Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penyuluhan CTPS, PHBS, dan Penanggulangan DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tembuku I Yulianti, Anysiah Elly; Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Hadi, M. Choirul; Aryasih, I Gusti Ayu Made; Widyasari, Ida Ayu Putri Genta; Astari, Ni Putu Nadia
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.3726

Abstract

Pada anak sekolah salahsatu permasalahan yang disebabkan oleh perilaku yaitu masalah kesehatan perorangan dan lingkungan. Masalah tersebut disebabkan oleh karena kurangnya kesadaran dari seseorang akan kebersihan tangan yaitu masalah diare. Kejadian diare terjadi setiap tahunnya sebanyak 6 juta anak meninggal karena diare di dunia, Indonesia merupakan negara dengan kematian diare tersebut. Anak usia kurang dari 5 tahun diperkirakan meninggal setiap tahunnya dari 10 juta anak, sekitar 20% meninggal disebabkan karena infeksi diare (Wicaksana Rachman, 2018). Cuci tangan menggunakan air dan sabun merupakan upaya untuk pencegahan dan penularan dari sebuah penyakit, salahsatunya penyakit diare. Kuman pada tangan dapat dibunuh dengan cara cuci menggunakan sabun. Kuman mati akibat cuci tangan menggunakan sabun sebanyak 73%. Hand sanitizer tidak lebih efektif dari pada cuci tangan menggunakan sabun 60% (Ervira et al., 2021). World Health Organization (WHO) mendukung pentingnya membudayakan cuci tangan menggunakan sabun yang dilakukan dengan baik dan dengan benar. Metode penyuluhan menggunakan metode deskriptif observasional, meliputi penyampaian materi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui presentasi interaktif dengan poster dan slide. Siswa dilibatkan dalam praktik langsung mencuci tangan dengan benar dengan panduan lagu, dan demonstrasi langsung oleh fasilitator. Observasi terhadap partisipasi siswa dilakukan untuk memantau interaksi langsung antara fasilitator dan siswa, serta evaluasi praktik cuci tangan dan perilaku hidup bersih. Pemberian materi tersebut, ditujukan agar siswa/i dapat memiliki pengetahuan lebih baik tentang bagaimana cara menjaga kebersihan diri sendiri seperti mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik, bagaimana menerapkan pola hidup yang sehat, bagaimana mengantisipasi penyakit – penyakit yang berkaitan dengan lingkungan seperti diare dan demam berdarah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena banyak penyakit yang bisa dicegah jika masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat. Anak sekolah merupakan kelompok usia yang rentan untuk mengalami masalah kesehatan karena sebagian waktunya dihabiskan di luar lingkungan rumah dan di luar pengawasan orang tua. 
Penyuluhan CTPS, PHBS, dan Penanggulangan DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tembuku I Yulianti, Anysiah Elly; Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Hadi, M. Choirul; Aryasih, I Gusti Ayu Made; Widyasari, Ida Ayu Putri Genta; Astari, Ni Putu Nadia
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.3726

Abstract

Pada anak sekolah salahsatu permasalahan yang disebabkan oleh perilaku yaitu masalah kesehatan perorangan dan lingkungan. Masalah tersebut disebabkan oleh karena kurangnya kesadaran dari seseorang akan kebersihan tangan yaitu masalah diare. Kejadian diare terjadi setiap tahunnya sebanyak 6 juta anak meninggal karena diare di dunia, Indonesia merupakan negara dengan kematian diare tersebut. Anak usia kurang dari 5 tahun diperkirakan meninggal setiap tahunnya dari 10 juta anak, sekitar 20% meninggal disebabkan karena infeksi diare (Wicaksana Rachman, 2018). Cuci tangan menggunakan air dan sabun merupakan upaya untuk pencegahan dan penularan dari sebuah penyakit, salahsatunya penyakit diare. Kuman pada tangan dapat dibunuh dengan cara cuci menggunakan sabun. Kuman mati akibat cuci tangan menggunakan sabun sebanyak 73%. Hand sanitizer tidak lebih efektif dari pada cuci tangan menggunakan sabun 60% (Ervira et al., 2021). World Health Organization (WHO) mendukung pentingnya membudayakan cuci tangan menggunakan sabun yang dilakukan dengan baik dan dengan benar. Metode penyuluhan menggunakan metode deskriptif observasional, meliputi penyampaian materi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui presentasi interaktif dengan poster dan slide. Siswa dilibatkan dalam praktik langsung mencuci tangan dengan benar dengan panduan lagu, dan demonstrasi langsung oleh fasilitator. Observasi terhadap partisipasi siswa dilakukan untuk memantau interaksi langsung antara fasilitator dan siswa, serta evaluasi praktik cuci tangan dan perilaku hidup bersih. Pemberian materi tersebut, ditujukan agar siswa/i dapat memiliki pengetahuan lebih baik tentang bagaimana cara menjaga kebersihan diri sendiri seperti mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik, bagaimana menerapkan pola hidup yang sehat, bagaimana mengantisipasi penyakit – penyakit yang berkaitan dengan lingkungan seperti diare dan demam berdarah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena banyak penyakit yang bisa dicegah jika masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat. Anak sekolah merupakan kelompok usia yang rentan untuk mengalami masalah kesehatan karena sebagian waktunya dihabiskan di luar lingkungan rumah dan di luar pengawasan orang tua. 
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Gita Asrama Mandala Denpasar Yulianti, Anysiah Elly; Hadi, Mochammad Choirul; Meirani, Ni Luh Putu Dea
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i2.3048

