Ida Bagus Kade Suardana
Laboratorium Virologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. JL. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234.

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Seroprevalensi Tetelo pada Peternakan Itik di Desa Takmung Kabupaten Klungkung Cahyani, Ni Luh Risna; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.641

Abstract

Itik merupakan salah satu jenis komoditas ternak di Indonesia yang mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai penghasil telur dan daging. Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang itik adalah tetelo dimana penyakit ini sangat merugikan bagi industri peternakan unggas. Penyakit ini dapat menyerang ayam, itik dan kalkun dengan gejala klinis tremor, tortikolis, dan inkordinasi. Penyebaran penyakit ini melalui kontak langsung dari itik yang terinfeksi ke itik yang sehat. Penyakit ini telah mewabah diseluruh Indonesia termasuk Provinsi Bali. Seroprevalensi tetelo di Kabupaten Klungkung sekitar 46.2% pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa seroprevalensi tetelo pada itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung tahun 2019. Sampel penelitian adalah serum itik yang diambil dari tiga peternakan di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung. Pada setiap peternakan diambil sebanyak 50 sampel. Maka total sampel sebanyak 150 sampel serum itik yang tidak divaksinasi. Serum diuji serologi menggunakan uji hambatan hemaglutinasi (HI) di Laboratorium Virologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Takmung kabupaten, Kabupaten Klungkung terinfeksi virus tetelo dengan seroprevalensi sebesar 5.33%.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo pada Peternakan Itik di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Lijung, Derfina; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.787

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh Paramyxovirus dan merupakan penyakit endemik hampir diseluruh dunia kecuali di Benua Antartika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seroprevalensi penyakit tetelo pada itik di peternakan itik petelur di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Sampel penelitian sebanyak 76 sampel berasal dari darah itik yang diternakkan secara ekstensif di Desa Baha. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dan melalui vena brachialis itik yang berumur enam bulan serta belum pernah diberikan vaksin tetelo. Keberadaan virus dideteksi dengan uji hambatan hemaglutinasi (Haemaglutination Inhibition Test/ HI test). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 sampel yang diperiksa, tiga sampel menunjukkan hasil positif dengan titer antibodi 22-25 HI unit. Simpulannya adalah seroprevalensi penyakit tetelo pada peternakan itik di Desa Baha sebesar 3,94%. Seroprevalensi ini menggambarkan bahwa telah terjadi paparan virus tetelo pada ternak itik yang dipelihara secara ekstensif di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung Tidak Memengaruhi Respons Antibodi terhadap Flu Burung Subtipe H5N1 Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia; Sudira, I Wayan; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.604

