Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Sentimen berbasis Lexicon dan Social Network Analysis terhadap Topik RUU TNI pada Media Sosial X Putra, I Gede Bagus Resa Pratama; Latif, Kurniadin Abd; Widyawati, Lilik; Husain, Husain; Innudin, Muhammad
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5455

Abstract

Penelitian ini menganalisis opini publik dan interaksi pengguna media sosial X terhadap topik Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Penelitian ini menggabungkan pendekatan Lexicon-Based Sentiment Analysis menggunakan kamus InSet dan Social Network Analysis berbasis relasi mention antar pengguna. Data sebanyak 8.871 tweet berbahasa Indonesia dikumpulkan dari Zenodo. Hasil analisis sentimen menunjukkan dominasi sentimen negatif (47,9%), diikuti oleh sentimen netral (34,4%) dan positif (17,7%). Akun seperti @jannahseeker99 dan @anjinxkampunx memiliki out-degree tertinggi sebagai penyebar opini aktif. Namun, tidak ditemukan node dengan betweenness centrality tinggi, menunjukkan jaringan percakapan yang tersebar tanpa pusat dominan. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai respons publik digital terhadap isu kebijakan nasional, serta mengidentifikasi aktor-aktor penting dalam penyebaran opini di media sosial.
Analisis Cara Kerja Malware Ransomware Lookbit 3.0 Menggunakan Metode Statis dan Dinamis Wiguna, I Putu Krisna Dharma; Azwar, Muhamad; Innudin, Muhammad; Widyawati, Lilik; Latif, Kurniadin Abd
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5456

Abstract

Perkembangan teknologi informasi turut meningkatkan risiko keamanan, salah satunya ancaman ransomware. Studi ini menganalisis cara kerja malware LookBit 3.0 melalui dua pendekatan: analisis statis menggunakan PeStudio, dan analisis dinamis dengan Any.Run. Analisis statis mengevaluasi entropi, struktur file, serta fungsi API, sementara analisis dinamis mengamati aktivitas runtime seperti perubahan registri, jaringan, dan file. LookBit 3.0 menunjukkan tingkat entropi tinggi, menyembunyikan file dalam sistem, dan memodifikasi pengaturan antarmuka serta browser. Meski tidak ditemukan koneksi ke server C2, malware ini menjalankan taktik dari kerangka MITRE ATT&CK seperti eskalasi hak akses, evasi, pengambilan kredensial, dan enkripsi data. Studi ini memberikan pemahaman mendalam tentang LookBit 3.0 sebagai dasar strategi mitigasi ransomware. 
Otomatisasi Management Konfigurasi VPLS Menggunakan Ansible Noegroho, Haris; Husain, Husain; Widyawati, Lilik
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5517

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan menuntut efisiensi dan akurasi dalam proses konfigurasi, khususnya pada Virtual Private LAN Service (VPLS) yang memiliki kompleksitas tinggi dan rentan terhadap kesalahan manual. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan otomatisasi manajemen konfigurasi VPLS pada perangkat MikroTik menggunakan Ansible, sebuah alat otomatisasi yang bersifat agentless dan memanfaatkan protokol SSH. Metodologi yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) dengan tiga tahap utama: analisis, desain, serta simulasi dan prototyping. Implementasi dilakukan pada lingkungan simulasi GNS3 dengan tiga router MikroTik dan satu server Ansible berbasis Ubuntu melalui WSL. Pengujian membandingkan konfigurasi manual dengan otomatisasi dalam hal waktu implementasi, konsistensi hasil, dan kinerja jaringan. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode memberikan konektivitas stabil dengan latensi rendah (1–3 ms) dan tanpa packet loss, namun otomatisasi secara signifikan mempercepat proses konfigurasi serta meminimalkan human error. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Ansible dalam konfigurasi VPLS meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan skalabilitas manajemen jaringan, sehingga layak diadopsi pada infrastruktur berskala besar.
Desain Dan Implementasi Alat Pembloking Sinyal (Jammer) Pada Jaringan Telekomunikasi Wardhana, M.Alifya; Latif, Kurniadin Abd.; Husain, Husain; Widyawati , Lilik
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5543

