Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Faktor Risiko dengan Angka Kejadian Infeksi Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada Penderita Ulkus Lazulfa Inda Lestari; Tri Umiana Soleha; Nurul Utami; Fidha Rahmayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1237

Abstract

Angka kejadian infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus meningkat beberapa tahun terakhir. Dahulu, bakteri tersebut dapat diobati dengan methicillin. Namun kini ditemukan strain Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin dan disebut Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Terdapat beberapa faktor risiko dan predisposisi terhadap kejadian MRSA, yaitu, kepatuhan meminum antibiotik, ketidakmampuan pasien membeli obat, jenis operasi, gizi buruk, obesitas, terapi steroid lama, pasca radiasi, multipel trauma, penyakit komorbid (diabetes mellitus, keganasan, HIV/AIDS), teknik operasi, HA-MRSA, CA-MRSA, dan prosedur invasif. Penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Pada penelitian, alat ukur berupa kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha kuesioner dan didapatkan hasil nilai 0,691 yang memiliki arti reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher exact. Penelitian dilakukan terhadap 20 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling, hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat diabetes mellitus dengan angka kejadian MRSA (p=0,044).
Transforming clinical clerkship processes with integrated information systems Septama, Hery Dian; Hakim, Lukmanul; Muhammad, Meizano Ardhi; Rahmayani, Fidha; Anggraini, Dwi Indria; Lania, Siska; Bestak, Robert
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 14, No 3: June 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v14i3.pp3036-3044

Abstract

There are still many manual administrative processes involved in clinical clerkships. However, digital technologies and software solutions can significantly improve medical education. This paper aims to utilize extreme programming (XP) as a methodology for developing the information system. A total of 23 user stories have been planned for completion. The priority of each requirement stated in the user stories is determined using the MoSCoW prioritization technique. The results indicate that the software successfully passed all tests among the 23 black box testing scenarios. Developing an integrated information system to streamline clinical clerkships has been successfully achieved. The user experience questionnaire (UEQ) is utilized to gather the perspectives of hospital management and medical faculty members regarding the information system. The average scores for each category are as follows: 1.93 for attractiveness, 2.04 for perspicuity, 2.20 for efficiency, 2.06 for dependability, 2.14 for stimulation, and 1.85 for novelty. Therefore, it can be concluded that all existing user experience scales exhibit an outstanding degree of user satisfaction.
Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pengrajin Tahu di Keluarahan Gunung Sulah Justiani, Andinni Aurellia; Kurniawaty, Evi; Rahmayani, Fidha; Anggraini, Dwi Indria
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.15715

Abstract

Occupational health and safety risks can arise in workers, the most common is contact dermatitis. Occupational Contact Dermatitis (OCD) is an inflammatory response of the skin that can be acute or chronic due to exposure with irritants or allergens at work. Tofu craftsmen are always exposed to tofu coagulation substances and water that can induce skin irritation reactions. Therefore, this study aims to determine the factors that influence the incidence of OCD in tofu craftsmen in Gunung Sulah Village, Way Halim District, Bandar Lampung. This research is analytical observational study with cross sectional. The sample of this research was 65 tofu craftsmen who were selected by the total sampling method. Data was collected by filling out questionnaires and diagnosed by a doctor. The data was analyzed by univariate and bivariate. The result was 56,9% has contact dermatitis. There is significant association between OCD with the exposure of personal protective equipment (p-value = 0,001), personal hygiene (p-value = 0,015), work periode (p-value = 0,043), and length of contact (p-value = 0,028). There is a significant association between personal protective equipment, personal hygiene, work periode, and length of contact with the incidence contact dermatitis in tofu craftsmen in Gunung Sulah Village.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Covid-19 dengan Perilaku Gizi Seimbang di Era Pandemi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Balqis, Fatimah El; Zuraida, Reni; Rahmayani, Fidha; Oktarlina, Razmi Zakiah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang COVID-19 dengan perilaku gizi seimbang di era pandemi pada mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Januari 2022. Sampel penelitian ini berjumlah 83 responden yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tahun akademik 2021/2022. Hasil: Analisis univariat menunjukkan 62% mahasiswa kedokteran memiliki pengetahuan yang baik tentang COVID-19, 71% mahasiswa kedokteran memiliki sikap positif tentang COVID-19 dan 51% mahasiswa kedokteran memiliki perilaku yang baik tentang gizi seimbang. Pada analisis bivariat diperoleh p-value= 0,01 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan perilaku tentang gizi seimbang, p value= 0,00 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara sikap tentang COVID-19 dengan perilaku tentang gizi seimbang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan perilaku gizi seimbang; dan sikap tentang COVID-19 dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung di Era Pandemi.
Challenges and Strategies in Dealing Children with Autism Spectrum Disorder: A Literature Review Nisa, Lutfi Khoirun; Perdani, Roro Rukmi Windi; Graharti, Risti; Wardhani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Fiana, Dewi Nur; Rahmayani, Fidha
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1356

