p-Index From 2021 - 2026
6.179
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Regita Kusuma Dewi; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis kelas 5 SD Negeri 5 Kedungjati sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Picture And Picture. Penelitian ini dilakukan tepat sebelum masa-masa work from home awal pandemic covid-19, sehingga penelitian ini terbatas pada Pre-Eksperimental dengan tipe One Group Pre-test-Post-test Design. Pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan instrumen tes berupa soal uraian yang di berikan pada awal dan akhir pembelajaran. Analisis data dilakukan berdasarkan data kuantitatif yaitu dengan menghitung rata-rata nilai pre-test-post-test, melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji one sample T-test untuk menguji apakah rata-rata nilai pre test dan post test berbeda secara signifikan dengan teknik one samples T-test dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian: 1) kemampuan berpikir kritis siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Picture And Picture nilai rata-rata sebesar 67,73. 2) kemampuan berpikir kritis pada siswa setelah menggunakan model pembelajaran Picture And Picture nilai rata-rata sebesar 85,73. 3) hasil analisis data one sample T-test menggunakan teknik one sample T-test diperoleh hasil t hitung 52,428> tabel 1,713 dan nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas 5 SD Negeri 5 Kedungjati dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Digital untuk Meningkatkan Karakter Tanggung Jawab Siswa di Sekolah Dasar Lucia Dewi Kartika Sari; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1138

Abstract

Rendahnya nilai karakter tanggung jawab siswa di temui di SD Negeri Cebongan 03 di masa pandemic ini menjadi salah satu latar belakang dikembangkannya Buku Cerita Bergambar Digital ini. Selain itu masalah yang sering dihadapi yaitu terbatasnya media pembelajaran yang tersedia untuk menanamkan karakter tanggung jawab pada diri anak. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui langkah-langkah pengembangan buku cerita bergambar digital untuk meningkatakan karakter tanggung jawab, 2) mengetahui kelayakan media buku cerita bergambar digital untuk meningkatkan karakter tanggung jawab siswa kelas 3 SD. Model penelitian dan pengembangan ini mengadopsi teori 4D (four-D model). Adapun langkah-langkah pengembangan Buku cerita bergambar digital yang telah dilaksanakan yaitu tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (Pengembangan). Untuk mengetahui kelayakan media dilakukan uji validasi oleh pakar. Adapun hasil uji validasi menunjukkan bahwa muatan pendidikan karakter memperoleh skor 30 dari skor maksimal 32 dengan presentase 93,7% (sangat tinggi) dan pada aspek bahasa mendapatkan skor 62 dari skor maksimal 68 dengan presentase 91% (sangat tinggi) dengan hasil tersebut telah memenuhi syarat dan layak untuk di gunakan
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY DI SEKOLAH DASAR Halani Felda Sunbanu; Mawardi Mawardi; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.568 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerampilan kolaborasi pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS). Pelaksannan penelitian di SD St Theresia Marsudirini 77 Salatiga pada kelas 5/ Semester 1 tahun pembelajaran 2019/2020. Ada dua siklus pelaksanaan dengan jumlah siswa 24 siswa. Rubrik penilaian Otentik yang digunakan sebagai pedoman penilaian keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada pembelajaran Tema 1, Sub Tema 1, Pembelajaran 2 dan 4 tentang Organ Gerak Pada Hewan dan Manusia. Berdasarkan hasil observasi atau pra siklus dari 24 siswa di kelas 5  hanya 42% siswa yang dapat berkolaborasi secara baik, sedangkan 58% siswa masih kurang dalam berkolaborasi. Pada siklus pertama mengalami kenaikan menjadi menjadi 58% siswa meningkat dalam keterampilan kolaborasi dengan kategori sanggat mampu dalam berkolaborasi,30% siswa mampu dalam berkolaborsi sedangkan 12% siswa masih kurang mampu dalam berkolaborasi, pada siklus II mengalami peningkatan 84% siswa memenuhi indikator pencapaian keterampilan koaborasi sehingga dapat di kategorikan sangat mampu dalam berkolaborasi. Hal ini nampak pada perilaku siswa dimana siswa mengalami peningkatan pada berkolaborasi. Pada pra siklus siswa terlihat lebih memilih bekerja secara individu daripada berkolaborasi. Setelah penerapan model ini siswa sangat antusias dalam berkolaborasi. Hal ini menunjukann bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam berkolaborasi menggunakan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray.
Komparasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry Learning Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar Dwi Ratna Efendi; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.914

