pentingnya menggunakan strategi untuk membuat konten komik digital yang menarik sehingga dengan besarnya nama komik Ghosty’s bisa mendapatkan kolaborasi seperti Tokopedia, Orang Tua Group, Line Webtoon.
Membangun Karir Personal Branding Pasca Ajang Kontes Pria International (Studi Terhadap Mister International Indonesia 2015) Reynaldi Rifaldo; Riris Loisa; Nigar Pandrianto
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6383

Abstract

This study discusses a pageant actor who developed a career after an international event competition. Many pageants do not realize that they have potential and end up blaming themselves. However, there are some pageant actors who have succeeded in developing their careers. The purpose of this study is to find out the concepts of personal branding in the career of a pageant actor after his return to defend Indonesia. The subject of this research was Mister Internasional Indonesia 2015 and the object of this study was personal branding. This study uses a qualitative research approach with phenomenological methods and descriptive analysis. This study concludes that personal branding of international pageant actors in this study, begins with self-mapping and setting career goals after international competition. Good self-mapping, clear goals, and self-introspection are believed to produce good quality in his career. The initial process in personal branding is based on the principle of persistence, which is unique in building good personal branding in career and life development. Penelitian ini membahas mengenai seorang pelaku pageant yang mengembangkan karir pasca kompetisi ajang internasional. Banyak pelaku pageant yang tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai potensi dan berakhir dengan menyalahkan diri sendiri. Namun demikian, ada beberapa pelaku pageant yang berhasil mengembangkan karir mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui konsep-konsep personal branding dalam karir seorang pelaku pageant setelah kepulangannya membela Indonesia. Subjek dari penelitian ini adalah Mister Internasional Indonesia 2015 dan objek penelitian ini adalah personal branding.  Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dan analisis secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal branding pelaku pageant internasional dalam penelitian ini, diawali dengan pemetaan diri dan menetapkan tujuan karir pasca kompetisi ajang internasional. Pemetaan diri yang baik, tujuan yang jelas, dan intropeksi diri diyakini akan menghasilkan kualitas yang baik dalam perjalanan karirnya. Proses awal dalam personal branding ini didasari prinsip persistensi, yang menjadi keunikan dalam membangun personal branding yang baik di dalam pengembangan karir dan kehidupan. 
Peran Brand Ambassador Pada Iklan Dalam Membangun Brand Awareness (Studi Kasus Iklan Youtube LG G7 Thinq BTS) Vionita Budiman; Riris Loisa; Nigar Pandrianto
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3743

Abstract

Salah satu strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan untuk menarik perhatian target audience, adalah dengan menggunakan brand ambassador dalam iklan. Penelitian ini membahas mengenai peran BTS sebagai brand ambassador pada iklan Youtube dalam membangun brand awareness. Dengan banyaknya prestasi dan kepopulerannya yang mendunia, boygroup asal Korea Selatan, Bangtan Sonyeondan atau yang lebih dikenal dengan nama BTS dipercaya sebagai brand ambassador LG G7 ThinQ dengan harapan mampu menciptakan image baru bagi smartphone LG G7 ThinQ di pasar global. Penggunaan BTS sebagai brand ambassador diharapkan juga dapat membangun kesadaran merek dalam benak target audience. Dalam pemilihan brand ambassador tentunya terdapat atribut yang harus diperhatikan, seperti kecocokan antara profesi brand ambassador dengan brand itu, keahlian dari si brand ambassador itu sendiri. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah iklan internet, brand ambassador dan brand awareness. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa BTS memiliki kecocokan dan memiliki keahlian sebagai brand ambassador dan berperan dalam membangun kesadaran merek LG pada benak para penggemar BTS.
Strategi Content Marketing Untuk Membangun Brand Awareness (Studi Kasus Video Aftermovie Djakarta Warehouse Project) Lea Aprilia; Diah Ayu Candraningrum; Nigar Pandrianto
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6236

Abstract

Sekarang ini teknologi komunikasi dan informasi semakin berkembang, salah satunya dilihat dari munculnya media digital. Kemudahan yang diberikan oleh media digital dalam melakukan komunikasi dan memberikan informasi banyak membuat perusahaan untuk melakukan kegiatan pemasarannya melalui media digital. Salah satunya dilakukan oleh Ismaya Live dengan melakukan content marketing melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi content marketing Ismaya Live untuk membangun brand awareness melalui video aftermovie DWP. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Media Sosial, Content Marketing, Brand Awareness. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui kelima pilar yang ada pada video membuat video aftermovie DWP sebagai bentuk content marketing berhasil membangun brand awareness terhadap festival Djakarta Warehouse Project.
Mengandung Bawang, Iklan Gojek Mengajak Masyarakat untuk Berbagi Kasih dan Tangis Kebahagiaan di Bulan Ramadan Apriani, Calliana; Loisa, Riris; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15596

