Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PETIK

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN TUTORIAL BERBASIS ARTICULATE ONLINE TERHADAP AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN PERAKITAN KOMPUTER Iman Nasrulloh
JURNAL PETIK Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v1i1.57

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kontribusi Penggunaan Model Pembelajaran Tutorial BerbasisArticulate Online Terhadap Aktifitas Dan Keterampilan Siswa Dalam PerakitanKomputer“. Masalah dalam penelitian ini penulis rumuskan sebagai berikut: :”Berapabesarnya kontribusi penggunaan model pembelajaran tutorial berbasis articulate onlineterhadap aktifitas dan keterampilan siswa dalam perakitan komputer”. Berdasarkanrumusan masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidaknyakontribusi penggunaan model pembelajaran tutorial berbasis articulate online terhadapaktifitas dan keterampilan siswa dalam perakitan komputer. Dari permasalah yangdiangkat dalam penelitian ini penulis menurunkan hipotesis :” Terdapat kontribusi yangsignifikan dan positif kontribusi penggunaan model pembelajaran tutorial berbasisarticulate online terhadap aktifitas dan keterampilan siswa dalam perakitan komputer”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yakni metodeyang bertujuan untuk menyelidiki variasi yang dimiliki suatu faktor berhubungan denganvariasi pada faktor – faktor lainnya pada satu kelompok subjek yang didasarkan padakoefisien korelasi. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh dengan angket dan tesobjektif dalam bentuk pilihan ganda dan menjodohkan yang diisi oleh siswa. Penelitianini dilakukan di SMK Al-Farizi Kelas X-1 Jurusan TKJ dengan sampel sebanyak satukelas. Pengolahan data yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan statistikkorelasi product moment dan uji signifikansi korelasi dengan uji-t. Pengujian hipotesisdilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan ttabel pada taraf kepercayaan95% dengan derajat kebebasan (dk) = 36. Berdasarkan hipotesis dan analisis data yangtelah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa : (1) Kontribusi penggunaan modelpembelajaran tutorial berbasis articulate online terhadap aktifitas dan keterampilan siswadalam perakitan komputer adalah baik sekali, karena skor rata-rata yang diperoleh 63,47(85%). (2) Keterampilan siswa yang menggunakan model pembelajaran tutorial berbasisarticulate online terhadap aktifitas dan keterampilan siswa dalam perakitan komputer diSMK Al-Farizi adalah baik, skor rata-rata yang diperoleh 18,79 (72%). (3) Kontribusipenggunaan model pembelajaran tutorial berbasis articulate online terhadap aktifitas danketerampilan siswa dalam perakitan komputer adalah 42,9%, sisanya sebanyak 57,1%ditentukan oleh faktor lain. Secara statistik dapat dinyatakan r = 0.67. Hal ini sesuaidengan uji hipotesis menggunakan uji signifikansi korelasi, karena thitung > ttabel (5,1 >2,029) maka Ho ditolak dan Hi diterima. Sehingga Terdapat kontribusi yang positif dansignifikan penggunaan model pembelajaran tutorial berbasis articulate online terhadapaktifitas dan keterampilan siswa dalam perakitan komputer.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT Iman Nasrulloh; Ali Ismail
JURNAL PETIK Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v3i1.355

Abstract

Penggunaan ICT sudah diterapkan mulai darijenjang pendidikan dasar, menengah, sampai ke perguruantinggi. Needs assessment dilaksanakan untuk mengevalusiperencanaan program yang telah dilaksanakan dan untukmemperbaiki perencanaan program selanjutnya berkaitandengan proses pembelajaran (desain, pengembangan,pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi). Penelitian inidigunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara,angket guru dan siswa. Pelaksanaan mengajar diperoleh datasebesar (77.6%) konvensional (tatap muka). Tingginyapelaksanaan pembelajaran konvensional (tatap muka)dikarenakan penyusunan bahan ajar yang lebih praktisdibandingkan dengan pembelajaran berbasis online (web basedlearning). Siswa sangat setuju terhadap pembelajaran berbasisonline (web based learning) 85.1%. Perumusan tujuanpembelajaran khusus hanya meliputi audience dan behavior.Metode mengajar umumnya guru menerapkan metode ceramahmenggunakan media slide power point yang disajikan melaluiproyektor. Pengelolaan ICT diwujudkan adanya koordinatoryang bertanggung jawab atas peralatan dan kelengkapan.Faktor-faktor yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasisICT, yaitu: 1) kemampuan merancang pembelajaran berbasisonline; 2) Pelaksanaan pelatihan guru; 3) kemampuanmenerapkan konsep pada situasi baru dengan cara yangberbeda; 4) menjadikan sekolah sebagai organisasi belajar; 5)Sekolah mampu mengelola dalam merencanakan,mengorganisasikan, pengkoordinasian dan supervisi; 6)kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan langkahyang sistematis dalam desain pembelajaran; 7) kemampuanuntuk mengembangkan dan mengevaluasi produk
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berbasis ICT Nasrulloh, Iman; Ismail, Ali
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v3i1.1582

Abstract

Abstrak — Penggunaan ICT sudah diterapkan mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, sampai ke perguruan tinggi. Needs assessment dilaksanakan untuk mengevalusi perencanaan program yang telah dilaksanakan dan untuk memperbaiki perencanaan program selanjutnya berkaitan dengan proses pembelajaran (desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi). Penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket guru dan siswa. Pelaksanaan mengajar diperoleh data sebesar (77.6%) konvensional (tatap muka). Tingginya pelaksanaan pembelajaran konvensional (tatap muka) dikarenakan penyusunan bahan ajar yang lebih praktis dibandingkan dengan pembelajaran berbasis online (web based learning). Siswa sangat setuju terhadap pembelajaran berbasis online (web based learning) 85.1%. Perumusan tujuan pembelajaran khusus hanya meliputi audience dan behavior. Metode mengajar umumnya guru menerapkan metode ceramah menggunakan media slide power point yang disajikan melalui proyektor. Pengelolaan ICT diwujudkan adanya koordinator yang bertanggung jawab atas peralatan dan kelengkapan. Faktor-faktor yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasis ICT, yaitu: 1) kemampuan merancang pembelajaran berbasis online; 2) Pelaksanaan pelatihan guru; 3) kemampuan menerapkan konsep pada situasi baru dengan cara yang berbeda; 4) menjadikan sekolah sebagai organisasi belajar; 5) Sekolah mampu mengelola dalam merencanakan, mengorganisasikan, pengkoordinasian dan supervisi; 6) kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan langkah yang sistematis dalam desain pembelajaran; 7) kemampuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi produk. Kata Kunci — Needs Assesment, Pembelajaran Berbasis ICT