Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Profil SGPT pada Tikus Wistar Diet Tinggi Lemak yang diberikan Ekstrak Daun Ashitaba Husniyyah, Elviana Ainiyyatul; Simamora, Dorta; Widyaningsih, Indah
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2023): Volume 8 Nomor 4, November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i4.1413

Abstract

Diet tinggi lemak menyebabkan perlemakan hati ditandai dengan peningkatan kadar SGPT. Perlemakan hati dapat ditangani salah satunya dengan antiobesitas alami yaitu ekstrak ashitaba. Kandungan chalcone ashitaba dapat menaikkan ekspresi dan pengeluaran adiponektin, menaikkan fungsi adiposa, serta mengurangi simpanan lipid. Dalam uji coba ini diimplementasikan pada tikus wistar karena mempunyai minim hormon, gen menyerupai manusia, mudah berkembangbiak dan dirawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun ashitaba terhadap kadar SGPT tikus wistar yang diberikan diet tinggi lemak. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus wistar jantan berusia 2-3 bulan dengan berat badan 100-200gram sebanyak 30 ekor. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan antar kelompok yang dibuktikan dengan nilai sig 0,043 (sig α < 0,05). Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak daun ashitaba 150mg/kg BB, 300mg/kg BB, dan 600mg/kg BB berpengaruh terhadap penurunan kadar SGPT tikus wistar yang diberikan diet tinggi lemak.
Penyuluhan Kulit Sehat dengan Pemakaian Masker Organik di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Soekanto, Ayly; Al-Aska , Andra Agnez; Hardiyono , Hardiyono; Listyawati, Agusniar Furkani; Simamora, Dorta
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1161

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi penting yang berperan sebagai pelindung dari bahan berbahaya dari luar. Kulit yang sehat dan terawat selain penting untuk kesehatan juga merupakan keinginan setiap orang khususnya wanita. Pentingnya merawat kulit terutama wajah yang teratur akan dapat menghambat pembentukan kerutan di wajah sehingga menjadi tampak lebih segar dan awet muda. Tujuan pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan kulit sehat dengan pemakaian masker organik kepada Ibu-ibu. Masker organik merupakan salah satu cara perawatan kulit wajah berbahan alami yang bermanfaat, murah dan mudah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai RT 3 Dukuh Kupang, Surabaya dengan peserta 20 orang ibu kader di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya. Metode yang dipilih pada kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai ciri-ciri kulit sehat kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yaitu pemilihan dan pembuatan bahan organik untuk dipakai sebagai masker organik. Hasil setelah selesai pengabdian masyarakat didapatkan ibu-ibu kader mengerti cara merawat kulit menjadi kulit sehat dan mahir memilih bahan bahan untuk dijadikan masker organik.
Effect of Ashitaba Extract on Cholesterol in Wistar Rats Given a High-Fat Diet and Computational Lethal Dose Test Widyaningsih, Indah; Nurulita Sugiharto, Natasya; Rahmawati, Febtarini; Amma, Fuad; Simamora, Dorta
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i10.1365

Abstract

High cholesterol levels in the blood can cause various health problems, namely atherosclerosis, stroke, coronary heart disease, and hypertension. One drug option for someone with hypercholesterolemia is simvastatin. Apart from using simvastatin, you can consume medicinal plants. A medicinal plant that can help reduce high cholesterol levels is Ashitaba (Angelica keiskei) leaf extract. One of the ingredients in Ashitaba extract is xanthoangelol E, Ashitaba chalcones, which can reduce cholesterol synthesis. The aim of this research was to determine the effect of ashitaba (Angelica keiskei) extract on the cholesterol levels of Wistar rats (Rattus novergiccus) given a high-fat diet. In this study, a computational lethal dose test was also carried out. The population in this study was male white rats of the Wistar strain with 30 samples taken. Analysis of this research data uses the One Way Anova statistical test. The results of the study showed that giving ashitaba extract 150mg/kg BW, 300mg/kg BW, and 600mg/kg BW had no effect on the cholesterol levels of Wistar rats given a high-fat diet. This is proven by the results of the Anova test which obtained a significance value of 0.761 > 0.05. Research regarding the toxic effects of ashitaba extract needs to be carried out for further research.
Studi Invitro dan Insilico Efektivitas Antibakteri Kunyit Putih Terhadap Hambatan Pertumbuhan Escherichia Coli Tania, Putu Oky Ari; Listyawati, Agusniar Furkani; Soekanto, Ayly; Simamora, Dorta; Purbowati, Rini
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.188

