Claim Missing Document
Check
Articles

Sungkai Leaf Potential as Herbal Medicine Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Subandrate Subandrate; Irfannudin Irfannudin; Susilawati Susilawati; Rini Yana
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.582 KB)

Abstract

Indonesia is a tropical country that has biodiversity. One of the biodiversity in Indonesia is the availability of many medicinal plants. The Indonesian Ministry of Health has released a formulary of Indonesian medicinal plants in 2017. One of the plants that has medicinal properties is the sungkai plant. Sungkai plants grow in most parts of Indonesia, including South Sumatra. This plant is also often planted in the yard as a shade. Empirically, sungkai leaves have been used as medicine by various tribes in Indonesia. People use boiled water from sungkai leaves or crushed sungkai leaves as herbal medicine. The phytochemical content of sungkai leaves includes alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, phenols and saponins. The results of various studies show that sungkai leaves have benefits as anti-fever, antimalarial, antibacterial and antioxidant. Sungkai leaves also have the ability to increase endurance, so they can be used to fight infectious diseases including Covid19. Sungkai leaves can be used for herbal medicine either as a preventive or therapeutic agents. Further development for the use of Sungkai plants as medicine needs to be done to assess side effects and therapeutic effects more efficiently.
Hubungan Profil Lipid dengan Kejadian Ulkus Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Sadakata Sinulingga; Evlin Kohar; Subandrate
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Vol 1, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i3.24

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi jangka panjang diabetes melitus yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta mengurangi kualitas hidup pasien. Salah satu penyebab terjadinya ulkus kaki diabetik adalah penyakit arteri perifer akibat dislipidemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Penelitian berupa studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dengan besar sampel 69 orang. Data didapatkan secara sekunder melalui observasi rekam medik. Variabel yang dicatat antara lain total kolesterol, trigliserida, LDL, HDL dan konsumsi obat penurun kolesterol. Data penelitian dianalisis dengan uji Fisher apabila tidak memenuhi syarat uji chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara ulkus kaki diabetik dengan kadar total kolesterol (p=0,001) dan kadar HDL (p=0,015). Sedangkan kadar trigliserida (p=0,393) dan kadar LDL (p=0,176) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan ulkus kaki diabetik. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa HDL (B=2,221, S.E.=1,131, Wald=3,855, p=0,050, exp(B)=9,220 IK95% 1,004–84,691) merupakan fraksi profil lipid yang paling berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik.Total kolesterol dan HDL memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ulkus kaki diabetik. Fraksi profil lipid yang paling berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik adalah HDL.
Hubungan Obesitas dengan Kadar Asam Urat Darah pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Ezra Hans Soputra; Sadakata Sinulingga; Subandrate
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Vol 1, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i3.25

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir katabolisme purin yang disintesis terutama di hati dan diekskresikan melalui saluran kemih. Meningkatnya kadar asam urat darah dapat menyebabkan banyak penyakit seperti gout artritis, hipertensi dan penyakit ginjal. Individu dengan obesitas cenderung memiliki laju ekskresi ginjal yang lebih rendah dan mengalami peningkatan produksi asam urat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kadar asam urat darah.Penelitian dengan rancangan cross-sectional ini mengambil sampel sebanyak 119 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan cara consecutive sampling. Berat badan, tinggi badan dan kadar asam urat kemudian diambil menggunakan alat ukur yang sesuai, dikategorikan dan diproses sesuai tujuan penelitian.Penelitian menemukan bahwa 27,5% perempuan dan 10,3% laki-laki memiliki hiperurisemia. Sebesar 39,3% mahasiswa obesitas dan 16,5% mahasiswa non-obesitas memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil analisis bivariat bahwa obesitas dan jenis kelamin berhubungan dengan kadar asam urat (p=0,022 dan p=0,035 berturut-turut). Setelah dilakukan analisis multivariat, faktor yang berpengaruh terhadap kadar asam urat adalah obesitas. Obesitas memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar asam urat.
Mekanisme Antifertilitas Fraksi Biji Pepaya pada Tikus Jantan Sri Nita; Lusia Hayati; Subandrate
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 1 (2019): Vol 2, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v2i1.35