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan, seperti penyalahgunaan jaringan komunikasi di area-area terlarang atau yang memerlukan ketenangan, seperti ruang ujian, lembaga pemasyarakatan, dan tempat ibadah. Permasalahan utama yang diangkat dalam penulisan ini adalah bagaimana merancang dan mengimplementasikan perangkat pemblokir sinyal (jammer) yang efektif dalam memutuskan sinyal jaringan telekomunikasi tanpa merusak perangkat lain di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem jammer yang mampu mengintervensi sinyal seluler pada frekuensi tertentu dengan jangkauan terbatas dan aman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimental dengan tahapan perancangan perangkat keras (hardware) dan pengujian perangkat lunak (software) pengendali. Perancangan mencakup analisis frekuensi yang akan diblokir, desain rangkaian RF (radio frequency), pemilihan antena, serta simulasi dan implementasi prototipe. Pengujian dilakukan dalam lingkungan terbatas untuk mengukur efektivitas dan jangkauan perangkat jammer.
Evaluasi Penerapan Pertahanan Proaktif WAF Dan HIDS Terhadap Eksploitasi Kerentanan Aplikasi Web Suryadin, Adi; Latif, Kurniadin Abd; Widyawati, Lilik
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5547

Abstract

Keamanan aplikasi web menjadi semakin krusial dalam beberapa tahun terakhir, terutama terhadap serangan injeksi seperti SQL Injection (SQLi) dan Cross-Site Scripting (XSS). Berdasarkan laporan OWASP Top 10 tahun 2021, lebih dari 94% aplikasi web rentan terhadap serangan injeksi. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) 2023 mencatat lebih dari 370 juta serangan siber di Indonesia, dengan sektor pemerintahan sebagai target utama. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Web Application Firewall (ModSecurity) dan Host-Based Intrusion Detection System (Wazuh) sebagai pertahanan proaktif. Eksperimen dilakukan di lingkungan virtual menggunakan pendekatan NDLC. Hasil menunjukkan sistem mencapai Detection Rate 100%, False Negative Rate 0%, dan False Positive Rate 4,2%, dengan akurasi 97,01%. Latensi respons pasif nol detik dan latensi respons aktif rata-rata satu detik, menandakan mitigasi hampir real-time. Dari sisi efisiensi, implementasi meningkatkan penggunaan CPU web server sebesar 25,9% dan RAM sebesar 18 MB, serta CPU Wazuh Server 9% dan RAM 53 MB. Kombinasi WAF dan HIDS efektif mendeteksi dan memblokir serangan SQLi dan XSS, termasuk varian tersamarkan. Integrasi ini direkomendasikan untuk sistem web dengan trafik menengah, dengan catatan pengaturan aturan dan manajemen log penting untuk menjaga efisiensi dan kestabilan jangka panjang.
Analisis dan Implementasi Keamanan Authentication Menggunakan Multi Factor Authentication (MFA) Pada Aplikasi Web Buana, Komang Gede Jaya Wira; Widyawati, Lilik; Asroni, Ondi
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5549

Abstract

Dalam era digital, aplikasi web menjadi kebutuhan utama di berbagai bidang karena memudahkan aktivitas sekaligus menyimpan banyak data penting, sehingga keamanan menjadi aspek krusial yang mengakibatkan meningkatnya ancaman seperti phishing, pencurian kredensial, dan brute force attack yang pada tahun 2023 mencapai 403 juta anomali trafik di Indonesia. Serangan brute force dan dictionary kerap dimanfaatkan peretas untuk menebak kata sandi dan menembus sistem autentikasi, sehingga diperlukan metode mitigasi yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mengimplementasikan Multi Factor Authentication (MFA) dengan Google Authenticator dan verifikasi email sebagai lapisan keamanan tambahan. Hasil pengujian penetration testing menunjukkan bahwa tanpa MFA, sistem dapat ditembus dalam waktu 54 sampai 66 detik, sedangkan setelah penerapan MFA, seluruh upaya brute force gagal karena token dinamis Google Authenticator berubah setiap menit, membuat serangan tidak dapat memvalidasi login. Implementasi ini menggunakan metode SSDLC yang dimodifikasi dan berhasil meningkatkan keamanan autentikasi aplikasi web. Penelitian menyimpulkan bahwa MFA efektif menolak akses tidak sah, menggagalkan serangan brute force, serta memperkecil risiko kebocoran kredensial, sehingga dapat menjadi solusi yang relevan dalam menghadapi ancaman keamanan modern.
ANALISIS STORMBREAKER SEBAGAI ALAT SOCIAL ENGINEERING UNTUK PEMANTAUAN PADA PERANGKAT HANDPHONE BERBASIS WEBSITE ashari, Lalu Arif Trasna; Widyawati, Lilik; Latif, Kurniadin abd; Anas, Andi Sofyan
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5601

