Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIGITAN ANJING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIKI-NIKI TAHUN 2024 Tefa, Dhea Natalin; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja; Purnawan, Sigit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46247

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies, terutama anjing. Puskesmas Niki-Niki merupakan Puskesmas dengan kasus gigitan tertinggi kedua di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama tahun 2023-2024, dengan 537 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan anjing di wilayah kerja Puskesmas Niki-Niki tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desai survai analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 kasus dan 96 kontrol yang diambil secara simple random sampling dan matching. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,020), tingkat pengetahuan (p=0,012), praktik kepemilikan anjing (p=0,000), jumlah kepemilikan anjing (p=0,019), provokasi HPR (p=0,006), status vaksinasi (p=0,002), dan pemeriksaan kesehatan (p=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing, sedangkan jenis kelamin (p=0,192) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan anjing, provokasi HPR, status vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan faktor yang memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Beberapa faktor seperti usia muda, pengetahuan yang kurang, praktik pemeliharaan anjing yang berisiko, provokasi terhadap HPR, dan kelalaian dalam vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan anjing secara signifikan berkontribusi terhadap kejadian gigitan anjing. Diperlukan intervensi edukatif dan preventif dari petugas kesehatan dan pemerintah untuk menekan angka kejadian ini.
Risk Factors For Hypertension In Outpatients at RSUD MGR Gabriel Manek, SVD Atambua: Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Penderita Rawat Jalan di RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua Letto, Laurensiana Christin; Ndoen, Honey Ivon; B. Sir , Amelya; F.E Manurung, Imelda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2433

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a risk factor for cardiovascular disease and a cause of premature death in the world. The incidence of hypertension in Belu Regency is quite high in the Regional General Hospital (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua which shows an increase in cases in 2021 from 213 cases increasing to 332 cases in 2022. This study aims to analyze the risk factors associated with the incidence of hypertension in RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua in 2023. The type of research is analytic epidemiology with a case control design. The case population is all patients suffering from hypertension and the control population is all patients who do not suffer from hypertension who are on outpatient treatment at RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. The number of samples with a ratio of 1: 1, namely 67 case samples and 67 control samples, a total of 134 samples. The sampling technique for cases and controls is non-probability sampling, namely accidental sampling. Data collection techniques using interviews and distributing questionnaires. Data analysis technique using Chi-Square statistical test. The results showed that there was an association between age (p value = 0.003, OR = 3.030), family history (p value = <0.001, OR = 12.390), history of alcohol consumption (p value = 0.014, OR = 2.570), and history of sodium consumption (p value = <0.001, OR = 4.543) and there was no association between gender (p value = 0.603) and obesity (p value = 0.724) with the incidence of hypertension at Mgr. Gabriel Manek Hospital, SVD Atambua. Gabriel Manek, SVD Atambua. For the community, it is expected to maintain health by implementing a healthy lifestyle and diet and routinely checking blood pressure in health facilities.   Keywords: hypertension, risk factors, outpatients
Analysis of Risk Factors for Anemia in Pregnant Women in the Working Area of ​​the Soe City Health Center, South Central Timor Regency: Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Rambadeta, Rina Djawa; Sakke Tir, Deviarbi; Ndoen, Honey Ivon; Tedju Hinga, Indriati A.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2553

Abstract

Background: Anemia is a condition where there is a lack of red blood cells (erythrocytes) in the blood circulation or a low hemoglobin mass that is unable to fulfill its function as an oxygen carrier to all tissues. Purpose: This study aims to analyze the relationship between several risk factors and the incidence of anemia in pregnant women in the Soe City Health Center Working Area, South Central Timor Regency. Method: This study is an analytic observational study using Case Control design. This study was conducted at the Soe City Health Center in May 2024. The population in this study were all 785 pregnant women. The sample in this study amounted to 130 respondents with a ratio of 1:1, namely 65 respondents from the case group and 65 respondents from the control group, data collection was carried out using interview techniques to 130 respondents using random sampling techniques. Results: The results showed that maternal age did not have a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.661; OR=1.212), parity had a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.007; OR=2.348), adherence to taking Fe tablets had a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.000; OR=256.000), frequency of ANC visits had a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.000; OR=114.750), education had no significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=1.000; OR=1.000), and economic level had a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.000; OR=10.141).
Factors Associated with the Incidence of Hypertension in the Productive Age (15-59 Years) in the Working Area of the Tarus Health Center. Leda Malo, Yulianty Febrina; Purnawan, Sigit; Ndoen, Honey Ivon
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 4 No 1 (2024): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v4i1.612

Abstract

Hipertensi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardio vaskuler misalnya serangan jantung, gagal jantung,stroke dan penyakit ginjal. Tujuan di lakukan penelitian ini agar mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (15-59 Tahun) di Wilayah kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan jenis obeservasional analitik dengan rancangan penelitian Case Control. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 148 sampel dengan perbandingan antara kelompok kasus dan kontrol yaitu 1:1. Sehingga jumlah sampel kasus sebanyak 74 dan jumlah sampel kontrol sebanyak 74 yang dipilih secara random dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Masing-masing variabel yang diteliti diuji dengan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan variabel dengan kejadiaan hipertensi pada usia produktif (15-59 tahun). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,001), ada hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,002) dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,026). Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara obesitas, kebiasaan mengkonsumsi kopi dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (15-59 tahun).