Abstract

Indonesia is a country that is rich of its diversity, race, ethnicity, ethnicity, and culture. According to data from Global Religious Futures in 2020, Muslims in Indonesia reached 229 million people or 87% of the total population of Indonesia. This shows the importance of Islam and all forms of traditions that exist in Indonesia, one of which is Ramadan. This study examines the meaning of creative messages in online transportation advertisements, namely the Gojek Ramadan 2021 advertisement "Contains Onion.” The analysis of this research uses a semiotics analysis of Roland Barthes version based on observation data, library data, and interview results. The results of this study indicates that color composition, and shooting techniques are very influential in attracting the attention of the audience and the emotions that are created. The word “Contais Onion” refers to the feeling of warmth and happiness felt from the efforts of the Indonesian people to send packages/gifts to celebrate Ramadan 2021. Gojek positions itself as a company that does not only sell services, but also acts as a bridge between every Indonesian citizen to spread love and happiness, in Ramadan 2021 by sending a “meaningful” stuff. This researcher suggests that creative people continue to provide meaningful messages that can broaden the perspectives/mindset of the Indonesian people through the creation of creative advertisements. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman, baik dari ras, etnis, hingga budaya. Menurut data Global Religious Futures pada tahun 2020, umat Islam di Indonesia mencapai 87% dari total penduduk Indonesia atau sebesar 229 juta jiwa. Hal ini menunjukkan pentingnya agama Islam dan segala bentuk tradisi yang terdapat di Indonesia, salah satunya bulan Ramadan. Penelitian ini mengkaji makna pesan kreatif pada iklan transportasi online, yaitu iklan Gojek Ramadan 2021 “Mengandung Bawang” melalui tanda-tanda yang terdapat didalamnya. Analisa penelitian menggunakan pisau analisa semiotika versi Roland Barthes berdasarkan data observasi, data kepustakaan, dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi warna, dan teknik pengambilan gambar sangat berpengaruh dalam menarik perhatian dan fokus penonton hingga emosi yang diciptakan. Kata “mengandung bawang” merujuk pada rasa hangat dan kebahagiaan yang dirasakan dari upaya masyarakat Indonesia untuk mengirim paket/hadiah dalam merayakan Ramadan 2021. Gojek menempatkan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya menjual jasa, melainkan sebagai jembatan antara setiap masyarakat Indonesia untuk menebarkan kasih hingga kebahagiaan pada Ramadan 2021 dengan cara “kirim yang bermakna”.  Adapun saran yang dapat peneliti sampaikan adalah agar para insan kreatif terus memberikan makna dan pesan yang dapat memperluas perspektif masyarakat Indonesia melalui penciptaan iklan kreatif.
Analisis Komunikasi Pemasaran Kedai Kopi dalam Membangun Brand Awareness melalui Media Sosial (Studi Kasus pada Instagram Kopi Lain Hati) Resty, Devara; Loisa, Riris; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.15840

Abstract

Brand is one of the things that must be built by product, service and company owners. In order for the brand to be known by the target market, it must build brand awareness. In building brand awareness of a brand, a strategy is needed, one of which is utilizing the internet. The research was carried out with a qualitative approach with a case study method, the subject of research on Instagram is Kopi Lain Hati and the object of research is brand awareness. Researchers conducted in-depth observations and interviews with five sources, namely two Kopi Lain Hati, one customer and two digital marketing experts. The data processing technique of this researcher is coding. This research shows that the marketing communications that have been carried out by Kopi Lain Hati to build brand awareness are implementing a basic food & beverage strategy, implementing a 4P marketing mix to a 7P marketing mix, creating several campaigns such as distributing ovo vouchers, used social media by following the time in creating the content, maximizing the Instagram platform which is paid or not. To measure how high the level of Kopi Lain Hati's pyramid brand awareness is by looking at the feedback provided by customers through social media. In the brand awareness pyramid level, Kopi Lain Hati has not yet reached Top Of Mind, but rather is a Brand Recall. Brand merupakan salah satu hal yang wajib dibangun oleh pemilik produk, jasa, dan perusahaan. Agar brand dikenal oleh target market maka pemilik brand harus membangun brand awareness. Dalam membangun brand awareness suatu brand perlu adanya strategi, salah satunya adalah memanfaatkan adanya internet sebagai saluran komunikasi pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi pemasaran yang dilakukan kopi lain hati dalam membangun brand awareness melalui Instagram. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, subjek penelitian Instagram kopi lain hati dan objek penelitian brand awareness. Peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap lima narasumber yaitu dua pihak Kopi Lain Hati, satu customer dan dua digital marketing expert. Teknik pengolahan data peneliti ini adalah coding. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang telah dilakukan Kopi Lain Hati untuk membangun brand awareness yaitu menerapkan basic strategy food & beverage, menerapkan marketing mix 7P, membuat beberapa campaign, pembuatan konten media sosial dengan mengikuti perkembangan jaman dalam membuat kontennya, memaksimalkan platform Instagram yang berbayar maupun tidak. Untuk mengukur seberapa tinggi level piramida brand awareness Kopi Lain Hati yaitu dengan melihat feedback yang di berikan customer melalui media sosial. Dalam level piramida brand awareness, Kopi Lain Hati belum mencapai tingkat top of mind melainkan Brand Recall.
Brand Affiliate sebagai Alternatif Membangun Brand Awareness Trixie, Ivana; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27532

