Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Uji Zona Hambat Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) dan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Bakteri Escherichia coli R Abyseka Prayogo; Dorta Simamora
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 9, No 1 (2020): MARET 2020 available online since April 2020
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v9i1.700

Abstract

Escherichia coli bacteria is the most common cause of gastroenteritis (diarrhea), urinary tract infections (UTI), food poisoning, and other clinical problems such as neonatal miningitis. Garlic (Allium sativum) and Noni fruit (Morinda citrifolia) are plants that have antimicrobial properties, which can be used against bacteria such as E. Coli. This study was conducted to determine the inhibition zone combination of garlic extract (Allium sativum) and Noni fruit (Morinda citrifolia) against gram negative bacteria E. Coli. The research was conducted at the Laboratory of Microbiology at the Faculty of Medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya, and has been ethically feasible. This study was divided into 4 groups with replications 6 times each; group P0 (sterile distilled water), P1 (50% garlic + 25% noni fruit), P2 (50% garlic + 50% noni fruit), P3 (50% garlic + 75% noni fruit). Data were analyzed using One-way ANOVA test. The analysis results showed that the average diameter of the inhibition zone formed was the largest in group P1 (10.7 mm) and the smallest in group P0 (0 mm), while in P2 (9.89 mm), and P3 (9.77 mm). Based on the analysis test, the higher the concentration of noni fruit given to the extract combination resulted in the smaller diameter of the inhibition zone. This occurs due to the combination of garlic and Noni fruit has an antagonistic effect that depend on bacterial species, temperature, pH, chemical structure, chemical reactions, and concentrations or doses of antimicrobial compounds. The results also showed that there was no significant difference between group P1 and group P2, group P1 with group P3 and group P2 with group P3 showing p-value> 0.005.
Cantik dan Awet Muda dengan Pelatihan Totok Wajah di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya Soekanto, Ayly; Tania, Putu Oky Ari; Al-Aska, Andra Agnez; Hardiyono, Hardiyono; Furkani, Agusniar; Simamora, Dorta; Tjandra, Lusiani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.962

Abstract

Tampil cantik dan awet muda merupakan dambaan dari setiap wanita. Perawatan kulit di perlukan untuk mendukung penampilan wajah yang cantik sehat, terutama wanita yang sudah mulai memasuki usia premenopuse dimana terjadi penurunan sel sel epitel kulit dari regenerasi kulit. Tujuan pengabdian masyarakat memberikan pelatihan totok wajah kepada Ibu ibu warga Pukesmas Dukuh Kupang untuk memiliki kulit wajah yang sehat sehingga dapat tampil cantik dan awet muda. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Juli 2024 di Balai RT 3 Dukuh Kupang, dihadiri oleh 20 peserta, dilakukan dengan metode penyuluhan dengan materi yang berjudul “Cantik dengan Totok Wajah” dan dilanjutkan dengan praktik “Totok wajah yang benar”, didahului dengan penayangan video urutan titik titik penotokan pada wajah. Dilanjutkan dengan evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat cantik dan awet muda dengan pelatihan totok wajah di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya dengan peserta Ibu ibu dan kader di Kelurahan Dukuh Kupang Surabaya, setelah penngabdian masyarakat hasil didapatakan ibu ibu dengan antusias menyimak setiap pembelajaran sampai mengerti cara totok wajah untuk perawatan kulit wajah.
Penyuluhan Efektivitas Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Imunitas Tubuh di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Listyawati, Agusniar Furkani; Sudibya, Akhmad; Soekanto, Ayly; Tania, Putu Oky Ari; Al-Aska, Andra Agnez; Hardiyono, Hardiyono; Simamora, Dorta; Tjandra, Lusiani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.965