Abstract

Biji pepaya dapat bersifat sebagai antifertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa dan mekanisme antifertilitas fraksi biji pepaya pada tikus jantan dari berat vesikula seminalis dan prostat serta jumlah spermatosit primer dan spermatid. Jenis penelitian eksperimental secara in vivo dengan rancangan acak lengkap. Hewan uji adalah tikus jantan (Rattus norvegicus L.) galur Sprague Dawley usia 60 hari dengan berat badan 200-210 g. Dosis pemberian 100mg/kg bb selama 24 hari. Senyawa yang dikandung oleh fraksi didapat melalui uji fitokimia. Hasil penelitian memperlihatkan senyawa yang ditemukan pada fraksi nHeksan adalah steroid, terpenoid, saponin, flavonoid. Fraksi etil asetat terdapat senyawa steroid, terpenoid dan flavonoid. Fraksi etanol air mengandung senyawa terpenoid dan flavonoid. Berat vesikula seminalis dan prostat meningkat dibandingkan kontrol. Rerata jumlah spermatosit primer dan spermatid menurun secara nyata pada semua fraksi namun penurunan terendah pada fraksi nHeksan. Dapat disimpulkan mekanisme antifertilitas fraksi biji papaya adalah melalui penurunan rerata jumlah spermatosit primer dan spermatid.
Hubungan Epidural Hematoma dengan Fraktur Kranium Pada Pasien Cedera Kepala Danang Bagus Untoro; Trijoso Permono; Subandrate
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 3 (2019): Vol 2, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v2i3.51

Abstract

Penyebab cedera kepala terbanyak adalah jatuh (40,9%), kecelakaan sepeda motor (40,6%), terkena benda tumpul dan tajam (7,3%), kecelakaan alat transportasi darat lain (7,1%), dan kejatuhan benda (2,5%). Cedera kepala merupakan penyebab kematian dari hampir setengah kasus trauma. Fraktur kranium merupakan patahnya satu atau lebih tulang pada tulang tengkorak. Sekitar 1% sampai 5,5% dari total kasus cedera kepala terdapat epidural hematoma. Tingkat mortalitas pada kasus epidural hematoma mencapai 20%. Menurut Daniel P. Prince, epidural hematoma ditemukan dalam 1-2% dari seluruh kejadian trauma kepala. Dalam 90% kasus epidural hematoma berhubungan dengan fraktur kranium. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara epidural hematoma dan fraktur kranium pada pasien cedera kepala. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional berdasarkan data sekunder, yaitu hasil pengamatan rekam medis pasien cedera kepala yang dirawat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Terdapat hubungan yang signifikan (p=0,015) antara kejadian fraktur kranium dengan epidural hematoma pada pasien cedera kepala yang dirawat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang pada tahun 2017. Pasien cedera kepala dengan fraktur kranium lebih berisiko 4,250kali lebih besar untuk mengalami epidural hematoma dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki fraktur kranium, dan pasien cedera kepala dengan fraktur kranium berisiko sekurang-kurangnya 1,256 kali mengalami epidural hematoma dan sebesar-besarnya 14,151 kali mengalami epidural hematoma. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara fraktur kranium dengan epidural hematoma pada pasien cedera kepala.
Cytotoxicity Effects of Benalu Tea Extract (Scurrula oortina) on Hella cells Kusumo Hariyadi; Fatmawati; Subandrate; Fahira Aninditia; Dazakiah
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v6i2.10281

Abstract

Tea garden waste has been investigated in the form of parasite tea Squrula oortina Species Family: Loranthaceae from the Dempo Pagar Alam tea plantation, Lahat Regency, South Sumatra. Stem and leaf samples are then dried and powdered, then isolated with 70% water-ethanol subfraction. The extract was then dried by vacuum distillation at 70oC until a concentrated extract without ethanol was obtained. The results of the study were tea parasite extract, and the extract was tested for phytochemicals (monounsaturated fatty acids and double, theobromine derivates, quercetin derivates and Epicatekin derivates). Next, it would be taken to the Laboratory of Biological Sciences at Gajah Mada University to be tested for cytotoxic effects on Hella cells, with control positive doxorubicin. The results of the research were tea leaves extract IC50 = 2538 ug/mL and the standard of doxorubicin IC50 = 0.88 ug/mL so that it could be concluded that the parasite of the tea parasite had cytotoxic and proliferative effects.
PRODUKSI TEH DAUN SUNGKAI SEBAGAI MINUMAN IMUNOSTIMULATOR Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Irfannuddin Irfannuddin; Susilawati Susilawati; Rini Yana; Medina Athiah; Safyudin Safyudin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.10-14.2022

