Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGHEMATAN PENGGUNAAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI RW 02 KEL. CIPINANG BESAR KEC. JATINEGARA JAKARTA TIMUR Faried Wadjdi Wadjdi; Aris Sunawar; Massus Subekti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.61 KB)

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide counseling and share knowledge to the community related to the electricity sector, especially in the field of saving electrical energy. Because without realizing it, more and more electrical equipment owned without knowing how to optimize its use will make electricity consumption more wasteful. Coupled with the pandemic conditions where everyone works from home will result in a spike in electricity consumption at home. Therefore, it is necessary to carry out energy-saving procedures and patterns so that electricity consumption can be reduced. The methods used are lectures, questions and answers, and practice skills in Saving the Use of Household Electricity. The activity is carried out continuously by continuing to provide an understanding that saving electrical energy starts from small things and will feel the benefits if it is carried out continuously and repeatedly. The results of the service show that there is an average increase in understanding of energy saving by 11.62 points or 31% and a maximum value of 23% by 15 points to 80 points. This shows that people are increasingly understanding the importance of saving energy and knowing how to do it. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan serta sharing ilmu kepada masyarakat terkait bidang kelistrikan terutama bidang penghematan energi listrik. Karena dengan tidak disadarisemakin banyak peralatan listrik yang dimiliki tanpa mengetahui bagaimana mengoptimalkan pemakaiannya akan membuat pemakaian listrik menjadi lebih boros. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi dimana semua orang bekerja dari rumah akan mengakibatkan lonjakan pemakaian listrik dirumah. Oleh karena itu perlunya dilakukan prosedur dan pola hemat energi sehingga pemakaian listrik dapat ditekan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan praktik keterampilan dalam Penghematan Penggunaan Listrik Rumah Tangga. Kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan terus memberikan pemahaman bahwa penghematan energi listrik dimulai dari hal kecil dan akan terasa manfaatnya jika dilaksanakan terus menerus dan berulang kali. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi rata-rata peningkatan pemahaman hemat energi sebesar 11,62 poin atau 31% dan nilai maksimal meningkat 23% sebanyak 15 poin menjadi 80 poin. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya hemat energi dan mengetahui cara untuk melakukannya.
PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN INSTALASI LISTRIK UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN PADA MASYARAKAT DI RW 02 KELURAHAN CIPINANG BESAR SELATAN KECAMATAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR Irzan Zakir Zakir; Aris Sunawar; Massus Subekti; Imam A. Rahardjo; Izzah Nur Maulidah Abdul Salam
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.595 KB)

Abstract

Abstract Electricity is a tool that is needed in various fields. People's dependence on electricity can be said to be quite high. On the one hand, we need to increase awareness of the dangers of electricity and the best way is through an increased understanding of the nature of the electricity we use. By identifying that damaged electrical installations can be dangerous for its users and these hazards can also trigger fires, to overcome it requires a solution to increase community competence in rw 02 cipinang village south of jatinegara district of east Jakarta in understanding the maintenance and repair of simple electrical installations.. Through training on maintenance and repair of residential electrical installations for the community, it is hoped that the problem of damage to electrical installations can be resolved. In this training, several methods were used to maximize participants' understanding of the material, the first method used was the lecture method, the demonstration/assignment method, the discussion and question and answer method, and the practical skills method. From the results of the service, it can be said that education is going very well, as evidenced by the increase in the post-test score of 69.4% from the pre-test as evidence of the community's enthusiasm for this service activity. Abstrak Listrik menjadi sarana yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang. Ketergantungan masyarakat terhadap listrik boleh dikatakan cukup tinggi. Di satu sisi, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik dan jalan yang terbaik adalah melalui peningkatan pemahaman terhadap sifat dasar kelistrikan yang kita gunakan. Dengan mengidentifikasi bahwa instalasi listrik yang rusak dapat berbahaya bagi penggunanya