Ida Bagus Kade Suardana
Laboratorium Virologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. JL. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234.

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Seroprevalensi Tetelo pada Peternakan Itik di Desa Takmung Kabupaten Klungkung Cahyani, Ni Luh Risna; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.641

Abstract

Itik merupakan salah satu jenis komoditas ternak di Indonesia yang mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai penghasil telur dan daging. Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang itik adalah tetelo dimana penyakit ini sangat merugikan bagi industri peternakan unggas. Penyakit ini dapat menyerang ayam, itik dan kalkun dengan gejala klinis tremor, tortikolis, dan inkordinasi. Penyebaran penyakit ini melalui kontak langsung dari itik yang terinfeksi ke itik yang sehat. Penyakit ini telah mewabah diseluruh Indonesia termasuk Provinsi Bali. Seroprevalensi tetelo di Kabupaten Klungkung sekitar 46.2% pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa seroprevalensi tetelo pada itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung tahun 2019. Sampel penelitian adalah serum itik yang diambil dari tiga peternakan di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung. Pada setiap peternakan diambil sebanyak 50 sampel. Maka total sampel sebanyak 150 sampel serum itik yang tidak divaksinasi. Serum diuji serologi menggunakan uji hambatan hemaglutinasi (HI) di Laboratorium Virologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Takmung kabupaten, Kabupaten Klungkung terinfeksi virus tetelo dengan seroprevalensi sebesar 5.33%.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo pada Peternakan Itik di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Lijung, Derfina; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.787

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh Paramyxovirus dan merupakan penyakit endemik hampir diseluruh dunia kecuali di Benua Antartika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seroprevalensi penyakit tetelo pada itik di peternakan itik petelur di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Sampel penelitian sebanyak 76 sampel berasal dari darah itik yang diternakkan secara ekstensif di Desa Baha. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dan melalui vena brachialis itik yang berumur enam bulan serta belum pernah diberikan vaksin tetelo. Keberadaan virus dideteksi dengan uji hambatan hemaglutinasi (Haemaglutination Inhibition Test/ HI test). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 sampel yang diperiksa, tiga sampel menunjukkan hasil positif dengan titer antibodi 22-25 HI unit. Simpulannya adalah seroprevalensi penyakit tetelo pada peternakan itik di Desa Baha sebesar 3,94%. Seroprevalensi ini menggambarkan bahwa telah terjadi paparan virus tetelo pada ternak itik yang dipelihara secara ekstensif di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung Tidak Memengaruhi Respons Antibodi terhadap Flu Burung Subtipe H5N1 Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia; Sudira, I Wayan; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.604

Abstract

Flu burung (Avian Influenza) atau AI merupakan penyakit zoonosis berbahaya dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Pencegahan penyakit flu burung dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi. Permasalahan di lapangan, tidak semua vaksin dapat menghasilkan titer antibodi yang tinggi akibat berbagai faktor. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebutadalah pemberian bahan yang mampu merangsang sistem imun (imunostimulator). Bahan alami yang mempunyai sifat sebagai imunostimulator adalah chalcone yang banyak terkandung pada tanaman ashitaba (Angelica keiskei). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian jamu daun ashitaba untuk meningkatkan titer antibodi pada ayam kampung pascavaksinasi flu burung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor ayam kampung yang dibagi menjadi lima perlakuan yang terdiri dari: P0 (kontrol), P1 (50 mg/ekor/hari), P2 (100 mg/ekor/hari), P3 (200 mg/ekor/hari) dan P4 (400 mg/ekor/hari). Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan satu kali sehari selama dua minggu. Pada hari ke-21 dilakukan vaksinasi dengan vaksin flu burung subtipe H5N1. Minggu ke-1, ke-2 dan ke-3 pascavaksinasi dilakukan pengambilan darah. Pemeriksaan titer antibodi flu burung dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Hasil penelitian menunjukkan rataan titer antibodi setiap perlakuan yaitu 2,4 HI log 2; 2,6 HI log 2; 3,8 HI log 2; 3,4 HI log 2; dan 1,8 HI log 2 yang artinya pemberian jamu daun ashitaba tidak dapat meningkatkan titer antibodi, sedangkan waktupengambilan darah berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan titer antibodi pada minggu ketiga pascavaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba pada ayam kampung tidak meningkatkan titer antibodi flu burung subtipe H5N1.
Titer Antibodi Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba (Angelica keiskei) Menurun Pascavaksinasi Penyakit Tetelo Widyaningsih, Putu Oka; Sudira, I Wayan; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian jamu daun ashitaba (Angelica keiskei) terhadap titer antibodi penyakit tetelo atau Newcastle Disease pada ayam kampung (Gallus domesticus). Objek penelitian sebanyak 25 ekor ayam kampung jantan yang dipelihara sejak umur 1-35 hari dengan lima perlakuan, yaitu: satu perlakuan kontrol tanpa diberikan jamu dan empat perlakuan diberikan jamu dengan dosis 50 mg per ekor/hari; 100 mg per ekor/hari; 200 mg per ekor/hari; dan 400 mg per ekor/hari. Vaksinasi penyakit tetelo atau ND aktif La Sota dilakukan pada hari ke 21. Serum diambil sebanyak tiga kali, yaitu: pravaksinasi (umur 18 hari), minggu ke-1, dan minggu ke-2 pascavaksinasi untuk uji hemaglutinasi dan uji hambatan hemaglutinasi. Hasil rerata titer antibodi ND pada ayam kampung yang diberikan jamu dosis 50 mg per ekor/hari; 100 mg per ekor/hari; 200 mg per ekor/hari; dan 400 mg per ekor/hari adalah 5,00 ± 3,80 HI log2; 4,27 ± 3,31 HI log2; 4,07 ± 3,63 HI log2; 3,67 ± 2,35 HI log2; dan 3,73 ± 2,89 HI log2. Hasil penelitian diperoleh titer antibodi ND pada kontrol signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan jamu dosis 200 mg per ekor/hari dan 400 mg per ekor/hari sedangkan perbandingan titer antibodi pada semua perlakuan lainnya tidak berbeda secara signifikan. Hal ini menunjukkan pemberian jamu menghasilkan titer antibodi lebih rendah dari kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah jamu daun ashitaba tidak dapat meningkatkan titer antibodi ayam kampung.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo pada Ayam Kampung yang Disembelih di Rumah Potong Unggas di Kota Denpasar Yulianti, Vanesya; Suardana, Ida Bagus Kade; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.392

