Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN PETUGAS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Elmina Tampubolon; Friska Ernita Sitorus; Efriza Efriza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.385 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v1i3.710

Abstract

The Puskesmas Integrated Recording and Reporting System (SP2TP) is intended to meet administrative needs at higher levels in order to develop, establish policies and be utilized by Puskesmas to improve Puskesmas efforts, through planning, mobilizing, implementing, monitoring, controlling and assessing. The training for SP2TP officers in South Tapanuli Regency is aimed at increasing the capacity and capability of human resources in managing common problems. The training was carried out using the lecture method interspersed with discussions and brain storming to stimulate the training atmosphere. The training participants are invited to express their opinions, especially the problems faced at the puskesmas in managing SP2TP, so that solutions can be found together. Participants were given a question about data processing, in the form of items in the SP2TP format so that it became useful information. This is done so that the absorption of SP2TP material can be maximized so that it can be directly practiced in managing SP2TP problems at their respective health centers.
PENYULUHAN TENTANG PERTUMBUHAN FISIK DAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI KECAMATAN BIRU-BIRU Fithri Handayani Lubis; Bunga Mari Sembiring; Hengky Frengki Manulang; Herawati Bukit; Friska Ernita Sitorus; Alprindo Sembiring
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 1 No 4 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.891 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v1i4.726

Abstract

The physical and motor development of a child is influenced by many factors, one of which is the labor process. The labor process can be divided into two parts: natural delivery and caesarean section. During spontaneous labor, babies actively experience the labor reflex, but babies born by cesarean section do not experience the labor reflex. Early development of the adult infant brain is influenced by reflex mechanisms, including primitive intrauterine reflexes, birth reflexes, primitive postnatal reflexes, and natural reflexes. Indigenous reflexes, on average, were masked by functional exercise at 6 months of age. Persistent primitive reflexes indicate a developmental disorder. Motor development controls the development of body movements by coordinating the activities of the central nervous system, peripheral nerves, and muscles. This control of movement is due to the development of reflexes that begin in the womb. The development of athletic achievement can be divided into two types. In other words, thorough motor skills and fine motor skills. Overall movement is an aspect of motor (movement) and postural (positional) development, and fine motor skills include mature motor function, good neuromuscular coordination, accurate visual function, and non-verbal intellectual skills.
PEMBERIAN EDUKASI DAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN INFARK MIOCARD DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2022 DANIEL SURANTA GINTING; Rini Debora Silalahi; Joko Sutejo; Zuliawati Zuliawati; Friska Ernita Sitorus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.092 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v2i3.917

Abstract

Acute Myocardial Infarction (AMI) also known as cardiac arrest, coronary occlusion, or simply coronary, is a life-threatening condition characterized by the formation of localized necrotic areas within the myocardium. Anxiety is the strongest predictor of disease. To reduce one's anxiety, it is necessary to have the ability to accept a process of change. A person in a conscious and not anxious state is able to make someone accept what is experienced. Acceptance will make a good psychological change, so good acceptance will make a positive change of mind. One that is very influential on the psychological state of patients with heart disorders so that they will be able to change the patient's coping patterns in dealing with illness and living their lives is the emergence of anxiety. All clients are prone to feelings of anxiety when they seek help with health problems. Easy and appropriate nursing interventions are needed in AMI patients to help reduce anxiety in supporting patient recovery. Community service providing education and progressive relaxation techniques to the level of anxiety of myocardial infarction patients are patients who are treated at RSUD Dr. Pirngadi Medan. Anxiety is closely related to feelings of uncertainty and helplessness, this emotional state has no specific object. Anxiety is different from fear. From the analysis of five articles on independent nursing interventions to reduce anxiety in AMI patients, it is concluded that aromatherapy interventions are very effective in helping reduce anxiety in AMI patients. The results of the study can be considered nursing interventions to reduce anxiety in AMI patients by providing education and progressive relaxation techniques
Hubungan Karakteristik Model Praktek Keperawatan Profesional Dengan Kinerja Perawat Leni Surniati Silaban; Friska Ernita Sitorus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4573