Abstract

Keamanan data dan privasi pengguna menjadi isu penting di era digital, terutama dengan meningkatnya teknik social engineering yang menyasar perangkat mobile. Salah satu potensi ancaman adalah penyalahgunaan data pribadi, akses kamera dan lokasi melalui halaman web. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisis dan mengimplementasikan alat social engineering bernama STORMBREAKER untuk melakukan pemantauan jarak jauh terhadap perangkat handphone berbasis website secara real time. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem pengawasan berbasis web yang mampu merekam informasi sensitif seperti lokasi, kamera, dan data perangkat sebagai bentuk simulasi serangan social engineering. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan simulasi. Penulis melakukan instalasi dan konfigurasi STORMBREAKER pada sistem Kali Linux. Pengujian dilakukan pada beberapa perangkat Android  dan IOS  dengan skenario penggunaan langsung dan simultan untuk melihat efektivitas sistem dari sisi teknis dan keamanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa STORMBREAKER mampu melakukan Capture secara real time, dengan hasil berbeda antar sistem operasi. Pada Android , proses Capture berjalan terus-menerus selama izin kamera aktif, sedangkan pada IOS  hanya berjalan di awal dan Gambar menjadi statis. Implementasi STORMBREAKER terbukti efektif sebagai alat simulasi dalam pengujian dan edukasi keamanan siber, khususnya dalam mengidentifikasi celah keamanan dari sisi pengguna dan perangkat yang digunakan.
Peningkatan Kompetensi Guru SMAN 7 Mataram dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan Pendekatan Deep Learning Azwar, Muhamad; Hariyadi, I Putu; Azhar, Raisul; Priyanto, Dadang; Adil, Ahmat; Santoso, Heroe; Syahrir, Moch.; Augustin, Kartarina; Zulkipli, Zulkipli; Darma, I Made Yadi; Asroni, Ondi; Qulub, Mudawil; Azhar, Lalu Zazuli; Widyawati, Lilik; Anas, Andi Sofyan
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.852

Abstract

The capability of educators to respond to the dynamics of 21st-century education is a primary determinant in establishing a high-quality learning environment. Based on initial findings at SMAN 7 Mataram, a disparity was identified between the urgency of applying varied learning models and the reality in the field, which still relies heavily on conventional, teacher-centered approaches. This situation implies minimal active student participation and suboptimal stimulation of critical thinking skills or Higher Order Thinking Skills (HOTS). This community service program was initiated to escalate teacher capacity at SMAN 7 Mataram, specifically in designing Deep Learning-based schemes. The implementation approach adopted the Participatory Action Research (PAR) method, involving the full attention of 70 teachers through a series of phases, ranging from preparation and implementation to evaluation and mentoring. Key interventions included training on compiling Deep Learning-oriented Lesson Plans and teaching simulations. Program effectiveness was measured through questionnaires, lesson plan document reviews, and observations. Evaluation data showed a substantial positive impact, marked by an increase in conceptual understanding of Deep Learning indicators (40%), 6C principles (40%), the teacher's function as a facilitator (32%), and the application of authentic assessment (40%). In terms of implementation, the quality of lesson plans accommodating student-centered activities surged significantly from 30% in the pre-activity phase to 100% after the activity. It can be concluded that this program effectively boosts teachers' pedagogical competence comprehensively and encourages the transformation of teaching practices in the classroom to become more dynamic.
Deteksi Malware pada Perangkat Android Menggunakan Ensemble Learning Muhamad Azwar; Lilik Widyawati; Raisul Azhar; Kartarina Kartarina; Tanwir Tanwir; Andi Sofyan Anas
Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 7 No. 3 (2025): August
Publisher : Sekawan Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v7i3.573

Abstract

The increasing use of permission-based applications on mobile platforms has raised concerns regarding privacy and security. Android, being one of the most widely used operating systems for interacting with mobile applications, is particularly susceptible to various security risks that must be promptly addressed. Low digital literacy and a lack of user awareness about security risks—especially when installing applications from unofficial sources or without paying attention to access permissions—make users vulnerable to malware attacks. Uninformed users can easily become victims of malware insertion by irresponsible parties, turning them into targets for data manipulation and even data theft, which may then be sold on illegal forums. Attackers exploit the permission system, allowing them to freely access the target smartphone. This lack of awareness among users increases their vulnerability to malware injection and subsequent threats such as data manipulation and the theft of personal information, which can be traded on underground markets. One approach to detecting malicious behavior in mobile applications is the use of machine learning techniques. These techniques can analyze application patterns and behaviors based on features such as requested permissions. Popular algorithms for malware detection include Support Vector Machine (SVM) and Random Forest (RF), both of which have demonstrated strong performance in various studies. However, to further improve accuracy and reduce classification errors, ensemble learning approaches such as Adaptive Boosting (AdaBoost) are increasingly being adopted. Ensemble learning combines multiple predictive models to produce more reliable classification results compared to single models. This study evaluates the performance of several classification algorithms in detecting malicious Android applications. The results show that AdaBoost achieved a high accuracy rate of 91.65% and an AUC value of 95%, effectively distinguishing between safe applications and malware. Therefore, the use of machine learning algorithms—particularly ensemble methods like AdaBoost—can serve as a promising solution to enhance the security and privacy of Android-based mobile application users.
ANALISIS MALWARE DENGAN RUNTIME DAN DYNAMIC ANALYSIS UNTUK IDENTIFIKASI IOC Januarta, Eky; Azwar, Muhamad; Asroni, Ondi; Husain; Widyawati, Lilik
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): MISI Januari 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/misi.v9i1.1715

