Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Islamic Parenting Sebagai Pendidikan Keluarga: Konsep Pendidikan Anak Usia 0 Tahun Sampai 12 Tahun Sesuai Metode Nabi SAW Setiasih, Ani; Subur, Subur
Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v12i2.10546

Abstract

Pendidikan keluarga adalah pendidikan pertama dan paling utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Untuk itu dalam proses mendidik anak kedua orang tua seharusnya memiliki ilmu dan wawasan terkait berbagai cara terbaik dalam mendidik anak terutama metode mendidik yang merujuk sesuai ajaran pada Nabi SAW. Karena untuk membentuk generasi muslim yang shaleh tidak akan terlepas dari dua pondasi Islam yaitu yang utama adalah Al - Quran dan hadis. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana mendidik anak sesuai ajaran Nabi yang dapat mewujudkan generasi muslim yang rebbani. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana cara keluarga mendidik anak usia 0 tahun sampai usia 12 tahun sesuai dengan ajaran Nabi SAW. Paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan atau library research. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) konsep pendidikan Nabi adalah konsep pendidikan yang bersumber dari Wahyu Allah yaitu Al - Quran dan dinilai mampu mencetak generasi muslim yang sholeh baik secara individu maupun sosial, 2) Pendidikkan sesuai cara Nabi terdiri dari beberapa tahapan yang harus dipenuhi orang tua atau seorang pendidik. Untuk penentuan keberhasilannya para orang tua maka dituntut agar mendidik anak Sesuai dengan perkembangan dan perbedaan karakter yang mereka miliki, 3) Pendidikan sesuai metode Nabi SAW merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan dan membentuk aspek moral spiritual dan sosial anak. Hal ini dikarenakan kepribadian Nabi SAW merupakan uswah dalam segala hal baik dalam aspek ibadahnya, perkataannya, maupun perbuatannya.
Promoting Child-Friendly Schools through the Merdeka Curriculum: A Critical Evaluation of Magelang Regency, Indonesia Rasidi, Rasidi; Subur, Subur
International Journal of Contemporary Studies in Education Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/ijcse.v3i3.1138

Abstract

To promote Child-Friendly Schools through the Independent Curriculum in Magelang Regency, this research reveals several challenges and opportunities. The study used a sequential mixed methods approach to surveying 47 teachers and 100 students, in-depth interviews with 20 school principals and 20 key informants, and participant observation in 10 schools. The findings show that implementing a child-friendly school is still early, facing various obstacles such as limited understanding of teachers and school staff about the concept of a child-friendly school, limited resources, and a school culture that still needs to be fully supportive. Nonetheless, the Merdeka Curriculum offers significant opportunities to strengthen child-friendly schools by emphasizing child-centred learning, collaboration, and character development. Integrating child-friendly school principles into the Independent Curriculum and developing the capacity of teachers and school staff are crucial steps needed to create genuinely child-friendly schools. This research provides important insights for education stakeholders to improve and holistically increase the holistic implementation of child-friendly schools in Magelang Regency.
Evaluasi Penerapan Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa SMK N 2 Magelang Masa Pandemi Covid-19 Suci, Rizqia; Tohirin, M; Subur, Subur
Borobudur Islamic Education Review Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bier.12275

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah program yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan bagaimana penerapan program Gerakan Literasi Sekolah pada mata pelajaran PAI masa pandemi covid-19 di SMK N 2 Magelang , berbagai faktor yang mendukung, menghambat dalam kegiatan tersebut, serta solusi penyelesaiannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Informan dalam penelitian ini berjumlah 16 orang yang terdiri atas kepala sekolah, pustakawan, 2 guru PAI, dan 12 siswa. Hasil penelitian (1) Menunjukkan bahwa Gerakan Literasi Sekolah di SMK N 2 Magelang pada mata pelajaran PAI masa pandemi covid-19 umumnya sudah diterapkan sesuai dengan pedoman buku panduan GLS tingkat SMA/K. pelaksanaan tersebut diantaranya: (a) pada tahap pembiasaan, kegiatan membaca 15 menit, melafalkan asmaul husna dan melafalkan ayat Al-Qur’an sesuai KD tetap dilaksanakan secara daring, (b) pada tahap pengembangan, siswa ditugaskan untuk meresume buku PAI atau Ayat Al-Qur’an, (c) pada tahap pembelajaran, siswa diminta mengumpulkan lembar PPLS sebagai bentuk tanggungjawab terhadap buku bacaan yang telah dibaca. (2) Faktor pendukung evaluasi gerakan literasi ini adalah dengan adanya aplikasi pasinaon program orientasi perpustakaan, MUKU atau menu usulan buku, reward dan dukungan penuh dari Kepala Sekolah, serta kerjasama antara guru dan wali murid dalam pengawasan kegiatan literasi selama pembelajaran jarak jauh di rumah karena pandemi covid -19. Faktor penghambatnya adalah pandemi covid itu sendiri yang menyebabkan perlombaan PAI dibatasi, antusiasme siswa yang belum stabil. (3) Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan merencanakan perpus digital yang hanya tinggal menunggu izin realisasi, mendorong semangat siswa untuk tetap berliterasi selama pandemi covid-19, dan melakukan pembiasaan yang bekerja sama dengan wali murid selama pembelajaran daring.
IMPLEMENTATION OF GOVERNMENT DECENTRALIZATION IN REALIZING VILLAGE AUTONOMY BASED ON LAW NUMBER 3 OF 2024 CONCERNING VILLAGES Khasanofa, Auliya; Subur, Subur
NOMOI Law Review Vol 5, No 2 (2024): November Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v5i2.21747

