Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai IC50 Ekstrak dan Fraksi Daun Benalu Kersen terhadap Enzim Xantin Oksidase Sadakata Sinulingga; Muniaty Sulam Ng; Subandrate Subandrate; Liniyanti D. Oswari
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.114-119.2023

Abstract

Kersen atau inang tanaman benalu kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) telah terbukti dapat menurunkan asam urat karena mengandung senyawa metabolit sekunder terutama flavonoid, sebuah senyawa berstruktur mirip xantin yang menginhibisi xantin oksidase secara kompetitif. Mengingat bahwa hemiparasit memiliki kandungan yang sama dengan inang, maka pada penelitian ini diuji kemampuan daun benalu kersen dalam menginhibisi xantin oksidase. Dilakukan ekstraksi etil asetat kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan 5 jenis rasio perbandingan pelarut polar etanol dan etil asetat yaitu F1 = 9:1, F2 = 7:3, F3 = 5:5, F4 = 3:7, dan F5 = 1:9. Hasil fraksinasi (F1 – F5) dan ekstrak dilakukan uji fitokimia dan teridentifikasi senyawa metabolit terpenoid, tanin, alkaloid dan flavonoid. Penelitian dilanjutkan dengan uji inhibisi xantin oksidase. Ekstrak dan fraksi daun benalu kersen diencerkan menjadi 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 75; 150; 300; 600; dan 1200 mg/L. Kontrol positif pada penelitian ini adalah allopurinol, obat pilihan utama hiperurisemia. Nilai absorbansi setiap sampel digunakan untuk mencari persentase inhibisi enzim yang kemudian dianalisis secara regresi linear dan diperoleh nilai IC50. Nilai IC50 F1 – F5 dan ekstrak etil asetat daun benalu kersen tergolong sangat aktif dan secara berurutan sebesar 1,38 mg/L; 1,14 mg/L; 6,19 mg/L; 9,41 mg/L; 5,90 mg/L dan 9,86 mg/L.
Cytotoxic, Antiproliferation, and Necrosis Effects of the n-Hexane Fraction Extract of Gendola Leaf (Basella rubra Linn.) Sri Hartini Harianja; Salni Salni; Subandrate Subandrate
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.872 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.1.8-13

Abstract

Breast cancer is the second most common cancer in women. Several studies have been conducted on natural materials to see the ability of its activity as a new anticancer compound. The purpose of this study was to determine the cytotoxic activity of Gendola leaf (Basella rubra Linn.) extracts and fractions, in inhibiting proliferation and inducing apoptosis of T47D breast cancer cells. The design of this study was experimental laboratory research using the in-vitro method. Cytotoxic and anti-proliferation tests on T47D cancer were using the MTT method, and the apoptosis test was using the flow cytometry method. Cytotoxic of extracts and fractions of n-hexane Gendola leaves were tested with a concentration series of 1000; 500; 250; 125; 62.5 μg/mL and doxorubicin was studied a series concentration of 0.5; 0.25; 0.125; 0.0625; 0.03125 μg/mL for 24 hours. Antiproliferation test used n-hexane fraction with a concentration series of 1IC50, ½IC50, ¼IC50, and ⅛IC50 with an incubation time of 24 and 48 hours. Apoptosis test utilized n-hexane fraction with a concentration series of 1IC50, ½IC50 with an incubation time of 24 hours. The results showed that the ethanol extract had IC50 424 μg/mL, n-hexane fraction 292 μg/mL. The n-hexane fraction had an anti-proliferation effect at a concentration of 1IC50 within 32 hours but was unable to induce T47D cell apoptosis. These results indicate that the n-hexane fraction of Gendola leaf has a cytotoxic effect, which can inhibit proliferation, that is unable to induce apoptosis but induce necrosis of T47D breast cancer cells.
Uji Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Dendrophtoe pentandra (L) Miq pada sel T47D Masayu Farah Diba; Salni Salni; Subandrate Subandrate
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.031 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.3.73-78