Abstract

Pada pertengahan tahun 2021 kasus Covid19 di Indonesia melonjak lagi termasuk di Kota Palembang. Lonjakan kasus tersebut tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat luas tetapi juga bagi lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya meningkatkan imunitas tubuh menggunakan herbal tradisional Indonesia. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai imunostimulator adalah tanaman sungkai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pembuatan teh dari daun sungkai. Proses pembuatan teh dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Sekitar 27 kg daun sungkai segar dicuci dan dipotong kecil lalu dikeringkan. Daun sungkai kering digiling menjadi serbuk kasar (simplisia). Jumlah simplisia daun sungkai yang didapatkan sekitar 5,1 kg. Takaran sekali minum daun sungkai adalah sekitar 25 g untuk daun segar dan 3 g untuk simplisia. Simplisia daun sungkai dimasukkan ke dalam kantong teh dengan berat bersih 3 g per kantong. Satu kantong teh dapat diseduh dengan 240 mL air panas dan diminum 1-2 kali sehari selama 5 hari. Pada pengabdian ini dihasilkan 1700 kantong teh yang dikemas dalam 340 kemasan (5 kantong teh/kemasan). Produksi teh daun sungkai telah dilakukan dengan baik lalu dibagikan ke civitas akedemika melalui Dekan Fakultas Kedokteran dan Rektor Universitas Sriwijaya. Kata kunci: Covid19, Daun sungkai, Imunostimulator, Simplisia, Teh ABSTRACT In mid-2021, Covid-19 cases in Indonesia began to increase, including in Palembang. This condition not only has an impact on society but also for Sriwijaya University. To reduce the impact of Covid19, it is possible to increase the body's immunity with traditional Indonesian herbs, Sungkai. Sungkai has benefit as an immunostimulator. This community service is in the form of tea production from sungkai leaves. The process of making tea is carried out at Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran, Faculty of Medicine, Universita Sriwijaya. About 27 kg of fresh sungkai leaves are washed, cut, and then dried to obtain about 5.1 kg of simplicia. The daily dose of sungkai leaves is about 25 g for fresh leaves and 3 g for simplicia. About 3 g simplicia was put into tea bags. One tea bag can be brewed with 240 mL of hot water and drunk 1-2 times a day for 5 days. A total of 1700 tea bags were produced and packaged in 340 packages (5 tea bags/package). Sungkai leaf tea production has been carried out well and then distributed to the academic community through the Dean of the Faculty of Medicine and the Chancellor of Universitas Sriwijaya. Keywords: Covid19, Sungkai leaf, Immunostimulator, Simplicia, Tea
Xanthine oxidase inhibitory activity of Arcangelisia flava Fatmawati; Subandrate; Safyudin; Medina Athiah; M Fitra Romadhon; Aulia Firdha Tariza
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 5 No. 1 (2022): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.71

Abstract

Background: Hyperuricemia is characterized by elevated levels of uric acid in the blood, produced from its precursor's xanthine and hypoxanthine via xanthine oxidase. Arcangelisia flava, an herbal medicine containing flavonoids, may decrease uric acid levels by inhibiting the xanthine oxidase. Objective: This study was to determine the effectiveness of ethanol extracts of A. flava leaves and stems in inhibiting xanthine oxidase. Methods: The leaves and stems of A. flava were extracted using ethanol 96%. Xanthine oxidase activity was measured using UV Vis spectrophotometry and represented as IC50 value. Allopurinol was used as a positive control. Results: The IC50 value of xanthine oxidase inhibitory of ethanol extract of A. flava leaves and stems as well as allopurinol was 174.62, 30.44, 24.03 ppm. Conclusion: The stems of A. flava have the activity of lowering uric acid levels better than the leaves.
Korelasi Kadar Asam Urat dengan Derajat Keganasan Kanker Kolorektal Subandrate; Safyudin; Ella Amalia; Dwi Indira Setyorini
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.746