Abstract

Latar Belakang: Escherichia coli telah diamati sebagai salah satu bakteri penyebab resistensi antibiotik. Pasien ISK di India Selatan dilaporkan menunjukkan peningkatan resistensi terhadap ciprofloxacin. Senyawa bioaktif diperlukan sebagai kandidat antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri. Curcuma zedoaria atau kunyit putih sebagai antimikroba terutama terhadap E. coli. Aktivitas antibakteri pada dinding sel paling sering digunakan sebagai agen bakterisida. Enzim penting untuk biosintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri adalah protein muramyl ligase E (MurE) (entri PDB: 7B9E) dan Gyrase B (entri PDB: 4ZVI), berpotensi sebagai target pengikatan dengan metabolit sekunder curcumenol dan germacrone dengan in silico (molecular docking). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekstrak etanol kunyit putih dibandingkan antibiotik dalam menghambat pertumbuhan E. coli secara in vitro dan in silico. Metode: 5 kelompok yang digunakan, yaitu ekstrak kunyit putih konsentrasi 15%, 20% dan 25%, kelompok kontrol positif dengan pemberian ciprofloxacin dan negatif yang diberikan aquades. Metode yang digunakan adalah mengukur diameter zona hambat dan daya bunuh (jumlah koloni) E. coli dan uji in silico yang dilakukan pada software PyRx. Hasil : penelitian menunjukkan ekstrak kunyit putih konsentrasi 25% mempunyai zona hambat yang sangat kuat dengan diameter hambatan 36,2 mm, sedangkan kunyit putih tidak mempunyai daya membunuh pada konsentrasi 10, 15 dan 25%. Afinitas pengikatan terendah untuk protein MurE adalah germacrone, sedangkan untuk pengikatan DNA girase B adalah curcumenol. Kesimpulan: Kunyit putih mempunyai potensi sebagai antibakteri dan diduga ligan curcumenol dan germacrone dapat menghambat aktivitas protein MurE dan DNA Gyrase B.
The Inframerah untuk Kesembuhan Investigasi Terapi Terhadap Penyembuhan Luka Insisi dalam Konteks Ilmu Kesehatan Rianti, Emilia Devi Dwi; Simamora, Dorta; Ama, Fuad
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1742

Abstract

Currently, alternative therapies are widely used with the aim of reducing pain, swelling and increasing blood circulation. Infrared rays are used in research as a therapy for healing incisional wounds because infrared can penetrate cells or tissue more deeply. Infrared rays in research as a therapy for healing incisional wounds. The experimental animal samples were 24 male Wistar rats treated with K (-) without infrared therapy, P1 was given infrared exposure at a distance of 24 cm and for 20 minutes. P2 was given infrared exposure at a distance of 16 cm and a time of 20 minutes and P3 was given infrared exposure at a distance of 7 cm and a time of 20 minutes. The results showed that the 12th day change in wound healing occurred in the control group = 0.1 cm; P1= 0.2 cm; P2 = 0.4 cm and P3 = 0.5 cm. The conclusion of the research was that effective infrared therapy was shown in treatment group 1 (P1) with an exposure distance of ± 24 cm, because infrared radiation entered the subcutaneous tissue without excessive stimulation or heating
Gambaran Senam Peregangan Sendi Sebagai Terapi Mengurangi Rasa Nyeri Sendi Lutut: Rianti, Emilia Devi Dwi; Ernawati, Sie; Cahyani Noviana, Ayu; Widyaningsih, Indah; Simamora, Dorta
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i2.2031

Abstract

Tubuh manusia dapat mengalami Osteoartritis (OA), hal ini menyerang sendi sebagai penopang beban tubuh, dan didalam menajemen OA maka dilakukan kombinasi fisioterapi dan terapi latihan. Terapi latihan membantu menggerakkan bagian-bagian tubuh dan mengurangi rasa sakit otot, maka latihan peregangan dilakukan selama 15 menit. Metode yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian adalah metode deskriptif dan pemberian pelatihan peregangan. Populasi yang digunakan adalah Lansia di Posyandu, dan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebesar 42 peserta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursi, flichat gambaran pengetahuan tentang pelatihan gerakan sendi serta pemutaran video untuk memberi contoh gambaran gerakan senam. Hasil yang diperoleh yaitu dengan memberi pelatihan berupa latihan gerakan senam kaki, posisi tumit dilantai dan angkat kedua jari-jari kaki lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua tumit dan kedua jari-jari kaki tetap dilantai lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua kaki keatas serta meluruskan lutut lakukan 10 kali hitungan, dan mengangkat satu kaki kanan gerakkan menuju arah samping membentuk 900 . Kesimpulan,terdapat lansia sebanyak 45 % dengan usia 61-70 tahun, dengan melakukan gerak peregangan senam sendi terutama pada kaki maka otot-otot pada kaki akan membantu sendi untuk dapat menopang tubuh, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.
Supplementation of Pumpkin Seed Oil and SCFASs as a Prospective Biotherapeutic to Preserve Gut Natural Microbiota of Colitis Mice Tania, Putu Oky Ari; Simamora, Dorta; Widjaja, Jimmy Hadi; Purbowati, Rini
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 11 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v11i2.399