dan bahaya tersebut dapat juga memicu kebakaran, maka untuk menanggulanginya diperlukan solusi peningkatan kompetensi masyarakat di rw 02 kelurahan cipinang besar selatan kecamatan jatinegara Jakarta timurdalam pemahaman perawatan dan perbaikan instalasi listrik sederhana. Melalui pelatihan tentang perawatan dan perbaikan instalasi listrik rumah tinggal untuk masyarakat diharapkan bahwa masalah Kerusakan instalasi listrik dapat terselesaikan. Dalam pelatihan ini digunakan beberapa metode untuk memaksimalkan peserta memahami materi, metode yang digunakan pertama adalah metode ceramah, Metode Demonstrasi/ penunjukkan, metode Diskusi dan tanya jawab, dan metode keterampilan praktikum. Dari hasil pengabdian, dapat dikatakan bahwa edukasi berjalan sangat baik dibuktikan dengan meningkatnya nilai post-test 69,4 % dari pre-test sebagai bukti antusiasnya masyarakat terhadap kegiatan pengabdian ini.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) RUMAH KAUM JAYAKARTA JATINEGARA KAUM JAKARTA TIMUR MELALUI OTOMATISASI PH DAN NUTRISI TANAMAN HIDROPONIK BERBASIS ENERGI MATAHARI Massus Subekti; Hanum Isfaeni; Hadi Nasbey; M Sami; Galang Adi F
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Jatinegara Kaum Village is one of the villages in Pulogadung District which is currently the target area of Jakarta State University, the strong historical value makes this area potential to be developed into urban educational tourism in the segmentation of religion, agriculture, fisheries, waste management and micro- enterprises. One of the institutions that is very concerned in supporting the program is the Jayakarta Community Forest Farmers Group (KTH). This KTH is a working group formed by the younger generation of RW 03, Jatinegara Kaum sub-district, Pulogadung District, East Jakarta. KTH has 4 main activities, namely (1) agriculture, (2) fisheries, (3) waste processing and (4) micro-enterprises. In the field of hydroponic agriculture, KTH produces low income generation, this is due to low productivity due to the absence of a pH control system and automatic nutrition in hydroponic plants that can keep the tilapia maintained 24 hours. The program that will be carried out is training and grants for the PH Control System and Solar Cell-Based Hydroponic Plant Nutrient Level Unit for Members of KTH Rumah Kaum Jayakarta. The service activity succeeded in increasing participants' understanding of the PH Control System and the Level of Hydroponic Plant Nutrition Solutionsbased on Solar Cell, this was shown by the increase in the average pretest and posttest scores from 38 to 81 and the N-Gain percentage value of 70.1% which means training done quite effectively. Based on the feedback on the implementation of activities with an assessment of 1-5 showing the aspects of the material, methods, media and resource persons each got a score of 4.5; 4.4; 4.6 and 4.8 with a total average score of 4.6, it can be concluded that the implementation of the activities went very well. The resulting output is an increase in the competence of members of the Jayakarta House of Kaum KTH as evidenced by partner certificates, documentation in online media, YouTube, scientific journal publications and cooperation names placed in the target villages. Abstrak Kelurahan Jatinegara Kaum merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Pulogadung yang saat ini menjadi wilayah binaan Universitas Negeri Jakarta, kentalnya nilai historis menjadikan wilayah ini pontensial untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi perkotaan pada segmentasi keagamaan, pertanian, perikanan, pengelolaan sampah dan usaha mikro. Salah satu lembaga yang sangat konsen dalam mendukung program tersebut adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Rumah Kaum Jayakarta. KTH ini merupakan kelompok kerja yang dibentuk oleh generasi muda RW 03 kelurahan Jatinegara Kaum Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur. KTH yang memiliki 4 bidang kegiatan utama yakni (1) bidang pertanian, (2) bidang perikanan, (3) bidang pengolahan sampah dan (4) bidang usaha mikro. Pada bidang pertanian hidroponik KTH menghasilkan income generate yang masih rendah, hal tersebut disebabkan masih rendahnya produktivitas karena belum adanya sistem kendali Ph dan nutrisi otomatis pada tanaman hidroponik yang dapat menjaga nilanya tetap terjaga 24 jam. Program yang akan dijalankan adalah pelatihan dan hibah unit Sistem Kendali PH dan Level Larutan Nutrisi Tanaman Hidroponik Berbasis Solar Cell Bagi Anggota KTH Rumah Kaum Jayakarta. