Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EDUKASI KEPADA REMAJA PUTRI KELOMPOK USIA 12-18 TAHUN MENGENAI KEPUTIHAN DAN CARA PENCEGAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA JATISARI KECAMATAN JATIMULYO LAMPUNG SELATAN Wulan, Anggraeni Janar; Hanriko, Rizki; Fiana, Dewi Nur; Rahmayani, Fidha
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3304

Abstract

Keputihan merupakan keluhan yang sering muncul pada organ reproduksi. Kejadian keputihan fisiologis lebih tinggi dibandingkan keadaan patologis (81% v 19%). Sebanyak 75% wanita maupun remaja mengalami sedikitnya satu kali episode keputihan. Prevalensi keputihan remaja di Indonesia dalam 5 tahun terakhir berkisar antara 48,5% - 81%. Salah satu penyebab seringnya terjadi keputihan pada remaja adalah kurangnya pengetahuan mengenai perilaku kebersihan pribadi area reproduksi. Studi pendahuluan menunjukkan ditemukan keluhan keputihan pada santri putri Rumah Al-Quran Nuruz Zaini, dusun Jatisari, Jatimulyo, Lampung Selatan dan belum pernah mendapatkan edukasi mengenai keputihan secara menyeluruh. Oleh karena itu edukasi kepada remaja putri mengenai keputihan merupakan hal yang sangat penting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai perubahan anatomi fisiologis pada remaja, siklus haid, keputihan, membedakan keputihan normal dan tidak normal dan mengenali perilaku yang berpotensi menyebabkan terjadinya keputihan dan pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan hari Jumat, 3 Mei 2024 dan melibatkan tim dokter FK Unila dan Santri RQ Nuruz Zaini. Peserta : 19 remaja putri (9 – 21 tahun). Kegiatan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif. Keberhasilan edukasi diketahui dari hasil pre-post test. Pada pre test didapatkan 12 peserta (63,16 %) belum memahami, 4 (21,05%) sudah paham dan 3 peserta (15,78) sudah sangat paham tentang keputihan. Pada post test tidak didapatkan peserta yang tidak paham, 2 peserta memahami dan 17 peserta (89,42%) sudah sangat paham mengenai keputihan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan 73,64% peserta. Simpulan : penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi secara umum dan keputihan meningkatkan tingkat pengetahuan remaja mengenai masalah tersebut. Kata kunci: keputihan, remaja, reproduksi
Spondilitis Tuberkulosis: Epidemiologi, Diagnosis, Tatalaksana, dan Prognosis Arifah Putri Desenia; Ahmad Fauzi; Ramadhan Triyandi; Fidha Rahmayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menempati urutan ketiga dengan kasus tuberkulosis paling banyak di Dunia setelah India dan China. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi kronik yang paling banyak disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberkulosis ditemukan di parenkim paru dan menyebabkan TB paru, tetapi bakteri ini juga mempunyai kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru) seperti pada tulang, kelenjar limfe, pleura, dan organ ekstra paru lain. Spondilitis tuberkulosis adalah suatu bentuk destruktif dari  tuberkulosis dan merupakan setengah dari semua kasus tuberkulosismuskuloskeletal. Diagnosis dini spondilitis tuberkulosis sulit untuk ditegakkan dan sering diduga sebagai neoplasma spinal  ataupun spondilitis piogenik lain. Biasanya diagnosis baru dapat ditegakkan pada stadium lanjut yaitu saat sudah terjadi deformitas tulang dan defisit neurologis. Diagnosis spondilitis tuberkulosis bergantung pada manifestasi klinis dan penemuan neuroimaging. Konfirmasi etiologi membutuhkan pemeriksaan Basil Tahan Asam pada mikroskop atau kultur dengan sampel yang diperoleh pada hasil biopsi dari lesi. Selain itu, pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Laju Endap Darah (LED) juga dapat dilakukan. Dengan penegakkan diagnosis dini dan pengobatan segera, prognosis umunya baik. Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, Tuberkulosis Ekstraparu, Spondilitis Tuberkulosis