Abstract

Flu burung (Avian Influenza) atau AI merupakan penyakit zoonosis berbahaya dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Pencegahan penyakit flu burung dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi. Permasalahan di lapangan, tidak semua vaksin dapat menghasilkan titer antibodi yang tinggi akibat berbagai faktor. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebutadalah pemberian bahan yang mampu merangsang sistem imun (imunostimulator). Bahan alami yang mempunyai sifat sebagai imunostimulator adalah chalcone yang banyak terkandung pada tanaman ashitaba (Angelica keiskei). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian jamu daun ashitaba untuk meningkatkan titer antibodi pada ayam kampung pascavaksinasi flu burung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor ayam kampung yang dibagi menjadi lima perlakuan yang terdiri dari: P0 (kontrol), P1 (50 mg/ekor/hari), P2 (100 mg/ekor/hari), P3 (200 mg/ekor/hari) dan P4 (400 mg/ekor/hari). Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan satu kali sehari selama dua minggu. Pada hari ke-21 dilakukan vaksinasi dengan vaksin flu burung subtipe H5N1. Minggu ke-1, ke-2 dan ke-3 pascavaksinasi dilakukan pengambilan darah. Pemeriksaan titer antibodi flu burung dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Hasil penelitian menunjukkan rataan titer antibodi setiap perlakuan yaitu 2,4 HI log 2; 2,6 HI log 2; 3,8 HI log 2; 3,4 HI log 2; dan 1,8 HI log 2 yang artinya pemberian jamu daun ashitaba tidak dapat meningkatkan titer antibodi, sedangkan waktupengambilan darah berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan titer antibodi pada minggu ketiga pascavaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba pada ayam kampung tidak meningkatkan titer antibodi flu burung subtipe H5N1.
Titer Antibodi Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba (Angelica keiskei) Menurun Pascavaksinasi Penyakit Tetelo Widyaningsih, Putu Oka; Sudira, I Wayan; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian jamu daun ashitaba (Angelica keiskei) terhadap titer antibodi penyakit tetelo atau Newcastle Disease pada ayam kampung (Gallus domesticus). Objek penelitian sebanyak 25 ekor ayam kampung jantan yang dipelihara sejak umur 1-35 hari dengan lima perlakuan, yaitu: satu perlakuan kontrol tanpa diberikan jamu dan empat perlakuan diberikan jamu dengan dosis 50 mg per ekor/hari; 100 mg per ekor/hari; 200 mg per ekor/hari; dan 400 mg per ekor/hari. Vaksinasi penyakit tetelo atau ND aktif La Sota dilakukan pada hari ke 21. Serum diambil sebanyak tiga kali, yaitu: pravaksinasi (umur 18 hari), minggu ke-1, dan minggu ke-2 pascavaksinasi untuk uji hemaglutinasi dan uji hambatan hemaglutinasi. Hasil rerata titer antibodi ND pada ayam kampung yang diberikan jamu dosis 50 mg per ekor/hari; 100 mg per ekor/hari; 200 mg per ekor/hari; dan 400 mg per ekor/hari adalah 5,00 ± 3,80 HI log2; 4,27 ± 3,31 HI log2; 4,07 ± 3,63 HI log2; 3,67 ± 2,35 HI log2; dan 3,73 ± 2,89 HI log2. Hasil penelitian diperoleh titer antibodi ND pada kontrol signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan jamu dosis 200 mg per ekor/hari dan 400 mg per ekor/hari sedangkan perbandingan titer antibodi pada semua perlakuan lainnya tidak berbeda secara signifikan. Hal ini menunjukkan pemberian jamu menghasilkan titer antibodi lebih rendah dari kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah jamu daun ashitaba tidak dapat meningkatkan titer antibodi ayam kampung.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo pada Ayam Kampung yang Disembelih di Rumah Potong Unggas di Kota Denpasar Yulianti, Vanesya; Suardana, Ida Bagus Kade; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.392

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu penyakit infeksius yang penting dalam industri peternakan. Penyakit ND di Indonesia masih bersifat endemis termasuk di wilayah Provinsi Bali. Ayam merupakan unggas yang paling peka terhadap penyakit ND. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah seroprevalensi penyakit ND pada ayam kampung di salah satu Rumah Potong Unggas (RPU) yang berlokasi di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Pengambilan sampel menggunakan metode acak lengkap/random sampling dan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan jumlah sampel 24 ekor ayam kampung tiap kali pengambilan. Sampel diuji serologi menggunakan uji Hambatan Hemaglutinasi Cepat (HI Cepat) dan Hambatan Hemaglutinasi Titrasi (HI Titer). Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi terhadap penyakit ND sebesar 19,4%. Waktu pengambilan sampel yang berbeda secara statistika menunjukkan hasil tidak ada perbedaan yang nyata. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, telah terjadi infeksi virus ND dengan kehadiran antibodi ND pada ayam kampung di salah satu RPU yang berlokasi di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
Titer Antibodi Pascavaksinasi Flu Burung Subtipe H5N1 pada Ternak Itik di Baha, Mengwi, Badung, Bali Marson, Fransiska Gratia Sonita; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.797