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu penyakit infeksius yang penting dalam industri peternakan. Penyakit ND di Indonesia masih bersifat endemis termasuk di wilayah Provinsi Bali. Ayam merupakan unggas yang paling peka terhadap penyakit ND. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah seroprevalensi penyakit ND pada ayam kampung di salah satu Rumah Potong Unggas (RPU) yang berlokasi di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Pengambilan sampel menggunakan metode acak lengkap/random sampling dan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan jumlah sampel 24 ekor ayam kampung tiap kali pengambilan. Sampel diuji serologi menggunakan uji Hambatan Hemaglutinasi Cepat (HI Cepat) dan Hambatan Hemaglutinasi Titrasi (HI Titer). Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi terhadap penyakit ND sebesar 19,4%. Waktu pengambilan sampel yang berbeda secara statistika menunjukkan hasil tidak ada perbedaan yang nyata. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, telah terjadi infeksi virus ND dengan kehadiran antibodi ND pada ayam kampung di salah satu RPU yang berlokasi di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
Titer Antibodi Pascavaksinasi Flu Burung Subtipe H5N1 pada Ternak Itik di Baha, Mengwi, Badung, Bali Marson, Fransiska Gratia Sonita; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.797

Abstract

Itik merupakan satu jenis unggas air yang kini menarik perhatian. Selain sebagai penghasil telur, itik juga merupakan salah satu sumber penyedia bahan pangan berupa daging yang bernilai gizi tinggi. Peternakan itik sering menghadapi kendala serangan penyakit, seperti virus flu burung atau Avian Influenza (AI). Virus AI disebabkan oleh virus dari famili Orthomyxoviridae, genus influenza tipe A, subtipe H5N1. Untuk mengatasi hal tersebut peternak pembibit melakukan vaksinasi pada itik umur 18 hari tanpa dilakukan pengulangan dan akan dijual pada saat itik berusia tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi flu burung subtipe H5N1 pascavaksinasi tunggal pada peternakan itik di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan dinyatakan dalam rerata titer dengan satuan Log 2. Pengambilan sampel serum dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak waktu pengambilan sampel yaitu dua minggu. Hasil penelitian menunjukan rerata titer antibodi pada tiga kali pengambilan adalah 0 ± 0,000, 0 ± 0,000 dan 0,45 ± 1,395 HI log2. Dari 60 sampel ditemukan dua sampel positif AI dengan persentase seroprevalensi 3,33%. Simpulannya adalah bahwa telah terjadi infeksi virus AI secara alami pada ternak itik yang digembalakan di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Hasil Pemantauan Pascavaksinasi Flu Burung pada Peternakan Itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung, Bali Suriana, Ni Komang Valerie; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.584