Abstract

Abstract. The results of the researchers' initial observations carried out at the Gita Asrama Mandala Foundation Vocational High School (SMK) found that there were still many students throwing rubbish carelessly, there was a lack of availability of clean water in latrines, many students were swearing, and there was a lack of awareness among members of mosquito larvae. The aim of this research is to find out how knowledge is related to the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) of SMK students at the Gita Asrama Mandala Foundation, Denpasar. This research used an analytical observational method with a Cross Sectional approach. The results showed that the knowledge value was in the good category with a percentage of 43.2% and the application of PHBS is in the good category with a percentage of 56.8%. The statistical test results used the chi-square test asymp.sig (2-sided) value of 0.000 α (0.05). It also has a level of relationship with a Contingency Coefficient (CC) value = 0.334, which indicates that the relationship between the knowledge variable and the implementation of PHBS is low. The management of the Gita Asrama Mandala Denpasar Foundation Vocational High School is expected to further increase students' knowledge, especially understanding the importance of implementing PHBS in the school environment and its surroundings.Keywords: Knowledge, application of PHBS, vocational school students
Media Video Edukasi Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun Siswa Sekolah Dasar Rahayu, Ni Ketut Werdi; Sudiadnyana, I Wayan; Hadi, M. Choirul; Jana, I Wayan; Aryasih, I G A Made
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4068

Abstract

Title:  Effective Educational Video Media to Improve Elementary School Students' Knowledge and Skills of Handwashing with Soap  (silahkan di isi judul bahasa inggrisnya, jangan di buang atau di hapus)Background: Counseling on hand washing with soap using educational video media has never been done in SD Negeri 2 Serangan and students do not know the steps to wash their hands properly. The purpose of the study was to determine the benefits of educational video media to improve the knowledge and skills of hand washing with soap of elementary school students.Method: The type of research used Pre Experimental with One Group Pretest Posttest Design. Statistical test of increasing knowledge and skills of washing hands with soap after the intervention using Paired T-Test.Result:  The average knowledge before the intervention was 5.90 and after the intervention 8.38 with an increase of 42%, while the average skills before the intervention were 5.43 and after the intervention 7.49 with an increase of 39%. The results of the statistical test calculations using the Paired T-Test test showed that the asymp. Sig (2-tailed) value was 0.000 α (0.05), both for student knowledge and skills.Conclusion:  There was an increase in knowledge and skills before and after washing hands with soap after being given an intervention in the form of counseling using educational video media. The increase was influenced by factors of media utilization, as well as additional information about hand washing.ABSTRAK Latar belakang: Penyuluhan cuci tangan pakai sabun menggunakan media video edukasi belum pernah dilakukan di SD Negeri 2 Serangan dan siswa belum mengetahui langkah mencuci tangan dengan benar. Tujuan penelitian mengetahui manfaat media video edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pakai sabun siswa sekolah dasar.Metode: Jenis penelitian menggunakan Pre Experimental dengan rancangan One Grop Pretest Posttest Design. Uji statistik peningakatan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pakai sabun setelah setelah dilakukan intervensi menggunakan uji Paired T-Test.Hasil: Rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 5.90 dan sesudah intervensi 8.38 dengan peningkatan sebanayak 42% , sedangkan rata-rata keterampilan sebelum  intervensi adalah 5.43 dan sesudah intervensi 7.49 dengan peningkatan 39%. Hasil perhitungan uji statistik menggunakan uji Paired T-Test diketahui bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,000 α (0,05), baik untuk  pengetahuan dan maupun keterampilan siswa.Simpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah cuci tangan pakai sabun setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan dengan menggunakan media vidio edukasi. Peningkatan dipengaruhi faktor pemanfaatan media, serta tambahan informasi mengenai cuci tangan
Peningkatan Kesehatan Lingkungan Melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pengendalian Lalat di Desa Sakti, Nusa Penida, Bali Hadi, Mochammad Choirul; Sujaya, I Nyoman; Sudiadnyana, I Wayan; Habibah, Nur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i3.187