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang Sistem Kendali PH Dan Level Larutan Nutrisi Tanaman Hidroponik berbasis Solar Cell, hal tersebut ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pretest dan posttest dari 38 menjadi 81 dan nilai prosentase N-Gain sebesar 70,1% yang berarti pelatihan yang dilakukan cukup efektif. Berdasarkan pada umpan balik pelaksanaan kegiatan dengan penilaian 1-5 menunjukkan pada aspek materi, metode, media dan narasumber masing-masing mendapatkan skor 4,5; 4,4; 4,6 dan 4,8 dengan total rata-rata skor 4,6, maka dapat disimpulkan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik. Luaran yang dihasilkan adalah peningkatan kompetensi anggota KTH Rumah Kaum Jayakarta yang dibuktikan dengan surat keterangan mitra, dokumentasi dalam media online, youtube, publikasi jurnal ilmiah dan papa nama kerjasama yang ditempatkan di wilayah desa binaan.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PEMASARAN ONLINE OBJEK WISATA DESA BOJONG KONENG BABAKAN MADANG KAB BOGOR JAWA BARAT Muhammad Rifan; Nur Hanifah; Soeprijanto; M. Djaohar; Massus Subekti; Parjiman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to obtain potential factors in developing the marketing of Bojong Koneng Babakan Madang Village Objects, Bogor Regency, West Java, online. The method used is a descriptive qualitative method by describing the existing circumstances. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation and questionnaires to the public. The analysis technique used is SWOT analysis. Based on the results of the study, it was found that Bojong Koneng Babakan Madang Village Tourism Object has the potential to be developed using online marketing with existing strengths, namely the number of human resources and the variety of tourist destinations, the opportunities they have, namely close to the capital city, local government support, relatively cheap prices and a natural atmosphere. Meanwhile, there are weaknesses due to relatively limited access, as well as the threat of land problems. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berpotensi dalam mengembangkan pemasaran Obyek Desa Bojong Koneng Babakan Madang Kabupaten Bogor Jawa Barat secara online. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan keadaan yang ada. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner kepada masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa Objek Wisata Desa Bojong Koneng Babakan Madang berpotensi dikembangkan menggunakan pemasaran online dengan kekuatan yang ada yaitu jumlah SDM dan beragamnya destinasi wisata, peluang yang dimiliki yaitu dekat dengan Ibu Kota, dukungan pemda, harga yang relatif murah dan suasana yang alami. Sementara itu terdapat kelemahan karena akses yang relatif terbatas, serta ancaman permasalahan lahan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGHER ORDER THINGKING SKILL (HOTS) BAGI GURU GURU DI KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Massus Subekti; Soeprijanto; Rudy Prihantoro; Priyono; Rian Pratama; Brenden F.I
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This training in the framework of implementing P2M aims to improve teachers' abilities in developing high-level reasoning questions (High Order Thinking Skill/ HOTS). The problem behind this training is that it feels increasingly urgent in facing the 21st Century Era that schools or educational institutions strengthen students' abilities in critical thinking, finding solutions to problems faced by students and the ability to conclude and decide matters related to their future. It is believed that this training will be effective through habituation to students in dealing with HOTS questions. The problem is that there are still many teachers who need to improve their abilities in developing HOTS questions. For this reason, training on developing HOTS questions is needed for teachers. The training was carried out in Muara Gembong District, Begasi Regency through the Community Service Program (P2M) scheme. Jakarta State University. The 2022 training was attended by 15 teachers consisting of 6 elementary school teachers, 6 junior high school teachers and 3 middle school teachers. The training method used is direct learning (offline). The results of the training show that the average value of the Pree Test results is 39.5 and the average value of the Post Test results is 64.6 points. So that this training is able to increase the average value of participants by 28.7 points or increase from less to enough categories. Conclusion This training data stated quite successful. Recommendations Training on the development of HOTS questions for teachers needs to be continued with more participants using methods appropriate to the number and conditions of the participants. Based on the discussion and analysis of the training results data, it can be concluded that with proper training the problems of teachers who are still constrained in developing High Order Thinking Skill (HOTS) questions can be reduced, so that training on developing Hots questions for teachers can be used as a solution. Abstrak Pelatihan dalam rangka pelaksanaan P2M ini bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan guru dalam mengembangkan soal soal penalaran tingkat tinggi (High Order Thingking Skill/ HOTS). Permasalahan yang melatar belakangi pelatihan ini