Abstract

Indonesia has a variety of plants that have the potential for medicine. One of the plants used by the community as a drug with anticancer effects is Dendrophtoe petandra (L.) Miq. This study aims to determine the cytotoxic effect of ethanol extract, ethyl acetate fraction and water ethanol fraction of Dendrophtoe petandra (L.) Miq on T47D breast cancer cells. The cytotoxic effects of ethanol extract, ethyl acetate fraction and water ethanol fraction were carried out by MTT assay method using series concentration. Cytotoxic effects were assessed by calculating IC50 values using linear equations. Phytochemical test showed that Dendrophtoe petandra (L.) Miq contained saponins, terpenoids, flavonoids and tannins. The IC50 value of the ethanol extract, ethyl acetate fraction and water ethanol fraction were 417.506 μg/mL, 233.617 μg/mL, and 2748.357 μg/mL, respectively. The smaller the IC50 value means that the compound is more active. Water ethanol fraction of Dendrophtoe petandra (L.) Miq does not have a cytotoxic effect, whereas ethanol extract and ethyl acetate fraction of Dendrophtoe petandra (L.) Miq have cytotoxic effects in the medium strength category. The content of flavonoids and saponins in ethanol extract and ethyl acetate fraction of Dendrophtoe petandra (L.) Miq is thought to play role in causing T47D cell death. Cytotoxic effects of ethyl acetate fraction are stronger than ethanol extracts.
Identifikasi Polimorfisme Glu298Asp Gen eNOS pada Penderita Preeklampsia di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang Fadel Fikri Suharto; Mgs. Irsan Saleh; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v1i1.9

Abstract

Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera setelah persalinan. Insiden preeklampsia sangat dipengaruhi oleh paritas, ras, etnis, predisposisi lingkungan dan genetik. Salah satu predisposisi genetik yang berperan memicu preeklampsia adalah kelainan gen endothelial nitric oxide synthase (eNOS) yang mengatur aktivasi nitric oxide. Polimorfisme gen eNOS dapat menurunkan aktivitas nitric oxide sehingga meningkatkan kerentanan terjadinya gangguan endothelial yang berdampak kepada kenaikan tekanan darah dan timbul proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme Glu298Asp gen eNOS pada penderita preeklampsia di Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional terhadap 32 penderita preeklampsia di Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin Palembang. Identifikasi polimorfisme Glu298Asp gen eNOS dilakukan dengan teknik PCR-RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) menggunakan enzim DpnII.Genotip GG (wild type) ditemukan sebanyak 20 subjek (62,5%), genotip GT (heterozigot mutan) sebanyak 11 subjek (34,3%), dan genotip TT (homozigot mutan) sebanyak 1 subjek (3,1%). Terdapat 51 (79,7%) alotip G (wild type) dan 13 (20,3%) alotip T (polimorfik) dari 32 subjek penelitian. Gambaran genotip dan alotip wild type lebih banyak ditemukan pada penderita preeklampsia di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Kadar glutation (GSH) darah karyawan SPBU di Kota Palembang Safyudin; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v2i3.40

Abstract

Lingkungan SPBU merupakan salah satu lingkungan yang tinggi oksidan seperti toluen, benzena, xylen atau hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa ini dimetabolisme oleh hati membentuk radikal bebas. Radikal bebas mengoksidasi makromolekul dalam tubuh seperti lemak, protein dan asam nukleat. Antioksidan, seperti GSH, berperan menangkap radikal bebas sehingga mencegah kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan GSH karyawan SPBU di Kota Palembang. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Dua SPBU dipilih secara acak. Jumlah subjek penelitian yang didapatkan pada penelitian ini adalah 14 orang karyawan SPBU dan 7 kontrol. Sampel berupa darah diambil setelah habis shift kerja. Rata-rata kadar GSH karyawan SPBU adalah 0,267 µg/mL dan kontrol adalah 0,305 µg/mL (p=0,178). Kadar GSH karyawan SPBU lebih rendah dibandingkan kontrol. Pada pekerja SPBU di Kota Palembang, paparan oksidan berpengaruh tidak signifikan terhadap penurunan kadar GSH darah.
Karakteristik dan Peran Protein Ikat Folat (PIF) Subandrate; Dwirini Retno Gunarti; Mohamad Sadikin
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v3i1.48