Abstract

Tanaman herbal memiliki khasiat untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai gangguan kesehatan. Peningkatan imunitas tubuh dapat  dilakukan dengan memanfaatkan tanaman herbal. Salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) yang memiliki kandungan fenol yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan penyuluhan kepada warga di wilayah Pukesmas Dukuh kupang Surabaya dengan memberikan ceramah dan informasi yang benar tentang manfaat daun kelor sebagai sistim imunitas yang alami. Kuisioner awal didapatkan persentase jumlah peserta yang mengerti tentang pemanfaatan daun kelor sebanyak 20% dari 30 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Setelah dilakukan penyuluhan peserta diberikan kuisioner akhir, sebanyak 98% dari total 30 peserta memahami tentang pemanfaatan daun kelor untuk kesehatan dan obat tradisional sehingga diharapkan seluruh peserta penyuluhan dapat mengaplikasikan di lingkungan tempat tinggalnya mengenai manfaat mengkonsumsi daun kelor sebagai salah satu makanan/obat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kesimpulan pengabdian masyarakat kali ini adalah kegiatan berjalan baik dan lancar serta antusias peserta pengabdian masyarakat sangat tinggi.
The Inframerah untuk Kesembuhan Investigasi Terapi Terhadap Penyembuhan Luka Insisi dalam Konteks Ilmu Kesehatan Rianti, Emilia Devi Dwi; Simamora, Dorta; Ama, Fuad
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1742

Abstract

Currently, alternative therapies are widely used with the aim of reducing pain, swelling and increasing blood circulation. Infrared rays are used in research as a therapy for healing incisional wounds because infrared can penetrate cells or tissue more deeply. Infrared rays in research as a therapy for healing incisional wounds. The experimental animal samples were 24 male Wistar rats treated with K (-) without infrared therapy, P1 was given infrared exposure at a distance of 24 cm and for 20 minutes. P2 was given infrared exposure at a distance of 16 cm and a time of 20 minutes and P3 was given infrared exposure at a distance of 7 cm and a time of 20 minutes. The results showed that the 12th day change in wound healing occurred in the control group = 0.1 cm; P1= 0.2 cm; P2 = 0.4 cm and P3 = 0.5 cm. The conclusion of the research was that effective infrared therapy was shown in treatment group 1 (P1) with an exposure distance of ± 24 cm, because infrared radiation entered the subcutaneous tissue without excessive stimulation or heating
ACE I/D and A2350G Polymorphisms are Correlated with Body Mass Index, but Not with Body Weight and Essential Hypertension: Study in Javanese Postmenopausal Women Utami, Sri Lestari; Simamora, Dorta; Idawati, Ira; Widjaja, Jimmy Hadi
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v8i2.426

Abstract

Background: Genetics was one of the risk factors for essential hypertension (EH). Research on ACE I/D and A2350G polymorphisms associated with risk factors for hypertension in Indonesia has never been done. Therefore, this study was conducted to analyze the relationship between the genotype and alleles of this gene with EH, body weight, and body mass index (BMI) in Javanese postmenopausal women.Materials and methods: This cross-sectional study involved 69 postmenopausal Javanese women according to several criteria related with hypertension risk factors. The data were obtained from the measurement and questionnaire results, along with Towards Health Card Records. The polymerase chain reaction (PCR) genotyping method used was the restriction fragment length polymorphism and allele-specific.Results: The prevalence of hypertension, prehypertension, and normotension in Javanese postmenopausal women were 0.246, 0.13, and 0.623, respectively. The frequency of BMI classification as underweight, normal, overweight, or obese were 0.029, 0.42, 0.261, and 0.29, respectively. The ACE I/D and A2350G polymorphism variant genotypes and frequencies found were II (0.464), ID (0.522), DD (0.014), and AA (1). Meanwhile, the alleles and their frequencies at ACE I/D gene polymorphism were I (0.725) and D (0.275). The II and ID genotype was mostly found in normotension subjects. The DD genotype was only available in hypertension subjects. There was no association between genotypes and alleles of ACE I/D, hypertension, body weight, and BMI classification (p>0.05). There was an association between these genotypes, alleles, and BMI (p<0.05).Conclusion: ACE I/D polymorphism is susceptible for BMI in Javanese postmenopausal women.Keywords: Javanese postmenopausal, essential hypertension, ACE I/D, ACE A2350G
Pola Hidup Bersih untuk Meminimalkan Diare Akibat Escherichia Coli di Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya Listyawati, Agusniar Furkani; Tania, Putu Oky Ari; Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Hardiyono, Hardiyono; Sudibya, Akhmad; Azka, Andra Agnes Al; Simamora, Dorta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.68-73