Abstract

Dalam proses pembelajaran, guru harus mampu mendesain pembelajaran sebaik mungkin yang mampu meningkatkan semangat peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning atau Inquiry Learning . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Inquiry Learning pada mata pelajaran IPA di SD. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian meta-analisis. Data yang digunakan pada penelitian ini dari 20 artikel pada jurnal online. Dari data yang diperoleh, didapatkan skor pretest model pembelajaran Problem Based Learning 59,26%, sedangkan model Inquiry Learning 52,72%. Skor posttest model pembelajaran Problem Based Learning 84,56%, sedangkan model Inquiry Learning 76,94%. Kemudian, dilakukan uji anova agar mengetahui pengaruh dari masing-masing model. Hasil uji effect size dari kedua model tersebut yang tertera pada kolom partial eta squared dengan besar 0,435 dengan sig. sebesar 0,008. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry Learning memiliki dampak sedang terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan hasil olah data, model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar
Metaanalisis Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry Dan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Dasar Wahyu Aji Fatma Dewi; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui perbedaan komparasi efektivitas model pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa Sekolah Dasar dengan menggunakan Meta analisis. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian ini yaitu menentukan masalah. Langkah kedua pencarian data jurnal penelitian diinternet melalui Google Cendekia. Setelah selesai pencarian data, maka peneliti memperoleh 20 jurnal yang sesuai. Langkah ketiga menganalisis data penelitian untuk memperoleh hasil dan kesimpulan yang kuat, dan langkah keempat atau terahir yaitu laporan hasil penelitian dengan menyampaikan bagian-baian yang penting dari hasil penelitian yang diperoleh. Hasil perbandingan model pembelajaran Inquiry menunjukan peninkatan rata-rata 18,85%, sedangkan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 19,55%. Uji Ancova dengan menggunakan Univariate menunjukan bahwa nilai sig sebesar 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0,004 < 0,05). Dari uji Ancova menunjukkan f hitung > f tabel yaitu 8,022 > 3,59 dan signifikasinya 0,002 < 0,05 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Inquiry dan Problem based learning dalam peningkatan kemampuan berpikir matematika siswa sekolah dasar. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif digunakan dibandingkan model pembelajaran Inquiry untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar
Efektivitas Model Pembelajaran STAD dan CIRC terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa Kelas V SD Gugus Joko Tingkir pada Mata Pelajaran Tematik Junita Junita; Krisma Widi Wardani
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1 March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v5i1.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran STAD dan CIRC terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas V SD Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga. Aspek keterampilan kolaborasi yang dilihat dalam penelitian meliputi: kerja sama, tanggung jawab, kompromi, komunikasi, dan fleksibilitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, jenis Quasi Eksperimental Research atau eksperimen semu dan tehnik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah tehnik sampling purposive. Sample dalam penelitian ini SD Negeri Tingkir Lor 01 dan SD Negeri Tingkir Tengah 02. Subjek penelitian kelompok eksperimen 1 adalah 32 siswa kelas V SD Negeri Tingkir Lor 01 mendapat perlakuan model STAD. Sedangkan subjek penelitian kelompok eksperimen 2 yaitu 32 siswa Kelas V SD Negeri Tingkir Tengah 02 mendapat perlakuan model CIRC. Tehnik pengumpulan data penelitian menggunakan rubrik penilaian keterampilan kolaborasi dikembangkan oleh Triiling, selanjutnya data dianalisis dengan tehnik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan, data berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan dengan statistik parametrik berdasarkan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan hasil independent sample t-test diperoleh nilai Asymp. Sig.(2-tailed)=0,000 dimana nilai <0,05, yang artinya terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model STAD dan CIRC, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Perbedaan signifikan didukung dengan rerata kedua sampel penelitian, rerata kelompok eksperimen 1 yaitu 51,22 dan kelompok eksperimen 2 yaitu 54,31. Aspek yang memiliki kecenderungan nilai tinggi pada kelompok eksperimen 2 menyebar pada seluruh aspek baik kerja sama, tanggung jawab, kompromi maupun komunikasi. Artinya dengan menerapkan model CIRC lebih efektif dibanding STAD dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) DALAM RANGKA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA KELAS 3 Dewi Rianingsih; Mawardi Mawardi; Krisma Widi Wardani
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2019): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.015 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v3i2.394