Abstract

Asam folat merupakan kelompok vitamin B. Asam folat terikat dengan suatu protein yang disebut protein ikat folat (PIF). PIF merupakan suatu glikoprotein dengan 222 residu asam amino dan berat molekul sekitar 31000 Dalton. Struktur tiga dimensi PIF dipertahankan oleh enam sampai delapan jembatan disulfida. PIF memiliki kemampuan mengikat asam folat dengan perbandingan ikatan 1:1 mol. Situs aktif PIF mengandung gugus imidazol atau gugus sulfhidril. Kofaktor ion kalsium tidak dibutuhkan PIF dalam mengikat asam folat. Di dalam tubuh, PIF berperan menghimpun, mengangkut, dan membantu penyimpanan, penggunaan serta pendistrubusian asam folat ke jaringan. PIF juga berperan mengurangi ekskresi asam folat di ginjal dan meningkatkan penyerapan asam folat di intestinum. Dalam bidang kedokteran PIF dapat dimanfaatkan untuk mengukur kadar asam folat serum dengan metode analog ELISA.
Hubungan metode deparafinisasi dengan kuantitas dan kualitas ekstrak dna hasil isolasi dari sampel arsip jaringan dalam blok parafin terfiksasi formalin Ray Suga Aulia Sentani; Zen Hafy; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v4i1.76

Abstract

Kuantitas dan kualitas hasil ekstraksi DNA dari jaringan FFPE sangat tergantung dari proses awal yang harus dilakukan pada sampel sebelum masuk kedalam tahapan ekstraksi DNA. Proses awal yang sangat menentukan keberhasilan ekstraksi DNA ini adalah proses deparafinisasi, yaitu proses penghilangan parafin jaringan dari parafin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas DNA yang diambil dari sampel arsip FFPE (Formalin-fixed paraffinembedded tissue) dengan metode deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil di RSUP Dr. Mohammad HoesinPalembang. Sebanyak 16 sampel arsip FFPE diambil dari Laboratorium Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Seluruh sampel kemudian dibagi menjadi 2 bagian sama rata kemudian dilakukan proses deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil. DNA yang telah diisolasi akan diuji kuantitasnya menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 260nm. Uji kualitas akan dilakukan dengan menghitung OD Ratio260nm:280nm. Selain itu DNA juga akan diamplifikasi lalu dilakukan visualisasi dengan sinar UV. Konsentrasi yang didapatkan kemudian diuji dengan uji Wilcoxon dan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara metode deparafinisasi dan konsentrasi yang didapat (P=0.036). Primer beta-actin (524bp)tidak ditemukan potongan gen yang diinginkan setelah elektroforesis, kemudian diuji dengan primer Mitin (142bp) menunjukan potongan gen yang diinginkan pada saat elektroforesis dan visualisasi UV.Terdapat hubungan yang signifikan antara metode deparafinisasi FFPE dengan kuantitas dan kualitas DNA yang didapat.
Gambaran Histologi Ketebalan Jaringan Granulasi pada Tikus Wistar Jantan dengan Luka Bakar Setelah Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) Riana Sari Puspita Rasyid; Iche Andriyani Liberty; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.127