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang pesat telah meningkatkan ancaman terhadap keamanan siber, terutama dengan penyebaran malware yang lebih canggih dan sulit dideteksi. Serangan malware ini, yang dapat merusak sistem, mencuri data sensitif, hingga mengendalikan perangkat korban, memerlukan penanganan yang efektif. Penelitian ini menggabungkan metode runtime analysis dan dynamic analysis dalam lingkungan Sandbox untuk menganalisis perilaku dan jejak digital malware. Eksperimen dilakukan dengan lima sampel malware: Trojan, ransomware, spyware, worm, dan botnet agent, dalam lingkungan virtualisasi berbasis QEMU/KVM dengan sistem operasi Windows 10 sebagai guest. CAPE Sandbox dan Volatility Framework digunakan untuk analisis malware otomatis. IOC yang diidentifikasi meliputi detail file, aktivitas jaringan, perubahan registry, file yang dimasukkan (dropped files), serta teknik penghindaran deteksi oleh malware. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan metode runtime dan dynamic analysis dalam lingkungan Sandbox memberikan hasil analisis yang komprehensif dan aman, mengidentifikasi indikator kompromi yang tidak terdeteksi dengan metode statis. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap ancaman siber, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan metode deteksi malware dan penguatan sistem keamanan informasi melalui analisis forensik digital berbasis Sandbox.
Co-Authors Achmad Rian Tarmizi Ahmat Adil Alafi, Hairudin Andi Sofyan Anas Anggriani, Rini Apriani Apriani ashari, Lalu Arif Trasna Asif, Iqra Augustin, Kartarina Azhar, Lalu Zazuli Azhar, Raisul Baehaqi Bayani Adam Sasaki Buana, Komang Gede Jaya Wira Cahyadi, Irwan christofer satria Christopher Michael Lauw Darma, I Made Yadi Djamalyanto, Meidi Elyakim Nova Supriyedi Patty, Elyakim Nova Supriyedi Engelbertus Mite Hamdika Budiman Hariyadi , I Putu Hariyadi, I Putu Hasbullah Husain Husain Husain I Made Yadi Dharma I Nyoman Yoga Sumadewa I Putu Hariyadi Imam Riadi Innudin, Muhammad Januarta, Eky Josman, Lady Faerrosa Juliyanto, Fery Kartarina Kartarina Khairan marzuki Kurniadin Abd Latif M. Chothibul Umam Assa’ady Melati Rosanensi Miftahul Madani Mikha Christian Satria Girsang Miswaty, Titik Ceriyani Mudawil Qulub Muh Thariq Ali Mujitomo Muhajirin Muhajirin Muhamad Azwar Muhamad Azwar Muhamad Azwar, Muhamad Muhamad Wisnu Alfiansyah Muhammad Azwar Muhammad Haris Nasri Mujitomo, Muh Thariq Ali Neny Sulistianingsih Noegroho, Haris Noviansyah Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Ondi Asroni Prana, Yogi Surya Putra, I Gede Bagus Resa Pratama Putrawan, Yogi Eka Reza Bahtiar Saputra Rini Anggriani RR. Ella Evrita Hestiandari Rusli, Ardi Santoso, Heroe Sirojul Hadi Sukatin, Sukatin Suriyati ., Suriyati Suryadin, Adi Syahrir, Moch. Tanwir Tanwir Tomi Tri Sujaka Tomi Tri Sujaka Triwijoyo, Bambang Krismono Wardhana, M.Alifya Wibisanaa, Bayu Widia Febriana Widia Febriana, Widia Wiguna, I Putu Krisna Dharma Yudi prayudi Zulfikri, Muhammad Zulkipli Zulkipli