Abstract

Itik merupakan satu jenis unggas air yang kini menarik perhatian. Selain sebagai penghasil telur, itik juga merupakan salah satu sumber penyedia bahan pangan berupa daging yang bernilai gizi tinggi. Peternakan itik sering menghadapi kendala serangan penyakit, seperti virus flu burung atau Avian Influenza (AI). Virus AI disebabkan oleh virus dari famili Orthomyxoviridae, genus influenza tipe A, subtipe H5N1. Untuk mengatasi hal tersebut peternak pembibit melakukan vaksinasi pada itik umur 18 hari tanpa dilakukan pengulangan dan akan dijual pada saat itik berusia tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi flu burung subtipe H5N1 pascavaksinasi tunggal pada peternakan itik di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan dinyatakan dalam rerata titer dengan satuan Log 2. Pengambilan sampel serum dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak waktu pengambilan sampel yaitu dua minggu. Hasil penelitian menunjukan rerata titer antibodi pada tiga kali pengambilan adalah 0 ± 0,000, 0 ± 0,000 dan 0,45 ± 1,395 HI log2. Dari 60 sampel ditemukan dua sampel positif AI dengan persentase seroprevalensi 3,33%. Simpulannya adalah bahwa telah terjadi infeksi virus AI secara alami pada ternak itik yang digembalakan di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Hasil Pemantauan Pascavaksinasi Flu Burung pada Peternakan Itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung, Bali Suriana, Ni Komang Valerie; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.584

Abstract

Flu burung atau Avian Influenza (AI) merupakan penyakit virus menular strategis yang bersifat endemis di Indonesia. Virus AI dapat menyerang berbagai jenis unggas peliharaan termasuk kalkun, ayam, burung puyuh, angsa dan itik. Unggas air seperti itik merupakan reservoir semua subtipe H dan N virus Avian Influenza. Penelitian bertujuan untuk memantau hasil titer antibodi pascavaksinasi pada itik petelur dengan vaksin AI-H5N1 inaktif. Peternak melakukan vaksinasi pada umur 12 hari dan pengambilan darah dilakukan pada minggu petama, minggu kedua dan minggu ketiga pascavaksinasi. Sampel serum diambil sebanyak 20 dan di uji dengan uji serologis hambatan hemaglutinasi (HI). Hasil penelitian menunjukkan persentase seropositif pada minggu pertama 0%, minggu kedua 5%, dan minggu ketiga 10%. Periode pengambilan serum tidak berbeda nyata terhadap peningkatan titer antibodi. Sehingga belum mampu menimbulkan kekebalan terhadap AI-H5N1.
Penyuluhan dan Vaksinasi Ayam Buras di Desa Nyambu Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan G.A.Y Kencana; IN. Suartha; I.A.P. Apsari; Anak Agung Sagung Kendran; Ida Bagus Kade Suardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.584 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p14

Abstract

Hospes utama penyakit Flu Burung adalah unggas termasuk ayam buras yang berpotensi tinggi sebagai penular dan penyebar penyakit karena sistim pemeliharannya secara semi intensif. Kasus kematian manusia akibat Flu Burung pernah terjadi di Banjar Batugaing Desa Beraban Kecamatan Kediri. Desa Nyambu terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Populasi ayam buras di Kecamatan Kediri sebanyak 30.171 ekor pada tahun 2016. Mengingat potensi Desa Nyambu dengan penduduk yang kebanyakan memelihara ayam buras secara semi intensif, maka sangat rentan terjadinya penyebaran penyakit Flu Burung di Desa tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat di Desa Nyambu adalah untuk mencegah timbulnya penyakit Flu Burung yang ditularkan oleh unggas. Sasaran utama adalah masyarakat yang memelihara ayam buras. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan penyuluhan yang dilakukan pada tanggal 28 Juli 2018 di Kantor Desa Nyambu. Peserta penyuluhan adalah aparat Desa beserta masyarakat setempat. Materi penyuluhan meliputi pengenalan gejala klinis penyakit Flu Burung dan cara mencegah dengan vaksinasi. Vaksinasi pada ayam buras dilakukan dari satu rumah ke rumah lainnya (door to door) dengan menggunakan vaksin AI inaktif melalui suntikan intramuskuler pada paha. Sebanyak 230 ayam buras berbagai umur telah berhasil divaksinasi. Kata kunci: penyuluhan, vaksinasi, Flu Burung, ayam buras, Tabanan.
Immunological Detection of Rabies Virus in Brain Tissues of Infected Dogs by Monoclonal Antibodies Nyoman Mantik Astawa; Ida Bagus Kade Suardana; Luh Putu Agustini; Faiziah -
Jurnal Veteriner Vol 11 No 4 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.936 KB)