Abstract

Keperawatan sebagai profesi dan tenaga profesional bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi dan kewenangan yang dimiliki secara mandiri maupun bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lain. Demi tercapainya kualitas pelayanan keperawatan maka pelayanan keperawatan didasarkan pada profesionalisme untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan secara komprehensif. Pemberian asuhan keperawatan dalam satu ruangan sangat dipengaruhi tercukupinya jumlah tenaga keperawatan, ruangan perawatan menentukan berapa banyak tenaga perawat yang dibutuhkan, karena bila tenaganya kurang menghambat pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Peran dan fungsi masing-masing tenaga sangat menetukan bagaimana pengelolaan pemberian asuhan keperawatan. Pengaturan pada masing-masing perawat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Model Praktek Keperawatan Profesional Dengan Kinerja Perawat. Penelitian ini analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang diambil dengan menggunakan consecutive sampling. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan Tenaga Keperawatan dengan kinerja perawat p-value 0,02, terdapat hubungan Jenis Tenaga Keperawatan dengan kinerja perawat p-value 0,02, dan terdapat hubungan Metode Pemberian ASKEP dengan kinerja perawat p-value 0,04t. Diharapkan bagi tim manajemen untuk mempertimbangkan agar dilakukan evaluasi pada penerapan MPKP dan adanya suatu sosialisasi bila akan diberlakukan suatu konsep dalam menrapkan metode pemberian asuhan keperawatan
Hubungan Penerapan Manajemen Dengan Kinerja Petugas Kesehatan Friska Ernita Sitorus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3224

Abstract

Kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Pihak manajemen juga dapat menggunakan pengukuran kinerja sebagai alat untuk mengevaluasi organisasi. Dalam rangka peningkatan manajemen di tingkat Puskesmas, maka unsur-unsur manajemen yang terdiri atas perencanaan, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, pengendalian dan penilaian telah dikernbangkan. Penerapan fungsi-fungsi manajemen sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai puskesmas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan manajemen dengan kinerja petugas kesehatan. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan sebanyak 150 orang dengan jumlah sampel 88 orang. Sampel diambil dengan menggunakan consecutive sampling. Penelitian ini dianalisis uji chi-square dan Regresi Logistik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perencanaan, (p-value 0,02), pelaksanaan dan pengendalian (p-value 0,01), pengawasan dan pertagnggungjawaban (p-value 0,00) mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja petugas kesehatan. Berdasarkan analisis multivariate didapatkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan adalah Pengawasan dan Pertanggungjawaban dimana p-value 0.03 dan nilai Exp (B) 5,885 dimana Pengawasan dan Pertanggungjawaban yang dilakukan dengan baik mempunyai peluang 5.885 kali petugas kesehatan melakukan kinerja yang baik dibandingkan dengan Pengawasan dan Pertanggungjawaban yang cukup. perencanaan, (p-value 0,02), pelaksanaan dan pengendalian (p-value 0,01), pengawasan dan pertagnggungjawaban (p-value 0,00) mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja petugas
Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dan Hipertensi Ivonna Hasfika; Suci Erawati; Friska Ernita Sitorus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3226

Abstract

Diabetes Mellitus - Hipertensi (DM-HT) adalah intoleransi karbohidrat yang ditandai dengan resistensi insulin, defisiensi insulin relatif, produksi glukosa berlebih oleh hati dan hiperglikemia. Diabetes dan komplikasinya membawa kerugian besar bagi penderita diabetes dan keluarga. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikannya adalah dengan latihan prolanis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap tekanan darah dan pengendalian kadar glukosa darah pada pasien DM Tipe II dan Hipertensi di Puskesmas Aek Habil Sibolga. Jenis penelitian dengan menggunakan one group pre and post test dimana penelitiannya terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes tipe II dan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Aek Habil dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Paired t-test. Sebelum dianalisis dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu dimana diperoleh hasil untuk data kadar gula darah terdistribusi normal dan untuk data tekanan darah sistol dan diastol tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh senam prolanis terhadap gula darah dengan signifikansi 0,001. Pada tekanan darah didapatkan hasil ada pengaruh senam prolanis terhadap perubahan tekanan darah sistol dengan signifikansi 0,000, dan tekanan darah diastol dengan signifikansi 0,00. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Senam Prolanis terhadap pengendalian kadar gula darah dan tekanan darah pada penderita Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya penanganan penyakit diabetes melitus dengan mengoptimalkan kegiatan senam prolanis.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF EFFICACY PENDERITA TB PARU Rostiodertina Girsang; Friska Ernita Sitorus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.5976