adalah dirasa semakin mendesaknya dalam menghadapi Era Abad 21 sekolah atau lembaga pendidikan melakukan penguatan Kemampuan peserta didik dalam hal berpikir kritis, mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi siswa dan kemampuan menyimpulkan dan memutuskan hal hal yang berhubungan dengan masa depannya. Pembekalan tersebut diyakini efektif dilakukan melalui pembiasaan kepada peserta didik untuk menghadapi soal soal HOTS. Permasalahannya masih banyak guru yang perlu ditingkatkan kemampuannya dalam mengembangkan soal soal HOTS, Untuk itu diperlukan pelatihan pengembangan soal Hots untuk guru. Pelatihan dilakukan di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Begasi melalui skema Program Pengabdian Masyaraaat ( P2M).UniversitasNegeri Jakarta. Pelatihan tahun 2022 diikuti oleh 15 orang guru terdiri dari 6 Guru SD ,6 Orang guru SMP dan 3 orang guru Sekolah Menengah. Metode pelatihanyang digunakan adalan pembelajaran langsung (Luring). Hasil Pelatihan menunjukan bahwa Nilai rata rata hasil Pree Test sebesar 39,5 dan Nilai rata rata hasil Post Test sebesar 64,6 poin. Sehingga pelatihan ini mampu menaikan Nilai rata rata peserta sebesar 28,7 poin atau menaikan dari kategri kurang menjadi cukup. Kesimpulan Pelatihan ini data dinyatakan cukup berhasil. Rekomendasi Pelatihan pengembangan soal HOTS untuk guru perlu terus dilakukan dengan peserta yang lebih banyak dengan metode yang sesuai dengan jumlah dan kondisi peserta. Berdasarkan pembahasan dan analisis data hasil pelatihan dapat disimpulkan bahwa dengan pelatihan yang tepat permasalahan guru yang masih terkedala dalam mengembangkan soal soal High order thinking Skill (HOTS) dapat dikurangi, sehingga pelatihan pengembangan soal soal Hots untuk guru dapat dijadikan solusi.
PELATIHAN PEMANFAATAN SOLAR CELL SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT DESA PANTAI MEKAR MUARA GEMBONG BEKASI JAWA BARAT Massus Subekti; Parjiman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Training on the use of solar cells as an alternative power plant will be conducted in Pantai Mekar Village, Kec. Muara Gembong Kab. Bekasi, West Java, in the realization of one of the tasks of the Electrical Engineering Education Study Program, Faculty of Engineering, State University of Jakarta in the field of Community Service (PkM). This activity is one of the programs that is given continuously every year to community members in the target areas as part of applying knowledge in the community. The methods used in this activity include lectures, questions and answers, demonstrations and practice. The target audience is the community with 20 participants. The training materials provided include (1) the working principle of solar cells as alternative power plants, (2) components of solar cells as alternative power plants, and (3) skills in assembling solar cells as alternative power plants. The training activities are planned to be held in September 2022. The service activities have gone well providing knowledge about the Utilization of Solar Cells as Alternative Generating Sources. The service activities have also succeeded in increasing participants' understanding, this is shown by the increase in the average pretest and posttest scores from 29 to 63 Increased knowledge of the learning process based on the N-Gain percentage value of 43.7%, which means that the training carried out is still less effective in providing increased knowledge to participants. The ineffectiveness of the training is due to the low motivation of the participants in participating in the training. Abstrak Pelatihan pemanfaatan solar sel sebagai pembangkit listrik alternatif akan dilakukan di Desa Pantai Mekar Kec. Muara Gembong Kab. Bekasi Jawa Barat dalam perwujudan salah satu tugas Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diberikan secara berkesinambungan setiap tahunnya pada warga masyarakat di daerah binaan sebagai bagian pengamplikasian ilmu pengetahuan di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Khalayak sasaran adalah masyarakat dengan jumlah peserta 20 orang. Materi pelatihan yang diberikan meliputi (1) prinsip kerja solar sell sebagai pembangkit listrik alternatif, (2) komponen-komponen solar sel sebagai pembangkit listrik alternatif, dan (3) ketrampilan melakukan perakitan pemasangan solar sell sebagai pembangkit listrik alternatif. Kegiatan pelatihan direncakan akan dilaksanakan pada September 2022. Kegiatan pengabdian telah berjalan dengan baik memberikan pengetahuan tentang Pemanfaatan Solar Cell Sebagai Sumber Pembangkit Alternatif, Kegiatan pengabdian juga berhasil meningkatkan pemahaman peserta, hal tersebut ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pretest dan posttest dari 29 menjadi 63. Peningkatan pengetahuan proses hasil belajar berdasarkan nilai prosentase N-Gain sebesar 43,7% yang berarti pelatihan yang dilakukan masih kurang efektif memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta. Kurang efektifnya pelatihan disebabkan rendahnya motivasi para peserta dalam mengikuti pelatihan