Abstract

In order to establish an immunological detection of rabies virus in tissues of infected dogs, monoclonalantibodies (mAbs) against rabies virus (RV) were produced. The mAbs were produced by fusion of mielomacells with the lymphocytes of mice immunized with RV. The mAbs produced were then characterized andused for the detection of rabies virus in brain tissues of infected dogs. Six mAbs designated CC6, EG4,DG10, BB12, CA9 dan EB5 were used in this study. In Western blotting test, some mAbs reacted with 66KDa which is the glycoprotein of the virus. In immunoperoxidase, 2 mAbs (CC6 and DG10) detected RVin the brain of infected dogs. By direct immunoflourescence, flourescence isotyocyanate (FITC) labelledDG10 mAbs detected RV in fresh and formaldehyde fixed brain tissues. RV was detected in 12 infecteddogs but not in normal uninfected dogs. In this study it was confirmed that rabies virus can be detected inthe brain tissues of infected dogs by monoclonal antibodies.
Deteksi Virus Classical Swine Fever di Bali dengan RT-PCR I Wayan Wirata; Ida Ayu Sri Chandra Dewi; I Gusti Ngurah Narendra Putra1,; Ida Bagus Oka Winaya; Ida Bagus Kade Suardana3,; Tri Komala Sari; I Nyoman Suartha; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Jurnal Veteriner Vol 11 No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.782 KB)

Abstract

Classical Swine Fever (CSF) virus has been confirmed for the first time in pig in Bali. The object of thisstudy was suspected CSF cases diagnosed at the diagnostic laboratory assistantship of the Faculty ofVeterinary Medicine, Udayana University, in 2007-2008. Total number of cases was 12. Case recordsincluded the signalment of case (breed, age, body weight, and the origin of respective case), clinical signs,post-mortem lesions, and histological pictures. CSF virus was confirmed using the standardized reversetranscriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) for CSF from European Union. One RT-PCR productwas sequenced. CSF virus was confirmed in seven out of 12 cases (58%). The cDNA sequence wasconfirmed to be specific of CSF E2 protein coding region with 98% homology to one isolate from China thatwas available in GeneBank. Further works are recommended to elucidate the sensitivity of RT-PCR, toclarify some differential diagnose, and to find out the genetic variation of CSF virus in Bali.Key words: classical swine fever virus, Bali, RT-PCR
Co-Authors Akbar, Saiful Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Sagung Kendran Anindya Novitasari Arinata, I Ketut Teguh Azizah, Hidayatul Brigita Galilea Adu Cahyani, Ni Luh Risna Desak Wiga Puspita Dewi devinda yuniastika Dewi, Desak Made Wiga Puspita Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Elviana, Dina Faiziah - Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yuniati Kencana Gusti Ngurah Narendra Putra Hanesty Jantiko, Hanesty I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Ketut Berata I Made Kardena I Made Sukada I Nengah Sudarmayasa I NYOMAN ADI SURATMA I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Putu Sampurna I Putu Sudiarta I Wayan Masa Tenaya, I Wayan Masa I Wayan Sudarmayasa I Wayan Sudira I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I.A.P. Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana Jayanata, I Made Kadek Karang Agustina Ketut Tono Pasek Gelgel Lijung, Derfina Luh Putu Agustini Marson, Fransiska Gratia Sonita Messy Saputri Boru Sembiring Ni Made Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Norawigaswari, Nengah Desy Oktryna Hodesi Sibarani Pawestri, Mega Mijil Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia Prasatya, I Gde Made Abdi Pratiwi, Ni Made Diah Kusuma Putu Sasmitha Devi Cahyani Sewoyo, Palagan Senopati Sri Kayati Widyastuti Suriana, Ni Komang Valerie Sylvia Kamil Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Widyaningsih, Putu Oka Yulianti, Vanesya