Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

THE DEVELOPMENT OF THE STORY-BASED MORAL VALUE LEARNING MODEL AT ISLAMIC SENIOR SECONDARY SCHOOLS Subur, Subur
Dewantara Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Dewantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.021 KB)

Abstract

The objective of this research is to develop the story-based moral value learning model for the students of Islamic Senior Secondary Schools. The story-based learning model is expected to help the teachers and the students to deal with the problem(s) in the moral value learning in terms of concept, activity, and evaluation. The story-based learning model can create a productive and effective learning. This research used the research and development (R&D) procedures, comprising: (1) study-exploration phase, held through observation, in-depth interview, and documentation; (2) model development phase, carried out through validation testing by practitioners and experts? judgments, model revision, and limited and extended trials, and (3) effectiveness testing phase. This research was conducted at State Islamic Senior Secondary Schools and Private Islamic Senior Secondary Schools in Banyumas regency during even and odd semesters 2012-2013. The data of the research were gathered through test, questionnaire, and observation. The data of the research were analyzed by using the quantitative technique of analysis (difference/t test) and the percentage description reflectively. The result of the analysis shows that the competency standard, indicator, strategy, media/source, and evaluation of the moral value learning stated in the syllabus have not reflected the ideal moral value learning concept. In addition, the learning process is very much oriented to cognitive domain. Therefore, the teachers are very much in need of a learning model which can create and encourage the learning motivation and activeness of students in the class and which is effective to reach its objectives.  The findings show that the story-based learning model is very valid and feasible to be a moral value learning model. The effectiveness testing shows that the story-based learning model is able to create a quality learning process and to improve the moral value of students. The response and observation of students also indicate that the teachers and students like the story-based learning model very much. Therefore, the story-based learning model is very suitable to be used in the moral value learning.
Materi, Metode, dan Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif al-Qur'an Subur, Subur
Jurnal Penelitian Agama Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.511 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v17i1.2016.pp43-72

Abstract

Abstrak: Mahmoud Syalthut mengatakan Al Qur’a̅n mula̅imun fi ̅ kullizzama̅n wal maka̅n (al qur’an selalu relevan dengan ruang dan waktu yang ada), dalam alQur’an juga terdapat banyak ayat yang mengandung konsep-konsep dan nilainilai pendidikan; materi maupun metodologi. Karena itu penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui konsep-konsep al Qur’an terkait dengan lingkup materi, metode dan evaluasi pembelajaran serta relevansinya dengan konsep yang ada.Sumber penelitian ini adalah dokumen, dengan menggunakan metode tematik yang dilanjutkan dengan analisis reflektif, induktif dan bahasa. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa materi pembelajaran dalam al Qur’an dibedakan menjadi materi yang bersifat syar’iyah dan non-syar’iyah. Syar’iyah dibedakan menjadiakidah, syari’ah dan akhlak. Materi non-syar’iyah dibedakan menjadi eksak dan humaniora. Metode pembelajaran yang dapat ditelusuri dalam alqur’andiantaranya hiwar, kisah, amtsal, keteladanan, pembiasaan, ibrah-mau’idzah, targhib-tarhib, nasehat, persuasi/hikmah, tsawab-iqab, ceramah, tanya jawab,diskusi, sorogan, bandongan, mudzakarah, pemberian tugas, karyawisata, eksperimen, drill, sosiodrama, demonstrasi dan kerja kelompok. Sedangkankegiatan dalam pembelajaran berupa darasa, nazara, I’tibar, tafakkur, tadzakkur, tadabbur, iqro’, jdil, andzir, alam tara, is’al, ta’arafa, ‘aqala, alima, ma adrka,tafassaha, allama, rabbaya, yatlu, yuzakki, quw, da’a, faqiha dan fahima. Keyword: Materi, Metode/aktivitas, Evaluasi, Pembelajaran, Al Qur’an.
MATERI, METODE, DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN subur, subur
Jurnal Penelitian Agama Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.964 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v16i2.2015.pp199-219

Abstract

Abstract: Mahmoud Syalthut said that al-Qur'an mulčimun fiullizzamn walmakn (al-Quran always relevant to space and time), in the Koran, there are also many verses that contain concepts and values education, material and methodology. Therefore, this study was conducted to determine the concepts of the Koran relating to the scope of materials, methods, and evaluation of leaming and its relevance to the existing concept. Source of this research is a document, using thematic followed by reflective, inductive, and language analysis. The results showed that the leaming material in the Koran, which is divided into material and non-Syariyah Syariyah. Syariyah divided into theology, Sharn'ah, and morals. Non-Syariyah material divided into exact and the humanities. Leaming methods can be traced in the Qur'an among hiwar, story, amtsal, exemplary, habituation, ibrah-mauidzah, targhib-tarhib, advice, persuasion/wisdom, tsawab-igab, lecture, question and answer, discussion, sorogan, bandongan, mudzakarah, assignments, field tnips, experiments, dril, sociodrama, demonstrations and group work. The leaming activities in the form of Darasa, Nazara, ltibr, tafakkur, tazakkur, tadabbur, Iqro, 'agala, rabbaya. Keywords: Materials, Methods, Evaluation, Leaming, Quran.
PKM KELOMPOK USAHA PEMBUAT TAHU DAN TEMPE Subur, Subur; Murtatik, Sri; Siswantini, Tri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.31 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2900