PELATIHAN PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN ALAT LISTRIK RUMAH TANGGA BAGI MASYARAKAT DESA PANTAI MEKAR KECAMATAN MUARA GEMBONG KEBUPATEN BEKASI Irzan Zakir; Faried Wadjdi; Aris Sunawar; Massus Subekti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pantai Mekar Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, is One of the Assisted Villages of the Electrical Engineering Education Study Program, Faculty of Engineering, State University of Jakarta in the field of Community Service (PkM). This activity is one of the programs that is carried out continuously every year for community members in the target areas as part of the application of knowledge and skills in the community. The program in the first year is an increase in understanding of electrical hazards, competence in maintaining residential electrical installations, the second year is about competence in repairing damaged residential installations, applying knowledge of electrical hazards and in the third year, assistance in maintaining and repairing electrical installations and the hazards that can occur. arise for the Village Community. The methods used in this activity include lectures, questions and answers, demonstrations and practice. The target audience is the community with 15 participants. The training materials provided in the first year include (1) understanding of household electrical appliances, (2) kinds of household electrical appliances, and (3) skills in maintaining household electrical appliances, and (4) practice of maintaining and repairing household electrical appliances. problematic stairs. The training activities will be held in August 2022. Abstrak Desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Kebupaten Bekasi Manjadi Salah Satu Desa Binaan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dilakukan secara berkesinambungan setiap tahunnya pada warga masyarakat di daerah binaan sebagai bagian pengaplikasian ilmu pengetahuan dan keterampilan di masyarakat. Program pada tahun pertama adalah Peningkatan pemahaman mengenai bahaya listrik, kompetensi dalam merawat instalasi listrik rumah tinggal, tahun kedua adalah tentang kompetensi dalam memperbaiki instalasi rumah tinggal yang rusak, mengaplikasian pengetahuan bahaya listrik dan tahun ketiga ketiga pendampingan perawatan dan perbaikan instalasi listrik dan bahaya yang dapat timbul Bagi Masyarakat Desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Khalayak sasaran adalah masyarakat dengan jumlah peserta 15 orang. Materi pelatihan yang diberikan pada tahun pertama meliputi (1) pemahaman tentang alat listrik rumah tangga, (2) macam macam peralatan listrik rumah tangga, dan (3) ketrampilan pemeliharaan alat listrik rumah tangga, serta (4) praktik merawat derta memperbaiki peralatan listrik rumah tangga yang bermasalah. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada bulan Agustus 2022.
Desain Intensitas Penerangan dengan Tipe Jenis Lampu untuk Kegitan Praktikum di Laboratorium Mesin Listrik dan Pengukuran Dwi Setyawan; Massus Subekti
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Vol. 3, No. 2, Juli 2021
Publisher : UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jplp.3.2.47-55

Abstract

Lighting planning in a laboratory room is one of the factors in designing to produce good and energy efficient lighting. To carry out all activities in the room of a laboratory, sufficient lighting intensity is needed, so that it can be carried out optimally, especially with regard to practicum work carried out in the laboratory for the benefit of the learning process. In terms of quality, lighting in a room is in the form of strong lighting or illumination level. The purpose of this research is to design, identify and evaluate the recommended lighting intensity / quality with the lighting standards from the existing lamp data installed in the electrical and measurement laboratory. The results of the measurement research for the Electrical Machinery and Measurement Laboratory obtained that the average light intensity for the work point of the practicum table is 127 lux, so that the light intensity is still low according to the SNI 16 - 7062 - 2004 standard with a measuring point of even lighting distribution obtained by 137 lux. If the light intensity of a laboratory is not fulfilled, it will result in inconvenience for students in carrying out the measurement practice, especially for practicum electrical circuits by calculating the value of the ring resistor. For this reason, the intensity of lighting in the laboratory room must be designed to meet the recommended lighting standards for a laboratory, namely 300 lux, namely by adding the number of 8 points of TL Philips Lifemark 36W / 54-765 lamps,or 8 points of 25 W / 2600 lumens LED lamps, or 6 Philips CLF 55 W / 3465 lumen type light point.