Abstract

Technological developments, especially in social media platforms such as TikTok, have changed the marketing paradigm by focusing on dynamic consumer interactions. This research explores the impact of TikTok in building brand awareness, especially with the emergence of the concept of "Tiktok Affiliate." The research results show the important role of TikTok Affiliate in changing the digital marketing framework through creative content that effectively expands brand reach. Focusing on the brand case study "Somethinc" provides a unique contribution to the understanding of digital marketing and brand awareness in the TikTok era. The theoretical basis involves social media, TikTok, TikTok Affiliate, and brand awareness, with an emphasis on brand awareness indicators according to Keller. With innovative strategies, TikTok Affiliate is a key element in building brand awareness amidst contemporary digital marketing dynamics. The purpose of this research is to see how the Tiktok Affiliate brand is an alternative for building brand awareness for the Somethingnc brand. This research uses a qualitative approach with a case study method. The results of this research show that Tiktok Affiliate builds brand awareness through understanding Somehinc products. Creativity and authenticity in TikTok Affiliates content are key to attraction, creating a personal and authentic experience. Informative and compelling content helps consumers understand the product in depth, while direct interaction creates deeper engagement and builds a community around the brand. Perkembangan teknologi, khususnya di platform media sosial seperti TikTok, telah mengubah paradigma pemasaran dengan memfokuskan pada interaksi dinamis konsumen. Penelitian ini mengeksplorasi dampak TikTok dalam membangun brand awareness, khususnya dengan munculnya konsep "Tiktok Affiliate." Hasil penelitian menunjukkan peran penting TikTok Affiliate dalam mengubah kerangka kerja digital marketing melalui konten kreatif yang memperluas jangkauan brand secara efektif. Fokus pada studi kasus brand "Somethinc" memberikan kontribusi unik pada pemahaman digital marketing dan brand awareness di era TikTok. Landasan teori melibatkan media sosial, TikTok, TikTok Affiliate, dan brand awareness, dengan penekanan pada indikator brand awareness menurut Keller. Dengan strategi inovatif, TikTok Affiliate menjadi elemen kunci dalam membangun brand awareness di tengah dinamika pemasaran digital kontemporer. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana brand Tiktok Affiliate sebagai alternatif untuk membangun brand awareness pada brand Somethinc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tiktok Affiliate dalam membangun brand awareness melalui pemahaman produk Somethinc. Kreativitas dan keaslian dalam konten Tiktok Affiliates menjadi kunci daya tarik, menciptakan pengalaman personal dan autentik. Konten yang informatif dan meyakinkan membantu konsumen memahami produk secara mendalam, sementara interaksi langsung menciptakan keterlibatan yang lebih mendalam dan membangun komunitas di sekitar brand.
Pola Komunikasi RUBI Community dalam Membangun Konektivitas antara Brand dan Konsumen Qothrunnada, Rana; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27686

Abstract

The discussion regarding brand communities is an interesting research subject to research. Basically, a community consists of certain brands in common, users gather to form a group as a place to share stories and help solve problems about the products they use. Every activity where they share stories about the brands they use will shape the way of interaction and communication between group members. The aim of this research is to identify communication patterns for the Avoskin beauty brand in increasing brand engagement through the RUBI community. This research uses groupthink theory which was born from the thoughts of Irvin L. Janis. Based on the results obtained in this research, there is a wheel communication pattern implemented by the community. The wheel communication pattern can be an effective strategy for creating community engagement with a brand. Placing the brand in a central position to interact and build strong relationships with community members. Pembahasan mengenai komunitas merek adalah subjek penelitian yang menarik untuk diteliti. Pada dasarnya, komunitas terdiri dari kesamaan merek tertentu, para penggunanya berkumpul membentuk suatu kelompok sebagai tempat untuk berbagi cerita dan membantu menyelesaikan masalah tentang produk yang mereka gunakan. Setiap aktivitas di mana mereka berbagi cerita tentang merek yang mereka gunakan akan membentuk cara interaksi dan komunikasi antar anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola komunikasi beauty brand Avoskin dalam meningkatkan brand engagement melalui komunitas RUBI. Penelitian ini menggunakan teori groupthink yang terlahir dari pemikiran Irvin L. Janis. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat pola komunikasi roda (wheel) yang diterapkan oleh komunitas. Pola komunikasi roda dapat menjadi strategi yang efektif untuk menciptakan keterlibatan komunitas dengan merek. Menempatkan merek berada di posisi sentral untuk berinteraksi dan membangun hubungan yang kuat dengan anggota komunitas.
Implementasi Brand Activation melalui Konser Musik untuk Membangun Minat Pengunjung PosBloc Hinandra, Alvin Christian; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33215