Abstract

Decentralization policy is a process of government devolution to the people. The implementation of decentralization in realizing village autonomy based on community development and development makes the village government competent. In March 2023, urban poverty data reached 7.29 percent and rural areas 12.22 percent, meaning that to grow village autonomy requires a growth budget. So in Article 9 paragraph (1) of Law No. 19 of 2023 concerning the 2024 State Budget, the TKD costs in 2024 are planned at IDR 85.6 trillion. And paragraph (2) letter f that from the TKD figure, the village fund transfer is 71,000.0 trillion. This study is to explain the role of the government in the decentralization of village autonomy with the presence of Law No. 3 of 2024 concerning Villages, in addition to village funds where the term of office of the village head is increased to eight years. The people who are one of the factors driving economic growth can be competent in terms of effective resource management from development through the village government. The method used in this research is a normative juridical legal research method with the approach used is a qualitative descriptive approach. The results of this discussion, with the birth of the law, have opened up opportunities for villages to manage village finances for priority programs. Village funds issued by the government can be used as village community development and village government socialization of village funds for education, health, and social security. However, in the implementation of village autonomy, the community has not had an active role in its management. Therefore, the village government must be more transparent about village funds and capable of taking an important role for golden Indonesia.
Analisis Persediaan Bahan Baku Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Subur, Subur; Andriani, Meri
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i1.11367

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen persediaan bahan baku kelapa sawit di PT. Eastern Sumatra Indonesia dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Kelapa sawit merupakan komoditas penting di sektor pertanian Indonesia yang berkontribusi terhadap berbagai industri dan ketahanan ekonomi. Namun, masih terdapat tantangan dalam optimalisasi biaya persediaan. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi catatan pasokan perusahaan tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode EOQ secara signifikan dapat mengurangi total biaya persediaan dari Rp.11.361.140.256 menjadi Rp.74.763.009, sehingga berpotensi memberikan efisiensi yang besar. Studi ini menegaskan bahwa metode EOQ dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan menurunkan biaya di industri kelapa sawit.
KREASI LILIN DARI LIMBAH JELANTAH: PELATIHAN WIRAUSAHA HIJAU BERBASIS EKONOMI KREATIF DI RA PERMATA PISANGAN CIPUTAT TANGERANG SELATAN Sufyati HS; Tati Handayani; Subur, Subur; Alfida Aziz; Anita Nopiyanti; Nurhafifah Matondang
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 12: Juli 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Candle Creation from Used Cooking Oil Waste training program was conducted at RA Permata Pisangan, Ciputat, South Tangerang, with the aim of introducing the concept of green entrepreneurship based on creative economy to parents of students. The activity involved 20 parents who actively participated in the entire training process, including socialization, hands-on practice in processing used cooking oil, and the creation of environmentally friendly candles. The training aimed to raise awareness of household waste management and to encourage the development of creative business opportunities using materials previously considered as waste. The results indicated that the program successfully improved participants’ knowledge and skills in transforming used cooking oil into economically valuable products. Participants showed high enthusiasm through active engagement during the training and expressed interest in further developing candle products as a potential source of income. This program also inspired participants to implement circular economy principles within their households. Thus, the training contributed not only to environmental pollution reduction but also encouraged community participation in creating sustainable solutions through creative and entrepreneurial approaches
Implementation of Regional Regulation No. 5 of 2015 on The Protection of Sustainable Food Agricultural Land in Sorong Regency Subur, Subur; Tafalas, Muhammad Guzali; Adianto, Adianto
SEED: Journal of Scientific Research Vol. 2 No. 1 (2025): SEED: Journal of Scientific Research, September 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/seed.v2i1.231