Abstract

The purpose of this study is to improve the communication skills of students through the TPS (Think Pair Share) learning model. the results of observations show communication skills of grade 3 students in SDN Ledok 05 Salatiga is still low. the results of interviews with grade 3 teachers from 29 students in the High category only about 31% who dared to present or communicate in front of the class with confidence. While in the medium category only 24% and 45% of other students in the low category are still afraid if they get the opportunity to communicate to appear in public or in front of the class. The research method uses PTK (Class Action Research). Techniques for collecting data through observation, interviews, questionnaires. The instruments used are indicators of five components of interpersonal or interpersonal communication skills which include openness, empathy, supportive attitude, positive attitude, equality. Research uses quantitative descriptive. The results showed that the first cycle of the high category had a frequency of 18 with a percentage of 62%, medium category frequency 6 and a percentage of 21%, and a low category 5 with a percentage of 17%. Whereas for the second cycle the high frequency category was 20 with a percentage of 69%, medium category 8 with 28%, and low category 1 with a percentage of 3%. Class 3 communication skills at SDN Ledok 05 Salatiga increased after using TPS (Think Pair Share) models.
Pengembangan Media KOMPAS (Komik IPA SD) Pada Materi Perubahan Wujud Benda Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Meika Ferania; Krisma Widi Wardani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 22 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.575 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7350382

Abstract

Based on the results of observations, there are problems in elementary school students, namely the lack of interest in learning students in learning science using textbooks. T he purpose of this research and development is to develop media KOMPAS (Komik IPA SD) which can increase students' interest in learning. Media KOMPAS (Komik IPA SD) was made using the Sukmadinata development model with the ADDIE development stage. The steps used in this research and development are; (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. Based on the results of the study, media KOMPAS (Komik IPA SD) obtained a score with very good criteria, so it was feasible to be used as a learning medium. The average obtained from media experts is 90% with very high or very good assessment criteria and the average obtained from material experts is 85% with very good assessment criteria. The results of the implementation of media KOMPAS (Komik IPA SD) conducted on teachers got a good score of 93% and the response of 24 students in the class to media KOMPAS (Komik IPA SD) got a result of 88.6% with very good assessment criteria. In this way, media KOMPAS (Komik IPA SD) is able to increase students' interest in learning.
Pengembangan Aplikasi RATU LIAN (Operasi Hitung Perkalian) Berbasis Android sebagai Suplemen Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berhitung Peserta Didik Kelas IV Sheila Arisa Putri; Krisma Widi Wardani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 23 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.895 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7397557

Abstract

The purpose of this study was to determine the feasibility of the RATU LIAN learning android-based application (Multiplication Count Operation) as a learning supplement to improve the numeracy skills of fourth grade elementary school students. This research uses research and development methodology or Research and Development (R&D) which applies the ADDIE development model. Interviews and questionnaires were used as data collection methods. As for this study, experts are used as a source of research data. The product development steps are (1) analyzing the problem, (2) drafting, (3) making, validating the product, and revising the product (4) implementing the product and (5) evaluating the product. In this study, the analysis technique used percentage and categorical descriptive techniques. The validation results of media experts show that this application obtains a final percentage of 86.5% and is included in the very valid category to use. The results of the final percentage of the material expert validation test, namely 97.9%, are included in the very valid category. As well as the results of the responses of 2 fourth grade elementary school teachers to the RATU LIAN application (Multiplication Count Operation), namely obtaining a final percentage of 96.2%. It can be concluded that the RATU LIAN application (Multiplication Count Operation) is very valid to be used as a learning supplement to improve numeracy skills
Pengembangan Buku Saku Berbasis Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Elidad Gloria Pas; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4172

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran IPS SD, serta rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas VI pada 3 SD di Gugus Kanigoro, Kecamatan Tingkir, Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan buku saku berbasis mind mapping dan apakah buku saku berbasis mind mapping layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan model R&D yang dimodifikasi oleh Sukmadinata dengan tahapan yang dilakukan adalah tahap studi pendahuluan dan pengembangan produk. Pada tahap pengembangan produk menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan buku saku berbasis mind mapping yang telah dilakukan adalah Analysis, Design dan Development. Untuk mengetahui kelayakan dari buku saku berbasis mind mapping maka dilakukan uji validitas oleh ahli materi dan media. Hasil uji validitas oleh ahli materi memperoleh rata-rata persentase 72,7% dengan kategori “Tinggi”, dan hasil penilaian oleh ahli media memperoleh rata-rata persentase 78,5% dengan kategori “Tinggi”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku berbasis mind mapping layak digunakan.