PEMANFAATAN ARDUINO PADA HIDROPONIK SISTEM KONTROL OTOMATIS BERTENAGA SURYA Izzani, Sabila Fiqra; Nasbey, Hadi; Subekti, Massus
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol. 12 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1201.FA21

Abstract

Abstrak Pemanfaatan Arduino pada hidroponik dengan sistem kontrol otomatis bertenaga surya merupakan inovasi menarik dalam bidang pertanian modern. Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa tanah yang menggunakan larutan nutrisi air untuk memberikan nutrisi kepada tanaman. Arduino, sebagai platform pengembangan perangkat keras yang fleksibel, dapat digunakan untuk mengontrol dan mengukur berbagai parameter penting seperti nutrisi dan tingkat pH dalam sistem hidroponik. Keunggulan dari sistem ini adalah penggunaan energi surya sebagai sumber daya, yang memungkinkan hidroponik beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal. Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan keberlanjutan dalam pertanian. Integrasi Arduino memungkinkan otomatisasi proses kompleks, seperti penjadwalan penyiraman, regulasi nutrisi, dan pengendalian pencahayaan. Dengan memanfaatkan Arduino pada hidroponik dengan sistem kontrol otomatis bertenaga surya, petani dapat mencapai kontrol yang tepat terhadap lingkungan pertumbuhan tanaman, sehingga menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan produktif. Langkah yang menjanjikan ini dalam mencapai pertanian yang efisien dan berkelanjutan memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi dampak lingkungan. Kata-kata kunci: Arduino, sistem kontrol otomatis, dan tenaga surya. Abstract The utilization of Arduino in solar-powered automated control systems for hydroponics is an intriguing innovation in modern agriculture. Hydroponics is a soilless cultivation method that utilizes nutrient-rich water solutions to provide plants with the necessary nutrients. Arduino, as a flexible hardware development platform, can be used to control and measure various important parameters such as nutrients and pH levels in hydroponic systems. Advantage of this system is the use of solar energy as a power source, enabling hydroponics to operate independently without relying on external electricity sources. This contributes to enhancing efficiency and sustainability in agriculture. The integration of Arduino allows for the automation of complex processes, such as irrigation scheduling, nutrient regulation, and lighting control. By incorporating Arduino into hydroponics with solar-powered automated control systems, farmers can achieve precise control over the plant growth environment, leading to healthier and more productive plants. This promising step towards efficient and sustainable agriculture holds great potential for improving crop yields and reducing environmental impact. Keywords: Arduino, automated control systems, and solar energy.
KARAKTERISASI SENSOR TDS SEN-0244 DAN SENSOR PH-4502C DALAM IMPLEMENTASINYA PADA PENANAMAN HIDROPONIK Saputra, Ari; Nasbey, Hadi; Subekti, Massus
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol. 12 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1201.FA22

Abstract

Abstrak Hidroponik adalah metode penanaman tanaman tanpa menggunakan tanah, yang menggunakan media air sebagai pengganti. Dalam penanaman hidroponik, pengukuran pH (tingkat keasaman) dan TDS (Total Dissolved Solids atau jumlah padatan terlarut) dalam larutan nutrisi sangat penting untuk memonitor kondisi lingkungan pertumbuhan tanaman. Kedua sensor ini terlebih dahulu dikalibrasi dan dikarakterisasi untuk mengetahui fungsi kerja dan tingkat korelasinya. Kalibrasi sensor pH dan TDS dilakukan dengan menggunakan larutan standar dengan tingkat pH dan TDS yang diketahui, serta alat ukur berupa pH Meter dan TDS Meter