Abstract

Agricultural land is one of the most strategic resources in supporting food security at both the national and regional levels. However, the rapid expansion of urbanization and economic development often leads to the conversion of productive agricultural land for non-agricultural purposes. This study examines the implementation of Regional Regulation No. 5 of 2015 concerning the Protection of Sustainable Food Agricultural Land (PLP2B) in Sorong Regency, Southwest Papua Province, Indonesia. The research employs Van Meter and Van Horn’s policy implementation model, which emphasizes six variables: policy standards and objectives, policy resources, inter-organizational communication and enforcement, characteristics of implementing agencies, attitudes of implementers, and socio-economic and political conditions. A qualitative descriptive approach was used, supported by survey data. A total of 111 farmers, 5 village officials, and 8 representatives from key government agencies (Department of Agriculture, Bappeda, Environmental Agency, and DPMPTSP) participated in the study through proportional random and purposive sampling techniques. Data were collected using questionnaires, in-depth interviews, and direct observations. The results indicate that although most farmers (76%) support maintaining agricultural land despite economic pressures, the implementation of PLP2B remains suboptimal. Limited financial resources, weak coordination among agencies, lack of public awareness, and socio-economic pressures such as high land prices and urbanization are the primary obstacles. The study concludes that stronger institutional capacity, effective communication, consistent spatial planning integration, and farmer-oriented economic incentives are urgently required to safeguard agricultural land and ensure regional food security.
Membangun Masa Depan Gemilang dengan Edukasi Kesadaran Menabung dan Investasi Syariah di RA Permata Tangerang Selatan HS, Sufyati; Handayani, Tati; Yetty, Fitri; Subur, Subur; Wahyudi, Wahyudi; Sumilir, Sumilir; Matondang, Nurhafifah; Sugianto, Sugianto; Isa, Isa
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20162

Abstract

Kesadaran menabung dan berinvestasi syariah secara syariah merupakan fondasi penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak. Namun literasi keuangan syariah di kalangan wali murid dan guru RA masih rendah, sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan keuangan yang halal dan sesuai nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru serta wali murid RA Permata Tangerang Selatan tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai keuangan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyajian materi secara interaktif, diskusi, simulasi praktik, dan post-test. Edukasi dirancang dengan pendekatan partisipatif, menyenangkan, dan kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar berlatar belakang non-keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap konsep menabung dan investasi syariah, yang tercermin dari peningkatan skor pada post-test dibandingkan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif dapat membentuk dasar literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong peran keluarga dalam mendampingi anak mengelola keuangan secara Islami. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran finansial yang halal dan berkelanjutan di masyarakat.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Perkembangan Jiwa Remaja subur, subur
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Kondisi psikologis remaja sedang mengalami goncangan dan konflik-konflik yang mereka sendiri tidak memahaminya. Pada usia remaja pertumbuhan jasmani sangat cepat dan tidak serasi, yang mengakibatkan pertumbuhan meningkat sehingga kejiwaan menjadi goncang, emosi labil, dan peka terhadap rangsangan dari luar sehingga remaja menjadi keras kepala, sukar diatur, mudah tersinggung, sering melawan dan sebagainya. Oleh sebab itu tulisan ini membahas tentang perkembangan jiwa remaja dan bagaimana peran Pendidikan Agama Islam dalam proses mendidik dan membimbing remaja. Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tentang kejiwaan remaja serta dampaknya dengan menggunakan metode diskriptif analitis dan untuk menganilisisnya menggunakan content analysis. Ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa ada sebuah proses yang harus dilakukan untuk mendidik, membina dan membimbing remaja karena remaja mengalami berbagai macam perkembangan, diantaranya adalah perkembangan fisik, perkembangan inteligensi, perkembangan moral, perkembangan emosi, perkembangan kepribadian, perkembangan sosial, dan perkembangan keberagamaan maka pokok-pokok pendidikan yang harus diberikan kepada seorang remaja sedikitnya harus meliputi pendidikan akidah, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak, pendidikan muamalah dan pendidikan kesehatan.
Membentuk Karakter Anak Perspektif Islam: Kajian Dari Aspek Tanggung Jawab Pendidik Subur, Subur
Jurnal Tarbiyatuna Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UU Sisdiknas No. 23 Tahun 2003 Tentang Tujuan Pendidikan Nasional dan Perpres No.87 Tahun 2017 terkait pelaksanaan penguatan pendidikan karakter memiliki tujuan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berkarakter. Dekadensi dan krisis moral yang sering terjadi adalah sebuah realitas di masyarakat yang disebabkan karena kurangnya internalisasi dari pendidikan karakter. Untuk itu diperlukan pendidikan karakter agar terwujud generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu penguatan karakter yang akan menjawab permasalahan-permasalahan yang mendasar antara lain: bagaimanakah cara membentuk karakter islami pada anak, materi apakah yang akan diajarkan dalam keseharian anak, tanggung jawab apa yang harus dilakukan oleh pendidik, serta sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang lebih menekankan kepada kajian dan pemaparan atau disebut sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normativ sosio-historis.Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan analisis penelitian menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: untuk membentuk karakter islami maka ada hal yang paling penting yaitu tanggung jawab pendidik. Diantara tanggung jawab pendidik adalah untuk memberikan pendidikan iman, pendidikan fisik, pendidikan akal, pendidikan kejiwaan, pendidikan sosial, dan pendidikan seksual. Seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat terpuji dan seorang pendidik memerlukan metode penyampaian pendidikan yang kondisional bagi peserta didiknya.