Abstract

Jakarta, with its long historical background, possesses numerous cultural heritages, including historical buildings such as PosBloc. PosBloc has transformed into a creative hub that integrates art, culture, and entertainment. One of its main strategies is utilizing music concerts as brand activation to attract visitors. This study aims to analyze the role of music concerts as a marketing communication tool in building visitor interest in PosBloc and its contribution to heritage preservation. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies involving visitors, organizers, and relevant practitioners. Analysis was conducted using source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that music concerts at PosBloc enhance brand awareness, create emotional engagement, and strengthen visitor loyalty, particularly among younger generations. However, visitor numbers remain limited, and the effectiveness of marketing strategies needs improvement through social media and the integration of cultural elements. This study underscores the importance of cross-sector collaboration to optimize the social, economic, and cultural benefits of PosBloc. Jakarta, dengan usia sejarah panjang, memiliki banyak warisan budaya, termasuk bangunan bersejarah seperti PosBloc. PosBloc telah bertransformasi menjadi pusat ruang kreatif yang menggabungkan seni, budaya, dan hiburan. Salah satu strategi utamanya adalah menggunakan konser musik sebagai brand activation untuk menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konser musik sebagai alat komunikasi pemasaran dalam membangun minat pengunjung PosBloc, serta kontribusinya terhadap pelestarian heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dari pengunjung, penyelenggara, dan praktisi terkait. Analisis dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser musik di PosBloc meningkatkan kesadaran merek, menciptakan keterlibatan emosional, dan memperkuat loyalitas pengunjung, terutama generasi muda. Namun, jumlah pengunjung masih terbatas, dan efektivitas strategi pemasaran perlu ditingkatkan melalui media sosial dan integrasi elemen budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan manfaat sosial, ekonomi, dan kultural PosBloc.
Peran “Konten Makeover” pada Tiktok Rucas.co dalam Membangun Loyalitas Merek Khairunnisa, Julia; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33202

Abstract

Tiktok is one of the most popular social media with total users ranking in the top four. Implementing a good strategy in promotional activities on Tiktok can increase Brand Loyalty. This study analyzes “makeover” content on Tiktok as a strategy in building Brand Loyalty in Rucas.co. This research was carried out with a qualitative analysis that referred to the discourse analysis (DA) method from Teun A. Van Dijk. Data was obtained through observation and identification of content through video narratives and social media trends. Content analysis is focused on content that includes makeovers of foreigners with high audience engagement based on the highest number of likes, views and comments. The amount of content taken for analysis was five contents. The research results show that the role of the Rucas brand's collaborative content with street strangers (parking attendants & scavengers) succeeded in providing a strong experience or emotional attachment to the audience with strategies including selecting collaborators/influencers, marketing virality with visualization and storytelling of video content which was then built with the right context. humanist. Tiktok merupakan salah satu media sosial yang paling populer dengan total pengguna menempati urutan empat besar. Penerapan strategi yang baik dalam kegiatan promosi di Tiktok dapat meningkatkan Brand Loyalty. Penelitian ini menganalisis konten “makeover” di Tiktok sebagai strategi dalam membangun Brand Loyalty pada Rucas.co. Penelitian ini dilakukan dengan analisis kualitatif yang mengacu metode analisis wacana atau Discourse Analysis (DA) dari Teun A. Van Dijk. Data diperoleh melalui observasi dan identifikasi konten melalui narasi video serta tren media sosial. Analisis konten difokuskan pada konten yang menyertakan makeover orang asing dengan engagement penonton yang tinggi berdasarkan jumlah likes, views dan comment terbanyak. Jumlah konten yang diambil untuk dianalisis yaitu lima konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konten kolaborasi brand Rucas dengan orang asing jalanan (tukang parkir & pemulung) berhasil memberikan pengalaman atau keterikatan emosional yang kuat kepada penonton dengan strategi diantaranya pemilihan kolaborator/influencer, viralitas marketing dengan visualisasi serta storytelling konten video kemudian dibangun dengan konteks yang humanis.