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan menjadi masalah global di masyarakat. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Pembentukan jaringan granulasi adalah tahap yang penting dalam fase proliferasi dan penyembuhan luka.Saat ini, selain menggunakan obat modern seperti antibiotika silver sulfadiazine 1%, penelitian untuk pengobatan luka bakar menggunakan bahan-bahan herbal mulai banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu bahan herbal yang digunakan untuk mengobati luka adalah Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru pemanfaatan kayu manis sebagai penyembuh luka dan dapat dikembangkan sebagai terapi komplementer yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Silver Sulfadiazine 1% Dibandingkan Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii) pada Proses Pembentukan Jaringan Granulasi Tikus Wistar dengan Luka Bakar Derajat II. Penelitian ini merupakan studi eksperimentalmenggunakan rancangan penelitian post test only control group designyangdilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, di Animal House Fakultas Kedokteran Unsri dan Laboratorium Patologi RSUP dr.Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 30 sampel dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu I (kontrol negatif), II (diberikan salep ekstrak kayu manis dosis 10%), III (dosis 20%), IV (dosis 40%) dan V (kelompok kontrol positif diberikan Silver Sulfadiazine 1%). Data dianalisis dengan menggunakan program STATA 15 yaitu dengan uji homogenitas, uji OneWay Anova dan dilanjutkan uji post hoc multiple comparisons.
Perbedaan indeks trombosit antara pasien kanker kolorektal nonmetastasis dan metastasis di RSMH Palembang Eva Syahriana; Mediarty; Erial Bahar; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i2.169

Abstract

Kanker kolorektal masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Hal ini karena progresivitas kanker berkaitan dengan prognosis dan angka kematian. Salah satu faktor yang berhubungan dengan progresivitas dan metastasis pada kanker kolorektal adalah indeks trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks trombosit antarapasien kanker kolorektal nonmetastasis dan metastasis. Penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif dengan pendekatan case-control. Subyek penelitian adalah pasien kanker kolorektal di Poliklinik Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam dan di bangsal rawat inap Penyakit Dalam RSMH Palembang mulai Januari – Juli 2020. Sampel berupa darah yang diambil dari vena mediana cubiti. Indeks trombosit (jumlah trombosit, MPV dan PDW) diperiksa menggunakan automated hematology analyzer di Laboratorium Patologi Klinik RSMH Palembang. Data dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar trombosit (484,1±185,1/µL) lebih tinggi pada kelompok kanker kolorektal dengan metastasis dibandingkan kelompok nonmetastasis (361,9±97,9/µL) dengan nilai p=0,013. Kadar MPV (8,9±0,7 fl) dan PDW (9,1±1,4%) lebih rendah pada kelompok kanker kolorektal dengan metastasis dibandingkan kelompok nonmetastasis (masing-masing 9,5±0,8 fl dan 10,6±2,2%) dengan nilai p=0,019 dan 0,01. Pada penelitian ini terdapat perbedaan bermakna indeks trombosit antara pasien kanker kolorektal metastasis dan kanker kolorektal nonmetastasis.
EDUKASI PENYIMPANAN DAN PENYAJIAN ASI PERAH SEBAGAI UPAYA MENJAGA KANDUNGAN NUTRISI ASI Subandrate Subandrate; Ella Amalia; Dwi Indira Setyorini; Safyudin Safyudin
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i3.1947