Abstract

Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Penyakit ini menjadi penyebab kematian terbanyak kedua akibat penyakit infeksi. WHO telah mencanangkan tuberculosis sebagai global publik health emergency. Peningkatan efikasi diri berhubungan dengan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan, perilaku promosi kesehatan dan menurunkan gejala fisik dan psikologis. Efikasi diri memiliki peran dalam inisiasi dan menjaga perilaku kesehatan, sehingga diyakini bahwa  peningkatan efikasi pada perilaku kesehatan akan mengakibatkan perbaikan kesehatan dan meningkatkan perilaku serta kualitas hidupnya Penelitian ini bertujuan Untuk analisis faktor yang berhubungan dengan self efficacy penderita TB Paru menjalani pengobatan di puskesmas delitua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian dilaksanakan Puskesmas Deli Tua. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien MDR yang berkunjung kepuskesmas Delitua dengan jumlah sampel 96 orang Penelitian ini dilakukan dalam waktu 1 tahun terhadap 96 orang responden. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 1 tahun terhadap 96 orang responden. Analisis dapat dilakukan  secara univariat, bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan usia, jarak layanan kesehatan, pekerjaan, pendapatan dan riwayat penyakit lain dengan Self-Efficacy Penderita Tb Paru Menjalani Pengobatan. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada Penderita TB paru dalam meningkatkan kepercayaan diri selama proses pengobatan.
Locus Control And Obedience in Covid-19 Prevention Hariati Hariati; Friska Ernita Sitorus; Rostiodertina Girsang; Jon Piter Sinaga; Firdaus Fahdi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.6277

Abstract

Background: Locus control is dimensions psychology at play important in self elderly in application Covid-19 prevention. Purpose:  for knowing knowing connection locus control to obedience elderly in doing protocol health Covid-19 prevention. Method : Study this is correlative . Research samples as many as 209 elderly with cluster sampling based on 5 villages and simple random sampling based on population data  Study this will held in 1 year in Work Area Deli Tua Health Center . Instruments in the form of questionnaire locus control . Results: Research results obtained that there is connection locus control to obedience elderly in application proces Covid-19 prevention in the elderly. Conclusion: Importance observation to locus control To use increase obedience.
Sistem Kesehatan Tangguh Menghadapi Pandemi COVID-19: Kajian Ketahanan RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari Jambi J. EL- Matury, Herlina; Handayani, Shintya; Ginting, Selamat; Sari, Nur Mala; Sitorus, Friska Ernita; Sembiring, Bunga Mari; Batubara, Saiful
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1120

Abstract

The COVID-19 outbreak is a global public health emergency of international concern. Cases of COVID-19 spread in many countries across the continent and were marked as a pandemic. COVID-19 is growing rapidly, requiring hospitals to prepare preparedness measures related to managing the pandemic while continuing to provide essential services to other patients who need treatment. This study aims to assess the resiliency capacity of RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari Jambi against the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive approach. Assessment using the N-COV Hospital Readiness Checklist. The results show that the readiness to respond to the COVID-19 pandemic shows an achievement of 95.6%, which means that HAMBA Hospital is ready to face the COVID-19 pandemic disaster. HAMBA Hospital has taken preparedness steps according to the guidelines from the World Health Organization (WHO) in handling.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HEALTHY EATHING INDEX UNTUK PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Hariati, Hariati; Sitorus, Friska Ernita; Girsang, Rostiodertina; Barus, Dewi Tiansa; Zuliawati, Zuliawati; Purba, Rentawati; Sembiring, Alprindo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i1.1668

Abstract

Diabetes Mellitus is a disease that cannot be cured but can be controlled. To control diabetes mellitus requires knowledge and abilities from the community. In connection with the high incidence of diabetes mellitus in hamlet IV Sidodadi Village, it is necessary to carry out outreach activities regarding Increasing Knowledge about the Healthy Eating Index to Prevent Diabetes Mellitus. The foods that can be consumed at home as a way to prevent Diabetes Mellitus are foods made from whole grains or complex carbohydrates such as brown rice, baked potatoes, oatmeal, whole grain bread and cereals, replacing sugar with low-fat sweeteners. calories, lean meat steamed, boiled, grilled and grilled, vegetables processed by boiling, steaming, grilling or consumed raw, fresh fruit, nuts, including soybeans in the form of steamed, cooked tofu for soups and stir-fries, low-fat dairy products and eggs, fish such as tuna, salmon, sardines and mackerel, if you adopt a healthy diet, your body weight will remain ideal, blood sugar levels will be stable, and you will avoid the risk of heart disease. The benefit of carrying out this service activity is that the residents of Dusun IV, Sidodadi Village understand more about diabetes mellitus properly and development in the health sector, especially the health of the elderly, improves as this activity is held.