Abstract

Minat warga RW 04 Kelurahan Krukut Kecamatan Limo Depok terhadap pengembangan usaha pembuatan tahu dan tempe  untuk menambah volume produksi dan pasar penjualan produk mereka sangat tinggi. Mereka masih terfokus hanya pada  proses peningkatan produksi dan penjualan tahu dan tempe sebanyak-banyaknya, sedangkan masalah yang berkaitan dengan pembukuan tidak diperhatikan. Banyak juga yang beranggapan jika selama usaha dikerjakan sendiri, uang tidak akan pergi kemana-mana dan menganggap bahwa pembukuan membuat mereka menjadi makin rumit dan makan waktu dalam mengelola usahanya. Melalui  metode ceramah dan praktek langsung yang dilakukan oleh para pengabdi untuk mengubah pemahaman mereka bahwa pembukuan bukanlah sesuatu yang menyusahkan dan menambah pekerjaan saja, tetapi pembukuan dapat mengontrol perkembangan usaha yang sedang berjalan dan perkembangan usaha selanjutnya. Dengan pembukuan kita akan mengetahui seberapa untung atau rugi yang dialami usaha yang sedang berjalan.  Evaluasi dari kegiatan ini adalah menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah melaksanakan abdimas, hasil jawaban didapat meningkatnya pemahaman para peserta abdimas terhadap manfaat dari pembukuan (90%), meningkatnya keyakinan para peserta abdimas bahwa  bisnis bisa berkembang dengan melakukan pembukuan (80%) dan peserta abdimas menghendaki adanya kegiatan abdimas dilakukan kembali dengan tema yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan selanjutnya
PKU Dengan Majelis DIKDASMEN PCM Salam: Kegiatan Pendampingan Pengelolaan Sampah Melalui Pendekatan Berbasis 3R Dalam Rangka Mewujudkan Sekolah Sehat di SMP Muhammadiyah Salam Imron, Imron; Nugroho, Irham; Subur, Subur
Community Empowerment Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.644 KB) | DOI: 10.31603/ce.v4i1.3121

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasi pengelolaan sampah, pendampingan pengelolaan sampah sehingga terwujudnya sekolah sehat sesuai dengan ketentuan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah No. 06/KTN/1.4/F/2013 tentang sekolah sehat. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Metode PRA dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra, oleh karena itu keterlibatan mitra secara aktif dalam penentuan pemecahan masalah sangat diperlukan. Tahapan persiapan meliputi ijin kegiatan, menyiapkan kelengkapan dan menyusun jadwal. Tahap pelaksanaan diantaranya manajemen pelaksanaan program meliputi FGD, sosialisasi, pelatihan, praktek, pendampingan, lomba kebersihan kelas dan pengelolaan sampah. Tahap pelaporan meliputi penyusunan dokumen monitoring pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan. Adapun hasil dari program kemitraan universitas dengan judul PKU Dengan Majelis Dikdasmen PCM Salam: kegiatan pendampingan pengelolaan sampah melalui pendekatan berbasis 3R dalam rangka mewujudkan sekolah sehat di SMP Muhammadiyah Salam adalah terbentuknya kebiasaan positif warga sekolah tentang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar. Hal tersebut terbukti dengan hasil monitoring yang dilakukan oleh tim dalam setiap tahap pelaksanaan PKU. Selain hal tersebut, kepala sekolah telah menetapkan kebijakan bahwa kegiatan lomba kebersihan kelas dan pengelolaan sampah menjadi kegiatan rutin tahunan dengan harapan berdampak pada kegiatan lomba sekolah sehat yang dilaksanakan terpusat oleh Majelis Dikdasmen yang sewaktu-waktu akan dilaksanakannya monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, tim PKU akan senantiasa melakukan pendampingan bila sewaktu-waktu mitra membutuhkan
Akuntabilitas dan Transparansi Pengadaan Kapal Nelayan Pada Program Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Kementerian Kelautan dan Perikanan Suyanti, Suyanti; Hernawati, Erna; Subur, Subur
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. April 2019 [DOAJ & SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v7i1.15139