sebagai pembanding standarnya. Data kalibrasi digunakan untuk mengoreksi hasil pengukuran sensor dan memastikan akurasi yang tinggi. Selanjutnya, dilakukan karakterisasi sensor pH dan TDS dengan menguji responnya terhadap variasi konsentrasi larutan nutrisi. Hasil karakterisasi digunakan untuk memahami kinerja sensor dalam mengukur pH dan TDS dalam berbagai kondisi. Didapatkan persamaan kalibrasi untuk sensor TDS yaitu y=2.6345x-414.72 dengan korelasi sebesar 0.9265 sedangkan untuk sensor pH memiliki persamaan y= 0.0169x+0.2745 dengan korelasi sebesar 0.9311. Kata-kata kunci: Sensor, pH, TDS, kalibrasi. Abstract Hydroponics is a method of growing plants without using soil, which uses water as a substitute medium. In hydroponic planting, measuring pH (acidity level) and TDS (Total Dissolved Solids or the amount of dissolved solids) in a nutrient solution is very important to monitor environmental conditions for plant growth. These two sensors are first calibrated and characterized to determine their work function and degree of correlation. Calibration of pH and TDS sensors is carried out using standard solutions with known pH and TDS levels, as well as measuring instruments in the form of pH meters and TDS meters as standard comparisons. Calibration data is used to correct sensor measurement results and ensure high accuracy. Next, the characterization of the pH and TDS sensors was carried out by examining their response to variations in the concentration of nutrient solutions. The characterization results are used to understand the performance of the sensor in measuring pH and TDS under various conditions. The calibration equation for the TDS sensor is y=2.6345x-414.72 with a correlation of 0.9265 while for the pH sensor it has the equation y= 0.0169x+0.2745 with a correlation of 0.9311. Keywords: Sensor, pH, TDS, calibration.
Co-Authors Achmad Abi Rafdi Adung Prawira Adinata Ady Wartono Ahmad Hambali, Ahmad Ahmad Ramadhan Putra Amanda, Early Ardianto, Agus Ari Saputra, Ari Aris Sunawar Aris Sunawar Sunawar Aris Sunawar, Aris Ary Akbar Nugraha ARY AKBAR NUGRAHA Azhari Jum’atullah Bayu Prabowo Bayu Suryo Wiranto Brenden F.I Chaerul Rozikin Daryanto Daryanto Daryanto Daryanto Deffi Meidiasha DENY KURNIAWAN Dewi Rahmawati Diah Yuni Purwitaingsih Diarsyah Amarullah Djaohar, Mochammad Dwi Setyawan Eka Mardiana Eka Nur Wulandari Faried Wadjdi Farried Wadjdi Fijrianto, Ari Jodiansyah Fiyanto, Roy Oktaf Galang A F Galang Adi F Gendroyono, Purwanto Hadi Nasbey Hajar Nur Qibtyah Hanum Isfaeni Harmawan Febrianto Hervina Kiruna Hidayat, Rahmat Nur Hikmatul Mardiyah Hogan, Stevent Imam A. Rahardjo Imam Arif R IMAM ARIF RAHARDJO Imam Arif Raharjo Imam Arif Raharjo Imam Mahir Irzan Zakir Irzan Zakir Irzan Zakir Irzan Zakir Zakir Izzah Nur Maulidah Abdul Salam Izzani, Sabila Fiqra Lutfiah, Tia M Djaohar M Sami M. Djaohar M. Febrian Ristiyanto M. Rif’an Maria Michelle Cindy Maya Firanti Putri Mochammad Djaohar Monantun, Readysal Muhamad Rizky Septianto Muhammad Iqbal Muhammad Rifan Muhammad Rifan Muhammad Rif’an Muhammad Rif’an Muhammad Rif’an Rif’an Muksin Nasruloh, Agan Nur Hanifah Nur Hanifah Yuninda Nur Octaviani Nuraini, Syifa Nuvita Retna Sari Parjiman Parjiman Parjiman Parjiman Paulus Sihombing Permana, Yusuf A Priyono Purwanto Gendroyono Putriansyah Rahardjo, Imam Arif Raharjo, Imam Arif Rahmawati Fajri Latiefa Raja Ingan Budi Rega Sundawa Putra Reymond Alexander Rian Pratama Rifani, Mohammad Arif Rizqy Zaputra, Dhafin Rotua Bebrianita Palentina Rozikin, Chaerul Rudy Prihantoro Sakirah Shanty Muflihawati Siahaan, David Kevin Immanuel Silvia, Chendy Slamet Raharjo Soeprijanto Soeprijanto Suyitno Suyitno Suyitno Sya’bani, Bagus Fajar Syah, Tim Abyah Syifa Nuraini Syufrijal, Syufrijal Wibawa, Bayu Addysa Wibisono, Salsa Alifianti Widodo Widodo