Abstract

Background: Ulcerative Colitis (UC) is an inflammatory disease in the colon, due to the disruption of the interaction between the immune response and the intestinal microbiota in a genetically susceptible host. The imbalance between commensal and pathogenic intestinal microbiota promotes inflammation. This study aims to explore the efficacy of pumpkin seed oil and SCFAs in maintaining the intestinal microbiota in UC model mice. Methods: Four groups, K1, K2, K3, and K4, as health control given distilled water (K1); K2, K3, and K4 induced UC with 2% DSS, followed by administration of Short Chain Fatty Acids (SCFAs) (K3), supplementation of SCFAs and pumpkin seed oil (K4). The number of colonies measured microbiota diversity (log CFU/mL/g) in NA, EMB, MRSA, and McConkey media. Hemoglobin and hematocrit were also measured to assess anemia. Results: The average number of bacterial colonies that grew on NA, EMB, MRSA, and McConkey media in K4 was 7.65, 5.78, 7.85, and 6.20, respectively, and the average HB and hematocrit levels were 14.2 g/dL and 42%, respectively. There was greater microbiota diversity and lactobacillus bacteria in UC rats given pumpkin seed oil and SCFAs, with fewer Enterobacteriaceae and E. coli than in the UC model. The increase in HB and hematocrit levels also showed the same trend. Conclusion: Pumpkin seed oil at a dose of 100 mg/kg and SCFAs can be a prospective biotherapy for maintaining the balance of the natural microbiota and increasing HB levels.
PERAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA STROKE Diera, Talitha Ardylis Rahma; Herawaty, Wike; Kuswandari, Yulianti; Simamora, Dorta
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan gejala klinis yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat, seperti masalah neurologis fokal atau global yang mengganggu fungsi otak dalam waktu 24 jam atau lebih. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup bagi penderita stroke adalah dengan menerapkan rehabilitasi dan kepatuhan dalam pengobatan. Salah satu rehabilitasi yang dapat diterapkan adalah range of motion (ROM). Pada tahap rehabilitasi dan pengobatan, peran keluarga sangat diperlukan dalam menumbuhkan motivasi penderita stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga terhadap motivasi penerapan range of motion (ROM) dan kepatuhan pengobatan pada penderita stroke di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel diperoleh sebanyak 35 responden. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Peran Keluarga terhadap Motivasi Penerapan Range of Motion (ROM) dan Kepatuhan Pengobatan” memiliki p-value sebesar 0.000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peran keluarga dengan motivasi penerapan range of motion (ROM) dan kepatuhan pengobatan pada penderita stroke di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo tahun 2025.
HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI, TINGKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BALITA DI PUSKESMAS MOJOSARI MOJOKERTO PADA TAHUN 2025 Wulandari, Eka Wahyu; Herawaty, Wike; Kuswandari, Yulianti; Simamora, Dorta
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingginya masalah gizi dan pertumbuhan pada balita di Indonesia, khususnya di Mojokerto, dimana faktor ekonomi keluarga diduga memegang peran penting. Masalah gizi pada balita dapat berdampak jangka panjang bagi kesehatan, sehingga pemahaman tentang determinan status gizi, pertumbuhan, dan perkembangan anak sangat diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi, tingkat pertumbuhan, dan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Mojosari, Mojokerto pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang berjenis observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,019 < 0,05 (p < 0.05) menunjukkan bahwa dari 100% responden yang pendapatan keluarga rendah, sebanyak 70% mengalami status gizi kurang dan 30% diantaranya mempunyai status gizi normal. Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan hasil terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan tingkat pertumbuhan anak balita di wilayah kerja Puskesmas Mojosari, Mojokerto 2025.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI, SUSU FORMULA, DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP STATUS IMUNITAS ANAK DI MASA GOLDEN PERIOD DI POSYANDU KENANGA DI DESA SAMARAN Muhaimin, Rizal; Simamora, Dorta; Herawaty, Wike
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang ideal bagi bayi, terutama pada masa golden period (usia 0–5 tahun), yaitu periode penting dalam pertumbuhan dan pematangan sistem imun anak. Kandungan gizi makro, mikro, dan bioaktif dalam ASI mendukung daya tahan tubuh dan melindungi dari infeksi. Namun, tidak semua anak mendapatkan ASI eksklusif; sebagian menerima susu formula atau kombinasi keduanya, yang dapat memberikan dampak berbeda terhadap imunitas anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola pemberian ASI, susu formula, dan kombinasi keduanya terhadap status imunitas anak usia 0–5 tahun di Posyandu Kenanga, Desa Samaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 45 anak dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn post hoc test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada status imunitas anak berdasarkan pola pemberian susu (p = 0,000). Kelompok ASI eksklusif menunjukkan median skor imunitas tertinggi (9,00), disusul kombinasi (7,00), dan susu formula (6,00). Uji post hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara ASI dan susu formula (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status imunitas anak yang lebih baik. Temuan ini mendukung anjuran WHO dan UNICEF mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.