Abstract

Pendahuluan: Hiperurisemia pada pasien kanker meningkatkan angka kematian terutama pada stadium lanjut. Metode: Studi observasional analitik korelatif dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar asam urat dan derajat keganasan kanker kolorektal. Subjek penelitian 35 orang penderita kanker kolorektal yang dirawat di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH), terdiri atas 15 laki-laki dan 20 perempuan. Stadium kanker kolorektal berdasarkan pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSMH/FK Unsri Palembang. Pemeriksaan kadar asam urat serum dilakukan di Laboratorium Biokimia FK Unsri. Hasil: Stadium klinis penderita terdiri dari stadium II (17,1%), stadium III (48,6%), dan stadium IV (34,3%). Rata-rata kadar asam urat penderita adalah 11,8±3,5 mg/dL, dengan 88,6%-nya mengalami hiperurisemia. Kadar asam urat pada pasien kanker kolorektal stadium awal adalah 10,6 mg/dL, pada pasien kanker kolorektal stadium akhir adalah 12,3 mg/dL. Korelasi antara kadar asam urat dan stadium kanker kolorektal sangat lemah (r=0,072) dan tidak bermakna (p=0,647). Simpulan: Hiperurisemia terjadi pada hampir semua penderita kanker kolorektal. Kadar asam urat tidak berkorelasi dengan stadium kanker kolorektal. Introduction: Hyperuricemia in cancer patients increases mortality, especially in advanced phase. Methods: An observational analytic correlative study with cross-sectional design on correlation between uric acid level and cancer stage in colorectal cancer patients. Subjects were 35 colorectal cancer patient, which are 15 male and 20 female colorectal cancer patients treated at RSUP Mohammad Hoesin (RSMH). Stage of colorectal cancer based on histopathology examination in Anatomy Pathology Laboratory of RSMH/Medical Faculty of Sriwijaya University, Palembang. Serum uric acid level was measured in Biochemistry Laboratory of Medical Faculty of Sriwijaya University. Results: The cancer stage of the patients were stage II (17.1%), stage III (48.6%), and stage IV(34.3%). The mean uric acid levels were 11.8±3.5 mg/dL. Approximately 88.6% of colorectal cancer patients have hyperuricemia. The mean level of uric acid in patients with early stage colorectal cancer was 10.6 mg/dL, in patients with end-stage colorectal cancer was 12.3 mg/dL. The correlation between uric acid levels and colorectal cancer stage was very weak (r=0.072) and was not significant (p=0.647). Conclusion: Hyperuricemia occurs in almost all colorectal cancer patients. Uric acid level did not correlate with colorectal cancer stage.
Effect of Freezing Duration and Thawing Temperature on Fat Content in Expressed Breast Milk Alexander Theo Yuda Salean; Subandrate Subandrate; Safyudin Safyudin
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i1.9494