Abstract

Abstract. This research is an interpretive ethnometodology qualitative study which aims to determine the accountability and transparency of the procurement of fishing boats from the beginning of the procurement intended for community assistance and conformity to government procurement regulations. Accountability refers to the process of procuring fishing boats that have described responsibility for the management of APBN funds, while the transparency referred to is information disclosure to the public as a contributor to the state budget. Accountability and transparency can be realized if they comply with procedures and the existence of independent parties involved. The regulation in question is PP Nomor 16 Tahun 2018 concerning Government Procurement of Goods / Services and Government PP 27 Tahun 2014 concerning Management of BMN. The data sources used were interviews, observations and the presence of supporting documents such as the Berita Acara Serah Terima (BAST). The results of this study indicate that accountability and transparency have mostly been implemented and are in accordance with PP No. 16 Tahun 2018 and PP No. 27 Tahun 2014, however, the constraints of a lack of accountability occur from the external Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. Realization of fisheries facilities assistance is not fully in accordance with the target, because there are still recipients who deliberately misuse their use. Keywords. Accountability, PP No. 16 Tahun 2018, PP No. 27 Tahun 2014,  Procurement of Fishing Vessels, Transparency.  Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif etnometodologi interpretif yang bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan pengadaan kapal nelayan yang dari awal pengadaannya diniatkan untuk bantuan masyarakat dan   kesesuaian terhadap peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah. Akuntabilitas yang dimaksud adalah proses pelaksanaan pengadaan kapal nelayan telah menggambarkan tanggungjawab atas pengelolaan dana APBN, sementara transparansi yang dimaksud adalah keterbukaan informasi kepada masyarkat sebagai penyumbang APBN . Akuntabilitas dan transparansi dapat terealisasi jika mematuhi prosedur dan adanya pihak independen yang terlibat. Peraturan yang dimaksud adalah PP Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan PP Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan BMN. Sumber data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan adanya dokumen pendukung seperti Berita Acara Serah Terima (BAST).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas dan transparansi sebagian besar telah diterapkan dan telah sesuai dengan PP Nomor 16 Tahun 2018 dan PP Nomor 27 Tahun 2014, namun, kendala dari kurangnya akuntabilitas terjadi dari pihak eksternal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Realisasi bantuan sarana perikanan belum sepenuhnya sesuai dengan sasaran, karena masih terdapat penerima yang sengaja menyalahgunakan pemanfaatannya. Kata kunci.  Akuntabilitas,  PP No 16 Tahun 2018, PP No 27 Tahun 2014, Kapal Nelayan, Transparansi.
Penguatan Kelembagaan dalam Meningkatkan Rasa Memiliki SDM Terhadap AUM di Lingkungan PCM Salam Nugroho, Irham; Qosim, Muhammad Nanang; Subur, Subur; Imron, Imron
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.639 KB) | DOI: 10.31603/ce.3619

Abstract

Kurangnya rasa memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tempat tugas, ditengarai menjadi penyebab terhambatnya perkembangan AUM. Hal tersebut ditunjukkan dengan kurangnya perhatian pada pembinaan yang dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Menyadari bahwa SDM membutuhkan kontrol tentang diri mereka, Pimpinan Muhammadiyah Cabang (PCM) Salam dengan Majelis Dikdasmen perlu mengambil peran dalam memberikan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM baik dari segi layanan, pembelajaran dan memupuk rasa memiliki SDM terhadap AUM untuk penguatan kelembagaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Tahapan kegiatan diawali persiapan meliputi ijin kegiatan, menyiapkan kelengkapan dan menyusun jadwal pelaksanaan meliputi FGD, penyusunan dokumen monitoring penguatan kelembagaan dan penyusunan laporan. Adapun hasil dari program kemitraan Universitas menunjukkan bahwa rasa memiliki SDM terhadap AUM di lingkungan PCM Salam dalam kategori cukup yang ditunjukkan dengan hasil monitoring keaktifan pendidik dan tenaga kependidikan dalam kajian ahad pagi dan kegiatan persyarikatan di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian, diperlukan pendamping berkelanjutan untuk mewujudkan SDM yang unggul dan senantiasa meningkatkan rasa memiliki terhadap AUM.
Pelatihan dan Pendampingan Remaja dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Islami Subur, Subur; Muhammad F, Jery; Fuadi, Hamam; Firdausi, Atin Fadhli; Wachid, Ma’ruf
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.02 KB) | DOI: 10.31603/ce.3879