Abstract

Desa Sakti berada di wilayah Pulau Nusa Penida dengan daya tarik wisata khasnya Gamat Bay. Desa Sakti memiliki jenis mangga lokal yang potensial menjadi komoditi pendukung wisata, namun panen tidak maksimal karena terkendala dengan banyaknya lalat saat musim buah. Lalat juga dapat mengganggu kesehatan dan mempengaruhi aktivitas pariwisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang upaya pengendalian lalat dan keterampilan membuat flytrap dan attractant secara mandiri. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pre-test, penyampaian materi, post-test, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan tentang upaya pengendalian lalat sebesar 65,25%, sertifikat HAKI untuk leaflet media edukasi, publikasi kegiatan pada media cetak online, pemasangan flytrap di sekitar pemukiman dan perkebunan khalayak sasaran. Kegiatan telah ditindaklanjuti dengan MOU sehingga keberlanjutan dan evaluasi dapat terus dilakukan.
A SIMPLE SPECTROPHOTOMETRIC METHOD FOR THE QUANTITATIVE ANALYSIS OF PHOSPHATE IN THE WATER SAMPLES Habibah, Nur; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Shri; Karta, I Wayan; Sundari, Cokorda Dewi Widhya Hana; Hadi, Mochammad Choirul
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.644 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v7i2.13940

Abstract

A simple spectrophotometric method was used to determine the phosphate content in the water sampels. The method is based on the formation of molybdenum blue complex from the reaction of orthophosphate and ammonium molybdate followed by reduction with ascorbic acid in the aqueous sulfuric acid medium. The color intensity of the molybdenum blue complex is proportionally to the phosphate content in the solution. The system obeys Lamber-Beer’s Law at the 890 nm in the concentration range of 0.1-1 mg P/L and the linier calibration graph was obtained with the slope, 0.6334, intercept, 0.0074 and correlation coefficient of 0.9988. This official method was also used for the quantitative analysis of phosphate in the water samples and the satisfactory result was obtained. The range of phosphate concentration in the water samples are 0.033 – 2.943 mg P/L.
Efektivitas Berbagai Umpan Perangkap Lalat di Pasar Ikan dan Pasar Tradisional Hadi, Mochammad Choirul; Sujaya, I Nyoman; Habibah, Nur
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.904 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.41477

Abstract

Manfaat Methyl eugenol sebagai bahan kimia yang digunakan untuk atraktan, khususnya bagi lalat buah menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lalat yang masuk perangkap dengan diberi umpan yang berbeda, antara lain Methyl eugenol, Methyl pyrazine, jeroan ikan, dan jeroan ayam. Penelitian ini merupakan jenis Quasi eksperimental yang dilakukan dalam 4 tahap penelitian yakni penempatan fly trap, pengecekan tahap I, pengecekan tahap II, dan pengambilan data akhir. Penelitian dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda yakni pasar tradisional dan pasar ikan. Setiap umpan diletakkan pada 5 perangkap lalat atau dalam sehari dipasang 40 unit di kedua pasar. Data berupa jumlah lalat yang terperangkap dengan berbagai variasi umpan pada penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan Uji Anova, yang dilanjutkan dengan Test Homogeneity of Variance untuk mengetahui homogenitas data dan Pos Hoc Test menggunakan Metode Tukey untuk mengetahui signifikansi perbedaan efektivitas jenis umpan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jenis lalat yang terperangkap. Lalat yang paling banyak terperangkap di pasar ikan adalah jenis lalat rumah, sedangkan di pasar tradisional lebih banyak diperoleh jenis lalat buah. Berdasarkan jenis umpan yang digunakan, diketahui bahwa lalat rumah lebih menyukai umpan jeroan ayam, sedangkan lalat buah lebih tertarik terhadap umpan Methyl eugenol.
Pengaruh Atraktan Limbah Ikan Pada Fly Trap Sebagai Penurunan Kepadatan Lalat Di Pasar Tradisional Srikerthi Desa Padangsambian Kelod Tahun 2023 Putra, I Gede Arianata; Yulianti, Anysiah Elly; Hadi, M. Choirul; Sali, I Wayan
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i1.3312