Abstract

Pola hidup bersih adalah salah satu bagian dari menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh yang dapat diukur dari kebersihan tangan. Kebersihan tangan dapat menjadi tolak ukur dalam kesehatan tubuh terutama untuk mencegah terjadinya diare dikarenakan bakteri Escherichia coli sebagai bakteri indikator terjadinya diare dapat dengan mudah menginfeksi tubuh apabila kebersihan tangan tidak terjaga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pola hidup bersih dan  meminimalkan kejadian diare terutama di musim hujan atau pancaroba ini. Setelah mendapatkan penyuluhan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang pola hidup bersih pada warga masyarakat di wilayah kelurahan Tembok Dukuh, menjadi mengerti pentingnya cuci tangan dan untuk selalu menerapkan pentingnya hidup bersih. Dari data hasil sampel swab tangan sebelum dan sesudah cuci tangan tidak menunjukkan adanya pertumbuhan Escherichia coli, hasil ini menunjukan bahwa pola hidup bersih telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya.A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria as an indicator of bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. As an indicator bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria community service activity aims to provide education on clean lifestyles and minimize the incidence of diarrhea, especially in this rainy or transition season. After receiving counseling during this community service activity about clean living patterns, residents in the Tembok Dukuh became aware of the importance of washing their hands and always implementing the importance of clean living. From the data from hand swab samples before and after washing hands, it did not show any growth of Escherichia coli. These results show that a clean lifestyle has become a habit for the people ward of Tembok Dukuh Subdistrict, Surabaya.
Effect of Ashitaba Extract on Cholesterol in Wistar Rats given a high-fat diet and computational lethal dose test Widyaningsih, Indah; Sugiharto, Natsya Nurulita; Rahmawati, Febtarini; Amma, Fuad; Simamora, Dorta
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i2.570