Abstract

Dusun Bulu memiliki potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang melimpah. Namun pengelolaan SDA dan SDM tersebut masih belum mencerminkan kualitas hidup yang Islami dalam kehidupan masyarakat. Hal itu dapat diketahui dari jumlah anak-anak dan remaja yang tidak mengaji secara rutin di TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran). Selanjutnya sampah menjadi salah satu permasalahan tersendiri di Desa Bulu karena belum dikelola dengan baik mulai dari pembuangan, pengangkutan dan pengolahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat Dusun Bulu khususnya anak-anak dan remaja untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengaji di TPQ baik sebagai siswa maupun pengajar. Kemudian remaja juga diberikan pembekalan mengenai pentingnya hidup bersih dan pendampingan pengelolaan sampah. Strategi yang digunakan adalah dengan kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di Dusun Bulu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 4 bulan dengan dua kegiatan yang berkesinambungan dengan melibatkan remaja sebagai fokus garapan dan masyarakat sekitar. Hasil-hasil kegiatan pengabdian yang diperoleh adalah menghidupkan kembali TPQ yang sudah beberapa lama berhenti dan membuat taman baca serta arena bermain di sekitar TPQ agar menjadi tempat yang menyenangkan. Selanjutnya sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah bagi masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan desa menjadi kegiatan yang utama. Dari dua kegiatan ini maka anak-anak, remaja serta warga desa Bulu dapat memperoleh kembali pendidikan di TPQ dan juga lingkungan desa yang bersih karena dikelolanya sampah di masing-masing rumah.
Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT): Otomasi Pembukuan dan Pengarsipan Perpustakaan Secara Online dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Teknologi dan Informasi Subur, Subur; Andriany, Fina; Mustofiah, Alfiatul; Wahyuningsih, Laili; Hayati, Nur; Karunia, Safitri Dwi
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.344 KB) | DOI: 10.31603/ce.4327

Abstract

Dimasa Pandemi Covid 19 ini kegiatan Perpustakaan benar-benar menghadapi kendala mulai dari tidak adanya pengunjung yang datang karena kekhawatiran masyarakat akan terpapar virus. Kemudian pengelolaan yang masih manual khususnya dibidang pembukuan maka pengurus Perpusdes menginginkan agar adanya otomasi pembukuan perpustakaan mulai dari arsip buku dan sistem pinjam meminjam seta koleksi buku online menjadi harapan dari mitra. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempermudah anggota perpustakaan Desa Mangunsari dalam melaksanakan pembukuan dan pengarsipan buku buku di perpustakaan yang jumlah nya hamper 3000 buku. Dengan adanya pelatihan pembukuan dan pengarsipan online melalui sebuah aplikasi maka akan mempermudah dalam pengecekan dan penataan buku-buku yang ada di perpustakaan. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal yaitu metode yang mendorong masyarakat pedesaan untuk ikut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dalam konteks kondisi mereka sendiri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan dan pengalaman kepada pustakawan di perpustakaan Desa Mangunsari tentang otomasi pembukuan dan pengarsipan secara online dan pengelolaan perpustakaan desa menjadi lebih tertata serta pendataan buku-buku lebih rapi. Beberapa kegiatan tambahan dalam pelaksanaan PPMT antara lain Pelatihan Otomasi di DISPUPA Muntilan, pelatihan kaligrafi untuk anak-anak SD,Kegiatan story Telling, sosialisasi tentang melaksanakan Prokes, peatihan membuat roti untuk ibu-ibu PKK.
Construction of Education Based on Religious Moderation: Role of Islamic Education Leadership in Promoting Tolerance and Social Harmony Wibowo, Adi; Roqib, Moh.; Subur, Subur; Aulia Kumala, Shofa
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 2 № 03 (2024): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v2i03.995

Abstract

This research focuses on the implementation of religious moderation-based education at An-Nawawi Berjan Purworejo Islamic Boarding School, with an emphasis on the role of Islamic education leadership, especially KH Ahmad Chalwani. In the era of globalisation and the complexity of multicultural society, Islamic educational institutions have an important role in building attitudes of tolerance and social harmony. The religious moderation approach is recognised as effective in developing inclusiveness, tolerance and respect for religious diversity. This research used a qualitative approach with a case study design, involving the leadership, teachers, and students of An-Nawawi Berjan Islamic Boarding School in Purworejo. Data were collected through interviews, direct observation, and document analysis, then analysed thematically to identify key patterns. The findings show successful integration of the principles of religious moderation in the curriculum, school policies, and daily teaching practices, which enhances students' understanding and participation in appreciating religious diversity. Discussion of the findings highlights the importance of religious moderation-based education in responding to the challenge of religious extremism. The contribution of Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo in promoting inclusive and tolerant education sets an example for other educational institutions in building a harmonious society amid increasingly complex religious diversity. This research confirms the relevance and essentiality of religious moderation-based education in the context of Islamic education, as well as providing practical guidance for stakeholders in strengthening the values of moderation, tolerance and diversity in education and society.