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental disorder that affects children permanently. The exact cause of GSA is not yet known and affects more men than women with a ratio of 4:1. This autism disorder in children appears from birth or a few months after birth, but is often diagnosed when the child is less than 3 years old. Confirmation of GSA diagnosis can use two screening tools, namely DSM-5 and M-CHAT. The management that can be given to children with GSA can be pharmacological and non-pharmacological treatment. According to the World Health Organization (WHO) in 2022, 1 in 100 children in the world is diagnosed with autism. Children with GSA have many disorders that can affect their daily activities, both verbally and non-verbally. The main symptoms that are often encountered in children with GSA are difficulties in social interaction, problems in communication, including difficulty learning language or abnormalities in speech, and a tendency to be obsessive about maintaining a consistent daily routine and environment. The prognosis of GSA depends on the severity of each individual and the accompanying disease. This of course makes parents who have children with GSA will be faced with specific challenges in raising their children because children with GSA have different characteristics. Effective strategies that can be carried out to improve disorders in GSA children include the use of visual aids, the creation of a structured daily schedule, good interpersonal communication, the application of the Applied Behavior Analysis (ABA) method, integrated sensory therapy, occupational therapy, and play therapy. In addition, to overcome the stress experienced by parents of children with GSA, especially in mothers, it can be done by providing parenting education through psychoeducation.
Peningkatan Pengetahuan mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Way Halim Permai Bandarlampung Oktaria, Dwita; Mayasari, Diana; Rahmayani, Fidha; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1150

Abstract

Kanker payudara memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Prognosis kanker payudara tergantung pada stadium saat didiagnosis serta cara penanganannya. Penderita kanker payudara lebih sering datang dengan stadium lanjut sehingga prognosisnya buruk. Hal ini dikarenakan sedikitnya wanita yang melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker payudara pada stadium awal. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk meningkatkan kemungkinan prognosis yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu ketua RT dan pengurus RT yang tergabung dalam PKK Kelurahan Way Halim Permai. Setelah dilakukan seminar dan tanya jawab, kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah di evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 32 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest terjadi peningkatan menjadi 40 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara, pengetahuan ibu-ibu PKK kelurahan Way Halim Permai meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan mengenai Sadari secara rutinuntuk deteksi dini kanker payudara perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.Kata kunci: deteksi dini, kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari)
Upaya Pencegahan Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pengrajin Batik di Bandar Lampung Anggraini, Dwi Indria; Yusran, Muhammad; Rahmayani, Fidha; Tjiptaningrum, Agustyas; Sibero, Hendra Tarigan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2530

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah peradangan kulit yang diakibatkan oleh lingkungan kerja. DKAK merupakansalahsatumasalahkesehatan yang sering terjadi pada pekerja di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa penelitian melaporkan DKAK pada pengrajin batik cukup tinggi. Di Bandar Lampung dilaporkan kejadian DKAK pada pengrajin batik di Bandar Lampung sebesar 53,3%. Terdapat beberapa faktor eksogen dan endogen yang mempengaruhi kejadian DKAK. Pengetahuan pengrajin batik terhadap faktor-faktor tersebut masih kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengrajin batik tradisional Lampung mengenai DKAK dan upaya pencegahan timbulnya DKAK. Kegiatan dilakukan di Batik Siger, Jalan Bayam No.38 Kemiling, Bandar Lampung pada tanggal 19 Oktober 2019. Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan adalah pengrajin batik tradisional, pengeloladan pemilik Batik Siger berjumlah 25 orang. Program dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: pemberian materi kepada khalayak sasaran mengenai penyebab, tanda dan gejala klinis, cara pemeriksaan, penatalaksanaan, dan upaya pencegahan dan pengobatan DKAK; pemberian poster dan leaflet mengenai DKAK; pelatihan perawatan diri dan penggunaan APD pada khalayak sasaran; Focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata skor pengetahun sebelum dilakukan penyuluhan adalah 56,8 meningkat menjadi 93,2 sesudah penyuluhan. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi. Terjadi peningkatan kemampuan perawatan diri menggunakan pelembap dan APD pada 100% pengrajin batik setelah dilakukan pelatihan. Simpulan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawatan diri pengrajin batik tradisional.Kata Kunci: dermatitis kontak akibat kerja, pengrajin batik tradisional Lampung
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dan Deteksi Dini Penyakit Neuropati Perifer pada Komunitas Agrikultur di Desa Karanganyar Kabupaten Lampung Selatan Rahmayani, Fidha; Mayasari, Diana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2792