Abstract

High levels of cholesterol in the blood can cause various health problems, namely atherosclerosis, stroke, coronary heart disease, to hypertension. One drug option for someone with hypercholesterolemia is simvastatin. In addition to the use of the drug simvastatin, can take medicinal plants. A medicinal plant that can help lower high cholesterol levels is Ashitaba leaf extract (Angelica keiskei). One of the ingredients in ashitaba extract is xanthoangelol E, Ashitaba chalcones, which can reduce cholesterol synthesis. The purpose of this study was to determine the effect of ashitaba extract (Angelica keiskei) on the cholesterol levels of Wistar rats (Rattus novergiccus) given a high-fat diet. In this study, a computational lethal dose test was also carried out. The population in this study was male white rats of the Wistar strain with samples taken from as many as 30 heads. Data analysis of this study used the One Way Anova statistical test. The results showed that giving ashitaba extract 150mg/kg body weight, 300mg/kg body weight, and 600mg/kg body weight did not affect the cholesterol levels of Wistar rats given a high-fat diet. This is proven by the results of the ANOVA test obtained a significance value of 0.761 > 0.05. Research on the toxic effects of ashitaba extract needs to be done for further research.
Gambaran Senam Peregangan Sendi Sebagai Terapi Mengurangi Rasa Nyeri Sendi Lutut: Rianti, Emilia Devi Dwi; Ernawati, Sie; Cahyani Noviana, Ayu; Widyaningsih, Indah; Simamora, Dorta
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia dapat mengalami Osteoartritis (OA), hal ini menyerang sendi sebagai penopang beban tubuh, dan didalam menajemen OA maka dilakukan kombinasi fisioterapi dan terapi latihan. Terapi latihan membantu menggerakkan bagian-bagian tubuh dan mengurangi rasa sakit otot, maka latihan peregangan dilakukan selama 15 menit. Metode yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian adalah metode deskriptif dan pemberian pelatihan peregangan. Populasi yang digunakan adalah Lansia di Posyandu, dan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebesar 42 peserta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursi, flichat gambaran pengetahuan tentang pelatihan gerakan sendi serta pemutaran video untuk memberi contoh gambaran gerakan senam. Hasil yang diperoleh yaitu dengan memberi pelatihan berupa latihan gerakan senam kaki, posisi tumit dilantai dan angkat kedua jari-jari kaki lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua tumit dan kedua jari-jari kaki tetap dilantai lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua kaki keatas serta meluruskan lutut lakukan 10 kali hitungan, dan mengangkat satu kaki kanan gerakkan menuju arah samping membentuk 900 . Kesimpulan,terdapat lansia sebanyak 45 % dengan usia 61-70 tahun, dengan melakukan gerak peregangan senam sendi terutama pada kaki maka otot-otot pada kaki akan membantu sendi untuk dapat menopang tubuh, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.
INDIKATOR PEMENDEKAN USUS MENCIT KOLITIS ULSERATIF YANG DIPULIHKAN DENGAN PEMBERIAN SCFA DAN MINYAK BIJI LABU Lestari, Gietri Indah; Ari Tania, Putu Oky; Simamora, Dorta; Widjaja, Jimmy Hadi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit inflamasi di usus adalah kolitis ulseratif, yang ditandai dengan beberapa gejala termasuk turunnya berat badan, adanya darah pada feces, demam, serta kontraksi pada panjang usus, yang dapat berpotensi menjadi kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi efikasi dari suplementasi minyak biji labu dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada pemulihan pemendekan usus mencit model kolitis ulseratif. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain simple random sampling. Empat kelompok mencit yaitu K1 kontrol (aquades), K2 kolitis usleratif (DSS 2% dilanjutkan aquades),  K3 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA), K4 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA dan minyak biji labu). Hasil Penelitian ini adalah rerata panjang usus pada K1, K2, K3 dan K4 masing-masing adalah 10,73; 9,6; 9,92; dan 10,32. Perbedaan perlakuan tersebut terhadap panjang kolon menunjukkan tidak ada perbedaan di antara kelompok dengan uji ANOVA (p value 0,391). Pemberian SCFA dan minyak biji lbu dapat memperbaiki ukuran panjang kolon sebagai indikator pemulihan inflamasi.
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN GANGGUAN MAKAN (EATING DISORDER) PADA MAHASISWA FK UWKS ANGKATAN 2021 MENJELANG UJIAN SOOCA Setiawan, Dani; Simamora, Dorta
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stres ialah kondisi atau keadaan didalam tubuh yang dapat timbul akibat tekanan fisik, situasi sosial, dan lingkungan yang tidak terkendali. Stres akademik tahap universitas, seperti hilangnya kebiasaan sehat di kalangan mahasiswa dibandingkan dengan tahap sebelumnya saat masih bersama dengan keluarga. selama masa ujian (situasi yang penuh tekanan), mahasiswa memodifikasi kebiasaan makan dan latihan fisik mereka, Mahasiswa dengan gangguan makan disini dikenal sebagai eating disorder (ED). Eating disorder adalah sebuah kondisi terkait dengan kesehatan mental yang ditunjukkan melalui ketidaknormalan dalam perilaku makan. Beberapa jenis dari ED meliputi anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder. Metode: Pada penelitian ini meggunakan metode Cross sectional dengan analisis observasional. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 68 orang, selanjutnya data diolah dengan SPSS. Kesimpulan: Bedasarkan hasil penelitian ini, diperoleh nilai t hitung 0,753 > 0,235 dan Sig. (2 tailed) = 0,000 < 0,05. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan ED pada Mahasiswa FK UWKS Angkatan 2021.