Abstract

 Flies insects that transmit several diseases to humans. A way to control fly density using fly traps with addition fish waste attractants. With aim to determine effect adding fish waste attractants the fly trap decrease fly density. This research method is Pre Experiment research with design model One Group Pre Test Post Test Control, with Paired T-Test data analysis. The results showed there was effect adding fish waste attractants fly trap. Based on results the Paired t-test, count of 3.586 was obtained and sig value (0.006) alpha = (0.05). From results study before installation highest fly trap pointI of 8 tails in high and lowest categories pointIX, X of 2 tails low category, after installation highest fly trap point II of 4 tails in medium category and lowest points VII,IX,X of 1 tail the low category. It can be concluded that there is an effect of adding fish waste attractants fly trap as a decrease fly density.
MEMBANTU PENANGANAN MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) Hadi, Mochammad Choirul; Kusumajaya, Anak Agung Ngurah; Marhaeni, Gusti Ayu; Mustika, I Wayan; Gejir, I Nyoman; Sudiantara, Ketut; Suardana, I Wayan; Puryana, I Gusti Putu Sudita; Dewi, Ni Nyoman Astika; Habibah, Nur
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i1.2115

Abstract

An integrated manner of Community Engagement Activities done by using the concept of Interprofessional Education (IPE) engages health workers and village midwives in the work area of Puskesmas Kerambitan I as the target. This activity aims to apply the IPE to improve community health status in the working area of Puskesmas Kerambitan I Tabanan Regency. In the implementation of community service activities used several methods, such as structured interview methods to explore public health problems, methods of extension for giving some health materials as well as, and methods of direct practice to the community during the day of health services. This activity successfully involves the target of training of 30 people consisting of Village Midwife and Community Health Center Staff and Health Workers from 7 villages as many as 21 people, and target of public health service as much as 98 out of 100 people invited Community Service Activity with IPE method is completed by involving all departments in Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Pengaruh Kualitas Fisik Udara Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III Di RSUD Giri Emas Pangestika, Ni Putu Widya; Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Rusminingsih, Ni Ketut; Hadi, Mochammad Choirul
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i2.4852

Abstract

Latar belakang: Kesehatan lingkungan rumah sakit bertujuan untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat dengan memperhatikan aspek fisik, kimia, biologi, radioaktivitas, dan sosial, melindungi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pengunjung, serta masyarakat sekitar dari potensi risiko lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas fisik udara terhadap kepuasan pasien ruang rawat inap kelas III di RSUD Giri Emas. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 66 orang pasien. Data primer didapatkan langsung dari hasil jawaban kuesioner wawancara dan hasil pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan, dan kebisingan di ruang rawat inap kelas III RSUD Giri Emas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 parameter Fisik lingkungan hanya 3 parameter yang berhubungan dengan kepuasan pasien yaitu parameter suhu 0,025 ( 0,05), parameter kebisingan 0,006 ( 0,05), dan parameter pencahayaan 0,001 ( 0,05) sedangkan parameter kelembaban tidak berhubungan dengan kepuasan pasien 0,305 ( 0,05). Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan untuk kepuasan pasien mayoritas responden sebanyak 38 responden (57,6%) merasa puas dan 8 responden (12,1%) sangat puas, sisanya 20 responden masih merasa kurang puas dan tidak puas hal ini perlu ditindak lanjuti dengan perhatian lebih pada fasilitas rumah sakit seperti AC, peredam suara, pemasangan tirai, humidifier, dan dehumidifier untuk tetap menjaga kepuasan pasien.