Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Suar Betang

Flouting Maxims in Hitam Putih Talk Show Lastri Wahyuni Manurung
SUAR BETANG Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v14i2.126

Abstract

Communication between speakers and hearer should fulfil maxims in order to have an effective communication and to avoid misunderstanding. In fact, sometimes people flout the maxims. People mostly have reasons behind that and whenever a maxim is flouted there must be an implicature to save the utterance from simply appearing to be a faulty contribution to a conversation. The importance of the research is about finding out the dominant flouting of maxims during the conversation between the participants in Hitam Putih talk show. Besides, the purposes of why flouting the maxim was also displayed as to make this research become more comprehensive. In analyzing the data, the writer uses Grice's theory on maxim. The data were collected by searching, listening and making the transcription, deciding which maxims are flouted based on the criteria, finding the intension of the flouting. As the result, the writer found that the first most flouted maxim is the maxim of quality. The reasons of flouting this maxim are to make a joke and to give a clearer information. In making a joke, a speaker can pretend not to know something, pretend not being honest. Another flouted maxims are also found from the data which are flouting the quantity maxim to give clearer information, to stress something, to avoid unpleasant situation. The relation maxim is also flouted as being polite, and the last the manner maxim is flouted as to make a joke. The characteristic of Indonesian speaker with long winded and not to the point, influence the flouting the maxim. AbstrakDalam peristiwa pertuturan, kadang-kadang penutur dengan sengaja mengabaikan maksim. Perilaku penutur dalam mengabaikan maksim tentu didasari alasan maksud tertentu. Penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk menemukan pengabaian maksim yang paling dominan selama perbincangan antarpartisipan dalam acara Hitam Putih. Analisis data menggunakan teori Grice yang berkaitan dengan maksim. Data dikumpulkan dengan cara mencari, menyimak dan mentrasnkripsikan, memperhatikan video, memutuskan maksim apa yang diabaikan berdasarkan kriteria pengabaian dan menemukan tujuan terselubung dalam mengabaikan maksim tersebut. Peneliti menemukan bahwa maksim kualitas adalah maksim yang paling banyak diabaikan. Tujuannya adalah untuk membuat lelucon dan untuk memperjelas informasi. Dalam membuat lelucon tersebut, penutur dapat berlaku pura-pura tidak tahu tentang suatu informasi, berpura-pura untuk berbohong. Maksim lain yang juga diabaikan adalah maksim kuantitas, tujuannya adalah untuk memperjelas sebuah informasi, menegaskan informasi dan untuk menghindari situasi yang kurang nyaman. Maksim relasi juga diabaikan dengan tujuan untuk menjaga kesopanan, dan yang terakhir adalah pengabaian maksim cara untuk menciptakan lelucon. Karakteristik orang Indonesia yang bertele-tele dan tidak mengena langsung pada poin yang dibicarakan, telah mempengaruhi pengabaian maksim yang terjadi.
Co-Authors Adi Situmorang Afrilia Lumban Batu Afriyanti Pakpahan Alvienna Sifa Maulida Nasution Ance Rosario Siallagan Anggi Lastri Pinayungan Anita Theresia Br Saragi Arsen Nahum Pasaribu Atalisi Zalukhu Atalisi Zalukhu Atonso Hasibuan Ayu Oktaviana Sipahutar Bertharia Sohnata Hutauruk Bolat Khassenov Carolina Carolina, Carolina Carolina Pakpahan Carolina Pakpahan Carolina Pakpahan Christina Natalina Saragi Christina Ria Natal Sitorus Dakhi, Adoramos Debora Citra Ayu Nainggolan Dewi Maya Manurung Dewi Paulina Silalahi Dewinarto Nainggolan Dwike Agustina Siahaan Efendi Barus Eka Putri Saptari Wulan Eliana Sitompul Erika Sinambela Eva Vronika Hasugian Febrianti Sitanggang Febrika Dwi Lestari Febriwan Harefa Fenty Debora Napitupulu Fernando Saragih Fitri Yuneza Lumban Gaol Fransisca Simanjuntak Galina Sitinjak Gilbert Mathew Situmeang Ginting, Mayasari br Godwill Chenyuei Akwene Griffit Spanyer Indrawaty Nababan Harpen H.P. Silitonga Harpen Silitonga Hartatis, Hartatis Ayu Hasani, Elsya Elita Merlyn Hesty Malinda Manalu Hujaefa HI. Muhammad Immanuel Padang Juni Jeffri Aritonang Kammer Tuahman Sipayung Kiki Anggreni Kondios M Pasaribu Krisna Wati Mayang Laia, Dewi Purnamasari Lasmaida Nainggolan Lasmaria, Lasmaria Lertsuwan, Benya Lili Sowari Siregar Listra Manurung Lusi Manurung Maděra, Martin Manurung, Anjeli Artha Br Manurung, Rachel Triarta Marlina Surya Indriani Mayasari br Ginting Michael Jomat Milala, Herian Bastanta Mitha Lestari Sihombing Mitra Gusmeni Hia Monalisa Martha Siahaan Muler, Jake Nababan, Sonya Indah Nenni Triana Sinaga Nenni Triana Sinaga Nove lina Silalahi Nurcahaya Sihombing Nurhayati Sitorus Pakpahan, Carolina Pane, Christina Ria Natal Sitorus Pangaribuan, Marnala Pardede, Hebron Pasaribu, Yessy Octavianna Pinayungan, Anggi Lastri pratama, Indra Mulia R.imalona siregar Rachel Br Sidabutar Rajagukguk, Paulina Angle Riniwati Sembiring Robeca Shanty Sitohang Roslitha Uli Banjarnahor Rotua Elfida Sahat Taruli Siahaan Sahlan Tampubolon Saragih, Evi Karolina Siahaan , Tegar Tanto Wiyahya Sibarani, Donna Selviyanti Sidabutar, Usman Sihombing, Mitha Lestari Simangunsong, Suriani Simanjuntak, Nelly Sinaga, Tika Yohana Siregar, Esraweddi Sitinjak, Apriani Silviani Sitinjak, Lasmaida Sitohang, Ayen Sondang Manik Sri Henni Br Saragih Sri Rahayu Harianja Supriandi Sihotang Suriani Simangunsong Tamba, Auwy Tutiarny Naibaho Tutiarny Naibaho Usman Sidabutar Waruwu, Nurwian Winda Josefina Simamora Wulan, Eka Putri Saptari Yessy Octaviana Yessy Octavianna Yinghuei Chen Yolanda Adelina Lumban Gaol Yolanda Erika Magdalena Pangaribuan Yuniarta Br Hutasoit