Abstract

Exclusive breastfeeding is still not fully carried out by Indonesian mothers. The problem with breastfeeding is the lack of knowledge among mothers and working mothers. To promote exclusive breastfeeding again, educational programs can be carried out. Educational activities are carried out offline at the Prabumulih Mayor's Office Hall. Participants in this community service activity were PKK women from Prabumulih City, with a total of 54 people and ages ranging from 27 years to 71 years. The expert in this activity were dr. Ella Amalia, M.Kes, secretary of the South Sumatra Branch of the Association of Indonesian Breastfeeding Mothers (AIMI), and the national ASI counselor. She informed that breast milk contains sufficient nutrients for the growth and development of infants. Working mothers can continue to provide expressed breast milk (ASIP) to their babies. Giving ASIP to infants requires attention to how it is stored and served. Defrosting ASIP by gradually increasing the temperature, for example, from the freezer to the fridge and then to room temperature, is considered better than direct defrosting with hot water or a heater. Community service activities have been carried out well. This service can provide education to breastfeeding mothers regarding the proper storage and presentation of ASIP.
Co-Authors Adiyatma Putra Mahardika Adma, Annes Claudia Ahmad, Zen Aldri Frinaldi Alexander Theo Yuda Salean Anggraini Tiara Septiyana Gunawan Aninditia, Fahira Aninditia, Fahira Annes C. Adma Aprilia Putri Arifin, Mutmainah Arrafi, Muhammad Hafizh Athiah, Medina Aulia Firdha Tariza Ayeshah A Rosdah Az Zahra, Fatihah Bebbi Arisya Kesumaputri Danang Bagus Untoro Dazakiah Dazakiah Dita Tri Ramadianti Dwi Indira Setyorini Dwi Indira Setyorini Dwirini Retno Gunarti Dzakiyah, Dzakiyah Dzakiyah, Dzakiyah Eka Febri Zulissetiana Eka Handayani Oktharina Ella Amalia Ella Amalia, Ella Ellla Amalia Erial Bahar Erial Bahar Eva Syahriana Eva Syahriana Evlin Kohar Ezra Hans Soputra Fadel Fikri Suharto Fadel Fikri Suharto Fahira Aninditia Fahira Aninditia Faisal, Mia EPA Fatihah Az Zahra Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fifa Argentina Firdaus, Mutia Muthmainnah Galuh Anggraini Hariyadi, Kusumo Hayati, Lusiya Hayati, Lusiya Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hestiningsih, Tyas Hutabarat, Yosafat Beltsazar Iche Andriyani Liberty Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Intan Rahma Dewi Irfannuddin Irfannuddin Irfannudin Irfannudin Irsan Saleh Izzah, Puspita Nurul Kohar, Evlin Kohar, Evlin Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Haryadi Liniyanti D. Oswari Liniyanti D. Oswari Lusia Hayati M Fakhri Altiyan M Fitra Romadhon M. Dias A. Monanda M. Hafizh Arrafi M. Hafizh Arrafi M. Nadhif Prasetyo M. Nadhif Prasetyo Mariana Mariana Mario Saputra Masayu Farah Diba Masayu Farah Diba Mediarty Mediarty Mediarty Mediarty Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Melina Indah Sari Mgs Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mia EPA Faisal Mia Esta Poetri Afdal Faisal, Mia Esta Poetri Afdal MOHAMAD SADIKIN Mohamad Sadikin Mohamad Sadikin Monanda, M Dias Athallah Monanda, M. Dias Athallah Muhammad Irsan Saleh Muniaty Sulam Ng Muthmainnah Arifin Mutiara Budi Azhar Naomi W Tioline Natasha, Amanda Ng, Muniaty Sulam Nita Parisa Nudhar, Lathifah Nur Azizah Nurul Windi Anggraini Nurul Windi Anggraini, Nurul Windi Oktalisa, Wenni Oktharina, Eka Handayani Oswari, Liniyanti Oswari, Liniyanti D Permono, Trijoso Putriana Fuji Safitri Raafqi Ranasasmita Rasyid, Riana Sari Puspita Ray Suga Aulia Ray Suga Aulia Sentani Riana Sari Puspita Rasyid Rini Yana Rini Yana Rini Yana Rizki Andini Nawawi Romadhon, M Fitra Sabathania, Hana Daini Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Saleh, Mgs. M. Irsan Salni Salni Salni Salni Salni Salni Salni Santosa, Dorothy Eunike Setyorini, Dwi Indira Soputra, Ezra Hans Soputra, Ezra Hans Sri Hartini Harianja Sri Nita Sri Nita Sri Nita, Sri SRI RAHAYU Sri Wahyuni Suly Auline Rusminan Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tri Suciati Trijoso Permono Trijoso Permono Triwani Triwani Untoro, Danang Bagus Untoro, Danang Bagus Yana, Rini Yudianita Kesuma, Yudianita Zen Hafy