Abstract

One of the methods to keep working mothers able to provide breast milk is freezing. However, the processing carried out on breast milk can affect the nutritional content in it. Therefore, this study aims to see the effect of freezing duration and thawing temperature on fat content in expressed breast milk. This research was experimental research with pretest and posttest design. Breast milk from one mother was divided into 45 samples based on freezing duration and thawing temperature. The dependent variable in this study was the fat content of expressed breast milk, while the independent variables were freezing duration and thawing temperature of expressed breast milk. The fat content test used was the GPO-PAP method. Then the data were analyzed using one-way anova test and paired t-test. The average expressed breast milk fat content from initial levels, freezing 3 days, 7 days and 14 days and thawed at 4oC, 25oC and 37oC respectively were 178,679, 176,604, 175,849, 173,962, 71,698, 67,736, 66,415, 68,302, 66.038, 66.226 mg/dL. Based on the paired t-test, there was a decrease in fat content which had implications for the freezing duration of 7 days and 14 days with p=0.000 (p0.05). Meanwhile, based on the results of the one-way anova test, there was no difference in fat content based on variations in thawing temperature (4oC, 25oC, and 37oC) with p0.05. As a conclusion, there is an effect of freezing duration on fat content in expressed breast milk, whereas there is no effect of thawing temperature on fat content in expressed breast milk.
Co-Authors Adiyatma Putra Mahardika Adma, Annes Claudia Ahmad, Zen Aldri Frinaldi Alexander Theo Yuda Salean Anggraini Tiara Septiyana Gunawan Aninditia, Fahira Aninditia, Fahira Annes C. Adma Aprilia Putri Arifin, Mutmainah Arrafi, Muhammad Hafizh Athiah, Medina Aulia Firdha Tariza Ayeshah A Rosdah Az Zahra, Fatihah Bebbi Arisya Kesumaputri Danang Bagus Untoro Dazakiah Dazakiah Dita Tri Ramadianti Dwi Indira Setyorini Dwi Indira Setyorini Dwirini Retno Gunarti Dzakiyah, Dzakiyah Dzakiyah, Dzakiyah Eka Febri Zulissetiana Eka Handayani Oktharina Ella Amalia Ella Amalia, Ella Ellla Amalia Erial Bahar Erial Bahar Eva Syahriana Eva Syahriana Evlin Kohar Ezra Hans Soputra Fadel Fikri Suharto Fadel Fikri Suharto Fahira Aninditia Fahira Aninditia Faisal, Mia EPA Fatihah Az Zahra Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fifa Argentina Firdaus, Mutia Muthmainnah Galuh Anggraini Hariyadi, Kusumo Hayati, Lusiya Hayati, Lusiya Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hestiningsih, Tyas Hutabarat, Yosafat Beltsazar Iche Andriyani Liberty Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Intan Rahma Dewi Irfannuddin Irfannuddin Irfannudin Irfannudin Irsan Saleh Izzah, Puspita Nurul Kohar, Evlin Kohar, Evlin Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Haryadi Liniyanti D. Oswari Liniyanti D. Oswari Lusia Hayati M Fakhri Altiyan M Fitra Romadhon M. Dias A. Monanda M. Hafizh Arrafi M. Hafizh Arrafi M. Nadhif Prasetyo M. Nadhif Prasetyo Mariana Mariana Mario Saputra Masayu Farah Diba Masayu Farah Diba Mediarty Mediarty Mediarty Mediarty Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Melina Indah Sari Mgs Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mia EPA Faisal Mia Esta Poetri Afdal Faisal, Mia Esta Poetri Afdal Mohamad Sadikin MOHAMAD SADIKIN Mohamad Sadikin Monanda, M Dias Athallah Monanda, M. Dias Athallah Muhammad Irsan Saleh Muniaty Sulam Ng Muthmainnah Arifin Mutiara Budi Azhar Naomi W Tioline Natasha, Amanda Ng, Muniaty Sulam Nita Parisa Nudhar, Lathifah Nur Azizah Nurul Windi Anggraini Nurul Windi Anggraini, Nurul Windi Oktalisa, Wenni Oktharina, Eka Handayani Oswari, Liniyanti Oswari, Liniyanti D Permono, Trijoso Putriana Fuji Safitri Raafqi Ranasasmita Rasyid, Riana Sari Puspita Ray Suga Aulia Ray Suga Aulia Sentani Riana Sari Puspita Rasyid Rini Yana Rini Yana Rini Yana Rizki Andini Nawawi Romadhon, M Fitra Sabathania, Hana Daini Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Saleh, Mgs. M. Irsan Salni Salni Salni Salni Salni Salni Salni Santosa, Dorothy Eunike Setyorini, Dwi Indira Soputra, Ezra Hans Soputra, Ezra Hans Sri Hartini Harianja Sri Nita Sri Nita Sri Nita, Sri SRI RAHAYU Sri Wahyuni Suly Auline Rusminan Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tri Suciati Trijoso Permono Trijoso Permono Triwani Triwani Untoro, Danang Bagus Untoro, Danang Bagus Yana, Rini Yudianita Kesuma, Yudianita Zen Hafy