Abstract

Flu burung atau Avian Influenza (AI) merupakan penyakit virus menular strategis yang bersifat endemis di Indonesia. Virus AI dapat menyerang berbagai jenis unggas peliharaan termasuk kalkun, ayam, burung puyuh, angsa dan itik. Unggas air seperti itik merupakan reservoir semua subtipe H dan N virus Avian Influenza. Penelitian bertujuan untuk memantau hasil titer antibodi pascavaksinasi pada itik petelur dengan vaksin AI-H5N1 inaktif. Peternak melakukan vaksinasi pada umur 12 hari dan pengambilan darah dilakukan pada minggu petama, minggu kedua dan minggu ketiga pascavaksinasi. Sampel serum diambil sebanyak 20 dan di uji dengan uji serologis hambatan hemaglutinasi (HI). Hasil penelitian menunjukkan persentase seropositif pada minggu pertama 0%, minggu kedua 5%, dan minggu ketiga 10%. Periode pengambilan serum tidak berbeda nyata terhadap peningkatan titer antibodi. Sehingga belum mampu menimbulkan kekebalan terhadap AI-H5N1.
Ragam, Prevalensi dan Intensitas Infeksi Parasit pada Sapi Kelompok Tani Niti Sari Desa Baturiti Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Ida Ayu Pasti Apsari; Gusti Agung Ayu Yuniati Kencana; Gusti Ngurah Kade Mahardika; Nyoman Mantik Astawa; Anak Agung Sagung Kendran; I Nyoman Suartha; Srikayati Widyastuti; Ida Bagus Kade Suardana; I Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi; I Putu Sudiarta
Buletin Veteriner Udayana Vol. 14 No. 1 February 2022
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.523 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2022.v14.i01.p02

Abstract

Parasitic infections are inseparable from the epidemiological triangle, namely host, agent and environment. Bali cattle as host of parasitic agents are affected by infection by environmental conditions in the village of Baturiti. The purpose of this study was to determine the prevalence and intensity of parasitic infections in cattle from the Niti sari farmer group in Baturiti village. A total of 55 Bali cattle in Niti Sari farmer group cattle were used as samples. Stool samples are taken to check for the presence of parasites and predict the amount of parasitic load that infects. The method of checking the presence of parasites by floatation test and prediction of parasitic load by the Stool method. The results obtained were the prevalence of Coccidia protozoa 52.73% (29/55), Entamoeba sp.16.36% (9/55), Balantidium sp.20.9% (6/55) with intensity of infection respectively 1255.17 ± 964.82 oocysts/gram, 233.3 ± 250 cysts /gram and 150 ± 83.67 cysts/gram feces. The prevalence of Strongyl worm eggs is 61.82% (34/55), Strongyloides sp. 23.64% (13/55) and Toxocara sp. 18.18% with an infection intensity respectively of 420.59 ± 233.26 eggs/gram, 253.85 ± 64.55 eggs/gram and 130 ± 48.3 eggs / gram. Conclusion of Bali cattle in the farmer group Niti Sari Baturiti village infected with the parasitic protozoa Coccidia, Entamoeba sp and Balantidium sp. with low to moderate intensity. Infection by Strongyl, Strongyloides sp. and Toxocara sp. nematodes with low intensity.
Respon Imun Itik Bali Pascavaksinasi Newcastle Disease Anindya Novitasari; Ida Bagus Kade Suardana; I Putu Sampurna
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.245 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p04

Abstract

The purpose of this research was to know immune response of local bali duck post vaccination against Newcastle Disease, as well as the time required to form protective antibody titer. The research used completely randomized design with time as a treatment. The object of research was the serum of local bali duck. Blood was taken when pre-vaccination was done at aged three weeks old of the local Bali ducks, and then at the aged of four weeks old, vaccination was done subcutaneously. Post vaccination blood collection was performed four times in every oneweek intervals. The blood was taken from the cranial tibial vein by using 1 cc syringe. The serum was transferred to the Eppendorf tube. Then the antibody against Newcastle Disease titers were tested by using Hemaglutination inhibition (HI) test and expressed in Geometric Mean Titer (GMT) with units of Log 2. Antibody titer examination pre-vaccination was 0.83±0.408 Log 2. The mean of antibody titer at the first, second, third, and fourth week were 2±0.632 Log 2, 5.5±1.225 Log 2, 1.2±0.983 Log 2, dan 0.16±0.408 Log 2 respectively. The highest titer as well as was protective of the were reached in the second week post vaccination.
Tinjauan Ekonomi Persentase Karkas Sapi Bali Berdasarkan Asal Ternak yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal, Badung Bali devinda yuniastika; Ketut Tono Pasek Gelgel; Ida Bagus Kade Suardana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 2 August 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.893 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i02.p05

Abstract

Bali cattle are known to have a high percentage of carcasses. This study aims to determine the percentage of bali cattle carcasses from highland and lowland areas that were slaughtered in RPH Mambal Abiansemal district, Badung regency, Bali province, and to find out the selling price of carcasses from both regions. This study used 56 bali cattle from Bangli and Gianyar regencies. Data on the percentage of carcass based on animal origin were analyzed using Independent Samples T-Test to see whether there were differences. The relationship between life weight and carcass weight of Bali cattle and the total selling price is used by power regression analysis (Sampurna, 2012). The results showed a higher percentage of the carcass in Bangli Regency, resulting in higher and more profitable selling.