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan petani merupakan kelompok kerja terbesar meski ada kecenderungan semakin menurun setiap tahunnya. Salah satu cara yang dilakukan oleh masyarakat agrikultur di sektor pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan hasil produksinya adalah dengan menggunakan pestisida. Penggunaan pestisida di sektor pertanian di Indonesia semakin meningkat. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat memberikan akibat samping gangguan kesehatan dan keracunan. Salah satu risiko kesehatan akibat penggunaan pestisida adalah neuropati perifer. Deteksi dini neuropati perifer akibat paparan kronik pestisida golongan organofosfat sangat diperlukan mengingat efek jangka panjang yang buruk pada populasi petani. Beberapa alat ukur dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis neuropati perifer. The Douleur Neuropathiqueen 4 Questions (DN4) adalah alat diagnostik yang sering digunakan untuk menentukan adanya neuropati perifer dan nyeri neuropatik, dengan menggunakan gabungan antara wawancara dengan pemeriksaan fisik. Dari hasil pemeriksaan didapatkan persentase masyarakat yang memiliki tanda nyeri dan neuropati perifer sejumlah 80%. Pengabdian ditutup dengan memberikan edukasi terkait hasil pemeriksaan kepada masyarakat dan tanya jawab untuk evaluasi penyuluhan.Kata kunci : komunitas agrikultur desa Karanganyar, neuropati perifer
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Lanjut Usia Mengenai Vaksinasi Di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung Darwis, Iswandi; Hadibrata, Exsa; Rahmayani, Fidha; Wintoko, Risal
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3033

Abstract

Latar belakang. Coronavirus Disease 2019 merupakan kondisi pandemi global dengan angka kematiannya cukup tinggi di seluruh dunia. Indonesia berada di peringkat ke-18 dengan total infeksi terbanyak di dunia. Usia lanjut lebih dari 60 tahun merupakan kelompok yang rentan terkena infeksi Covid-19 dan apabila terkena, angka kematian cukup tinggi. Vaksinasi merupakan suatu tindakan untuk meningkatkan imunitas sehingga dapat menurunkan penularan Covid-19. Pengetahuan mengenai vaksinasi di masyarakat masih tergolong rendah terutama lansia. Oleh karena itu, perlu diadakan penyuluhan Kesehatan mengenai vaksinasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai vaksinasi kepada lansia mengenai Covid-19. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat terutama lansia mengenai vaksinasi dan manfaat nya untuk meningkatkan kekebalan tubuh Hasil  kegiatan. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner sebelum dilakukan edukasi, diketahui bahwa seluruh (100%) masyarakat yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan mengenai vaksinasi pada lansia. Sebelum dilakukan edukasi, lansia belum memahami pentingnya vaksinasi. Setelah dilakukan edukasi lansia memahmi vaksinasi dan ingin mengikuti program tersebut.Kesimpulan. Vasinasi Covid-19 pada lansia penting digalakkan untuk menurunkan kejadian Covid-19 pada lansia dan menurunkan angka mortalitas.Kata kunci. Vaksinasi, Lansia, Covid-19
Peningkatan Keterampilan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Cacat Pasien Kusta di Puskesmas Pasar Ambon, Kota Bandar Lampung Sibero, Hendra Tarigan; Anggraini, Dwi Indria; Rahmayani, Fidha; Yisran, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3244

Abstract

Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae yang menyerang berbagai bagian tubuh diantaranya saraf dan kulit. Kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang menular dan dapat terjadi komplikasi berupa kecacatan yang dapat menetap. Angka kecacatan akibat kusta dilaporkan masih cukup tinggi. Di Indonesia proporsi kecacatan tingkat dua pada kasus baru kusta masih tinggi, yaitu 9,86%. Target nasional untuk proporsi cacat tingkat dua adalah di bawah 5%. Provinsi Lampung juga belum mencapai target tersebut. Bandar Lampung merupakan kota dengan persentase kecacatan tingkat dua tertinggi di antara kota/kabupaten lainnya. Pencegahan kecacatan pada kusta yang disebut sebagai prevention of disability merupakan salah satu program dalam penanggulangan penyakit kusta. Upaya pencegahan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan (medis) di Puskesmas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Bandar Lampung.Kegiatan dilakukan di Puskesmas Pasar Ambon Kota Bandar Lampung pada tanggal 10 Januari 2023. Khalayak sasaran yang  mengikuti kegiatan adalah petugas medis atau tenaga kesehatan pengelola program kusta yang berjumlah 20 orang. Program dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 1) pemberian materi kepada khalayak sasaran mengenai penyebab, tanda dan gejala klinis kusta, cara pemeriksaan saraf pada kusta, deteksi dini cacat pada kusta, dan upaya pencegahan cacat pada kusta; 2) pelatihan pengisian lembar prevention of disabilit (POD); 3) focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata skor pengetahun sebelum dilakukan penyuluhan adalah 72,6 meningkat menjadi 98,7 sesudah penyuluhan. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi. Terjadi peningkatan kemampuan pengisian lembar prevention of disability (POD) pada 100% tenaga kesehatan setelah dilakukan pelatihan. Simpulan: kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan cacat pada pasien kusta.   Kata Kunci: cacat, kusta, lepra, Morbus Hansen, POD, pencegahan cacat